
...yorobunn annyeong.......
...Yahh up nya malem lagi,karna tadi siang sibuk huhu......
...Yaudah lanjutt.....
...Happy reading yorobunn deull........
_________________________________________
"astagaaaaa"Hela nafas Ana sambil menahan marahnya.
Sambil menatap Ana dengan ekspresi datar nya,mendekat 1 langkah,maju lagi, tersisa satu langkah dan sedikit mendekat,dan Felix pun langsung_
•
Tangan Felix terangkat dan melingkar ke Ana.Dan memakaikan blazer miliknya yang sedari tadi dipundaknya.
Dress pesta yang sedikit terbuka,sekarang sudah tertutup rapat oleh blazer milik Felix.Ana yang mengira Felix akan memeluknya pun malu sendiri dengan apa yang sebenarnya dilakukan Felix.Ana hanya terdiam menatap Felix tidak percaya.
"oke kalo Lo ngga mau gue anter,tapi setidaknya pakai blazer gue.Entah main dimana Lo sampai ada bercak merah gitu.Nanti orang orang akan menilai Lo yang tidak tidak."_"dan jangan dilepas sampe Lo sampe"lanjut Felix seperti mengomeli anak kecil.Sambil menekan tombol lift untuk kelantai bawah.
Ting
"mana hp Lo"minta Ana saat pintu lift terbuka.felix dengan reflek mengambil hp di saku celananya.Saat hp itu akan sampai ke tangan Ana,tiba tiba hp itu terangkat lagi..
"buat apa?"tanya Felix selidik mencurigai Ana.
"banyak nanya deh,"ucap Ana sedikit kesal dan langsung mengambil hp itu dengan paksa.Mengetik beberapa angka,dan menelfon nomer itu.setelah itu memberikan kembali hp itu ke pemiliknya.
"thanks,thanks juga blazer nya nanti gue balikin,gue nanti cht Lo biar gampang"ucap Ana melenggang pergi meninggalkan Felix yang terdiam didalam lift.
"fokus Felix fokus"ucap Felix menyadarkan dan menggelengkan kepalanya.Felix berjalan keluar menuju parkiran dan pergi dari tempat itu.
🍁🍁🍁
1 Minggu kemudian
Sudah 1 Minggu lamanya kejadian mengerikan itu terjadi,1 Minggu Lona belum juga sadar dari koma bahkan tidak ada kemajuan,dan 1 Minggu sudah ana tidak berbuat apa apa,dia hanya berdiam diri di rumah,lebih tepatnya kamarnya.Ana bilang ingin dirumah beberapa hari untuk menenangkan diri,kedua orang tuanya menyetujui dan mereka langsung memberi tahukan ke pihak sekolah kedua putrinya dengan alasan pergi ke Eropa untuk bisnis sang ayah dan mengharuskan kedua putrinya ikut dengan mereka.
Ana turun dari ranjang tempatnya dan menuju ke kamar mandi untuk berendam
Jika bukan karna temannya yang ingin bertemu, Ana tidak akan pernah bangkit dari tempat kesayangannya itu.Ana masih ingin sendiri,tapi disisi lain temannya ingin bertemu jadi Ana tidak bisa menolaknya lagi.
Ana hanya menggunakan pakaian santai,tidak memoles wajahnya sedikitpun
Ana menuruni tangga kamar dengan membawa paper bag,tidak lupa untuk memberitahu bibi nya
"bi,aku keluar dulu yaa"ana sedikit teriak
"kemana ya non,biar nanti bibi ngga bingung kalo tuan dan nyonya nyariini non"tanya bibi dan memberikan pernyataan kepada Ana.
"cafe bii,ada janji sama temen_yaudah aku pergi dulu ya bii"ucap Ana dengan ramah.bibinya yang melihat itu hanya mengangguk dan tersenyum.Ana berjalan keluar dan memasuki mobilnya
🍁🍁🍁
Setelah Ana memarkirkan mobilnya,Ana keluar dan segera masuk ke sebuah cafe tempat membuat janji dengan temannya.
Ana hanya memesan minum dan duduk kembali. Hanya menunggu beberapa menit pesanannya sampai dan pas sekali ketiga temannya datang.
"hai na"ucap ketiga teman Ana secara bergantian.
__ADS_1
"hai guys"jawab Ana menatap temannya bergantian dan tersenyum tipis.
"nunggu lama yah?"tanya saat melihat minuman di meja depan Ana.
