LLAN-NI

LLAN-NI
LLAN-NI #08# KETAHUAN*


__ADS_3

"Cinta, sayang, suka tiga hal yang berbeda!" -Rahman


"SUKA singkatan dari Suka Duka Kita Bersama!" - Kenzo


"Bapak ku pernah bilang 'Kalau kamu mau ambil aja anak ku:(" -Ucap


"Kasihan"


"Saya turut berdukasuka ya."


"Kamvret."




Pagi ini Eni berangkat dengan hati gembira pasalnya video Eni pas kemarin malam ternyata viral Followers IG nya pun meningkat drastis otw jadi Selebgram nih.


Memarkirkan mobilnya Eni berjalan sesekali menyapa adik atau seangkatan yang lewat padahal tak kenal.


Wajahnya berseri-seri tanpa tau ada yang memperhatikan gerak-gerik Eni sendari tadi Keluar dari mobil.


Cowok berperawakan tinggi dengan mata elang yang tajam itu -Allan- menatap lurus ke arah Eni tanpa bisa di artikan.


Kelima temannya menatap binggung ketua mereka pasalnya jika suka ya utarakan jika di tolak maka perjuangkan.


"Dilihatin mulu samperin napa?" Ucap Kenzo mulai jengga dengan ketua o'on nya ini sudah tiga hari Allan menguntit cewek baru yang terkenal bar-bar namun memiliki senyum manis memikat.


"Iya kalo suka ya perjuangin atuh pdkt dulu." Saran Keano Ucup dan Justin mengangguk setuju.


"Ngga segampang itu." Ketus Allan bawahannya ini mengganggu saja.


" Ck! Lama lo udah sono samperin." Keano mendorong - dorong bahu Allan dan di hadiahi tatapan maut.


Saat Eni masuk ke kelas nya barulah Allan beranjak pergi ke kelasnya. Diikuti antek-antek nya.


-


Karina hari ini berangkat lebih awal karena jadwal piket nya saat masuk ke kelas wajah semangatnya berganti dengan raut wajah datar.


Entah kenapa Karina selalu muak melihat wajah Karel akhir-akhir ini semenjak ia di permalukan di seluruh kelas.


Saat memulai menyapu tak sengajah tatapan Karel dan Karina bertemu entahlah Karina merasa tatapan Karel tersirat rindu dan penyesalan. Namun secepat mungkin Karina mengalihkan tatapan ke arah lain entahlah ia merasa............... Sesak.

__ADS_1


Mempercepat gerakan sapunya agar cepat selesai Karina sudah tidak kuat jika di kelas terus. Saat sudah sampai depan pintu Karina segera menyeroknya dan membuang ke tempat sampah, baru mau keluar kelas.


Tangan kirinya di tarik dari belakang dan Karina di sudut kan di dinding. Maskulin kayu jati hujan menenangkan indra pernapasan Karina mendongak ke atas berjumpa dengan kedua mata tajam namun menenangkan milik Karel.


Genggaman di pergelangan tangan Karina kini pindah menggenggam jemari kecil Karian menenggelamkannya ke tangan besar Karel.


"Mau sampai kapan lo ngejauh dari gua Rin." Ucap Karel serak dan rendah.


Karina tak bisa membalas sendari tadi jantung nya sudah maraton. Kedua pipinya sudah memerah. Karel maju selangkah mengikis jarak antara mereka membuat Karina gelagapan sendari.


Menyatukan kedua keningnya dengan kening Karina. Tangan kirinya mengangkat dagu Karina agar melihat matanya. Karel sudah menyerah ia tersiksa karena Karina menghindari nya semenjak ia menolak cinta nya.


Karina memejamkan mata tak mau menatap mata Karel Karina tak mau berakhir menangis lagi sudah cukup air matanya keluar banyak karena cowok di depannya ini.


"Tatap mata gua Rin." Karel menatap insten Karina tak lama mata Karina terbuka tanpa di sadari air mata kembali meluncur membuat hati Karel sakit.


Karel mengusap air mata Karina.


"Jangan nangis Rin gua mohon hati gua sakit saat lo nangis kayak gini gua ngga suka." Tutur Karel lembut mengecup lama kening Karian gadis yang sudah merobohkan tembok kokoh yang Karel buat selama ini.


Air mata Karina masih saja meluncur padahal sudah sekuat tenaga Karina menahannya. Karel melihat Karina lagi lalu memeluk lembut dan penuh perasaan. Tubuh kecil Karina saat pas di dekapan Karel. Nyaman hanya itu yang mereka rasakan.


Karel menciumi puncak kepala Karina dengan sayang seakan mereka baru saja bertemu dari sekian lama.


