
...Yorobunn annyeong.......
MAAF BANGET GUYS BARU SEMPET UP KARNA EMNG LAGI SIBUK HUHU..TAPI TENANG SEKARANG DIRIKU GANTI DENGAN BAB YANG PANJANG YA GUYS....
lanjut nihhh,jangan lupa tinggalin jejak yaaa.Yang udh bantu suport aku semoga selalu bahagia...okei lanjutt.Enjoyy and happy reading yorobunn....
________________________________________
"Lo ga bawa mobil sendiri?"tanya Ana saat sampai ditempat parkir dan tidak melihat mobil Felix.
"gue tadi lagi ada urusan sama temen,trus lo chat gitu,jadi gue minta anterin kesini bodohhh.dan liat gue ditinggal.anjir lah"jawab Felix menjadi kesal.
"shitt..kemana lagi tuh anak"lanjut Felix frustasi saat telfonnya tidak dijawab oleh orang yang sedang ditelfonnya.
Ana ikut menunggu Felix dijemput karna dia tidak enak kepada Felix.Tetapi saat terasa sudah terlalu lama menunggu membuat Ana cape berdiri menunggu jemputan Felix.
"masih lama yah?"tanya Ana lesu.Felix menghadap Ana saat ana bertanya dan terbesit sebuah ide yang kenapa tidak dari tadi saja!?
"bodohhh,kan ada mobil Lo"ucap Felix dengan tangan satu berdecak pinggang dan satu memijat pelipisnya.
"truss?"Ana masih bertanya
"Lo anter gue lah bodohh,kan Lo yang membuat gue kesini!"sangat the reall kesabaran setipis tisu.
"astagaaaaa Felixxx gausah marah marah kalii,dari tadi gue liat Lo marah marah terus,Lo pms!!?"Tegur Ana dengan nada yang sedikit meninggi karna terpancing emosi oleh Felix.
"bodohhh gue cowo yahh,and ini salah Lo kan?jadi wajar kalo gue kesel,kenapa coba gue bisa ketemu cewe kaya Lo"ucap Felix yang masih marah.Ana meninggalkan Felix yang sedari tadi mengomel dan masuk kedalam mobil,berselang beberapa detik setelah masuk Ana menyalakan mobil dan menlakson mobil membuat Felix terperanjat kaget.
"cepet masuk njing,atau gue berubah pikiran buat nganterin Lo! satu! duaa! Ti....."belum sempat menyelesaikan hitungannya Felix sudah masuk dikursi penumpang samping Ana.
Untuk beberapa saat mereka bertatapan tajam seperti kucing bertemu tikus.Dan mereka membuang pandangan kedepan dan mendengus kesal dan membuang nafas berat.
"gue anter kemana?"tanya Ana yang sudah lumayan tenang.Dan mulai menjalankan mobil meninggalkan pantai itu.
"kerumah gue di perumahan diamond kompleks 10 no 93.tau kan?"Felix memberitahu secara rinci dan Ana hanya menganggukan kepala.Saat itu juga bundanya menelfon dan tersambung dengan head unit bluetooth mobilnya.
"Kenapa bund?"tanya Ana saat sudah tersambung.
"kamu dimana Naa?"bundanya malah bertanya balik.
"aku lagi jalan bund,mau pulang.kenapa emngnya?apa Lona udah bangun bund?"ucap Ana excited.
"belum Naa,bunda punya perasaan ngga enak apalagi kamu lagi pergi sendiri ngga ditemenin pak beni kan?jadi bunda telfon kamu buat mastiin"ucap bundanya dengan kekhawatiran yang dirasakan.
"ya ampun bundd jangan mikirin kaya gitu laaa,Ana baik baik aja bundd.buang jauh jauh pikiran negatif kaya gitu bund ngga baik"pinta Ana.
"iya iyaa,kamu hati hati yaaa.nanti kalo udah sampe kamu chat bunda,bunda belum pulang masih dirumah sakit ayah lagi ada klien yang mau ketemu" jelas bundanya.
"iya bund Ana matiin yaa,kalo ada apa apa kabari Ana,bye bund"ucap ana sambil mematikan sambungan teleponnya.
"ibu Lo perhatian banget"Felix yang sedari tadi diam akhirnya bersuara.
"semua ibu kaya gitu kali,punya filling yang kuat apa lagi ke anaknya"jawab Ana sesekali melihat ke arah Felix
"gue ga pernah digituin sama ibu gue,oh tidak ayah gue juga sama"ucapan Felix membuat Ana kaget dan melihat ke arah Felix.