"enggaa kok,ini juga minumannya baru dateng._Ehh Lo pada mau minum apa biar gue pesenin"ucap Ana menawarkan diri.
"ngga usah kali naaa,kita bisa pesen sendiri kok"tolak lembut Clara "Lo berdua mau apa biar gue pesenin sekalian dan Lo pada temenin Ana"lanjut tanya Clara dan diakhiri dengan perintah.
Clara kembali dengan membawa minuman yang mereka pesan.Mereka hanya bercengkrama hal hal yang enteng.Sebelum akhirnya
"gimana keadaannya Lona sekarang?apa udah sadar?udah ada peningkatan belum?"tanya livy bertubi tubi,karna dia masih kepikiran kejadian waktu itu.
Ana menunduk tersenyum kecut dan menggeleng kecil
"Lona belum sadar vy,gue juga ngga tau peningkatannya karna gue juga belum dapet kabar dari nyokap bokap gue."jawab Ana sedih
"gue yakin Lona kuat kok Naa,Lona pasti bisa nglewatin masa koma nya dan kembali ke elo,Lo yang sabar yaa"sambil mengelus punggung Ana sesekali menepuk bahu Ana,livy mencoba menenangkan Ana yang sepertinya kembali mengingat kejadian mengerikan itu.
"thanks ya guys kalian selalu ada buat gue saat gue terpuruk kaya sekarang.Dan mungkin gue akan cerita semuanya ke kalian sekarang"ucap Ana sambil menatap ketiga temannya secara bergantian.
"apaan na?"Clara
"cerita aja gapapa,kita dengerin kok"livy
"Lo ngerahasiain sesuatu dari kita na?"tanya Fiona penuh selidik,membuat livy menyikut lengan atas fiona.dan Fiona hanya meringis menahan sakit.
"oke gue jelasin,pertama gue ngga punya rahasia apapun kalau pun ada itu hal yang memang tidak ada orang yang harus tau selain keluarga gue, kedua ini ada sangkut pautnya dengan kejadian Lona,ketiga gue memang kemarin masih pengen sendiri dulu jadi gue ngga megang hp.Gitu_paham?"ucap Ana menjelaskan point' point' topik pembicaraannya agar tidak ada kesalahpahaman.Ketiga temannya mengangguk berarti paham.
"yang Lo maksud sangkut pautnya sama Lona apa?"tanya livy semakin kepo.
"jadi.."
Ana menjelaskan tanpa ada yang tertinggal,dari perubahan sikap dan sifat Lona dalam beberapa bulan ini,isi surat yang ditemukan ditas Lona,dan yang paling membuat mereka tidak percaya adalah Lona disekolahan Menjadi apa sehingga temannya tidak mengetahui betapa kaya dan terhormatnya keluarganya.
"wahh gila sih,"ucap Fiona spontan
"jaman sekarang masih ada aja bully ck"celetuk Clara kesal.
"gue bakal minta cuman ngga sekarang,makasih ya guys"jawab Ana lancar.
"emm okeii kita akan selalu di sekitar Lo,jadi Lo jangan menganggap kalo Lo itu sendiri ngerti!dan kalo Lo butuh bantuan langsung kabari kita,kita akan membantu semampu kita"ucap Clara tegas ke Ana.
🍁🍁🍁
Pukul 3 sore mereka saling berpamitan karna ketiga teman Ana harus mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok.Sedangkan Ana,Ana tidak mempunyai rencana setelah ini.
Ana memasuki mobil dan melihat paper bag dikursi penumpang sampingnya,sontak membuat Ana teringat akan hal sesuatu.Ana mengambil benda pipih di atas dasbor mobilnya dan mengetik beberapa huruf dilayar itu.ketemu...
...xxxxxxzzzz...
...Online ...
^^^p^^^
^^^Lo dimana?^^^
lagi latihan gue,kenapa?
^^^temui gue sekarang^^^
^^^📍lokasi^^^
^^^Read^^^
setelah itu Ana kembali fokus ke jalannya,untuk sampai ditempat tujuan,Ana membutuhkan waktu sekitar 45menit dan sampailah Ana ditempat itu.Dimana tidak ada suara klakson mobil,tidak ramai orang,hanya ada ribuan butir pasir,suara angin dan ombak secara bersamaan maupun bergantiani
Saat sedang menikmati keindahan alam itu, terdengar dehaman dari samping Ana.Ana menengok kesampingnnyadan mendongak karna posisi Ana yang duduk dan si dia yang berdiri sambil melihat kearah depan.
