LLAN-NI

LLAN-NI
LLAN-NI#11#KESEPAKATAN*


__ADS_3

HAPPY 17 AGUSTUS INDONESIA YANG KE 76🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩


😂😂😂👍🏻



**TINGGALIN JEJAK SETELAH MEMBACA😣😣 TOLONG VOTE BUAT MEMBANGKITKAN SEMANGAT MENULIS CHIM🤧


UNTUK YANG NUNGGU KELANJUTANNYA 'AIR MATA TERAKHIR' NANTI SETELAH EPS LLAN-NI INI UDAH LUMAYAN CUKUP BARU AKU LANJUTIN.


AUTHOR POV***


Eni terlihat mencak-mencak kesana-kemari di dalam kamarnya bukan ini yang ia mau malah berujung ke pernikahan. Eni tuh ngga mau nikah ya emang sih Eni yang salah tapikan Eni juga ngga tahu kalau jatuhnya bakal kek gini


Tuh cowok juga malah setuju-setuju aja kayak ngga punya beban di pikir nikah biayanya kagak banyak apa?!


Tok..tok..tok..


Eni merapikan rambutnya lalu membuka pintu dengan rileks menatap wanita paruh baya di hadapannya yang sedang tersenyum manis menatapnya.


"Ada apa mom?" Tanya Eni pelan. Mama Eni hanya tersenyum lembut dan menggeleng.


"Boleh mom masuk." Eni membuka pintu sedikit lebar. Mama Eni masuk dan duduk di tepi kasur sang putri semata wayangnya. Mengelus rambut hitam anaknya dengan kasih sayang, berat tapi bagaimana lagi hal ini sudah di rencanakan sejak bertahun-tahun lalu Eni sudah besar sudah bisa menganalisis keadaan keluarganya yang dulu.


"Mama mau cerita." Ucap Mama Eni lembut Eni menatap mamanya dengan dahi berkerut.


Menghirup napas pelan dan mengehembuskan dengan sedikit gusar menatap kedua rentina indah milik sang putri.


FLASHBACK ON*


Terlihat seorang gadis manis tengah duduk di bawah pohon rimbang belakang sekolah tengah asik membaca buku dan memakan cemilannya. Hanya di taman belakang dia bisa merasa tenang tanpa ada nyinyiran dan ejekan dari teman-temannya.


Ting...Ting...Ting...


Bel masuk berbunyi Indah buru-buru membereskan buku dan jajan-jajannya.


Tangan Wendy sudah penuh dengan berbagai cemilan banyak tatapan menghina dari semua murid yang melihat Wendy di sepanjang koridor. Wendy hanya menunduk tak berani menatap balik mereka.


"Udah gendut dekil lagi ngerusak pemandangan aja sih." Cemoh Siswa memakai almamater OSIS.


"Iya tuh lihat aja tuh lemak di pelihara hahaha." Ejek siswi berambut pirang.


Membuta semua murid di koridor menertawakan si gendut Upik abu.


"Aduh-duh mata gua ternodai lihat gentong berjalan hahaha."


"Eh eh kayaknya mau nangid deh tuh upik abu lihat-lihat matanya merah cuyy!" Heboh siswi berambut pirang tadi.


Wendy tak sanggup indah berlari menerobos manusia-manusia tak punya hati itu menabrak semua orang didepannya tanpa peduli pekikan kesakitan karena terjatuh akibat serudukan badan Wendy.


Terus berlari menuju toilet Indah ingin menangis selalu saja seperti ini. Apa salahnya ia tak pernah mengganggu mereka ia tak pernah menyulitkan mereka lalu kenapa mereka selalu mengusiknya.


Apa yang Wendy lakukan selalu salah di mata mereka walaupun itu hal baik. Mereka memang tak punya hati.


Butiran-butiran kristal bening luruh turun menghasi kedua pipi chubby Indah yang sudah memerah menahan tangisnya.

__ADS_1


Masuk ke bilik toilet lalu mengunci rapat menangis menjadi-jadi menumpahkan semua bebannya.


Pulang sekolah


Wendy pulang dengan sepeda kesayangannya mampir dulu ke toko kue mamanya untuk bantu-bantu. Bernyanyi kecil mengikuti alunan musik di headset yang menyumpal kedua telinganya.