"nyetir yang bener bodohh,hadep depann gue belum mau mati yah,kalaupun mau gue ga mau mati kaya gini apalagi sama Lo"kesal Felix saat Ana tidak fokus kedepan malah melihat ke arah dirinya.
"astagaaa marah marah Mulu,fix Lo pms.siapa juga yang mau mati njirr,gue harus ngurus ****** ****** itu dulu"dari bergumam sekarang Ana malah menampilkan tatapan tajam ke arah depan seperti akan menerkam mangsanya.Ana menambah kecepatan laju mobilnya.
Felix terdiam saat mendengar ucapan Ana barusan
ana akan balas dendam?apakan Felix harus bertanya,atau bahkan tidak ikut campur?itu yang ada diotak Felix sekarang.
🍁🍁🍁
Setelah menempuh perjalanan sekitar hampir 1 jam akhirnya mereka sampai dirumah felix.tapi tepat didepan gerbang rumahnya,Felix dengan tiba tiba memberitahu Ana untuk berhenti.
"kenapa?"tanya Ana bingung
"gue mau kita cabut dari sini sekarang "perintah Felix membuat Ana membelalakkan matanya tidak percaya.Ana sudah cape menyetir dn ingin segera sampai dirumahnya tetapi ini,Ana harus menyetir lagi?ohhh kesabaran ana benar benar sudah habis dan membuat moodnya down.
__ADS_1
"Lo gila yah?kita udah sampe di.ru.mah.lo! Jadi cepet turun gue udah cape"ucap ana kesal.Detik berikutnya Felix turun dari mobil Ana tanpa mengatakan apapun.Bukannya masuk kedalam rumah kini Felix malah membuka pintu mobil stir Ana,melepas sabuk pengaman yang dipakai Ana dan menarik tangan Ana agar Ana keluar.
"gue yang nyetir, sekarang Lo masuk atau gue tinggal"dengan aura yang menyeramkan membuat Ana menahan agar tidak mengomel dan mengikuti apa mau si Felix.
Ana berlari kecil menuju pintu mobil sebelah dan masuk kedalam disamping Felix yang menyetir.
Felix menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi dan ekspresi dingin,dan sorot mata seperti sedang menahan marahnya.Keadaan didalam mobil sangat hening membuat Ana tidak tahan dengan suasana seperti itu.
"kenapa?"Ana yang sudah tidak bisa dengan keheningan akhirnya melontarkan pertanyaan kepada Felix.
"nanti gue jelasin"jawab Felix tanpa melihat kearah Ana.
"itu bukan jawaban lix"ucap Ana dan menghela nafas berat dan mengalihkan pandangan ke luar jendela yang melihatkan kendaraan,gedung tinggi,dan langit bersama bulan bintang.Ana yang sudah cape pun seketika beralih ke alam mimpinya.
🍁🍁🍁
Pukul 19.30 mereka sampai disebuah gedung lebih tepatnya apartemen Felix,Sedikit penjelasan Felix mempunyai sebuah apartemen dan itu hasil dari jerih payahnya sendiri.Felix sering mengikuti balap motor liar ataupun kompetisi legal,dan tak pernah terkalahkan hingga membuat dirinya memiliki sebutan king of racing. Felix tidak pernah meminta uang sepeserpun ke orang tuanya,diberi pun sepertinya tidak.Felix menjadi anak mandiri dari sepeninggalnya sang bundanya saat dia duduk dibangku kelas 1 SMP.Sekarang dia seperti tidak membutuhkan kedua orangtuanya tohh mereka juga tidak menganggap Felix anaknya hal itu yang membuat Felix tidak suka dirumah saat kedua orangtuanya pulang dari perjalanan bisnisnya.Felix diam diam juga mempunyai sebuah usaha yang terbilang usaha besar,Felix mempunyai bengkel dan tempat menjualnya perlengkapan motor maupun mobil itu pun dia harus merintis dari nol,sebagai saksi ketiga temannya ada disisinya saat itu.Mereka juga tau masalah Felix dengan keluarganya,ahh lebih tepatnya keluarga Felix yang sebegitu bencinya kepada Felix.
Skipp
Felix menengok kesampingnya dan melihat Ana masih tertidur."apakah harinya sama beratnya dengan ku?"batin Felix masih menatap Ana.
