Living Guise/Samaran Hidup

Living Guise/Samaran Hidup
kenaikan kelas


__ADS_3

Annyeong yorobunn deull .....


Happy reading yorobunn


________________________________________


2 minggu berlalu dan sekarang Lona a.k.a Ana sedang duduk,mengikuti ujian kenaikan kelas.Ana mengerjakan ujian dengan sangat sungguh sungguh dan serius walaupun itu adalah soal gampang bagi otak genius nya.


"gue bakal kasih nilai yang memuaskan buat lo lon" batin Ana.


Flasback on


pesta perayaan perusahaan sudah selesai,dan kini garvin masuk kekamar Ana diikuti Karin.


"Ana mau sendiri"jawab ana yang melihat kedua orangtuanya masuk kedalam kamarnya,ya ana kecewa,marah,ke kedua orangtuanya.


"ayah harus ngelurusin masalah ini dulu,kamu salah paham na"jawab garvin selaku ayah Ana.


"iya na sebaiknya kamu dengerin ayah kamu dulu sebentar okei"bujuk karin agar Ana mau mendengarkan dulu.Hal itu yang membuat Ana pasrah dan menghembuskan nafas pelan kemudian mengangguk.


"mungkin kamu belum tau hal ini jadi ayah minta maaf,tapi ayah ngelakuin ini semua bukan ayah ngga sayang sama Lona,ayah sayang banget sama Lona asal kamu tau na."


"kalo kamu nanya kenapa lona ngga di publik itu karna ayah lagi mencari tahu alasan kenapa Lona sampai punya pemikiran buat bunuh diri,_"ucapan garvin terpotong oleh ana


"ayah tau dari mana kalo Lona bunuh diri?"tanya Ana kaget dengan kenyataan bahwa ayahnya tau


"ayah nyuruh orang suruhan ayah buat menyelidiki kejadian itu dihari itu juga dan yahh,mereka mendapat rekaman cctv di hotel itu terutama di rooftop"jelas garvin membuat Ana menunduk sedih


"maaf yah,Ana ngga becus jaga Lona,dan maaf karna ngga jujur ke ayah tentang kejadian itu,Ana ngga kuat buat ngejelasin itu semua,Ana salah,Ana minta maaf yahh,bund"Ana menyesal dengan semua itu


"gapapa bunda sama ayah tau kalo itu memang berat buat kamu na"ucap karin yang sudah duduk dipinggir kasur menenangkan Ana dan menepuk pelan pundak ana.


"jadi,gimana sama sekolah baru kamu na"tanya garvin dengan tenang membuat Ana menegakkan badan dan mendelik kaget sambil menutup mulut dengan tangannya.Garvin dan karin yang melihat respon Ana pun langsung terkekeh


"gi.gimana bis_"jawab ana panik tapi terpotong oleh ayahnya


"bisa dong,kamu memang punya otak yang genius,kamu memang pinter na,tapi kamu ngga pinter buat bohong na.Kamu pikir ayah sama bunda ngga merhatiin kamu gitu,kamu salah besar na"


"setelah kejadian lona,ayah sama bunda jadi takut hal yang sama juga terjadi sama kamu.Tapi ayah salah,kamu kuat na sampai sampai mau menyelidiki itu semua sendiri.Ayah selama ini mengawasi kamu dari jauh"pernyataan garvin membuat ana masih dilanda ketidak percayaan.


"bunda ngga nyangka kalo anak bunda ini pintar sekali,kamu lulus ujian dan mendapat rangking pertama naa bisa bisanya kamu ngga ngasih tau bunda sama ayah"ucap karin dengan nada kesal dibuat buat.


"Ana sebenarnya mau ngasih tau saat ulang tahun Ana sama lona kemaren,tapi"Ana menunduk dan menghembuskan nafas pelan


"iya iya naa,bunda tau.maaf bunda ngga bermaksud"ucap karin sambil memeluk ana dan dibalas oleh ana.

__ADS_1


"kamu ngga ada niatan mendaftar kuliah langsung na?"tanya garvin


"untuk sekarang ngga bisa yahh,ana masih harus nyari tau tentang lona,dan ana harus menjadi lona untuk sementara waktu.2minggu lagi sekolah akan melaksanakan ujian kenaikan kelas_"ucap ana terhenti saat menyadari sesuatu dan langsung melanjutkan


"boleh kan yah,bund,plissss...mungkin sampe kelulusan,ana janji baal nemuin dalang penyebab itu semua"ucap ana memohon


"hmmm,tapi kamu harus janji kalo ada masalah atau bantuan langsung bilang ke ayah sama bunda oke"ucap garvin memberi izin kepada ana membuat ana tersenyum senang dan langsung memeluk kedua orang tuanya


"makasih yah bund,ana janji"ucap ana senang.


Flasback off


sudah 1 minggu pelaksanaan ujian dan ana mengerjakan itu semua dengan sangat mudah,


Dan kini penerimaan raport ,setiap murid mengambil dengan wali mereka masing masing termasuk ana,bundanya yang sudah tau rencana ana pun mengikuti dengan sangat natural.