Saat mau ke belokan Wendy tak sengajah melihat gadis seusianya mau menyebrang jalan dengan pandangan kosong. Sudah banyak yang mengklakson untuk minggir tapi tak di hiraukan oleh gadis itu Wendy jadi was-was. Wendy turun dari sepedanya berlari kearah gadis itu saat melihat mobil sedan berjalan dengan kebut-kebutan.


"AWAS!!!!" Teriak Wendy memborong gadis itu.


BRAK!


Bunyi tabrakan sangat keras tubuh Wendy terpental beberapa meter dari mobil tadi yang spontan berhenti banyak warga mengerubuni mereka sedang gadis yang di dorong tadi pingsan sangking syoknya.


Drah terus mengalir keluar dari tubuh Wendy kesadarannya sudah tidak ada banyak luka-luka di sekujur tubuhnya terutama badannya.


Dua gadis itu di bawah ke Rumah Sakit indra mayu Jakarta pusat. Seorang gadis imut tengah terbaring di brangka Rumah Sakit matanya menutup dengan damai tidur lelap seperti tak ingin bangun lagi.


Sedangkan di pinggir brangka dua orang paruh baya menangis tak menyangka saat pukul 16.59 tadi sore dikabarkan anak mereka mengalami kecelakaan. Ibu Wendy menangis histeris abak semata wayangnya tengah mengalami masa kritisnya Wendy....koma.


Belum ada pasti kapan Wendy akan bangun. Ayah Wendy melihat keadaan putri kesayangannya tengah berbaring tak berdaya merasa gagal menjaganya hatinya teriris sakit melihat perban di sekujur tubuh putri kecilnya.


Padahal pagi tadi mereka baru saja bercanda gurau masih menjadi keluarga utuh.


FLASHBACK END*



Eni terdiam membisu ternyata masalalu mamanya begitu menyakitkan.


Wendy tersenyum lembut lalu mengelus surai hitam anaknya.


"Ayah kamu dulu anak geng motor dulu Ayah kamu orang yang paling dingin di sekolah. Ngga ada cewek yang berani mendekatinya melirik pun takut-" Belum sampai selesai Eni sudah menyelah.


"HAH JINJAYO!! Ihhh... Mama bercanda ya Ayahkan orangnya lembut ngga dingin."


Ucap Eni heboh sendiri.


"Sayang ngga semua yang kamu lihat di luar itu benar, semua orang memiliki topeng mereka masing-masing untuk menyembunyikan masalahnya." Ujar Wendy bijak.


"Trus giman mama bisa sama Ayah?"


"Mangkanya kalau ada orang bicara jangan di sela dulu." Tutur Wendy lembut. ini nih yang Eni suka dari Mamanya ngga pernah membentak nya sesalah apapun Eni hehehe.


"Waktu itu Mama ngga sengajah numpahin saus ikan yang mama bawa buat bahan praktikum Sbk ke seragam Ayah kamu. Ayah kamu marah dia lihat mama tajam banget buat mama pingin nangis aja kalau inget tatapannya waktu itu. Ayah kamu pergi gitu aja dari kantin semua murid di kantin nyorakin mama.


Sejak saat itu fans-fans Ayah kamu makin menjadi-jadi bully mama dan sejak kejadian di kantin juga mama ngga pernah ketemu lagi sama Ayah kamu. Sampai mama pengen nyerah buat kedua kalinya mama pengen nyusul nenek kamu aja disurga dan saat itu Ayah kamu dateng entah darimana nyelametin mama, dia marah mama cuma berpikir pendek engga meduliin orang yang masih sayang sama mama contohnya nenek dan kakek kamu! Dan untuk pertama kalinya mama lihat Ayah kamu bicara panjang. " Entah kenapa tiba-tiba airmata Wendy jatuh begitu saja dia memang cengeng sejak dulu.


Tak menyadari ada orang yang mendengar sendari tadi cerita kedua bidadari nya. Justin membuka pintu kamar putrinya belan istrinya tak menyadari mengkode putrinya sedangkan Eni hanya menganggukkan kepalanya pelan.


Justin memeluk hangat tubuh istri kesayangannya. "Kenapa menangis hmm?"Suara bas dan napas mins Justin tercium di hidung Wendy. Eni tersenyum-Senyum tak jelas melihat kemesraan kedua orangtuanya.


