Living Guise/Samaran Hidup

Living Guise/Samaran Hidup
03.ujian dan kamu


__ADS_3

...Yorobunn annyeong...


Dibab ini kiranya ada apa yaaa,baca sampe selesai okee.langsung aja.. happy reading yorobunn.....


_________________________________________


Ana yang terganggu pun menengok ke samping nya,dan terpaku dalam beberapa menit sampai akhirnya


"ekhemm.."


β€’


Ana tersadar dari lamunannya dan menghadap depan,dengan ekspresi datar yang terkesan cool itu pun berkata "tau yang namanya antri kan?_kalo ga tau biar gue kasih tau_"terjeda dan menoleh dengan tatapan tajamnya tidak tertinggal


"antri sama dengan gan.ti.an"lanjut Ana dengan menitah kata terakhir.Ana langsng beranjak dari tempat berdirinya itu menuju rak berisikan buku buku tebal bukan dempul yang tebal canda dik.Lanjut


Tanpa Ana sadari,seorang yang baru saja berhimpitan dipintu itu tersenyum miring dan mendecih "cih..siapa dia?"batin orang itu, detik selanjutnya dia juga masuk ke perpustakaan dan juga mencari buku yang harus dia pelajari.


Disisi lain terlihat Ana yang sudah menemukan buku yang dia cari,tapi sayangnya letak buku itu terlalu tinggi dan membuat Ana harus berjinjit untuk mengambilnya,tapi dan tapi lagii hal apes menimpanya lagi..


Ada tangan dari belakangnya yang lebih tinggi dan mengambil buku yang sedari tadi dicari oleh Ana dengan setengah mati.



Ana yang geram sekali,langsung menghadap ke orang yang mengambil buku itu.Dan lagi lagi Ana dibuat terpaku oleh orang yang sama,ya dia adalah orang yang berhimpitan dengan Ana di pintu perpustakaan.


Tangan sang pria itu masih berada tepat diatas kepala Ana dan berdeham saat Ana kembali terdiam seperti waktu dipintu perpustakaan.


Ana yang mendengar deheman itu pun kembali tersadar,dan langsung mempertahankan ekspresi datar nan cool nya setelah itu Ana bergeser ke samping.Bukannya memberikan buku itu,sang pria malah meninggalkan Ana yang menganga tidak percaya atas perlakuannya,dan duduk di kursi yang kosong.


"Oke Ana Lo punya cuma punya waktu 30menit dan ini masih ada 15 menit lagi!jadi fokus,fokus ngambil buku dari cowo itu.."batin Ana.


Ana berjalan menuju kursi pria itu,dan


"balikin bukunya"ucap ana dengan santai,berbeda dengan suasana hatinya yang gugup mungkin takut tertinggal ujian.Pria itu hanya mendongak dan melanjutkan aktivitas membacanya.


"Lo denger kan!?balikin bukunyaaa"ucap Ana ulang memastikan apakah pria itu tuli atau tidak.


"bicara sama gue?"tanya sang pria sambil menunjuk dirinya sendiri sesekali menoleh ke kanan dan kiri memastikan.


"bukannn,tuh sama pulpen Lo_YA IYALAH SAMA LO EMANG ADA ORANG LAIN DISINI SELAIN LO!"wahhh hilang sudah kesabaran Ana sampai lupa bahwa dirinya sedang berada di perpustakaan dan melupakan perintah DILARANG BERISIK di setiap sudut ruangan.Sontak petugas perpustakaan itu memperingati Ana untuk tidak berisik.


"tapi ga ada tuh tanda tanda Lo bicara ama gue!,"jawab sang pria itu dengan datar.


"please dehh,gue butuh banget buku itu jadi gue mau minta balikin buku itu kegue_gue udh ga ada waktuuu please"ucap Ana memohon dengan menyatukan kedua telapak tangan dan sedikit menggosok nggosok.


"buku ini?gue dulu yang ambil,jadi gue dulu yang pake,and kalo mau buku ini mohon an.tri"kata sang pria mengeja kata antri seperti menyindir Ana atas kelakuannya di pintu tadi.

