
Annyeong yorobunn deull
Ada yang nunggu ngga yaaa,
Ooke langsung aja,happy reading yorobunn ....
_________________________________________
"shittt anak itu ternyata"batin Lona a.k.a Ana melihat rekaman saat Lona asli sedang dibully.
Saat itu juga Lona beranjak akan pergi dari lapangan basket tapi dicegat langsung oleh MARVIN.
Flashback on
"kalo gitu gue cabut dulu"pamit lona kepada seseorang yang sedari tadi didepannya,saat sudah beberapa langkah,Lona terhenti saat dicegat oleh orang tadi
"bentar,gue mau ngomong sesuatu_"cegat orang itu,dan melepas tangannya saat menyadari tangannya yang sudah memegang tangan Lona.atas perbuatannya membuat Lona menatap tajam orang itu,dan melipat kedua tangan didepan dada
"sorry_oke pertama kenalin gue TEOMARVIN MAENDRA panggil aja MARVIN,dan lo_"ucap marvin mengulurkan tangan untuk berkenalan
"lona."jawab lona singkat tanpa menyambut uluran tangan marvin.sontak marvin menurunkan tangannya langsung dan mengangguk,seolah paham dengan tatapan Lona meminta penjelasan marvin langsung mengambil hpnya dan membuka sebuah video stelah itu memberikan kepada Lona.
Kaget,adalah kata yang mewakili Lona sekarang saat melihat rekaman itu.
Flashback off
"udahkan?"tanya Lona dengan nada rendah dan tatapan tajam menatap marvin yang lagi lagi mencegat,sangat jelas kalau lona sedang menahan marahnya
"lo bakal diem aja?atau mau gue aja yang laporin ke kepala sekolah?"tanya marvin terkesan perhatian kepada Lona
"itu bukan urusan lo"tekan Lona tanpa ekspresi apapun,
"gue tau,tpi lo ngga cape apa digangguin mereka terus,gue takut lo_"
"kenapa ngga dari kemaren aja,kenapa ngga pas gue DIBULLY AJA!!PEDULI APA LO SAMA GUE HAH!!_ngga usah sok.peduli.ke gue!,gue ngga butuh kasian dari lo dan ngga usah ikut campur,paham!!"ucap lona yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya,dan melenggang pergi menabrak marvin yang ada didepannya yang terdiam mendengarkan perkataan Lona.
Informasi aja,Marvin adalah ketua basket,dan most wanted tertinggi dari Dara.Bermodalkan tampang,sedikit pintar,penampilan yang swag,sifat ramahnya dan jangan lupakan harta yang melimpahnya.Membuat marvin disukai oleh seluruh siswa bahkan guru disekolahnya,termasuk Dara yang notaben memiliki jiwa jual mahal yang tinggi tapi tidak kepada Marvin.Dara akan bersikap lembut,dan menaruh perhatian yang lebih jika sedang bersama marvin.Dara menyukai dan menaruh hati kepada marvin dari masih duduk di SMP kelas 9,mereka berteman bahkan waktu itu marvin sempat suka tpi itu tidak bertahan lama saat dia tau kalau Dara memiliki pacar dan memilih untuk menjauhi dara sampai detik ini.
πππ
Dengan amarahnya Ana menyetir mobil menggunakan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan jalanan menuju ketempat biasanya.
*
Ana menatap lepas ke arah perairan yang tidak ada ujungnya dengan tatapan datar tanpa ekspresi,
Lamunannya tersadar saat dering dari telfonnya berbunyi,dengan segera Ana mengangkat telfonnya saat bundanya yang menelfon.
