
...Yorobunn annyeong......
Kita ketemu lagi nihhh...Sejujurnya diriku bgg buat kedepannya,tapi bakal tek usahain bisa up terus ya guys.setiap mau up rasanya takut klean pada ngga suka huhu..karna diriku nulis ini juga karna awalnya iseng,tpi untuk sekarang ini penting jadi kalian harus suport diriku ya.oke let's go
Enjoy and happy reading yorobunn....
__________________🍁🍁🍁_________________
Didepan ruangan yang sepi,dingin,hanya terdengar suara tangisan kecil dari sekitarnya,perasaan yang begitu berkecambuk,dunia yang seperti akan hancur,tubuh yang terasa setengah jiwanya menghilang,tujuan hidup yang gelap untuk kedepannya tidak tahu lagi.Demikian yang dirasakan Ana sekarang,tepat didepan ICU dirinya tengah memandangi tubuh kembarannya,tubuh yang tergeletak lemah dengan selang dokter dimana mana dan menempel pada tubuh itu.Sungguh pemandangan yang menyakitkan.
Ingin sekali Ana dapat bangun dari mimpinya,dan berharap bundanya menggedor nggedor pintu kamar Ana agar dia cepat bangun.Oh sungguh mimpi yang mengerikan dan berharap itu semua tidak pernah terjadi.Tepat saat itu bahu Ana terasa digoyangkan oleh sebuah tangan besar,Ana mengerjapkan mata pelan untuk menyesuaikan cahaya di ruangan itu karna setahunya jika dia tidur tidak lupa untuk mematikan lampu kamarnya.Tapi entah mengapa cahaya lampu menerangi seluruh ruangan dan kenapa ada orang yang bisa masuk kedalam kamarnya karna tidak pernah Ana lupa mengunci pintu sebelum tidur.Saat Ana sudah sadar dari tidurnya,
"yahh,kok kita dirumah sakit?kita ngapain?"tanya Ana mengalihkan perasaan tidak enak yang datang begitu saja.
"Ana sadar,ayah mohon.Kamu harus menerima bahwa kejadian itu adalah kenyataannya"pinta ayah khawatir akan keadaan Ana sekarang padahal dirinya juga tengah lemah menghadapi ini semua.
"ngga yahh,ini ngga bener kan,bund ayo pulang Ana mohon.Ana ngga suka yaa kalo kalian becanda,pasti Lona udh nungguin kita_pestanya,belum dimulai kan?ayo Bun yahhhh Ana mohon,hiks..kalian jangan gini hiks..Lona ngga mungkin ada didalam ruangan itu hikss..Lona keluar loo,ngga usah becanda,ini ngga lucu hikss.."protes Ana dengan tangisnya dan hampir saja menggedor-gedor pintu ICU tapi sudah dibawa masuk kedalam dekapan sang ayah untuk menenangkannya.Bundanya yang melihat itu hanya bisa menangis kecil.
Ana belum bisa menerima itu semua,itu terlalu tiba tiba baginya.Lona egois ya kata itu yang ada dipikiran Ana saat ini,kenapa?kenapa Lona begitu tega.
Flashback on
"jangan, lonaaaa.."teriak Ana histeris.
Sontak Ana langsung berlari masuk dan menuruni tangga dengan panik,
Ana mengeluarkan benda pipih dari tasnya dan mencari kontak dengan nama mydad🤑,saat telfon tersambung tanpa basa basi ana langsung memberitahu sang ayah.
"yah tolong,tolongin Lona"suara Ana keras,bergetar sangkin paniknya.
"kenapa Naa,Lona kenapa?kamu dimana sekarang!?" tanya ayah menjadi ikut panik karna suara menahan tangis itu keluar dari mulut Ana,apalagi membawa nama Lona.
"keluar hotel sekarang yahh Ana mohon!!Aku keluar sekarang.Lona yahh"teriak ana membuat ayahnya langsung lari keluar dari hotel tanpa menjelaskan kepada sang bunda,membuat sang bunda ikut bingung dan langsung mengikuti sang ayah.
"ada apa yah?"tanya bunda panik melihat suaminya yang tiba tiba berlari keluar meninggalkan ruangan dan tamu pesta itu.
"bunda ikut aja yahh,ayah juga ngga tau apa yang terjadi_Ana,lonaa entah ada apa.yang pasti bunda ikuti ayah"jelas sang ayah yang masih bingung.
