
" Apa ibu masih perlu bantuan?" tanya Kiky.
" Bisa bantu ibu berjalan sampai ke mobil?"
" Bisa bu dengan senang hati," ucap Kiky.
Kiky membantu memapah mamanya Sean sampai kedalam mobilnya.
" Ky, kamu kesini naik apa?"tanya mama Sean.
" Kiky naik angkot bu,"jawabnya.
" Kalau begitu sebagai tanda terima kasih mari ibu antar."
" Tidak usah bu, nanti merepotkan."
" Sudah ayo, ga ada yang di repotkan," sambungnya.
Perjalanan dari kantor Sean menuju ke rumah Kiky tidak begitu jauh.
" Mampir dulu bu," ajak Kiky tapi maaf rumah saya kaya gini.
" Wah rumah kamu asri ya Ky bisa betah nih tante di sini," kata mama Sean.
" Oh ada tamu, silahkan masuk ibu. Maaf kalau boleh tahu itu kakinya kenapa kok sampai bengkak?"tanya eyang Kiky.
"Tadi kepleset terus di tolongin sama Kiky, maaf ibu itu mamanya Kiky atau eyangnya?"
" Eyangnya bu, kedua orang tua Kiky sudah meninggal karena kecelakaan."
" Maaf bu saya ga tahu."
" Tidak apa bu, saya dan Kiky sudah ikhlas kok."
Kini Kiky keluar membawa minuman dan camilan.
" Kok repot repot sih sayang,"kata mama Sean.
" Ga repot kok bu, cuma teh sama camilan."
" Kapan kapan main dong Ky kerumah ibu, di rumah ibu suka kesepian soalnya anak ibu itu sibuk terus jarang ada waktu ngobrol."
" Tapi Kiky ga tahu rumah ibu."
Mama Sean memberikan kartu nama kepada Kiky.
" Disitu ada alamat rumah dan nomor telepon yang bisa kamu hubungi."
" Iya bu, nanti kalau ada waktu Kiky sempatin main kesana."
Ketiganya asik ngobrol sampai lupa kalau malam ini mama Sean harus berangkat ke Surabaya.
" Masyaallah karena ke asikan ngobrol sampai lupa kalau malam ini saya harus ke Surabaya, kalau begitu ibu pamit dulu ya Ky," kata mama Sean.
" Iya bu hati hati di jalan,"kata Kiky.
" Bu, ini ada obat tradisional nanti malam sebelum tidur oleskan saja pada kakinya yang bengkak. Besok pagi insyaallah sudah kempes bengkaknya," sambung eyangnya Kiky.
__ADS_1
Sepeninggal mama Sean, Kiky langsung bersih bersih dan menyiapakan makan malam.
" Eyang makan dulu yuk," ajak Kiky.
" Iya sebentar eyang baru masukkin baju ke almari."
" Eyang besok pagi biar Kiky saja yang ke pasar antar sayuran."
" Emang besok sekolah kamu libur?"
" Libur eyang guru guru Kiky baru ada seminar di luar kota, jadi semua di liburkan. Tapi sorenya Kiky tetap harus ke kelas model."
" Pesan eyang jangan di lupakan ya, sesibuk apapun kamu jangan sampai lupa sama kewajiban kamu."
" Siap eyang."
Matahari belum menampakkan senyumnya, udara juga masih dingin tapi Kiky sudah bersiap menuju ke pasar mengantar sayur ke pelanggannya.
" Wah tumben yang mengantar sayur bukan eyangnya mbak?" tanya salah satu pedagang.
" Iya bu, kebetulan hari ini Kiky libur sekolah jadi bisa bantu eyang buat mengantar sayur."
" Mbak kalau bisa di tambahin ya, soalnya pelanggan saya banyak yang suka sama hasil kebun mbak Kiky sama eyangnya."
" Iya bu, nanti Kiky tambah lagi media tanamnya."
" Mbak Kiky ini hasil penjualan kemarin," kata salah seorang pedagang lagi.
" Terima kasih banyak ya, kalau gitu Kiky permisi pulang dulu," pamitnya.
Selesai mengantar sayuran Kiky langsung membantu eyangnya di kebun belakang rumahnya.