"hallo bund,ada apa?"tanya Ana
__ADS_1
"hallo naa,ngga bunda cuma mau bilang kalo besok kamu mau pulang dulu kerumah?besok malem ayah akan mengadakan pesta 30 tahun perusahaan yang berarti mengundang beberapa klien dan teman bisnis ayah,ayah bilang kalo nanti bakal ada kejutan buat kita,gimana?kamu bisa pulang kan?"jelas bunda dengan panjang lebar
"ooo gituu,bisa bundd.pulang sekolah besok Ana pulang kerumah"jawab Ana menyanggupi
"oke nanti bunda jemput yaa"pinta bunda
"ngga usah bundd,Ana kan bawa mobil jadi bunda cukup nunggu dirumah okeii"tolak Ana halus.Bukan tanpa sebab Ana menolak permintaan bundanya,perlu diingat bahwa sekarang Ana adalah Lona,sekolah di sekolah Lona dan tidak ada yang tahu terlebih kedua orang tuanya kecuali Felix dan ketiga temannya.
"ya udah bund Ana tutup yah,"ucap Ana sebelum bundanya tersadar
"ehh bentar_kamu dimana na?"tanya bunda menyadari bahwa Ana sedang tidak diapartemen
"pantai bund,tempat biasa"jawab jujur Ana dengan santai
"pantai?lagi ngapainn,sama siapa?"tanya bunda memastikan
"iya bund pantai,Ana cuma sedikit kangen ke Lona makanya Ana ketempat ini,tempat kesukaan kita apalagi Lona dan Ana disini sendirian"jelas Ana panjang lebar agar bundanya tidak khawatir
"ngga sama felix?biasanya apa apa felix"ucap bunda dengan nada menggoda,hal itu membuat Ana teringat akan felix yang belum memberi kabar apa apa dari kemarin
"apaan sih bunddd,Felix kan juga punya kehidupan sendiri begitu juga sebaliknya dengan Ana"ucap Ana sedikit kesal
"tapi kamu suka kan kalo ditemenin Felixxx jujur aja sama bunda,bunda juga pernah muda sayangg,apalagi pas ayah kamu ndeketin bunda, wahh bund_"ucapan bundanya terpotong saat Ana menyadari bahwa bundanya sudah mulai bernostalgia yang membuat Ana geli mendengarnya "emang semua percintaan kaya gitu apa,iww geli gue"batin Ana
"ehh bunddd temen Ana pengen ke toilet,Ana tutup sampai ketemu besok bye bund"ucap Ana cepat cepat dan menutup sambungan telfonnya sepihak sebelum nantinya ditimpali ucapan bunda yang semakin mengada ngada
ditempat lain bundanya terheran
Back to Ana
Ana terdiam menatap hp yang sudah tertera tulisan"PELIXXπ΅".Detik selanjutnya Ana menekan telfon dan menunggu jawaban dari seberang sana
Drtt maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan tinggalkan pesan suara
Dengan kesal Ana menekan tombol merah dan memasukkan hp kedalam tasnya.
"lo kemana lixx,dan kenapa?" batin Ana frustasi
"GUE MARAH SAMA LO LIXXX,BENCI GUE SAMA LO,GUE GA MAU MAAFIN LO"teriak Ana frustasi dan langsung meninggalkan pantai untuk pulang.
πππ
Seperti biasa pagi hari Ana bersiap berangkat sekolah,menjalankan mobil dengan santai tidak dengan pikiran dan perasaannya yang kini sedang memikirkan Felix.Sampai saat lampu merah berganti hijau dia tidak menyadari hingga mobil yang dibelakang harus menyalakan tlakson membuat Ana terpernjat kaget dan segera menjalankan mobil,kini dengan kecepatan tinggi.
"stop mikirin dia naa,dia aja ngga peduli ke elo"gumam ana kepada dirinya sendiri,
Ana memarkirkan mobil seperti biasa,segera keluar dari mobil dan langsung menuju kekelas tidak lupa membalas sapaan anak anak disetiap lorong bahkan depan kelas yang dilewatinya dengan senyuman padahal moodnya sedang tidak baik baik saja.
Ana duduk seperti biasa di bangku paling belakangnya dan menelungkupkan wajahnya dimeja
BRAKKK
__ADS_1
sungguh kehidupan sekolah macam apa ini,bisa bisanya pihak sekolah tidak mengetahui bahwa sekolahnya diisi oleh orang orang seperti setan ini.Ingin sekali Ana memusnahkan 3 orang dihadapannya sekarang.Lona berdiri dan menghembuskan berat.