__ADS_1


"tapi waktu gue cuma tinggal 10 menit lagi tuan FELIX GARREN GA.NAN.TA,jadi please gue minta buku itu,nanti setelah gue selesai ujian gue bakal balikin ke elo, please"ucap Ana panjang lebar dan memohon tanpa henti.


Ya,pria itu bernama FELIX GARREN GANANTA kerap dipanggil Felix.Dia adalah most monted wanted di SMA BINKAR.Felix anak yang pintar,cool,swag,saveg,dan ganteng pula.Selain gelar most wanted,Felix juga ketua basket,dan ketua OSIS.Semua hampir sama seperti Ana bedanya dia laki laki dan Ana perempuan.


Merasa namanya terpanggil Felix berdiri dan menghadap Ana,yang artinya jarak keduanya tidak ada 5cm membuat Ana terpaku again.


"heh,siapa nama lo_"Felix melihat tag nama Ana dan melanjutkan "ALANA.KARYL.SAMANTHA,selain marah marah hobi Lo bengong apa!?"tanya Felix masih berada diposisi ya.Ana yang terpanggil langsung mundur 1 langkah kebelakang,entah hari ini hari apes nya apa gimana Ana malah menabrak kursi dibelakangnya dan tau lah adegan selanjutnya ya kawan kawan.Yaaa Ana hampir jatuh dan Felix yang akan menolong Ana tidak jadi karna Ana masih bisa mempertahankan keseimbangannya.


"udah gausah drama,Dann please gue mohon sekali lagi gue minta buku itu"mohon Ana sekali lagi.


"dengan imbalan...?"tanya Felix dan Ana dengan cepat menjawab"gue tlaktir apapun yang Lo mau,setelah Lo mau minjemin buku itu dan setelah gue selesai urusan gue disini!"tanpa berfikir lagi Felix langsung memberikan buku itu dan disambut senang oleh Ana.


"thanks..gue pergi dulu,nanti gue selesai,gue tunggu diparkiran barat"ucap pelan Ana sembari melangkah pergi takut mengganggu makhluk di perpustakaan itu.


Felix hanya diam setelah melihat Ana pergi dengan tersenyum ke arahnya.Detik selanjutnya Felix melangkah keluar perpustakaan dan matanya melihat Ana yang sedang terdiam seperti sedang berfikir,membuat Felix menghampiri Ana.


"mau kelantai berapa?"tanya Felix seolah tau apa yang difikirkan Ana.


"eh,kelantai berapa gue lupa,yang pasti ruang ujian B"jawab Ana bingung.


"bodoh!kok malah diem aja kalo Lo ikut ujian itu!"_"ikut gue"belum sempat menjawab,tangan Ana sudah terlanjur diraih dan diajak lari menuju ruangan ujian.Felix yang sudah hafal seluk beluk gedung itu pun langsng membawa Ana ke Lift guru.


Mereka keluar dan sedikit berlari,terlihat guru pendamping Ana yang sedang mondar mandir sepertinya menunggu anak itu."Astagaa,kemana aja kamu Ana"tanya frustasi sang guru saat melihat Ana yang sampai di depan ruangan itu dengan nafas yang menderu.Tangan Felix masih setia menggandeng tangan Ana sampai guru itu berdeham melihat kaitan kedua tangan itu.mereka yang tersadar sontak melepas genggaman itu.


"tunggu apa lagi,masuk sana"perintah sang guru.


"Sebentar buu,masih ada 5 menit kan?"jawab ana tergesa membuka dan mencari halaman yang susah sekali ditemukan.felix yang melihat itu langsung bertanya


Ana yang mengerti kode itu pun langsung mengeluarkan kertas berisikan contoh soal yang harus Ana kerjakan dirumah,dan hanya satu soal yang membuat Ana frustasi dan kekeh ingin pinjam buku materi itu tadi di perpustakaan karna penjelasan materi itu ada didalam buku itu.


"Dalam reaksi kimia 2H2(g) + O2(g) β†’ 2H2O(l), perbandingan mol antara H2 dan O2 yang bereaksi adalah…"Ana membacakan soal itu.Dan dijawab mudah oleh Felix


"jawabanya b. 2:1"jawab Felix langsung tanpa ragu.