Saat mereka berdua sampai didepan gedung hotel, sudah banyak orang yang berkumpul entah sedang mengerubungi apa,tpi yang membuat mereka heran kenapa ada Ana yang menangis ditengah tengah orang itu,dan kemana Lona?dan siapa yang dipeluk Ana diatas pangkuan anak itu?
Saat mendekat,
"astaga lonaaa"
"aaaaaaaaa...lonaaaaaa..."
betapa terkejutnya mereka berdua.Bunda yang reflek menjerit histeris dan menangis saat melihat anak bungsunya berlumuran begitu banyak darah,entah dari kepala atau hidungnya.Sang ayah yang langsung mendekat dan mengambil alih posisi Ana sekarang,dan Ana langsung memeluk sang bunda yang tengah menangis.
__ADS_1
"bund lonaa bundd hiks..."ucap Ana dalam tangisnya,mereka berdua saling memeluk erat.
"kita ke rumah sakit sekarang,"ucap sang ayah sambil menggendong Lona ala bridal style dan memberi tahu kedua malaikatnya itu.
"saya bantu membukakan pintu"ucap salah satu orang yang ada disitu dan diangguki langsung oleh sang ayah Ana.Dan mereka menuju Rumah sakit terdekat.
Disisi lain,
Para tamu yang bingung hanya dapat menunggu beberapa menit sampai ada seorang pria mungkin dia adalah orang suruhan sang ayah Ana.Setelah memberitahu apa yang terjadi dan memohon semua bahkan teman Ana yang berada di tempat itu untuk merahasiakan dari siapapun.Saat mengerti akan situasi yang tidak terduga itu,para tamu termasuk teman Ana langsung meninggalkan hotel dan seolah olah tidak terjadi sesuatu.
Salah satu dari Ketiga teman Ana pergi ke kamar mandi dulu sebelum keluar dari gedung hotel itu.Saat akan mencuci tangan,mata via tertuju pada tas di atas meja untuk menaruh barang
Saat itu juga via tau siapa pemilik tas itu,via keluar dari ruangan dan tepat sekali di bertemu dengan orang suruhan ayah Ana dan menitipkan tas tersebut agar sampai di tangan Ana dengan Aman.
flashback off
Saat Ana sudah merasa sedikit tenang,mata ana tertuju pada tas yang dibiarkan dari tadi.Ana membuka,dan tanganya mengambil kertas dari tas tersebut dan membaca didalam hati
..."cupu!gue tau Lo ngga sebodoh itu,pasti Lo punya duplikat file video itu kan!! berikan ke gue atau Lo bakal gue siksa lebih kejam dari sebelumnya paham!oh atau gue bakal mencari tau semua anggota keluarga Lo, dan gue pastikan mereka tidak akan hidup dengan aman dan nyaman!!Lo tau gue kan?ingat Lo cuma anak cupu!dari keluarga rendahan jauh dengan gue jadi jangan sampai Lo main main sama gue!!atau Lo bakal tau akibatnya!"...
Kurang lebih seperti itu bunyi kertas surat itu.
"siapa ini,berani sekali dia menyakiti Lona.Dan apa, keluarga rendahan!?whatTheFuck!!wow seriously? is he kidding?dia ga tau apa betapa Kaya dan terhormatnya keluarga SAMANTHA!!"ucap Ana sedikit keras dan menahan amarahnya karna tempat itu sepi.Ayah dan bundanya sedang pulang untuk mengambil barang barang dan dokumen ya dibutuhkan.
"apa ini penyebab Lona berubah beberapa bulan belakangan ini?tapi ada masalah apa Lona dengan ****** itu,dan duplikat?file?video?apa semua ini anjinggg."pekik Ana frustasi.
"Gue bakal cari tau semua ini,dan siapa yang ngebuat Lo kaya gini lonn,gue janji akan bales mereka dengan hukuman yang setimpal atas semua perbuatannya,"ucap Ana membuat janji untuk Lona.
Saat ayah dan bunda nya sampai,mereka meminta ana agar pulang dan istirahat.
"Naa,kamu pulang yahh.Biar ayah sama bunda yang menjaga Lona disini,kamu juga besok harus berangkat kan?"ucap bunda diakhiri dengan pertanyaan.Ya mereka belum tahu kalau Ana lulus ujian yang artinya masa sekolah Ana di SMA sudah selesai tinggal melanjutkan kuliah yang bahkan belum mendaftar sama sekali.
