Living Guise/Samaran Hidup

Living Guise/Samaran Hidup
selanjutnya


__ADS_3

Yorobunn annyeong....


Balik lagi nihh....


Enjoy and happy reading yorobunn....


_________________________________________


Ceklek...


Suara pintu terbuka membuat seluruh atensi menghadap ke arah suara itu.Terlihat seorang berjubah putih berkacamata,dan memakai masker keluar dari ruang ICU dengan tatapan yang sulit diartikan.


"bagaimana dok?"tanya ayah Ana ke dokter yang baru saja memeriksa Lona di dalam ICU tadi.


"Keadaan Lona tiba tiba saja drop,dan setelah diperiksa ternyata saraf yang menuju otaknya mengalami kerusakan,hal itu membuat Lona tidak bisa bertahan"jelas sang dokter berharap keluarga pasiennya mengerti dan memahami situasi ini.


"maksud dokter?"tanya ayah Ana,kali ini dengan nada bergetar khawatir dan menahan tangisnya agar terlihat kuat didepan anak dan istrinya.Sebelum menjawab sang dokter lantas menghembuskan nafas berat


"Lona sudah bertahan sebisa mungkin,tapi tuhan berkehendak lain_lona menghembuskan nafas terakhirnya pukul 9.35"_"kami turut berduka cita,dan kami berharap semoga keluarga yang ditinggalkan bisa menerima dan mengikhlaskan"lanjut sang dokter yang membuat Karin (bunda Ana)menangis histeris dan garvin (Ayah Ana)hanya menangis dalam diam sambil memeluk Ana yang masih syok dan istrinya itu,karna dia tau keluarganya sedang membutuhkan dukungan.


Saat Ana sadar,dengan sendirinya air mata nya turun dan menggelengkan kepala sebelum akhirnya keluar dari pelukan kedua orangtuanya.


"haha itu ngga mungkin yah,bund_dok tolong priksa Lona lagi.ayoo dok!nunggu apa lagi!"ucap Ana sesekali menghadap atas agar air matanya berhenti keluar,tapi nyatanya itu tidak akan mungkin bisa.Dokter dengan berat hati hanya menggeleng pelan.


"Ana dengerin ayah,kamu harus bisa mengiklaskan Lona biarkan Lona pergi dengan tenang,ini semua sudah takdir "ucap garvin kepada putrinya itu. Sedangkan Ana yang masih denial hanya terus menggelengkan kepala dan menutupi sampai memukul telinganya saat ayahnya sedang berbicara "ALANA! CUKUP!"dan untuk pertama kalinya garvin membentak putrinya itu.


"NGGA YAH!,LONA MASIH HIDUP!!ORANG TADI MASIH CERITA BARENG SAMA ANA BAHKAN TADI LONA MASIH KETAWA BARENG ANA!!" bantah Ana menggunakan nada tinggi untuk pertama kalinya kepada orang tuanya.Sampai akhirnya Ana memutuskan meninggalkan ruangan itu.


"put.tri kita.yah,Lon_"belum sempat menyelesaikan perkataannya Karin(bunda Ana)jatuh pingsan didekapan suaminya."astaga bund"Membuat Garvin yang akan mengejar putrinya tertunda,tapi


"biar saya saja om"dan diangguki langsung oleh garvin.


"trimakasih Felix"ucap garvin kepada Felix.Detik selanjutnya Felix pergi meninggalkan kedua insan itu.


Skipp


Ana keluar dari rumah sakit dengan jalan cepat sambil menangis tidak percaya.Tidak sedikit pula orang yang melihat kearah Ana tapi Ana tidak terusik dengan itu.Suasana hatinya sedang sangat buruk.


"mereka bercanda,ga mungkin Lona ninggalin gue sendiri."terus berjalan dan tidak terasa dia sudah berada disuatu tempat yang sepi.


"aaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkhhh"teriak Ana sekencang kencangnya,hingga terdengar oleh orang yang sedang mencarinya.Tpi bukannya menghampiri Ana dia malah berhenti beberapa langkah dari Ana.


"kenapa harus gini lonn"ucap Ana masih berteriak.


"kenapa Lo ga pernah cerita apa apa tentang masalah Lo!Dan kenapa Lo malah nyerah gitu aja,Lemah tau ga lemah!!"marah Ana entah ke siapa.


"gue salah,gue Kaka ga guna,ngga becus jaga Ade gue sendiri asssssss anjg!haaaaa"dan saat itu Felix mulai beranjak berjalan maju dari tempatnya berdiri tadi menuju Ana dan


__ADS_1


"Stop nyalahin diri Lo sendiri,Lo ngga salah Na" ucap Felix sambil memeluk Ana dari samping dan menepuk nepuk bahu Ana.


