
Annyeong yorobunn
Di part ini lebih fokus ke masalahnya si Lona dulu ya guys,kalo ada salah,atau saran bisa langsng komen saja
Happy reading yorobunn..
_________________________________________
Author pov
Hari berganti bulan,bulan berganti tahun,tahun berganti penderitaan.Seorang tengah merenung,dosa apa yang telah dia perbuat dimasa lampau hingga membuat kehidupannya menjadi menyeramkan,sehingga dia takut untuk menghadapi hari esok.yaa dia adalah Lona,gadis yang hampir paruh tahun dikelas 2 SMA ini menjadi bahan bully-an oleh anak sekelasnya atau yang dikenal most wanted SMA Atlantis
...(Aldara Latasya Anders)...
...Most wanted SMA Atlantis lebih tepatnya pembully di SMA Atlantis....
"Raa"seorang berambut terurai dengan nada yang rendah seperti memberi kode kepada ketuanya saat kedatangan Lona dikelasnya.
Seolah tau dari isyarat tersebut ALDARA LATASYA ANDERS kerap dipanggil Dara ketua geng mereka itu sontak langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Lona yang tengah duduk di kursinya.
BRAKKK
Seketika kelas yang ramai berubah menjadi hening saat mereka tau kalau yang melakukan itu adalah Dara ketua geng cewe yang paling ditakuti karna dari cara membullynya sudah melewati batas dan tidak pandang bulu.
Lona yang sudah tau apa mau Dara sekarang,hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya ke bawah dan mengaitkan jari tangan untuk menahan rasa takutnya itu
"liat gue,"ucap Dara dengan nada rendahnya yang seolah mengintimidasinya.Tetapi Lona masih tetap menundukkan kepalanya,dan berhasil membuat dara geram.Satu tangan Dara dengan cepat meraih pipi rahang bawah Lona dan berhasil membuat Lona mendongakkan kepala ke atas.Lona diposisi itu hanya bisa menahan sakitnya saan rahangnya dicekram dengan kencang oleh dara.
"Mau apa raa"tanya lirih takut Lona.Dara yang mendengar namanya disebut oleh Lona,langsung tersenyum miring dan mendorong Lona dengan tangan yang masih menyekal rahang Lona hingga tersungkur dari kursinya.
"Jangan pernah lo nyebut naMA GUE!!"_"JIJIK GUE DENGERNYA!"lanjut Dara,langsung meraih tangan Lona dengan kencang dan membawa ke belakang sekolah diikuti kedua temannya.Anak kelas yang melihat itu hanya bisa diam karna takut akan menjadi korban bully dara dan gengnya jika berani ikut campur.
ππ
Dibelakang sekolah,geng dara langsung melakukan aksinya dengan pertama mendorong Lona sampai terjatuh,kedua PLAKKK PLAKKK..sempurna 2 tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri,ketiga
"Kayanya lo belum puas deh raa"ucap teman dara berambut dijedai kebelakang,dan memberikan sebuah plastik hitam ketangan dara "tepung,telor, and kapas?"awalnya bingung tetapi detik berikutnya otaknya langsung paham atas maksud dari temanya itu, otomatis senyum miring itu terpampang lagi.
Byurrrr
__ADS_1
Bukan kepada Dara,tetapi Lona.Celin,dia yang mengguyur Lona dari ujung kepala sehingga membuat Lona basah seluruh tubuh.Selanjutnya adalah tugas Dara,dengan cepat Dara menumpahkan tepung ke ujung kepala Lona,
lanjut telor yang langsung dilempar kekepala Lona bisa dibayangkan sakitnya itu kepala ya guys.Dan terakhir kapas.
Bisa dibayangkan betapa menyedihkan Lona sekarang.
"Sa.salah.ku.ap.pa.sebenarnya.ke.kalian HAH"tanya Lona dengan sesenggukan akibat menangis sedari tadi.
"Ck.LO!"tuding Dara dengan telunjuknya tepat didepan wajah Lona
"Lo udah berani motret GUE SAAT NINDAS ANAK,PAHAM!"_"DAN ITU YANG BUAT GUE BENCI SAMA LO"bentak Dara dengan amarah yg meluap luap.
"Sampe kapan?SAMPE KAPAN LO MAU KAYA GINI KE GUE"untuk pertama kali Lona menggunakan nada tingginya."itu udah kejadian lama raa,dan fotonya juga udh dihapuskan?bahkan kamera gue habis dirusak lo kan?jadi sekarang mau apa lagi?apa belum puas selama hampir setengah tahun nindas gue?"lanjut Lona dengan nada yang mulai lirih.
"Ahahahaha...wahhh Lo udh berani ngelawan GUE HAH!!" telunjuk dara mengangkat dagu Lona
"denger yah,gue udh terlanjur benci sama lo.Jadi ngga ada alasan gue untuk berhenti nindas Lo__maybe sampe Lo ma.ti"ucap Dara dengan nada penekanan yang sempat terhenti berfikir sejenak,dan telunjuk Dara beralih menuyul kepala Lona.
