Living Guise/Samaran Hidup

Living Guise/Samaran Hidup
02.ada apa?


__ADS_3

...Annyeong yorobunn......


...Sudah siap untuk cerita selanjutnya?oke langsung aja yaa,...


...happy reading yorobunn...


_________________________________________



"Nanti malem turun kebawah ada yang perlu kita omongin,bunda sama ayah yang nyuruh.."seru Ana dengan suara lumayan lantang karna pintu kamar Lona yang sudah tertutup sebelum selanjutnya pergi dari hadapan pintu itu menuju tempat asalnya tadi,menonton drama kesayangannya.


🍁🍁🍁


Flashback on


didepan pintu kamar Lona yang baru saja ditutup oleh siempunya kamar.


"apa yang sebenarnya terjadi disini,kenapa Lona menjadi begitu pendiam bahkan ke gueee yang notaben kembarannya lebih tepatnya gue kan kakanya"Ana bertanya tanya


"dan kalaupun ada masalah, kenapa ngga cerita ke gue,selama ini dia selalu cerita apapun yang terjadi di setiap harinya ke gue dengan excited,dan sekarang,what the hill.Apa gue punya salah yang ngga disengaja?karna akhir akhir ini kita aja sama sama sibuk"Ana terus beranalog,dan bergumam sendiri


"aishhhhh,ngga,ngga boleh kaya gini,gue harus tanya lagi ke Lona.Tapi kapan waktu yang tepat ituu hah__oh,lusa yah lusa kan hari ulangtahun gue sama Lona dan dihari itu pasti Lona dalam keadaan mood yang memungkinkan buat gue nanya"terbesit ide cemerlang diotak geniusnya itu dan harus didiskusikan dengan ayah dan bundanya.


Flashback off


Ana langsung kembali ke tempat asalnya itu dan melanjutkan menonton drama kesayangannya


Pukul 20.30 WIB,Ruang tengah



Ruang tengah terletak tepat dibawah tangga menuju kamar gadis kembar itu,dan terlihat keluarga kecil itu sedang berkumpul menonton tv sesekali tertawa kecil.


"bundd"panggil Ana ke bundanya dan seluruh atensi langsung mengalihkan pandangan ke Ana.


"iya sayang,ada apa?"jawab sang bunda dengan nada bertanya.


"emm"Ana seperti berfikir keras bagaimana cara mengucapkannya.


"mau ngomong apa na?"bunda seperti semakin kepo apa yang sebenarnya ana katakan.


"itu,apa yah"_"apa sih na, kamu itu lohh,susah banget apa ngom.."ucapan bunda terpotong oleh ayah


"bund kopi,"ucap ayah tersenyum jail dan menaik turunkan alis menghadap bunda,sedangkan bunda hanya menghela nafas sabar.saat bunda akan beranjak dari duduknya untuk membuatkan kopi ayah,Ana langsng berkata


"Ana dan Lona mau ulang tahun kita dirayain"celetuk Ana dan bibirnya terlukis cengiran tengilnya.Sedangkan Lona yang mendengar itu hanya dapat menganga terkejut karna namanya dibawa bawa Ana kedalam rencananya itu,dan "apa!?pesta?ulang tahun!?apa gue ngga salah denger?"Lona membatin.


"WHATT"


"APA"


Ucap ayah bunda bersamaan.


"bundd"saat Lona ingin menjelaskan bahwa dia tidak ada sangkut-pautnya dengan semua itu kaki Ana lngsung menginjak kaki Lona dan memberi isyarat agar Lona diam saja dengan wajah yang memelas hanya Lona yang melihatnya.Lona yang melihat ekspresi itu seolah tau langsung saja kakinya dia tarik dan menghempaskan kaki Ana dari dekat kakinya dan memutarkan mata malas.


"bunda sama ayah ngga salah denger?pesta ulang tahun?come on girl,kalian bukan anak kecil lagi bunda ingetin takut kalian lupa"ucap bunda yang sepertinya belum saja percaya akan hal yang diminta Ana.Dan ayah ikut menyetujui ucapan bunda dengan mengangguk angguk kepala.