Felix yang tidak tega membangunkan Ana pun menggendong Ana ala bridal style ke dalam apartemennya.eitsss tidak ada niatan apa apa ya guys
Felix meletakkan Ana diatas sofa,dan saat itu pula mata indah Ana terbuka karna terganggu oleh pergerakan itu.Tatapan itu bertemu dan mereka sama sama terdiam hingga dikagetkan oleh kucing peliharaan Felix yang tiba tiba lari dari lantai atas dan melompat ke sofa yang tadinya akan menjadi tempat Ana.Mereka yang tersadar langsung menjauhkan diri masing masing,melihat kearah lain,dan mengatur detak jantung mereka.
"ekhem,kok gue disini?kita dimana sekarang?"tanya Ana mengalihkan perasaan dan pikiran yang aneh aneh.
"di apartemen gue"jawab Felix singkat, yang sudah duduk saja di sofa depan Ana.
Ana yang mendengar itu membulatkan mata kaget,
"Anjir kok ngga bangunin gue aja sih,trus kenapa gue sampe sini!?akhhh gue mau pulang!"Saat Ana sudah beranjak dan melangkah pergi menuju pintu keluar,tiba tiba saja
"Disini dulu 10menit aja,gue butuh temen cerita.Kalo ga mau cerita sama gue ya Lo cukup dengerin gue.Sumpah gue sekarang lagi butuh temen"ucap Felix lesu dan menundukkan kepala sambil menahan tangan Ana agar tidak pergi.
Ana yang melihat itu teringat dirinya tadi sore yang meminta hal yang sama kepada Felix.Ana berbalik menatap Felix dan menghembuskan nafas pasrah kemudian menggandeng Felix kembali ketempat semula.
Saat Felix kembali
"Lo tinggal sendiri?"Felix mengangguk
"disini??"Felix mengangguk lagi
"ditempat sebesar ini??wahhh"Felix kembali mengangguk."ngga,gue idup sama Coco"sambung Felix langsung,dia hampir saja melupakan kucingnya itu.Ohhh kejam sekali
"Coco?siapa?adik Lo?"tanya Ana kepo
"Lo liat kucing tadi?"Ana mengangguk sambil berpikir.
"itu Coco kucing gue"pernyataan Felix membuat Ana teringat dengan kucing itu.dan mencoba mencarinya.
"Cocooo"panggil Felix kepada kucingnya itu.dan dengan sekejap kucing itu berlari langsng mendekat kearah Felix kemudian berhenti didepan Felix.
Ana melihat kucing itu dengan mata yang berbinar,dirinya sendiri juga suka kucing tapi entah kenapa tidak memelihara makhluk itu.
"gue tinggal dulu sebentar keatas"ucap Felix beranjak dari duduknya.
"ngapain?"tanya Ana mendongak keatas untuk menghadap Felix
"ganti baju,tadi gue lagi latihan ngym saat Lo nyuruh gue Dateng tadi sore"ucap Felix dengan memperjelas kata kata terakhir itu yang membuat Ana hanya menampilkan deretan giginya itu.Bolq mata Felix berputar malas dan pergi meninggalkan Ana.
Skipp
Saat Felix kembali,Felix menemukan Ana sedang bermain asik dengan Coco yang membuatnya berhenti beberapa langkah dari hadapan Ana.
"Ekhem"dehaman Felix membuat Ana mengalihkan pandangan kearah Felix yang akan duduk di atas sofa.
"so...?"ucap Ana meminta penjelasan dan Felix yang paham akan itu pun langsng mulai menjelaskan.
__ADS_1
"Lo inget pas kita sampe dirumah gue?"tanya Felix dan ana mengangguk
"Nyokap bokap gue ada dirumah,mereka baru pulang dari perjalanan bisnis nya dan dirumah juga ada Ade gue"jelas Felix
"kenapa?trus Ade Lo kenapa?Lo punya Ade ternyata."tanya Ana
"gue males aja ketemu cuma buat berdebat,ga ada waktu.Dan Ade gue?dia selalu cari muka didepan nyokap bokap gue,dan pada akhirnya gue yang harus ngalah atas permintaan Ade gue.Lebih baik disini,tempat nyaman,tidak ada perdebatan,tidak ada drama dunia.Dan satu hal yang penting nyokap dan Ade gue bukan keluarga kandung gue,mereka adalah keluarga tiri gue."