"gue ngga becus lix jadi Kaka,gue ga tau masalah Ade gue sendiri"ucap Ana masih dengan tangisnya


"dan Lona ngga mungkin meninggal lix,ngga mungkin"masih saja Denial pikiran Ana dengan situasi seperti ini.


"mau sampe kapan Lo denial kaya gini Na,Lo harus menerima semuanya na.ini semua takdir,Lo harus tau itu!"tegas Felix membuat tangis Ana bertambah kencang.


"ta.pi ken.na.pa harus.Lona lix.kenapaaa hiks hiks"ucap Ana sesenggukan sekuat tenaga


"karna tuhan lebih sayang Ade Lo makanya Lona disuruh pulang duluan ketimbang Lo,tuhan tau Lo itu kuat dan bisa melewati ini semua makanya tuhan ngasih Lo cobaan ini._gue juga pernah diposisi Lo,tpi liat,gue masih berdiri,gue masih hidup walaupun awalannya memang sulit Nerima semuanya.tpi yang bikin gue sadar gue harus nyari tau penyebab nyokap gue meninggal__dan sekarang coba Lo jalanin ini,atau mungkin Lo juga harus nyari tau alesan Ade Lo kaya gini kenapa"ucapan Felix membuat Ana sedikit tenang walaupun tangisnya belum mereda


"ya gue harus cari tau siapa yang tega berbuat seperti itu sampai Lona pun ngga sanggup"ucap Ana hanya dibalas anggukan oleh Felix.


"ayo pulang,emngnya Lo ngga mau liat Ade Lo yang bakal dirias apa,pasti cantik.dan Ade Lo pasti mengharap agar Lo bisa liat dia dihari terakhirnya itu."ana pun mengangguk dengan tangisnya. Mereka pun beranjak dari tempat itu untuk pulang menggunakan mobil Ana.


🍁🍁🍁


3 bulan berlalu dari masa masa kelam Ana dan keluarga,menyisakan sebuah kenangan, walaupun sebenarnya Ana masih belum ikhlas untuk semua yang menimpa mendiang adiknya itu.


Tok tok tok


Terdengar suara pintu diketok beberapa kali membuat yang punya sedikit kesal.


"SabArrrrrrr"teriak si Ana dan menghela nafas.


Terlihat seseorang sedang melipat tangan di dada,dan menatap tajam Ana yang kini tidak perduli dengan tatapan itu.


"tau sabar kan?_gatau?_biar gue kasih tau S.A.B.A.R sab.bar"Ana mengeja dan menekan kata terakhir itu sambil melipat kedua tangan di dada tidak lupa Ana juga menyunggingkan senyum miring remeh.


"gue jadi ngga makeup gini kann,sebentar lagi yaa"mohon Ana dengan wajah yang memelas,tapi yang sedang dia hadapi bukanlah orangtuanya melainkan Felix.Ya sedikit informasi semenjak sepeninggalnya Lona,keduanya menjadi lebih dekat.Orang tua Ana juga tidak keberatan apalagi Ana sendiri.Saat masa masa itu,Ana kerap ingin bunuh diri tapi selalu digagalkan oleh Felix bahkan Felix menjadi sering kerumah Ana.Felix selalu ngasih tau"Lo harus inget Lona kenapa,Lo harus cari tau itu.Dan kalau Lona tau Lo nyerah dia bakal sedih dan kecewa sama Lo,Lo mau?" kalimat itu berhasil membuat Ana bangkit dari keterpurukannya dan menjalani hidup seperti sediakala walaupun itu masih sangat sulit baginya. Tapi mereka dekat bukan berarti lepas dari kata bertengkar,tidak akur.Mereka seperti kucing yang sedang dipertemukan dengan tikus,ditambah orang tua Ana sangat dekat dengan Felix,hal itu memudahkan Felix untuk meminta pembelaan saat bertengkar dengan Ana seperti saat ini.


"ngga!ini udh jam berapa Anaaa,nanti kesiangan astaga"Felix menggeleng tegas dan menunjukkan jam yang ada dipergelangan tanganya.


"tapi lix_"ucap ana terpotong


"ngga ada tapi tapi,ambil tas Lo dan cepet turun. Lona udah nungguin Lo"perintah Felix sambil meninggalkan Ana yang masih stay ditepan pintu kamarnya.Ana mendengus kesal dan masuk kedalam untuk mengambil tasnya.Felix tau kelemahan Ana adalah Lona,dan Ana membenci hal itu,kenapa Felix harus tau.


Lona turun dan terlihat Felix,dan kedua orangtuanya sedang berbicara entah apa itu,yang pasti saat Ana turun seluruh atensi menuju kearah nya.