"Mulai hari ini lo jadi pacar gua Karina Aurora Bramansya." Ucap Karel lantang.


Eni "GUA BAPER GUA BAPER ASTAGA!"


Eni turut bahagia jika teman bolotnya itu sudah mendapatkan pasangan nya baru saja Eni mau melabrak Karel tapi tak jadi.


Tak lupa di abadikan dan Eni sher ke Grup kelas mereka. Bahagia kan harus bersama-sama alhasil grup kelas sudah ramai banjir netizen yang tak menyangka akan resminya hubungan Kedua Tom & Jerry itu.



Karina sendari tadi menatap tajam Eni gila saja baru juga jadian seluruh kelas sudah tahu siapa lagi biang keroknya.


"Ngeselin banget sih lo Eni." Karina menggembungkan kedua pipi bakpao nya sedangkan Eni hanya cengengesan tak berdosa.


Karel menggeleng pelan. "Lo semua pesen aja yang lo suka nanti gua yang bayar." Sorakan meriah meramaikan kantin kali ini pasalnya satu kantin di privat kan untuk kelas IX MIPA 03 oleh Karel. Sultan ma bebas!


Karina menunduk malu menyembunyikan rona merah di pipinya. Eni yang menyadari bau-bau obat nyamuk pun pindah kursi ke tengah enak saja ia di jadikan nyamuk.


"Maaf" Karel mengernyit bingung kenapa Karina meminta maaf?!

__ADS_1


"Kenapa minta maaf?"


"Itu karena aku kamu sampe harus privatin kantin buat anak sekelas." Mata Karina sudah berkaca-kaca kan namanya pemborosan dipikir tidak mahal apa Boking satu kantin selama satu jam.


Karel tersenyum geli andai saja ia tahu sifat musuh bebuyutannya ini gemasnya minta ampun sudah ia pacari sejak SMP.


"Aku ngga akan bangkrut cuma buat boking kantin sayang." Karel mencium dahi Karina memejamkan mata menikmati waktu yang ada.


Eni mah sabar Eni mah tabah! Kalimat yang selalu Eni rapalkan di hati bagaimana tidak hampir satu kelas berpacaran dengan anak kelas sendari juga.


Eni memesan banyak makanan menghiasi mejannya belum lagi yang di bungkus buat pulang biar bangkrut tuh si Karel. Sok kaya. Ngga sok kaya sih kan Karel pewaris tunggal perusahaan Mansya Company yang bergerak di tiga bidang belum lagi warisan dari pihak sang Mama Kakek dan Nenek.


Eni memanyunkan bibir kesal juga jika sendari ah dia lagi Eni sebenarnya tahu sejak kemarin ada yang memata-matai nya minta di gampar dia.


Mempercepat makannya tak lupa membawa beberapa Snack Eni terlihat mau ke Toilet melirik ke belakang masih mengikuti. Ke ruang band membagi-bagikan Snack nya ke cowok tak kenal di buat kenal aja, lalu ke taman belakang masih mengikuti juga saat di belokan Eni sengajah menunggu.


Brak!


Tubuh Allan refleks menghindar lumayan juga beladiri nya. Cewek manis yang ia untit tiga hari ini tengah berada di depannya melihat ia garang namun jatuhnya mengemaskan di mata Allan.


"Lo ada masalah sama gua?" To The Poin


Eni melipat kedua tangan di bawah dada.


"ngga." Allan tak mempertahankan wajah datarnya.


"Terus kenapa lo nguntit gua selama dua hari ini?"


"Suka!"


"HAH!" Singkat padat dan jelas namun tak bisa di cerna oleh otak kecil Eni.


"Ngomong yang jelas."


"Gua suka sama lo." Kata mama kan harus jujur Allan udah jujur.


Eni melongo melihat cowok di depannya ini Eni tarik semua kata-kata memuja bak dewa Eni lagi nyatanya orang nya nyebelin.


"Lo gila ya?" Yang di tanya menjawab dengan gelengan.


"Serius?" Tanya Eni memastikan jika Eni jadi korban Prank kan tak etis walau Eni tak punya malu.


Allan memberi coklat dan Bunga hasil nyolong punya tukang kebun sekolah.

__ADS_1


memberikan nya ke Eni sebagai tanda cinta tenang saja jika teman Eni di hadiahi Kantin maka saat Eni nanti Allan akan mengajak kelasnya dan kelas Eni berlayar di kapal persiar selama empat hari tiga malam.


Eni sudah seperti orang bodoh sekarang apa Eni baru saja di tem-bak cowok jinjayo aaaaa... eomma!


__ADS_2