"what?"kaget ana belum percaya."nyokap kandung Lo..."belum sempat melanjutkan Felix lebih dulu menyela
"meninggal.. nyokap kandung gue udh meninggal waktu gue kelas 1 SMP,dan dari situ hubungan gue dan bokap ngga baik.Bokap gue selalu nyalahin gue atas meninggalnya bunda gue,selalu seperti itu sampai bokap gue nikah lagi dengan ****** itu,dan ngebawa anaknya itu ketengah tengah keluarga gue.Saat itu gue menyadari bahwa mereka membawa penderitaan ke hidup gue.Sering kali gue berusaha bunuh diri tapi selalu digagalkan oleh Ade dan nyokap tiri gue,mereka pernah ngomong kalo gue gaboleh mati segampang itu.Sampe kemaren pihak sekolah gue minta gue buat ngikut ujian itu dan Lo tau?orang tua gue_"ucapan Felix terpotong oleh nada dering ponsel milik Ana.
Ana melihat hpnya dan melihat bundanya menelfon Ana langsung mengangkat tanpa pergi dari hadapan Felix
"halo bund,kenp_"ucapan Ana terhenti saat mendengar suara tangisan sang bunda dari sebrang sana.
"bunda,bunda kenapa bundd?ada apa?"tanya Ana yang ikut panik.
"Ana kamu dimana na?ke rumah sakit sekarang yaa,Lona pengin ketemu kamu naa,cepet yahh"ucap bunda dengan tangisnya.
"Lona bangun bundd?tapi kenapa bunda nangis gitu?ada apa sihh?"Ana bingung antara senang atau sedih.
"kesini sekarang Alana karyl samantha,Lona udh nunggu kamu atau kamu bakal nyesel"ucap bundanya.
Perasaan Ana campur aduk saat sudah mendengar perkataan sang bunda apa lagi sampai mengucapkan dengan lengkap namanya tadi.Ana segera beranjak dari tempat duduk panik,dan langsung berlari pergi meninggalkan Felix.Felix yang melihat itu sontak mengikuti Ana.
"Ana, tunggu"cegat Felix
"maaf lix gue buru buru,gue harus kerumah sakit.Lona udh bangun dan dia mau ketemu gue"ucap Ana dengan nada panik dan bahagia menjadi satu.
"Ana,Lo harus tenang dulu"
"gue mohon lix gue buru bur_"
"Alana!kalo Lo panik gini Lo bakal buat Ade Lo sedih,karna Ade Lo bakal mikir kalo dia ngrepotin Lo!Lo mau hah!"ucap Felix dengan nada tinggi membuat Ana tersadar.
"biar gue yang nyetir.kemana?kerumah sakit waktu itu?"tanya Felix dan diangguki oleh Ana.
Felix membawa Ana masuk kedalam mobil dan Felix mulai menyetir.
🍁🍁🍁
Pukul 9.00 mereka sampai di rumah sakit dan langsung berlari ke ruang ICU tempat Lona dirawat. Saat sampai Ana melihat sang bunda sedang dipeluk oleh ayahnya sambil menangis,terlihat pula mata sang ayah mengeluarkan air mata.Mereka mendekat dan..
"bunda"panggil Ana dan masuk kedalam pelukan bundanya.
"kenapa bund?Lona katanya udah bangun?kenapa bunda nangis bund?"ucap Lona bingung dengan keadaan itu.
"Lona pengen ketemu kamu katanya na,sana kamu masuk"ucap Ayah kepada Ana dan melihat ke arah belakang Ana yang terdapat Felix tengah berdiri menghadap kearah mereka,belum sempat bertanya Ana sudah berkata
"Dia Felix yang bund,temen Ana yang nganter ana kesini"jelas ana membuat ayahnya mengangguk dan tersenyum menyapa.dan dibalas oleh Felix.
"aku masuk dulu ya bund yahh"ucap Ana sudah menggunakan baju rumah sakit untuk menjenguk orang sakit.
15 menit kemudian ....
Ana berlari keluar
"Ayahhhh,bundaaaa lonaaaa,tolongin lonaa yah bund"dengan tangisnya Ana sekuat tenaga berteriak memanggil orangtuanya.Felix yang melihat itu tau dan segera memanggil dokter.
Dan sekarang disini,mereka ber empat sedang menunggu jawaban dari dokter didalam yang tengah memeriksa Lona.Ana dan bundanya tengah dipeluk oleh sang Ayah dan si Felix yang bersandar sitembok sambil menunduk sesekali melirik jam ditangannya itu.
"pukul kematian jam 9.35"ucap seseorang
Ceklek...
to be continued
gimana guys menurut kalian.Aku up sekarang karna mengingat besok diriku libur hahaha...
kalo mau menanyakan atau menyampaikan sesuatu tinggal komen aja ya guyss...
Sampai jumpa di bab selanjutnya yaa....
__ADS_1
Annyeong yorobunn.....