"loh,bunda ngga salah liat nih kamu ngga pake makeup"heran bundanya sambil memegang wajah Ana.Membuat Ana mempunyai ide agar Felix kena marah,dia menunjuk ke arah Felix dengan tersenyum jailnya.


"Felix bund,masa putri bunda ngga boleh pake makeup coba"rengek Ana dibuat buat berharap rencananya berhasil.


"bukannya gitu tan,ini kan udah siang,nanti Lona nungguin gimana?jadi Felix cuma ngasi saran ke Ana ngga usah pake makeup,bener kan om"jelas Felix sambil melihat kearah garvin(ayah Ana)dan diangguki begitu saja oleh garvin.


"iya Na bener kata Felix,ini udh siang loh.felix juga udh nunggu lama kan"_"nah kan om" ucapan garvin langsung ditimpali oleh Felix dan memberikan TOS sebagai tanda kemenangan.Ana yang melihat dan mendengar belaan sang ayah terhadap Felix pun kembali kesal,


"ini mah senjata makan tuan anjir" batin Ana meruntuki dirinya sendiri.

__ADS_1


"udah udah,mau makan dulu apa gimana?"tanya Karin(bunda Ana) diangguki oleh kedua lelaki dihadapannya,


"ngga usah Bund nanti aja,Ana berangkat dulu, ini.udah.siang"Ucap Ana menekan kata terakhir dan melenggang pergi keluar.Fwlix melihat itu hanya tersenyum dan berpamitan sebelum akhirnya pergi mengikuti Ana.


🍁🍁🍁


Dimobil keadaan sangatlah hening,entah karna Ana yang masih kesal,atau karna keduanya sedang sama sama fokus.Felix yang fokus menyetir dan Ana yang fokus memainkan hpnya.


"mau mampir beli bunga kesukaan Lona?"tanya Felix memecah keheningan.Membuat ana tersadar dan menepuk jidatnya


"oiyaa bungaa,oke kita mampir ditempat biasa" jawab Ana diangguki Felix tanpa berkata masih fokus dengan menyetir.


Setelah 5menit akhirnya mereka sampai ditoko bunga langganannya.Sang pemilik sudah tau jadi langsung mengambil bunga yang biasa mereka beli.Saat Felix baru saja selesai membayar,dia melihat Ana seperti sedang memilih bunga lainya.Seperti tidak mau kehilangan momen,Felix langsung mengambil hp dari saku blazer nya dan memotret Ana secara diam diam dan ana tidak menyadari itu.



"Ada lagi?mumpung belum pergi"ucap Felix dan Ana langsung menggeleng menghadap Felix.


"ngga,ngga ada.Udah?"jawab Ana dan diangguki oleh Felix "yuu" ajak Ana dan merekapun pergi dari tempat itu menuju ketempat peristirahatan terakhir Lona.


10 menit lamanya dan mereka sampai di pemakaman.Untuk sekarang Ana meminta Felix agar menunggu didepan pintu mobil,Ana ingin menemui Lona sendiri.


"hai lon,maaf lama yaa.Gue mau minta ijin ke elo,kalo gue mau jadi Lo buat sementara waktu. Gue janji ngga akan lama cuma sampe semua Ter ungkap aja,dan gue bakal janji ke elo kalo itu pasti akan kebongkar,jadi dari atas sana Lo bantuin gue ya buat nemuin siapa mereka semua_ini bunga kesukaan Lo gue bawain,untung Ada Felix lon.Dia yang selalu ngingetin gue kalo gue lupa Dateng kesini buat nengok Lo,bahkan dia selalu nemenin dan nganter gue.Gitu dulu ya lon,gue pamit"setelah mengucapkan panjang lebar Ana pun beranjak dari tempat itu dan menemui Felix.


"yu lix cabut"Ajak Ana.


"bentar,selama ini gue kesini ngga pernah nyapa Ade Lo.Jadi ijinin gue nyapa Ade Lo sebentar buat memperkenalkan diri"ucap Felix .


"oke sebentar aja sana"jawab Ana.


5 menit kemudian Felix masuk kemobil yang sudah ada Ana yang menunggu dan langsung menyalakan mobil.


"udah?cepet banget"tanya Ana heran,apa yang dibicarakan Felix,kenapa cepat sekali.


"katanya ngga boleh lama, sekarang malah nanya"jawab Felix sambil menghembuskan nafas berat.Ana yang melihat Felix kesal hanya tersenyum.Suka sekali Ana membuat Felix kesal.


Difikirannya hanya terlintas ide ide jail kepada Felix.


Saat akan jalan


"FELIX!!"_


🍁🍁🍁


To be continued


Yahhhh abisss,sampai jumpa di bab selanjutnya hahahah


Annyeong yorobunn deull.....

__ADS_1


__ADS_2