Kedua Teman dara celin,dan Claudia hanya menonton sambil tersenyum miring sedari tadi dan tidak menyadari bahwa ada yang merekam kegiatan mereka.
πππ
Dan disini Lona sekarang,kamar mandi adalah salah satu tempat berakhirnya hari yang begitu sangat mengerikan bagi Lona.
Sambil menatap dirinya dicermin "Lona cape tuhan" ucap batinnya.
Lona berjalan keluar kamar mandi dan tidak memperdulikan suasana di luar.Lona sengaja menggunakan jaket karna bajunya yang basah dan berantakan,tidak lupa memakai masker untuk menutupi muka karna baru saja menangis dan earphone untuk menutupi telinganya karna tidak mau mendengar bisikan bisikan anak yang melihatnya.
Dia langsung berjalan cepat menuju gerbang sekolah dan disitu sudah terlihat pak beni supir keluarganya yang sudah menunggu Lona untuk mengantarnya pulang.
Didalam mobil Lona hanya diam menatap keluar jendela mobil.
"Nona,kita langsung pulang atau nona mau mampir ke suatu tempat?"tanya pak beni membuat Lona menghadap kedepan dan berfikir_"kita ketempat biasa dulu pak"perintah Lona langsung diangguki oleh pak beni.
Yaa,pak beni tau kemana arah mereka pergi karna memang sudah seperti rutinitas dalam 6 bulan ini sebelum pulang kerumah.Entah pak beni tau masalah Lona atau hanya mengikuti maunya nonanya itu.
Setelah 20 menit lamanya perjalanan akhirnya mereka sampai ditempat tujuannya.
__ADS_1
Yaa,pantai adalah tempat kesukaan Lona dan Kaka kembarannya itu si Ana.Mereka selalu mampir setidaknya satu kali dalam seminggu untuk melepas penat.Tapi hal itu sudah jarang dilakukan oleh keduanya karna Lona sendiri yang tidak ingin melakukannya.Lona yang sekarang adalah gadis yang pendiam tidak banyak bicara,pandai berbohong atau menyembunyikan sesuatu dan memilih memendamnya sendiri karna enggan membuat orang lain terbebani.
Selain itu di sisi lain Ana memang disibukkan oleh kegiatannya di sekolahnya itu.Dia memiliki banyak agenda berhubung dia juga seorang OSIS disekolahnya.Ana sangat aktif disekolah dari menjabat menjadi ketua OSIS,wakil ketua basket,dan sering juga mengikuti lomba olimpiade dari matematika,IPA,dan bahasa inggris dikarenakan otaknya yang pintar atau bahkan sudah tergolong genius bagi anak seumurannya itu.Tetapi di dalam diri Ana juga memiliki sifat yang nakal,keras kepala,bahkan guru dibuat geleng geleng kepala antaraΒ ingin bersyukur memiliki siswa yang genius atau tidak karna kelakuannya itu.
Setelah dipikir cukup lega,Lona langsung pulang kerumah mengingat hari sudah sore.
πππ
Lona sampai dirumah pukul 17.30
Rumah yang begitu damai,dunia yang begitu aman bagi Lona dimana tidak ada bentakan,hanya ada kasih sayang yang melimpah untuk dirinya dari pada dikehidupan sekolahnya.
Lona masuk kerumah dan menemukan kakak atau kembarannya itu sedang menonton drama kesayangannya seperti biasa di meja pojok dekat jendela.
"Aku pulang"ucap Lona melewati Ana,dan Ana yang memang sudah merasakan perubahan Lona 6 bulan ini mulai mencari tau apa yang terjadi sebenarnya.Lantas Ana bangun dan mengikuti Lona ke atas lebih tepatnya kekamar Lona.Tepat sebelum Lona membuka pintu kamar
"Dek,"panggil Ana didepan kamar mereka yang memang berdampingan.
"Ya kaa?"tanya Lona
"Lo,ngga ada masalah yang Lo sembunyiin kan?"tanya selidik Ana
"Ngga ada,emng gue kenapa?"tanya balik Lona dengan nada dan ekspresi datar
"Nggaa,ya udah lo istirahat"_"kalo lo laper,turun.Di bawah udah disiapin makanan sama bi kasih"lanjut perintah Ana dan dibalas anggukan oleh Lona selanjutnya masuk ke kamarnya.
"Nanti malem turun kebawah ada yang perlu kita omongin,bunda sama ayah yang nyuruh.."seru Ana dengan suara lumayan lantang karna pintu kamar Lona yang sudah tertutup sebelum selanjutnya pergi dari hadapan pintu itu menuju tempat asalnya tadi,menonton drama kesayangannya.
πππ
To be continued
Ketttt....
Gimana guys,mau lanjut?maaf ya guys bab ini terlalu pendek karna harus kerja
Please support,tinggalin jejak,coment Kritik selalu diriku terima ya guys.segitu dulu sampai ketemu dibab selanjutnya
__ADS_1
Annyeong yorobunn....