Living Guise/Samaran Hidup

Living Guise/Samaran Hidup
PROLOG


__ADS_3

Sedikit informasi aja ya guys,karna ini novel pertamaku,jadi sepertinya ngga bakal nyampe banyak bab.Tapi jika ada kemungkinan untuk lanjut ya bakal lanjut,kita ngga tau kedepannya bakal gimana sii😁😁oke segitu aja


Happy reading yorobunn deull..


_________________________________________


"Jadi,kalian ngga mau satu sekolah?"tanya seorang wanita berusia 39thn,mereka sedang bersantai di ruang tengah tepatnya dikediaman keluarga Samantha.Keluarga kecil yang cukup bahagia,terdiri 4 anggota keluarga ayah,ibu,dan 2 gadis kembar.


"Iya bund,kita ngga bakal satu sekolah"jawab disertai anggukan gadis bernama ALONA KEYNA SAMANTHA,kerap dipanggil Lona.


"Sebenarnya Ana mau mau aja satu sekolah yah,bund..tapi ini kemauan Lona adek kesayanganku,jadi Ana ngga bisa nolak permintaan lona"jawab langsung dengan cengiran khas lesung pipit oleh ALANA KARYL SAMANTHA kerap dipanggil Ana.Seperti yang kita sudah tau,bahwa ana adalah kakak dari Lona walaupun usia mereka terpaut hanya 3-5 menit,mereka sudah menerapkan kepribadian kakak adik seperti pada umumnya menghormati yang lebih tua tapi masih bisa berpendapat,dan saling menghargai setiap pendapat tersebut,saling menjaga dan melindungi apa lagi untuk seorang kakak.Seperti saat ini,Lona ingin berbeda sekolah dengan ana bukan tanpa sebab, Lona meminta ini karna ia tidak mau bersaing dalam pelajaran,atau kegiatan sekolah lainnya jika mereka satu sekolah.Walaupun Ana tidak pernah menganggap itu sebuah persaingan,tetapi ana tidak bisa menolak permintaan adiknya karna dia begitu menyayangi adiknya itu,dan hanya bisa menyetujuinya.Dan Lona juga ingin mandiri,ia tidak ingin selalu merepotkan kakak nya itu karna Lona juga begitu sayang kepada kakaknya.


"Hmm..baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian,ayah sama bunda tidak bisa mengganggu gugat"jawab sang ayah dengan senyuman yang tidak luntur,dan dijawab anggukan oleh bundanya.Seketika sudut bibir Lona mengangkat menampilkan lesung pipinya dan mata yang berbinar sontak langsung memeluk kakaknya yang duduk tepat disampingnya.Ana yang dipeluk hanya bisa membalas dan mengacak rambut sang adik dengan senyuman yang sepertinya tidak pernah luntur jika melihat adiknya begitu bahagia.


"Okei sekarang kalian masuk kekamar,karna besok kalian akan langsung mendaftar ke sekolah pilihan kalian"perintah bunda dan langsung dijawab anggukan secara serentak oleh kedua anak kembarnya itu.Detik berikutnya mereka beranjak kekamar mereka masing masing yang terletak dilantai 2 rumahnya.Lona yang berlari kegirangan meninggalkan Ana yang sedari tadi hanya berjalan santai menuju kamar.Ana melihat itu hanya menggelengkan kepala sambil sambil tersenyum.


Terlintas dibenak Ana yang menghawatirkan adiknya karna akan lepas dari jangkauannya setelah mendaftar sekolah nantinya.Ana tau sifat Lona yang susah beradaptasi dengan lingkungan baru,pemalu jika bertemu orang baru,tidak banyak bicara,dan penampilan yang menurut Ana seperti orang cupu,Lona tidak mau merubahnya.Padahal sudah berapa kali ana meminta Lona untuk merubahnya tetapi tetap saja seperti itu.Ana yang berfikiran negatif langsung menepis dan menggelengkan kepala untuk tidak berfikiran yang tidak tidak,toh masa depan tidak ada yang tau kan?.


Seperti biasa sebelum keatas kasurnya,Ana kekamar mandi untuk melakukan ritual remaja putri pada umumnya seperti membasuh kaki,menggosok gigi,cuci muka,dan melakukan serangkaian skincare.Setelah itu barulah Ana beranjak ke atas kasurnya,dan mengambil benda berbentuk pipih itu yang sedari tadi di atasΒ  nakas meja tempat tidurnya.Ana mencari kontak dan ketemu!membuka room chat yang dipojok kiri tertera nama yang membuat Ana menghela nafas dan tersenyum,dan langsung mengetik beberapa pesan.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Paginya..


Tok..tok..tokk..


Terdengar pintu diketuk,membuat siempunya membuka pintu,dan tebakannya benar sekarang bundanya sudah tepat di depan pintu kamarnya untuk membangunkan ana.Karna sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi,berhubung ana lah yang paling susah untuk bangun sendiri dan terkadang membuatnya kesiangan bahkan telat bangun.


Berbeda dengan Lona,setiap pagi dia selalu bisa bangun tepat waktu bahkan bisa membantu bundanya jika sedang melakukan kegiatannya di dapur setiap pagi,ya,memasak.Lona tidak bisa memasak,tetapi dia bisa membantu seperti membersihkan meja makan yang akan digunakan,menata piring,sendok,garpu,dan menata makanan yang sudah siap dihidangkan.


Setelah selesai bersiap siap karna Ana dan Lona akan pergi mendaftar sekolah,Ana langsung turun kebawah untuk pergi sarapan.Sesampainya dipintu menuju dapur,Ana disambut seperti biasa dengan senyuman merekah dari sang adik,Lona.Ana yang melihat senyuman itu,dengan otomatis dia tersenyum dan tepat sekali bahwa senyuman itu seperti tidak akan pernah luntur.


"Sudah tidak ada yang ketinggalan?"tanya sang ayah ke Lona yang langsung mengecek berkas berkas yang akan dibawa.


"Sudah lengkap yah"jawab Lona tersenyum dibalas anggukan sang ayah.


"Bund,berangkat dulu ya"pamit ayah kebunda dengan mengulurkan tangan,dan disambut dengan uluran tangan bunda,kebiasaan jika mau pergi maupun pulang."bunda hati hati,kalo ada problem langsung kabari ayah"perhatian nya ke bunda sering kali membuat kedua putrinya cemburu.


"Udah,mesra mesranya? tenang aja,kan ada aku ayahh"sela Ana ditengah tengah kedua orang tuanya yang membuat keduanya saling pandang dan terus melayangkan tawa ke anak sulungnya itu.

__ADS_1


"Heh kamu,anak kecil.jangan sok jagoan yah,apa lagi nanti kalo udh masuk sekolah,awas saja nanti"omel sang ayah dengan nada candaannya itu lantas membuat Ana mencebik kesal.


🍁🍁🍁


To be continued


β€’


β€’


β€’


Disini belum ada problem apa apa ya guys,karna baru perkenalan tokoh.


Tolong bantu suport diriku ya guys..


Silahkan yang mau berkomentar,diriku terima terima aja..mungkin masih ada yang kurang bener tpi tolong maafin ya guyss


Terimakasih sampai jumpa dibab selanjutnya....

__ADS_1


Annyeong


__ADS_2