
**MISI-MISI NUMPANG LEWAT YEEE ROY MA STARLAπ
VOTE, KOMEN AND FOLLOW AKUN INI π**
GOMAWO HAPPY READING πππ
23.40 pm.
Suara bising kembali lagi sabtu malam minggu waktu bagi kau millenial menghabiskan waktunya. Di tempat biasa area balap sorak-sorakan dari dua sisi mobil yang ada di tengah jalan.
Starla berteriak mendukung sang pujaan hati tercinta. Do'a sendari tadi ia panjatkan kepada Tuhan agar calon imannya senantiasa di lindungi dari mara bahaya.
Brum
Brum
Kedua mobil sport saling adu suara mesin membuat sang hawa berteriak histeris. Dua pemimpin dengan kharisma memikat jiwa.
Cewek dengan body aduhay tengah berjalan di antara kedua mobil tersebut mengangkat sapu tangan lalu menjatuhkannya sebagai tanda mulai dalam hitungan ke tiga.
Teriakan dan sorakan semakin keras terdengar mendukung kubu masing-masing. Roy dan Desta melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Saling salip-menyalip mobil satu sama lain saat di belokan menuju garis start Desta dengan sengajah menabrakkan bemper mobilnya ke mobil Roy walau tak kencang namun juga bahaya.
Roy berdeci "Ck, licik kakak ngga suka." Ujar Roy dengan suara di imut-imut kan.
Saat mobil Desta menghindari mobil lain Roy menginjak gas menambah kecepatan penuh meninggalkan Desta yang mengumpat kasar. Mobil Roy melewati start lebih dulu. Teriakan dan sorakan dari geng Cloos senang bahkan ada yang membuat Yel-yel ala-ala banci di perempatan.
Roy Keluar dari mobilnya sambil mengarahkan rambut ke belakang dengan tangannya. Caper dikit kagak napa-napa ye kan.
Starla berlari dengan kencang menubruk badan Roy untung pertahanan Roy kokoh jadi ngga roboh.
__ADS_1
"Alhamdulillah kamu ngga kenapa-kenapa aku khawatir banget." Lirih Starla mengeratkan pelukannya.
Diam-diam hati Roy menghangat ah sudah lama tidak ada yang mengkhawatirkannya. Orang tuanya mana peduli mereka sudah sibuk dengan keluarga masing-masing.
Bibir Roy tertarik tipis sampai semua orang ngga liat. Membalas pelukan sang gadis yang ia klim sebagai miliknya semenjak ciuman pertamanya.
Starla melepas pelukannya walau tak relah wajah cemberut ia pasang bibir sudah di monyong-monyongin kode keras minta di Chi*ok
Menggeleng singkat Roy mengelus rambut halus sang jelita.
"Kenapa hmm?" Suara deep voice Roy keluar. Ughh.... seksi, bikin otak treveling.
"E-engga kok M-mau makan aku bawa sosis bakar." Tawaran yang menggiurkan
Roy menganguk kepala pelan menarik kurcacinya untuk duduk di kursi pinggir jalan. Starla tersenyum manis pipinya merona merah jujur sudah lama ia mengingatkan hal seperti ini perjuangannya selama 3 tahun ini tak sia-sia.
Starla tahu Roy sebenarnya cowok yang lembut tapi karena perceraian kedua orangtuanya Roy menjadi kasar. Roy pihak yang paling terluka akibat keegoisan orang tuanya.
Ah, mungkin saat itu Roy belum mengalami masa sulit karena Roy sering tersenyum saat menyapanya di koridor dulu. Mungkin Roy sudah lupa tapi Starla tak pernah lupa akan cinta pertamanya itu sebabnya ia selalu mengejar cinta sepihak.
"Kenapa malah diem? Kerasukan sampe senyum-senyum sendiri." Tebak Roy dengan satu alis terangkat.
Starla menggelengkan kepalanya."Engga cuma inget kenangan kita dulu." Pipi Starla merona. Kedua tangannya menutupi pipi merahnya sambil cekikikan sendari.
Apa katanya kenangan kita dulu memang Roy pernah melakukan apa? Kini kedua alis Roy yang tertekuk sebenarnya ada apa dengan kurcaci ini. Tangan kiri Roy di telulur mengecek dahi si pendek di depannya hmm.. sedikit panas untung tidak panas jadi kadar kegilaan sang gadis tak akan nail level.
Jujur Roy tak pernah bisa membaca jalan pikiran Starla dari kelas 10 hingga kini kelas 12 sikap Starla suka di luar nalar terkadang agresif bak singa betina yang sedang kelaparan mengejarnya hingga ke markas yang isinya cowok semua. Terkadang malu-malu kucing saat tak sengajah ia tatap. Tapi akan menjadi garang jika melihatnya luka karena tawuran mengasi siraman rohani yang tak kunjung selesai satu hari hingga telinga nya panas.
Sungguh rumit jalan pikiran betina, suka sekali mempersulit hidup.
__ADS_1
"Udah, ayo duduk perutku udah laper." Rengeknya Roy jadi geli sendiri.
Roy menurut saja karena tak ingin singanya mengamuk. Starla mengeluarkan dua kotak bekalnya yang isinya sosis bakar dan satu lagi cake.
Menyodorkan satu sosis ke arah Roy, Roy menerimanya.
"Enak." Puji Roy. Ya, masakan si pendek ini memang selalu enak jadi tak di ragukan lagi kadar calon istri yang baik.
"Makasih." Ujar Starla malu-malu marmut.
Starla memakan sosisnya dengan lahap ia sudah kelaparan sendari tadi.
Roy melihat si pendek dengan tatapan tak bisa di artikan. Mengelus kepala kurcacinya yang makan dengan tidak menjaga imagenya ah, ini yang akan ia rindukan.
Terkekeh kecil melihat cara makan gadis di depannya yang belepotan di kedua pipi.
"Tetep di sisi gua ya Tar jangan pernah pergi. Jangan tinggalin gua." Pinta Roy dengan suara serak.
Starla melihat Roy dengan tatapan polos lalu tersenyum manis.
"Pegang kata-kata ku Roy satu tahun sesudah lulus aku akan cepet-cepet halalin kamu." Ucapnya ngawur sambil mengedipkan sebelah mata genit lalu melanjutkan acara makannya.
Sungguh pipi Roy sudah memerah padam. Hay apa ini Roy malu seorang Roy ketua geng yang terkenal bengis sedang malu. Luntur sudah harga diri Roy di depan kurcacinya.
Tapi tunggu sepertinya Roy agak janggal dengan kata-kata barusan......
"Satu tahun sesudah lulus aku akan cepet-cepet halalin kamu."
What the hell.... ah, agaknya ada kekeliruan di sini. Harusnya kan pihak laki-laki yang melamar kenapa pihak perempuan Roy memijat pelipisnya mulai gila sudah si pendek ini.
__ADS_1
Roy tak tahu jika kata-kata Starla barusan di dengar oleh semua anggota geng nya. Dari Awal hingga akhir saat Roy menunduk malu. Wah mungkin sebentar lagi akan ada Kang Bucin nih.