"kalem bisa kan?punya ettitude?cantik elit ettitude sulitt upss "ucap Lona dengan ekspresi mengejek dan sontak membuat semua tertawa dan tidak sengaja telah membenarkan perkataan Lona.
BRAKKK
"ANJINGG!!!NGOMONG APA LO HAH!!"bentak Dara membera membuat suasana kelas seketika menjadi hening,
Tangan Dara terangkat akan menampar Lona yang masih tersenyum miring tapi itu tidak bisa karna tepat disamping pipi Lona tangan itu sudah ditahan oleh tangan Lona membuat semua anak terbelalak tidak percaya termasuk 3 setan didepannya itu melihat apa yang dilakukan Lona barusan.Lona sontak menghempaskan tangan dara dengan kasar.
"gue udah pernah bilang kan,gausah ganggu gue.gue bisa nglakuin yang lebih dari yang lo lakuin selama ini ke gue.paham!"ucap ana penuh penekanan membuat semua anak yang melihat itu berkedik ngeri,
"pergi dari hadapan gue,dan gue ngga punya urusan apa apa sama kalian terutama kalian"dengan tatapan tajam lona menatap dan menunjuk tepat di depan muka ketiga makhluk itu.
"TAPI GUE PUNYA URUSAN SAMA LO!!"
"GA USAH DEKETIN MARVIN!NGERTI!" marah Dara dan kalimat kedua membuat lona menaikan alis satu karna bingung.
"marvin?ooo ahahaha....itu cowo lo?gue ngga minat!cih cowo cewe sama aja"ucap lona sambil melihat ke atas sampai bawah kaki Dara.
"GAUSAH SOK YAHHH! JELAS JELAS GUE LIAT DENGAN MATA GUE SENDIRI,KEMARIN DI LAPANGAN BASKET LO PEGANG TANGAN MARVIN NJING"masih dengan nada tingginya
"gausah sok drama dehh,lo ngga pake mata lo yahh pacar lo sendiri yang ganggu gue,dan yang pegang tangan tuh pacar lo bukan gue,mungkin dia sadar kalo pacarnya adalah manusia biadab yang merusak mental anak dengan seenaknya"kini dengan raut muka datar dan nada penuh penekanan lona sudah tidak bisa menahan emosinya.
"emang yah pelakor mana yang mau ngaku,dasar jal*ng ren.nda.han"ucapan Dara mampu membuat lona sudah tidak bisa menahannya.
PLAKKK
"LO JALANGNYA ANJING!!gue kasian sama pacar lo,ko bisa PUNYA.PACAR.YANG.SERING.PERGI.SAM_" ucapan lantang lona terpotong saat guru tiba tiba datang
"ADA APA INI!KALIAN KALO MAU BERANTEM DILAPANGAN YANG LEBIH LUAS,NANTI TINGGAL SAYA BUATKAN SURAT UNTUK KEDUA ORANG TUA KALIAN MAU!!!"ternyata guru kesiswaan yang sedang piket keliling.
"ehhh tenang dulu pakk,kita cuma lagi latihan drma buat pelajaran seni ko pakk,ya ngga si guysss"kode lona meminta kerja sama dengan anak lain dan semua menyetujui.
"gitu yah,oke sekarang sudahi dulu latihannya dan kembali ke tempat duduk masing masing,guru mapel akan segera masuk dan kalian siapkan buku buku paham"perintah guru kesiswan itu dan pergi meninggalkan kelas yang kini sangat hening.
"lo beruntung kali ini bi*ch"bisik lona ke Dara sebelum ke 3 mahluk itu pergi.
πππ
"alana,naa,alana"panggil seseorang dengan nada yang rendah
"eh ehh panggil abang loo cepett!!"
πππ
To be continued
Gimana gimana guysss ahaha
Sayangnya sampai jumpa di bab selanjutnya yaa annyeong yorobunn deull......
__ADS_1