__ADS_1
"sampe juga Lo"ucap santai Ana "duduk"tawar Ana disambut anggukan kecil dan duduk langsung disampingnya.
"ada apa?"tanyanya tanpa basa basi
"gue mau ngembaliin blazer Lo yang 1 Minggu yang lalu Lo pinjemin ke gue"ucap ana memberikan paper bag yang sedari tadi di atas meja.Dan yang seperti kalian tau bahwa yang meminjamkan blazer adalah felix.
Felix menerima paper bag yang terulurkan dari tangan Ana.setelah itu,ana kembali terdiam seperti batu dan memandangi sunset yang hampir sempurna.Felix menarik nafas dan menghembuskan dengan pelan.
"udah?ini aja?"tanya Felix memastikan
"iya itu aja, thanks ya lix"ucap Ana menghadap Felix yang dibalas dengan ekspresi datar.
"bodohh,ngapain sampe kesini,ketemu dimana kan bisa yang lebih Deket?"tanya Felix dengan ekspresi yang berubah menjadi kesal.Felix akan meninggalkan tempat itu tapi baru beberapa langkah Felix dibuat berhenti dan menatap Ana.
"gue lagi ada masalah,jadi gue kesini."_"gue ngga berniat ganggu Lo,tpi waktu gue lagi jalan kesini gue keinget Lo pas liat paper bag itu_jadi gue hubungin Lo."jelas ana panjang lebar
"temenin gue disini jangan pergi dulu,10 menit aja sampe sunset nya selesai.Tapi kalo Lo sibuk Lo boleh pergi,gapapa"pinta Ana ke Felix.Hal itu membuat Felix tidak tega,dengan terpaksa Felix kembali duduk di kursinya tadi.
Sambil menikmati sambil mengabadikan moment itu yang mereka berdua lakukan sekarang.
sambil melihat kearah sunset..
"kenapa?"tanya Felix memastikan keadaan Ana.Sudah berapa kali Felix menanyakan keadaan Ana dan selalu ditepis bahwa Ana sedang tidak baik baik saja.Ana sangat pandai berbohong tentang keadaannya kepada orang lain/asing.Tapi entah mengapa Felix bisa menebak bahwa Ana sedang tidak baik baik saja.
"Lo inget waktu kita ketemu di rumah sakit?"Felix mengangguk tahu
"gue habis nungguin adek gue,emm lebih tepatnya kembaran gue"pernyataan Ana membuat mata Felix membulat seperti tidak percaya.
"Lo punya kembaran?apa dia kaya Lo?keras kepala"tanya Felix bertubi tubi seperti mengejek Ana.
"ya gue punya kembaran dan sifat kita berbeda"jelas singkat Ana.
"trus adek Lo kenapa bisa masuk rumah sakit?" Felix
"Adek gue melakukan percobaan bunuh diri,dia lompat dari rooftop hotel waktu kita merayakan ulang tahun kita,"ucap Ana sedih
"hah kok bisaa?"tanya syok Felix
"bully,itu semua karna bully.Kenapa orang orang suka menindas tanpa mengetahui latar belakangnya dulu,kenapa mereka begitu tega melakukan itu ke adek gue,kenapa_hiks,apa salahnya hiks"ucap Ana dengan tangisnya yang tidak dapat menahan tangisannya.
Felix mendengarkan itu ikut geram,dan sedikit tersentuh.felix bangkit dan berdiri tepat didepan Ana,menarik tangan Ana dan membawa kedalam dekapannya.Tepat saat itu tangis Ana menjadi pecah,Felix mempererat dan sesekali mengusap punggung Ana agar sedikit menenangkan.
🍁🍁🍁
Felix melonggarkan dekapannya saat tangisan Ana sudah tidak terdengar.
"udah lebih tenang?"Felix membuka percakapan.
"huhh udah thanks"Ana menghela nafas lega keluar dari dekapan Felix sambil mengelap sisa air matanya.
"mau balik?"tanya Felix dan diangguki Ana.
Sambil berjalan menelusuri bibir pantai menuju mobil mereka sesekali melontarkan pertanyaan,bahkan cadaan,yang membuat mereka saling kejar-kejaran.
Untuk sesaat kesedihan yang dirasakan Ana menghilang sejenak,entah karna lega bercerita atau dia bersama orang yang tepat.
🍁🍁🍁
To be continued
Wahhh akhirnya bab ini selesai...
Mumet sekali guyss...
Semoga kalian suka ya guyss
__ADS_1
Sampai jumpa di bab selanjutnya yaa....
Yorobunn annyeong...