"Ma!Yah! Jadi kan buat adik untuk Eni." Tanya Eni antusias. Menatap berharap kepada orang tuanya.


Wendy tersenyum lembut sedangkan Justin melihat memuja istrinya dari dulu sampai sekarang istrinya selalu lembut itu yang Justin suka. Sifat keibu-ibuan selalu melekat di istrinya. Mencium pipi kanan istrinya tanpa tahu malu di depan putrinya sedangkan Eni bersikap lebay menutup matanya dengan kedua tangan tapi di tengah-tengah rengang sehingga memperlihatkan satu mata.

__ADS_1


"Doain aja ya sayang Ayah akan berusaha lagi." Ucap Justin tanpa dosa dan mendapat hadiah cubitan maut di perut sixpack nya.


Eni bersendekap dada mengembungkan kedua pipi chubby nya." Ayah sama mama mending keluar ini tuh kamar orang jomblo tolonglah mengerti perasaan Eni yang cetar membahana ini." Ucap Eni dramatis menirukan adegan di sinema di Indosiar.


Kedua orangtua Eni tertawa bahagia melihat putrinya tumbuh dengan baik. Lalu memutuskan kekamar mereka.


KEESOKAN HARINYA.


. Terdapat kehebohan di rumah tetangga Allan bahkan suara merdu calon istrinya sampai terdengar sangking mengelegarnya. Kedua orang tua Allan hanya tersenyum maklum Eni memang gadis unik wajahnya perpaduan antara Justin dan Wendy sedangkan sifatnya entah menuruh siapa? Justin dulu cowok dingin dan kejam jika di medan perang (tawuran) Justin wakil geng mereka dulu sekarang sudah menjadi geng anaknya.


Wendy gadis imut nan pemalu, sopan dan lembut jika bicara.


Sedangkan Eni tidak ada mirip-mirip nya dengan Wendy sepertinya Eni gadis bar-bar tapi tertutupi oleh paras ayu nan imutnya. Allan turun dari tangga menuju meja makan.


"Pagi dad mom!" Sapa Allan dengan wajah triplek nya.


"Morning too boy." Balas Indah mama Allan memberika roti isi kacang dan coklat kepada putra dinginnya.


Allan menurunkan sifat suaminya saat masa-masa sekolah dulu sedangkan si kembar lebih ke menurunkan gennya tak dingin juga tak ramah.


"Abang kemana Dad?"


"Berangkat duluan ada pertemuan dengan dosennya."


Allan mangangguk-angguk kepala singkat lalu memakan rotinya dengan rakus lalu berdiri berpamitan menuju sekolah.


Mengendarai si Black seperti orang mau mati tak memperdulikan teriakan dan umpatan dari pengendara lain.


Ayolah Allan ingin sedikit bersenang-senang. Sampai sekolah menaiki lift lantai 07 rooftop tempat teenyaman buat nenangin diri.



----_---------------------------------------


Seorang pria paruh baya melihat datar anak dari bosnya. Ya ia Jakson tangan kanan ayah Indah.


"Ayah dan ibu nona sedang menuju ke Singapura untuk melihat cabang disana nona." Ujar Jakson sopan namun dengan wajah datar.


Gadis berambut pirang itu menghela napas berat selalu seperti ini apakah jika ia mati orang tuanya tidak akan sedih. Ah, Indah lupa yang ada di otak mereka kan hanya uang dan kekuasaan.


"Bagaimana dengan gadis yang menyelamatkan ku tadi?" Tanya Indah.


"Dia mengalami koma akibat pendarahan di otak dan kemungkinan jika dia sadar mengalami hilang ingatan nona!"


Indah meremas tangannya. "Apa papa tahu tentang ini?"


"Tidak semua sudah saya urus."


"Jakson."


"Ya."


"Kau sebenarnya memihak siapa aku atau Ayahku? Kenapa kau selalu melindungi ku dari amukan Ayah?"


Jakson dia cukup lama lalu menjawab dengan menatap lurus ke depan."Karena anda mirip seperti mediang putri saya."

__ADS_1


Hening tidak ada percakapan Jakson pamit mengangkat telpon dari Ayah Indah.


__ADS_2