
...annyeong yorobunn......
sampe sini menurut kalian ceritanya gimana?apakah ada yang bosen?Membacanya yang enjoy aja ya guys.Yaudah cusss happy reading yorobunn
_________________________________________
Ana mendengar itu membuat air matanya sukses jatuh,Felix melihat itu membuang nafas frustasi dan menegang pelipis matanya"kenapa lagii,oke gue ma_"
β’
"gue gapapa,cuma bahagia aja bisa ngerjain soal itu semua dengan sempurna"ucap Ana dengan menghapus air matanya.
"oke sekarang tugas Lo tlaktir gue"pinta Felix
"okee dimana kantinnya?"tanya Ana setuju dengan pinta Felix.
"eitss tidak disana"pernyataan Felix membuat Ana ingin bertanya.Belum sempat bertanya,Felix menggandeng Ana ke suatu tempat yang tepatnya di samping sekolahan itu.
"disini"Felix tersenyum jail,bagaimana tidak,tempat itu adalah tongkrongan nya dan teman temannya.Ana yang melihat itu menganga tidak percaya,detik selanjutnya langsung menatap Felix tajam.Sedangkan Felix sama sekali tidak perduli.
"wahhh ini yang buat Lo telat kesini lix?"tanya seorang bernama David(ganteng,otak load,kalo ngomong suka seenaknya ngga disaring/tidak berfikir dulu)
"gue ngga percaya sii,seorang Felix bersama seorang cewe apa lagi sampe pacaran,wahhh keajaiban alam"Eric membuat pernyataan yang membuat tangan teman disampingnya terangkat dan memukul dengan telapak tangan seolah mengode agar diam,dia Liam
Liam adalah teman Felix yang paling dipercaya untuk menjaga rahasia,paling mengerti/peka,dan paling dekat dengan Felix "udahhh lix gausah didengerin"ucap Liam menenangkan Felix
"so.."
πππ
Setelah tugas Ana selesai, sekarang Ana harus segera kembali keruangan untuk mengambil hasil ujiannya.Ana berpamitan kepada teman teman Felix begitu pula Felix sendiri dan mereka menyetujuinya.
"mau gue anter?"tanya Felix
"gausahh,gue bisa sendiri"tolak Ana tidak mau merepotkan orang lain
"nanti kesasar mampus"ejek Felix mengingat kejadian dimana Ana lupa ruang ujiannya.
"gue genius jadi dengan gampang gue hapal arahnya yaaa!"tidak mau dipermalukan Ana membuat pembelaan.Ana langsung berbalik berjalan baru beberapa langkahnya terhenti karna tanganya tengah dicegat oleh siapa lagi kalo bukan Felix
"bodohh,kita belum kenalan"ucap Felix membuat Ana mengangkat salah satu alis.
__ADS_1
"terus?"bukannya menjawab Ana malah melontarkan pertanyaan.
"ya masa gue manggil Lo bodoh,"jawaban Felix membuat Ana melepas tangan Felix dan melanjutkan jalannya menuju ruangan yang dituju.
Felix mengejar dan menyamai langkah Ana,
"nama gue Felix garren gananta panggil aja Felix,dan Lo?"tanya Felix menatap kedepan
Ana menatap Felix sebentar dan mengalihkan pandangan kedepan lagi "gue Alana karyl samantha panggil aja Ana,"jawab ana seperlunya.
"jadi setelah ini Lo bakal langsung kuliah?"tanya Felix lagi
"ngga,gue bakal nunggu angkatan gue lulus dulu"jawaban ana membuat Felix bertanya lagi dan lagi.
"kenapa?"tanya Felix heran
"kayanya gue ngga perlu jawab pertanyaan Lo dehh."jawab ana kesal
waktu terasa begitu singkat saat sekarang Ana sudah sampai di depan ruangan dan
"makasih udah nganter gue,dan ini tidak ada imbalan karna Lo yang maksa nganter gue"ucap Ana "keras kepala"lanjut Ana
"oke untuk ini gue ngga bakal minta imbalan"jawab Felix menyetujui.
πππ
Ana bersama guru pendamping nya berjalan menuju parkiran dan melanjutkan pulang karna urusan mereka sudah selesai.Tanpa disadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka,ohh bukan mereka tapi hanya gadis dengan tag nama Alana itu,dan tersenyum tanpa disadari.