"kenapa b?"tanya lagi si Ana yang belum paham.


"karna Dalam reaksi ini, perbandingan mol antara H2 dan O2 yang bereaksi adalah 2:1. Sebab, untuk membentuk dua molekul air, dibutuhkan dua molekul H2 dan satu molekul O2."_"paham?"Felix menjelaskan panjang lebar,dan ana pun paham mengangguk dan kembali tersenyum.Ana merasa lega akhirnya materi itu dapat ia pahami juga.


"waktu habis Ana,cepat masuk!"perintah sang guru.


"bodohh,cepet masuk njir"Felix mendorong Ana agar masuk ke ruangan.


Sebelum Ana masuk,Ana berbalik menghadap Felix "heh tuan saveg!thanks sekali lagi"ucap Ana dan langsung masuk kedalam ruangan.



🍁🍁🍁

__ADS_1


Setelah 2 jam lamanya,Ana akhirnya bisa bernafas lega saat keluar ruangan.Dia hanya tinggal menunggu hasilnya,mungkin hanya menunggu 15 menit nilai itu akan dipajang di mading depan ruangan itu.


Tepat 15 menit berlalu,pengawas yang keluar dari ruang rapat langsung menempel kertas hasil ujian itu.


Ana berlari menuju Mading dan mencari namanya.


"kok ngga ada yah?"Batin Ana.Dari kertas ketiga,menuju kertas kedua belum saja menemukan namanya,sampai kertas ke satu dan berakhir dinomor paling atas,ya Ana tidak menemukannya.Ana yang kecewa namanya tidak ditemukan hanya bisa mundur dan berjalan menunduk dan kepalanya seperti terbentur sesuatu,saat mendongak ke atas untuk melihat


"Lo.."ucap Ana lemas


"Kenapa?luluskan?"tanyanya


"ga,ga ada nama gue,gue gagal,emang seharusnya gue ngga disini.gue mau balik"jawab Ana putus asa yang tengah menahan kuat air matanya,dan berjalan lirih meninggalkan orang itu.


Tepat pintu lift terbuka,tangan Ana ditarik menuju ruang ujian itu lagi membuat ana menghempaskan tangan yang menariknya.


"Apa lagi njing!"dengan suara yang bergetar akibat menahan tangis Ana mencoba bertanya dengan suara lantangnya membuat seluruh atensi melihat kearah mereka berdua.


"bodohhh,Lo terlalu genius apa gimana si!"jawab ya si Felix takalah kuat.


"gue ga tau maksud Lo"ucap Ana dengan nada kesalnya.


Tanpa ancang ancang Felix memeluk kaki Ana dan membuat Ana terangkat.Dan Felix berjalan sampai tepat didepan Mading "liat kertas paling atas bodoh!"_"cepet njing,dikira Lo enteng apa!"paksa Felix.


Ana membelalakkan matanya saat melihat namanya terpampang jelas di paling atas,ya no 1.


"turunin gueee njing!"pekik Ana,saat ana mendarat ana bertanya"kok bisa gue yang no 1?"pertanyaan apa itu,haduhhh pinter pinter babi.


"bodohhh sumpah Lo bodoh banget, kenapa tuhan begitu baik ke elo,yang notaben lemott,loading Mulu njirrr"_"ya karna Lo pinter anjing,pikir lagi lah sendiri ga usah tanya tanya ke orang lain."pasrah Felix terlalu cape meladeni orang genius tapi lemot ya dia Ana.


Ana mendengar itu membuat air matanya sukses jatuh,Felix melihat itu membuang nafas frustasi dan menegang pelipis matanya"kenapa lagii,oke gue ma_"


β€’


β€’


🍁🍁🍁


To be continued


Ada yang mau menebak??


oke oke kita lanjutkan nanti dibab selanjutnya yaa


terimakasih yang sudah menunggu up bab selanjutnya.


semoga kalian tidak bosan bosan ya guys

__ADS_1


Sampai jumpa di bab selanjutnya yaa...


Annyeong yorobunn deull....


__ADS_2