__ADS_1


"tapi bundd,ulang tahun aku sama Lona kan yang ke 17 ngga jadi dirayain tahun lalu,,jadi ditahun ini aku sama Lona sepakat untuk merayakannya hihiii"jelas Ana di akhiri cengiran


"toh pestanya bukan pesta yang kaya anak kecil kok bundd,aku mau perayaannya kita nyewa hotel bintang lima dan mengundang teman teman terdekat ajaa."pernyataan Ana membuat Lona semakin diam saja.Lona lemah tentang teman,dia tidak mempunyai teman jadi sepertinya hanya Ana yang akan mengundang temannya.


"oke nanti ayah Carikan hotelnya yahh,sekarang kalian tidur karna besok sekolah!"ucap ayah sekaligus memberikan perintah.Kedua gadis itu memberi anggukan semangat,tidak,hanya Ana yang mengangguk semangat sedangkan Lona hanya langsung bangkit dari duduknya tersenyum tipis ke kedua orang tuanya dan langsung menuju kamarnya.Begitu pula Ana langsung mengekori Lona dari belakang.Ingin membuka percakapan tapi sudah didahului Lona


"jangan ikutin gue"ucap Lona terkesan dingin.


"kenapa?gue tau pasti ada hal yang Lo sembunyiin kan dari gue?"tanya Ana yang sudah tidak bisa ditahan.


"ga"jawab Lona tanpa menoleh ke Ana.


"tapi Lo berubah,Lo bukan Lona yang gue kenal.Lo berubah Lo"Ana kecewa dan marah saat Lona tidak mau berbagi masalahnya dengannya.Sontak Lona langsung berhenti dan menghembuskan nafas berat kemudian berbalik dengan senyuman yang terkesan tuluss padahal itu senyuman palsu


"gue gapapa naa,kalau pun gue ada masalah,pasti Lo bakal tau_"ucap Lona terjeda "gue baik baik aja,dan akan selalu baik baik aja,gue bisa jaga diri gue sendiri jadi Lo ga perlu khawatir ke gue,oke"ucap Lona dengan hati hati dan membuat Ana menghembuskan nafas lega dan mengangguk.Lona berbalik akan membuka pintu kamar tpi saat akan melangkah masuk tangan Lona seakan tertarik ke belakang dan pelakunya bukan lain adalah Ana.


"gue tidur sama Lo"ucap Ana yang sebenarnya seperti perintah.


"tap.."


"gue.tidur.sama.elo titik"ucap Ana mengeja dan langsung masuk ke kamar lona,Lona melihat itu hanya bisa pasrah.Dan Lona melupakan sesuatu.



"lon kok laptop Lo di atas kasur?tadi lagi belajar?belajar apa sii"saat tangan tangan Ana ingin memutar laptop itu,dengan cepat Lona menutup laptop dan lngsng menyimpannya di atas meja belajar.


"ga,gaada apa apa"jawab Lona sedikit gugup."udah katanya mau tidur sana"


"puter lagu donggg biar gampang tidurnya"


Hufttt



🍁🍁🍁


Ana pov


Hari ini seperti biasa,bangun,sarapan,berangkat sekolah,dan hari ini aku dimintai guruku untuk melakukan ujian lebih cepat dari yang lain.Entah, mungkin karna otaku yang terbilang genius.Jika diujian hari ini aku lulus,maka artinya aku akan masuk kuliah lebih awal dari Lona.


Setelah siap aku bergegas turun dan menemui ora Ng rumah diruang makan untuk sarapan.


"yahh,bundd,lonn doain aku ya semoga hari ini berjalan dengan lancar dan lulus dengan hasil yang memuaskan"ucapku meminta restu.


"iya naa,semangat yaa,hati hati dalam hal apapun okee!?"seru bunda memberikanku semangat .


"kalo lulus ayah bakal ngasih semua yang kamu mau,itu pun kalo lulussss"ucap ayah dikalimat terakhir yang terkesan mengejek.Aku sontak mennyebik kesal ke ayah.