" Alhamdulillah kalau banyak yang suka, eyang juga mau sih nambah lagi tapi lahannya ga ada sayang."
" Di depan rumah yang bekas tanaman bunga itu saja kita olah eyang kita tanami sayuran."
" Oh iya itu masih lumayan lebar,nanti saja setelah sarapan kita olah tanahnya."
" Siap eyang, tadi Kiky sudah beli sarapan."
" Tumben beli, ceritanya cucu eyang lagi malas masak ya."
" Bukan malas eyang tapi sesekali makan beli kan ga salah."
Sementara itu Sean pagi pagi sudah berangkat tapi tidak ke kantor melainkan ke halte dekat rumah Kiky buat nungguin pujaan hatinya berangkat ke sekolah.
" Padahal ini sudah siang loh kenapa dia belum nonggol juga sih," batin Sean.
Karena penasaran akhirnya Sean melajukan mobilnya menuju rumah Kiky, betapa bahagianya dia melihat sesosok yang sedari tadi ia tunggu sedang berada di halaman depan rumahnya.
" Cantiknya," gumamnya lagi
Deertttr derrttt derttt suara dering telpon membuyarkan lamunan Sean.
" Lagi dimana sih, sudah siang bos. Ingat ga pagi ini ada meeting, awas saja kalau sampai lupa bisa kena omel sama mama kamu."
" Aduh iya lupa, siapin dulu semuanya sebentar lagi aku sampai kantor,"jelas Sean.
__ADS_1
Kantor Sean
" Dari mana saja sih bos, kalau telat bisa runyam tahu ga?"
" Adadeh mau tahu saja kamu Ri."
" Halah paling nyamperi cewek itu kan, nanti sore juga kesini anaknya ngapain di cariin sampai ke rumahnya."
" Ya suka suka akulah."
" Dasar bucin, tapi aku ga yakin kamu bakal dapatin dia."
" Doain yang baik baik kenapa, lagian belum di coba juga. Kalau aku tetap optimis dapatin dia, apa lagi aku sudah kenalan sama eyangnya."
" Wiihhh kemajuan nih."
" Lha dari pada aku di jodohin sama mama."
" Ya itu nasib kamulah makannya jadi orang itu jangan kebanyakan milih."
" Wih nikah itu seumur hidup sekali Ri, jadi aku benar benar milih yang terbaik di antara yang baik."
" Ga ada yang sempurna Sean."
" Ya pokoknya aku maunya yang terbaik saja, yang nikahkan aku yang jalanin juga aku jadi aku nyari yang pas buat aku."
" Iya dech terserah, yuk ke ruang meeting."
" Oke."
Dua hari berikutnya mama Sean pulang dari Surabaya.
" Sean, kamu bisa antar mama sebentar ga?"
" Mamakan ada sopir kenapa harus minta antar Sean sih."
" Kamu ini cuma di suruh antar mama kok ga mau, ya udah kalau ga mau pokoknya mama tetap mau jodohkan."
" Ih mama ngancamnya pasti di jodohin, ya udah mama mau kemana?"
" Kamu ikuti saja yang mama arahin," jelas mamanya.
Keduanya lantas bergegas menuju ke tempat itu, betapa terkejutnya Sean ketika sampai di jalan masuk rumah Kiky.
" Loh mama ngapain kesini?"
" Mama cuma mau kasih oleh oleh buat cewek cantik yang kemarin nolongin mama pas mau jatuh di kantor kamu," jelasnya.
" Tumben mama sampai segitunya, biasanya ga pernah kasih apa apa buat orang yang baru di kenal."
" Habis dia itu baik Sean, ngobrol sama dia itu mama berasa punya anak perempuan. Anaknya sopan,ramah, terus tuturkatanya itu adem sekali bikin betah ngobrol sama dia."
" Ah mama."
" Stop stop ini rumahnya," kata mama Sean.
Sean tambah terkejut ketika mamanya minta berhenti tepat di depan rumah Kiky.
__ADS_1
..." Wah kalau mama sudah dekat sama Kiky berati keberuntungan berpihak kepadaku. Dengan begitu semakin mudah aku mendapatkannya," batin Sean....