LLAN-NI

LLAN-NI
LLAN-NI#14# TUNANGAN*


__ADS_3

"Terkadang mata tak akan bisa berfungsi. Apa yang ditangkap dengan penglihatan tak selamanya benar, kebohongan,dusta, juga bisa timbul dari mata. Sumber kebencian juga bisa timbul katena penglihatan mata." Karina


"Disaat sahabat atau pacar siapa yang kau pilih." Eni.


"Kau tahu tak ada yang bisa kau percaya disaat kau susah kau hanya bisa percaya pada diri sendiri. Kau hanya bisa percaya pada sekitar mu saat duniamu baik-baik saja. Mereka akan hilang begitu juga dengan kepercayaan." Sisil



Malam ini menjadi malam yang istimewa dan terindah bagi dua keluarga besar Eni dan Allan tak menyangka dua anak emas mereka sudah memulai sebuah hubungan yang serius dan tak biasa.


Dalam suatu hubungan bukan tentang kesetiaan saja yang akan di uji tapi tentang siapa yang lebih bisa mempertahankan hubungan itu. Berpisah adalah pilihan terakhir yang tak mampu di capai, tapi untuk apa mempertahankan jika saling menyalahkan dan tak percaya satu sama lain. Bersikap baik-baik saja padahal menyimpan luka yang mendalam.


Semua manusia memang pernah berharap tapi untuk apa berharap pada hal yang tak ada menjamin kebahagiaan.


Keputusan adalah simbol keberanian membuat keputusan tak bisa gegabah.


Mulut adalah musuh terbesar karena dari kata-kata yang di keluarkan mulut bisa membunuh tanpa menyentuh.


Pertunangan Allan dan Eni berjalan dengan lancar mereka tak mengandung banyak orang hanya keluarga besar dari kedua pihak, sahabat akrab dan kolegen bisnis.


Allan memutuskan untuk tinggal di apartemennya tak mungkin mereka berdua masih menumpang di rumah orangtuanya. Hay... Allan tak semiskin itu Allan sudah memiliki 4 restoran berbintang dan 2 hotel di Semarang dan beberapa cafe sebagai topping sumber uangnya. Jangan remehkan anak ingusan ini.


"Kamu capek." Kata Allan lembut mengelus rambut hitam kecoklatan Eni. Dan di balas anggukan kepala dengan puppy eyes imut dari Eni.


Allan mencubit kedua pipi Chubby Eni dengan sayang selesai tukar cincin mereka berdua duduk-duduk di taman belakang di temani beberapa Dessert.


Eni meminum jus Apel nya sedangkan Allan melihat Eni penuh damba malam ini Eni tampil anggun dan cantik menggunakan dress putih di bawah lutut dengan pernak-pernik bunga serba putih juga renda-renda bewarna pink salju, dan bandu bulat terbuat dari bunga asli bewarna pink salju entahlah Allan tak tahu bunga apa itu bauh nya harum alami dan tahan lama. Cantik sangat cantik.


Eni yang merasa di perhatikan sendari tadi menoleh ke arah cowok dingin di sampingnya. Yang sedang melihatnya emmm.....dengan Cinta oh WOW apakah sebesar itu pesona Eni? Eni jadi malu kan kalau di pandangi terus kedua pipu Eni memerah malu.

__ADS_1


Entah kenapa tatapan Allan berfokus ke bibir tipis pink rasa Cherry milik Eni. Melihat kepada sang pemilik dengan dalam meminta persetujuan saat Eni mengangguk singkat Allan mulai memajukan wajahnya.


Dekat.....


Semakin dekat.....


dan....


CUP!


Bibir tebal Allan mendarat tepat di bibir tipis Eni ******* pelan dan lembut. Ah, Allan bisa gila bibir Eni memang benar-benar pas di bibirnya mungkin bibir Eni akan menjadi candu baru bagi Allan. Manis benar-benar manis Allan mulai menggigit kecil bibir bawah Eni mengode untuk membuka mulut dan saat bibir Eni terbuka lidah Allan dengan nakal mulai mengabsen deretan gigi rapi Eni, mengajak lidah Eni tuk berperang lidah, menggelitik rongga atas mulut Eni dengan lidahnya. Menekan tengkuk Eni dan semakin menarik pinggang Eni semakin merapat pada badan Allan.


Mereka tenggelam dalam kenikmatan ciuman liar Allan Eni hanya pasra toh Allan akan menjadi suaminya. Tanpa mereka berdua ketahui ada dua sejoli yang menyaksikan kegiatan mereka dari belakang.


Lelaki itu berdecak mengumpat sendari tadi akan tingkah Allan yang tak tahu tempat sedangkan si cewek terkikik geli melihat sang kekasih dengan wajah masamnya ah.. sebentar lagi bayi besarnya akan merenggek kepadanya lihat saja..


"Sayang." Aduh Roy dengan wajah memelas menatap sang istri.


"Bayi Starla mau apa hmmm." Roy berdecak kesal lalu melihat istrinya dengan muka kucing andalannya sedangkan Starla tersenyum geli melihatnya.


"Mau kunjungi baby!" Balas Roy dalam dengan suara serak membuat Starla mengacak-acak rambut sang suami.


"Pulang yuk udah malam juga." Ajak Starla bisa kacau nih pesta jika bayinya ngamuk.


Roy menganggukkan kepalanya semangat lalu mengendong sang istri ala Bridal style menuju mobil mereka.



Pukul 23.00 Allan dan Eni sampai di apartemen besok barang-barang mereka akan di antar ke sini.

__ADS_1


Allan masuk ke kamar mandi dan Eni melangkah ke dapur tadi mereka sempat mampir di rumah makan Padang. Entahlah Eni sedang ingin makan nasi padang memindahkannya ke dalam piring dan membuta Es jeruk manis.


Menatanya di meja makan dan membawa beberapa cake coklat dan susu coklat hangat untuk nanti mereka bersantai di kamar. Tenang mereka aman kok walau belum nikah mereka hanya tidur satu ranjang tidur yang benar-benar tidur tidak neko-neko.


Meletakkan cake dan susu coklat di atas nakas lalu menyiapkan baju dan celana santai untuk Allan lalu bergegas menuju kamar mandi bawah. 15 menit Eni sudah rapi dengan Hoodie kebesaran milik Allan dan celana boker pendek.


Allan sudah duduk di meja makan meminum Es jeruknya. Tersenyum manis saat Eni datang.


"Aku kelamaan ya mandinya?" Tanya Allan yak enak hati Eni hanya menggeleng lalu tersenyum.


"Makan yuk dah malem kamu pasti capek." Mereka makan dalam diam. Lalu menuju kamar menyalahkan TV di dalam kamar Eni memberikan susu coklat ke Allan dan di balas kecupan singkat di dahi Eni.


"Enak." Puji Allan tubuhnya jadi rileks ah senangnya punya istri pantas saja Bang Roy kebelet nikahin kak Starla. Setiap hari ada yang merhatiin kalau sakit di rawat saling terbuka satu sama lain.


Setelah berbincang-bincang singkat dan tertawa terbahak-bahak karena serial di Tv Eni tertidur dalam pelukan Allan.


"Night sweety mimpi indah!" Allan mencium dari Eni lama menyelimuti tubuh mereka merengkuh tubuh mungil Eni dalam pelukan hangatnya.


Senyum tercetak di wajah kedua sejoli tersebut.


TAYPO BERTEBA**RAN**.


SI KEMBAR YANG MERESAHKAN 😣😣😣😣😣




CHIM DIEM CHIM IKAN🐠🐠🐠🐠🐠

__ADS_1



__ADS_2