Jika kalian mencari keberadaan Dara dan kedua temannya itu,mereka masih saja membuat masalah,membully anak,dan sesekali mengganggu Lona a.k.a Ana.Cuma bedanya Lona selalu melawan dara dan kedua teman dara.Membuat ketiga makhluk itu jarang mengganggu lona ditambah Dara yang sudah tau siapa lona sebenarnya yang bisa saja menjatuhkan keluarga Dara dengan begitu mudah,


"selamat siang bapak ibu wali murid sekalian,pertama saya ucapkan selamat untuk semua murid murid ku sudah menyelesaikan kelas 11 dan seterusnya_"


"sebelum pemberian raport,saya akan mengumumkan peringkat 1 dan 2 untuk kelas dan nanti akan ada kertas peringkat dimading depan untuk peringkat paralel"


"perigkat kedua beri tepuk tangan untuk ananda Dara semoga kedepannya bisa lebih baik lagi belajarnya agar bisa menduduki peringkat pertama lagi okei jangan berkecil hati,tetap semangat"ucapan wali kelas itu membuat semua orang mendelik kaget terutama Dara dan mamanya diikuti kedua temannya,karna baru ini posisi dara tergeser


"dan untuk perigkat pertama,wow selamat untuk_"guru itu terhenti untuk menarik nafas


Disudut lain terlihat seorang yang tengah menahan amarah,dan tatapan Lona sempat bertemu dan lona langsung memberikan senyuman kemenangan dan memandang remeh kepada DARA yang susah payah menahan marah itu.


Pengambilan raport selesai dan yaa,peringkat paralel jatuh kepada Lona Diurutan pertama,semua menatap kagum terutama lea teman beda kelasnya itu.


Lea memutuskan untuk merayakan dengan mengajak lona makan diluar tapi saat ini lona terpaksa menolak karna harus pergi ke suatu tempat.


"lain kali dehh,nanti gue kabarin lo.gue sekarang ada urusan lain maafin gue ya lee"ucap Lona dengan ekspresi sedih


"ya ampun gapapa kali lonn,gue bisa ajak temen kelas gue,nanti lo kabari gue aja bisanya kapan oke"ucap lea menenangkan lona.


"hmmm,oke.lo ngga papa beneran?"ucap lona memastikan


"iya lonn,yaudah gue pergi dulu ya nyokap gue udh nungguin,selamat buat lo atas peringkat pertamanya ahaha"ucap lea dengan sedikit bercanda dan melenggang pergi sambil melambaikan tangan,Lona yang melihat itu tersenyum dan mengangguk kemudian melambaikan tangan berpisah,karna untuk 1 minggu ke depan sekolah akan libur mengingat itu adalah kenaikan kelas .


Lona menghampiri sang bunda yang sudah menunggu didalam mobil,


"udah Na?"tanya karin


"udah bund,ayo pulang.lona masih ada urusan_ehh ana maksudnya"ucap ana menyadari dan sedang memasang sabuk pengamannya.

__ADS_1


"sepertinya kamu menikmati sekolah naa"ucap karin yang mengerti


"iya dong seru apalagi ngeliat orang yang ngebully lona tergeser posisinya sama Ana,wahhh "ucap bangga ana


"jadi benar dia anaknya yang ngebuat lona selama ini tertekan"ucap karin mengalihkan pandangan ke 2 orang yang tengah berjalan menuju ke sebuah mobil


"ana belum yakin sihh,karna ana belum nemuin bukti yang kuat"jawab ana yang ikut mengalihkan pandangan ke arah yang sama dengan bundanya.


2 orang yang berjalan tidak beriringan ke arah sebuah mobil,bukannya masuk,sebuah tangan terangkat dan


PLAKKK


"dasar memalukan"ucap seorang perempuan paruh baya dengan nada penekanan.


"maafin dara mah"dan yah itu adalah dara,dengan nada yang bergetar menahan tangis dengan tangan yang memegang pipi kanan yang sekarang terasa panas akibat tamparan dari wanita yang ada didepannya sekarang.


"APA?MAAF!?MAAF KAMU BILANG!!!_apa susahnya sekolah sihh,kamu tinggal belajar raa,ko bisa posisi kamu tergeser astaga daraaa,mau ditaruh dimana muka mamah sama papah nanti."ucap PATRISYA selaku mamah dari dara itu yang menatap dara dengan begitu marah,


"sekarang pulang dan jangan harap bisa pergi main dengan teman kamu itu,mulai besok mamah bakal manggil guru privat kamu sama seperti dulu waktu smp"lanjut patrisya dan tidak menerima bantahan apapun langsung masuk kedalam mobil.


Dara yang mendengar itu pun hanya dapat mengangguk pasrah dan mengikuti perintah dari mamahnya itu dan masuk kedalam mobil.Dara tidak berani membantah perintah mamahnya karna tau akibat jika membantah itu semua.


Mobil lain terdapat Ana dan karin yang sedari tadi menyaksikan drama itu.Mereka sama sama menyunggingkan senyum


"dilihat dari drama tadi sepertinya kamu memang ngga butuh bantuan dari mamah yahh"ucap karin mengawali pembicaraan yang membuat Ana terkekeh


"dan sepertinya bunda punya urusan sendiri,siapa dia bund?musuh?temen?"ucap Ana yang mencoba menebak


"nanti juga kamu tau,yaudah cusss pulangg"ucap karin yang terlihat sangat senang,dan mereka berdua pun meninggalkan sekolah itu.


🍁🍁🍁


Disebuah ruangan terdengar percakapan yang begitu serius


"kapan gue bisa pulang"


"abis selese ngerjain ini,and lo bakal pulang dan nglanjutin kegiatan seperti semula,bedanya lo ngga bakal balik kerumah lo melainkan ke apartemen lo,dan lo bakal pindah sekolah"


"okei gue ngerti,makasih lo selama ini udh ngebantuin gue.Dan gue bakal ngikuti rencana lo"


"itu semua ada ditangan lo,gue ngga mau ngatur ngatur lo,gue cuma bisa ngebantu sebisanya."


🍁🍁🍁


To be continued

__ADS_1


Terimakasih yang masih setia membaca,dan menunggu walaupun up nya kelamaan.


Sampai jumpa dibab selanjutnya yorobun ....


__ADS_2