"tenang aja pasti aku lulus kok,kalian tau kan,betapa genius nya aku"pernyataanku membuat ruang makan menjadi ramai.Dan terlihat Lona hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum dan berkata


"kalo Lo lulus,gue bakal mau nemenin Lo main basket selama 1 bulan"kejutan,Lona adalah seorang introvert,tidak menyukai tempat ramai,tidak pandai beradaptasi,tpi untuk menyemangati Ku dia rela mengenyampingkan sifatnya itu dahulu.


"oke bakal gue tagih dan Lo haru beneran ikut gue"ucapku dengan sombong.


Setelah selesai bersiap,aku dan Lona langsng berangkat ke sekolah.Menggunakan mobil ku,aku harus ke sekolahan Lona terlebih dahulu untuk mengantarnya.


Pagi ini Lona yang ku kenal kembali,dia begitu ceria senyuman nya tidak luntur sedikit pun dan tidak habisnya berbicara sepanjang perjalanan.Hingga akhirnya kita sampai dan aku melihat perubahan Lona yang sangat berbeda,begitu murung,tidak ada senyuman.

__ADS_1



"Lo hati hati,kerjain soal yang teliti biar lulus.Gue masuk dulu"Lona menghembuskan nafasnya berat sebelum akhirnya keluar mobil.Aku hanya terdiam dan masih mencerna kejadian yang baru saja terjadi.


"apa yang sebenarnya Lo sembunyiin lonn"gumamku dan segera meninggalkan sekolah itu.


🍁🍁🍁


author pov


Ujian itu membuat Ana gugup saat dikelas menunggu keberangkatan nya ke tempat dimana ujian itu akan diselenggarakan.Untungnya Ana mempunyai teman yang selalu men-suport,dan menenangkan dalam hal hal yang seperti ini.


"gue yakin Lo bisa naa"ucap Clara(cantik,play girl,kadang bar bar kadang swag)


"iya Na Lo itu ngga usah diragukan lagi,gue yakin dengan gampangnya Lo ngerjain soal soal itu,yakinn 100%"timpal Fiona (cantik,rada rada,coag)


"jangan lupa berdoa naa,gue yakin hasilnya bakal mamuaskan."dan terakhir si via(cantik,penyabar,vibes seperti kakak yang baik)


begitulah teman teman Ana dalam hal meyakinkan Ana,dan membuat Ana lumayan tenang sebelum akhirnya terusik lagi dengan panggilan sang TOA dari ruang guru memanggil namanya untuk segera ke ruang guru.


"huh_gue bisa.Doain gue guys,oh ya besok luangin waktu buat ke ulang tahun gue ngerti!nanti gue sharelock"perintah Ana dan langsung bergegas ke ruang guru untuk berangkat.


"INGET UMUR WOIII!!"teriak Fiona tanpa memperdulikan telinga teman disamping dan kelasnya,sontak seluruh atensi menatap Fiona dengan tatapan tajam.


🍁🍁🍁


SMA BINKAR



Sesampainya Ana di gedung tempatnya ujian nanti, Ana masih mempunyai 30 menit sebelum akhirnya masuk dan mengikuti ujian.Ana memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku yang masih berkaitan dengan materi ujian yang akan keluar.


Ana yang bingung letak perpustakaan pun di antar oleh petugas gedung lebih tepatnya petugas sekolah itu sampai didepan perpustakaan.Setelah Ana mengucapkan terimakasih dia pun membuka pintu dan entah mengapa badannya tidak bisa masuk,padahal badannya tidak selebar pintu itu yang notaben pintu besar.


Ana yang terganggu pun menengok ke samping nya,dan terpaku dalam beberapa menit sampai akhirnya


"ekhemm.."





🍁🍁🍁


To be continued


Enteng enteng dulu gasiiii...untuk persiapan kedepannya ada apa lagi.


Maaf ya guys kalo aku up nya kelamaan,karna disambi kerja hehe....


Dan reader ku yang baik,dan tidak sombong aku sekali lagi minta suport nya yaaa.


Tinggalkan jejak,komen,saran,kritik,atau mau curhat juga ngga papa huhuuu....


Sampai jumpa di bab selanjutnya yaa...

__ADS_1


Annyeong yorobunn....


__ADS_2