πππ
Momen yang ditunggu Ana sudah tiba,dimana pesta ulang tahunnya yang benar benar digelar di sebuah hotel bintang 5.Hanya terdapat kedua orangtuanya dan teman teman terdekatnya yang diundang.Ana sudah merencanakan memberikan pengumuman bahwa dirinya lulus ujian itu.ya tepat sekali,belum ada yang tau kecuali guru disekolahnya dan seorang pria yang entah akan bertemu lagi atau bahkan tidak sama sekal
πtempat pesta
πAna dan temannya
Saat sedang berbincang dengan temannya,Ana teringat kepada seseorang yang nampaknya tidak terlihat.Mata Ana mencari keseluruh sudut ruangan itu dan tetap tidak menemukannya."kemana dia" batin Ana.
__ADS_1
"guys,gue nyari Lona dulu ya,kalian enjoy aja sebentar lagi mulai kok"ucap ana dan diberi anggukan oleh ketiga temannya.Ana langsung beranjak dari tempatnya
"yahh,bund liat Lona ngga ya?"tanya Ana ke kedua orangtuanya.
"katanya si mau kekamar mandi sayang"jawab bunda dan diangguki sang ayah.
"oke aku mau nyusul Lona dulu sambil mau ngerapihin baju"ucap ana dengan senyumannya dan meninggalkan orang tuanya yang sedang berbincang dengan kolega bisnis nya.Ya selain teman Ana,orang tuanya juga mengundang beberapa teman bisnis nya.
Sesampainya dikamar mandi,Ana tidak menemukan sosok Lona yang tengah dicarinya. Perasaan Ana menjadi khawatir dan tidak enak. Kenapa?itu karna sifat Lona yang beberapa bulan ini berubah drastis menurut Ana.Ana yakin pasti ada sesuatu yang Lona sembunyikan dari Ana. Ana langsung mencari keberadaan ana diseluruh sudut lantai gedung itu.
Mata ana tidak sengaja melihat sebuah ruangan,dan itu hanya sebuah ruangan penyimpanan alat alat kebersihan.Saat Ana ingin melewatinya dan tidak perduli dengan ruangan itu,Ana melihat sebuah gelang kaki dan membuatnya membolakan mata karna itu gelang milik Lona yang sama persis dengan punyanya.
Ana membuka pintu itu,tidak terlihat sosok Lona didalam ruangan itu.Ana keluar saat didepan pintu bola matanya tak sengaja menemukan pintu sedikit terbuka dan cahaya masuk dari balik pintu itu.Dan benar saja saat dibuka itu adalah pintu menuju rooftop yang lumayan luas.Ana terkejut saat membuka pintu itu,bukan karna rooftop yang luas tapi seorang yang sedari tadi dia cari sedang berdiri menatap langit diujung pembatas,dan menghadap depan hendak berjalan maju.Tapi aksinya gagal saat mendengar suara yang sangat ia kenal
"Dek!Lo ngapai kaya gitu hah!"teriak Ana menggelegar disertai lari ke arah Lona yang akan berjalan maju melewati pembatas.Mendengar itu Lona langsung berbalik badan.
"kaa,Lona mohon..biarin Lona memilih ini,Lona ingin bebas dari semua tekanan ini kaa.."ucap Lona sedih.
"ngga,ngga boleh!kalo Lo ada masalah Lo boleh cerita ke gue bukan malah kaya gini!"teriak Ana yang sudah tepat di depan Lona.
"gue udah ngga kuat kaa,maafin gue yang ngga bisa cerita semuanya ke elo,ucapin maaf juga ke ayah sama bunda,dan ucamin makasih juga buat mereka ya kaa.juga makasihh Lo udah jadi Kaka yang baik,maaf udah buat Lo khawatir ke gue beberapa bulan ini,tapi cepat atau lambat Lo bakal tau kak."ucap Lona panjang lebar.Ana yang hendak meraih tangan Lona kalah cepat karna Lona sudah menjatuhkan diri dari rooftop itu.
"jangan,lonaaaa..."teriak Ana histeris
πππ
To be continued
Oke guys sampe sini yaaa...maaf kalo aku up nya lama
Ini aku juga masih di tempat kerja huhu..
Demi kalian,semoga kalian menikmati dan menunggu bab selanjutnya yaaa....
Jangan lupa suport aku ya guysss
Sampai jumpa dibab selanjutnya
__ADS_1
Annyeong yorobunn deull....
.