Ana sebelumnya ingin memberitahu mereka saat pesta berlangsung,tetapi hal seperti ini membuat rencana itu gagal total dan belum ada yang tahu sama sekali.
"bund_"Ana yang hendak memberitahu semuanya terjeda karna terbesit rencana di otak geniusnya.
"iya kenapa sayang?"tanya bunda
"emm ngga,cuma mau bilang kalo Lona udah siuman bunda kabarin ana yaa"ucap Ana dengan senyuman tipis dan mata sembab akibat menangis terlalu lama.Keadaan Lona saat ini koma ya guys.
"iya sayang nanti bunda sama ayah kabarin,yaudah kamu pulang dan langsng istirahat oke,pak beni udah nunggu dilobi"ucap bunda seraya mengelus Surai rambut Ana dan mencium pipi anaknya itu.
🍁🍁🍁
Ana berjalan terus menelusuri lorong yang tanpa habisnya,karna bosan Ana berjalan sambil memainkan benda pipih itu untuk memberikan pesan kepada ketiga temannya,untuk meminta maaf karna dia pergi begitu saja dari pestanya sendiri tanpa memberitahu temannya,dan Ana berniat memberitahu temannya atas semua yang terjadi dan rencana yang akan Ana lakukan kedepannya untuk kembarannya itu.
Tapi tiba tiba...
__ADS_1
BRUGHH
Kepala Ana seperti menghantam sesuatu didepannya yang membuatnya akan jatuh,tapi entah dari mana tangan yang kini menarik Ana agar tidak terjatuh datang(lebih tepatnya menolong Ana)
Saat itu juga
"oh maafkan saya karna tidak memperhatikan jalan,dan terimakasih karna sudah membantu saya"ucap Ana menundukkan kepala tanpa melihat ke orang yang diajak bicara.Dan orang itu seperti memiringkan kepalanya untuk memastikan dia adalah orang yang dikenal apa bukan,karna dari suaranya sangat familiar baginya tapi kenapa ada di rumah sakit.
"Ala_na?"panggil orang itu ke Ana.Ana yang terpanggil langsung mendongakkan kepala agar melihat siapa sebenarnya yang didepannya itu.
"ehh Felix bukan si?"tanya Ana terkejut sambil menunjuk wajah pria tampan itu.
"ternyata bener Lo Alana?lo ngapain disini?"tanya Felix penasaran.
"ngga ngapa ngapain,Lo sendiri?ngapain disini?"tanya balik Ana
"njenguk temen habis kecelakaan kecil"jawab Felix.
"OoooOo"hanya O dari ana.
"Lo beneran ngga ngapa ngapain disini?"tanya Felix selidik.
"hmmm Lo ga perlu tau"jawab Ana melenggang pergi dari hadapan Felix.Felix pun mengejar Ana ke arah lift.Saat pintu lift sudah akan tertutup Felix dengan tangannya menyegat pintu lift dan otomatis pintu itu terbuka,Felix pun langsung masuk kedalam lift.Dan sekarang hanya mereka yang ada didalam lift.
"ada apa lagi?gue lagi males debat oke.Jadi ngga usah ikutin gue nanti"perintah Ana dengan nada datar
"oke kalo Lo ngga mau cerita ke gue, gapapa.Tapi izinin gue nganter Lo"ucap Felix datar tanpa ekspresi menghadap Ana yang kini tidak percaya dengan apa yang dikatakan Felix barusan
"ngga usah gue udh dijemput,ini juga udh malem. Dan stop gue bilang kan?gue lagi males debat."
Ting
Bunyi pintu lift terbuka dan saat Ana akan melangkah keluar tangannya tiba tiba dibawa masuk lagi oleh Felix dan menutup kembali pintu itu kelantai paling atas.
"astagaaaaa"Hela nafas Ana sambil menahan marahnya.
Sambil menatap Ana dengan ekspresi datar nya,mendekat 1 langkah,maju lagi, tersisa satu langkah dan sedikit mendekat,dan Felix pun langsung_
🍁🍁🍁
to be continued
Kettttt....
Lanjut dibab selanjutnya yaaa, insyaallah besok aku up lagi kelanjutan drama lift ini huhuuu gaboleh disini.
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, kritik,saran ya guyss..
Sampai jumpa di bab selanjutnya yaa....
Annyeong yorobunn deull.....
__ADS_1