LLAN-NI

LLAN-NI
LLAN-NI#13# Will you marry me!*


__ADS_3


AUTHOR POV*


Berkat aksi-aksi Eni yang tak pernah bisa di prediksi Club musik menawarkan agar Eni masuk ke Club nya Eni tak masalah selama uang jajannya akan di tambah oleh Ayah tersayangnya.


Eni juga masuk Junior star grils julukan untuk junior yang memiliki fans banyak Eni menduduki peringkat 11 besar. Beri tepuk tanganπŸ‘πŸ‘


Akun Ig Eni di banjiri Dm dari fans berbagai kelas bahkan anak gedung 1 dan 3 juga ada yang mem-follow akunnya senangnya berasa artis dadakan.


Mereka juga menyarankan untuk Eni membuat Channel YouTube tentu saja Eni mau tapi tidak sekarang nanti kalau ada waktu luang. Usaha Brownis nya juga lancar jaya banyak yang memuji enak dan ambil pesanan banyak Ayah dan Mamanya turut senang Ayah bahkan sudah membuat toko Brownis untuk nya nanti rencananya akan ia buka untuk karyawan ia mengambil dari siswi yang tidak mampu yang dapat beasiswa.


Ada tiga Siswi yang eni pilih tiga geng cupu dan kutu buku mereka sangat manis dan polos Eni kan jadi suka gemes-gemes gimana gitu. Mereka juga sopan manggil Eni kakak lagi kan Eni tuh jadi melayang ke angkasa hehehe..


"Kar nanti ke toko Brownis gua ya ajak Karel juga." Ucap Eni.


"Yooo, siapa kalau masalah geratisan apa sih yang gak hehehe." Cengirnya. Eni gokus ke Headphonenya mengirim chat ke calon suami apakah iya entahlah untuk mengajak antek-anteknya mampir ke toko Brownis nya setelah pulang sekolah.



ALLAN POV*


Allan melihat headphone nya tumben melihat chat masuk dari WA banyak nomor- nomor tidak di kenal ia memblokir semua nomor tak penting.


Padahal Allan sudah ganta-ganti nomor masih saja mereka tahu. Mata Allan


langsung membola berbinar-binar benarkah Allan tak menghayal kan. Eni calon istrinya memberi kabar gembira.


...CALON ISTRI πŸ₯🐰...


Online


Nanti plng sklh mampir ke toko Brownis ajak temen"" lo


Sherlock lokasion


^^^Ok! Mau di bwhn apa?^^^


Bawa uang yang banyak!


Buat bayar makanannya}:‑)


^^^Uang aku udh bnyk sayang😘^^^

__ADS_1


Read


Allan tersenyum-Senyum tidak jelas membuat para bawahannya menatap ketua mereka dengan tatapan seakan-akan Allan tengah kesurupan. Ucup dan Keano kompak mencekal pergelangan tangan Allan Kenzo tengah memegang air mineral membaca mantra-mantra tak jelas lalu meminumnya siapa menyemburkan jika Allan tak langsung menendang tulang kering Kenzo yang mengadu sakit dan berguling-guling di lantai beskem geng Scorpio.


Justin si maknae tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan riah.


"Nanti pulang sekolah kumpul di toko Brownis Eni di jalan Sultan Agung."


"GERATISKAN!" Teriak Ucup dan Justin semangat. Di balas deheman dari Allan.


Ting...Ting...


Bel masuk berbunyi Allan dan antek-anteknya bergegas ke kelas hari ini ke leb Biologi mereka akan membelah kodok dan kadal sebagai percobaan.


Allan memutar bola matanya malas kenapa banyak sekali badut Ancol sih di sekolah ini lama-lama Allan tutup juga mampus da nih sekolah. Pake make up tebel kek tepung terigu ngga singkron sama warna tangan, baju di ketatin rok di pendekin kekurangan bahan.


Mau ke sekolah apa mau ke Clubbing sih.


"Justin ngga suka sama mereka cewek tuh kotdartnya di kejar bukan mengejar." Celetuk Justin polos membuat Trio gila menepuk dada bangga hasil didikan mereka.


"Itu baru didikan gua." Ucap Keano bangga.


"Adik gua anjirr." Kata Ucup.


Allan dan Rahman memutar bola mata malas. Masuk ke lab dan memulai praktek mereka.


ALLAN POV END*


AUTHOR POV*


Eni tersenyum haru kepada kedua orangtuanya dan teman-teman yang berkenan hadir beserta ketiga pelayan tokonya.


Ucup,Kenzo, Keano, dan Justin berteriak heboh dan tepuk tangan seperti orang bodoh. Allan memberi bingkisan yang ia pesan dadakan tadi dari online.


Karina tersenyum bahagia tak sabar mau makan gratis sedangkan Karel memeluk pinggang pacarnya posesif dan menatap antek-antek geng tak jelas pembuat onar di sekolahnya dengan tajam membunuh.


Mereka masuk dan duduk di meja bundar Karel dan Karina tak duduk bersama Allan karena Karel tak mau dekat-dekat dengan geng Allan Ilfil katanya. Karina tak masalah yang penting dia bisa makan gratis.


Sisil, Ince, dan Imel pelayan toko Brownis Eni menyajikan berbagai macam Dessert


dan minuman soda tanpa mereka tahu ada sepasang mata tajam menatap Sisil dengan tatapan tak bisa di artikan.


Rasa...... Penyesalan dan rindu.

__ADS_1


Karina memakan anekah Dessert dengan semangat Karel sesekali mengusap bibir Karina yang belepotan sesekali terkekeh kecil melihat tingkah sang kekasih yang menurutnya lucu lalu mencium singkat pipi Karina yang mengembung bak ikan buntal.


Keano, Kenzo, dan Ucup menatap iri ke arah pasangan yang beberapa minggu telah resmi menjadi The Coppel Romantis akibat keposesif an Karel seatan Karina adalah separuh jiwanya.


Eni datang dengan senyum manisnya membuat debaran jantung Allan makin meningkat bahkan telinga Allan sudah memerah tanda malu dan grogi.


"Makasih ya kak udah mau datang." Ucap Eni tulus. "Makasih juga kadonya gua suka." Lanjutnya menatap Allan dengan senyum kecil membuat para pelayan Allan bersorak Alay.


Allan membalas senyum Eni dengan deheman dan mengangguk singkat Eni tahu jika cowok sok keren di hadapannya ini sedang mencoba tetap cool di hadapannya.


Eni sengajah menatap mata Allan dalam ingin melihat reaksi Allan yang katanya dingin dan tak tersentuh. Wajah Allan sudah merah padam dan kaku teman-temannya memilih pindah meja membiarkan bos mereka yang sedang kasmaran.


Rasa gugup sudah menggerogoti Allan tak tahu harus membicarakan apa suasana mulai canggung sedangkan cewek manis di depannya tak melepas tatapan dalamnya.


"Ehem... s-sukur deh lo suka."Balas Allan sedikit gagab. Eni tersenyum devil tanpa Allan tahu rencananya berhasil Allan memamng memendam rasa padanya.


"Lo ngga suka manis ya?"Tanya Eni sok polos.


" Eh... E-engga kok sedikit suka." Ucap Allan gelagapan. Eni tersenyum anggun mempesona membuat Allan menatap penuh puja kepada cewek di sampingnya.


"Ada yang mau gua omongin." Raut wajah Eni seketika menjadi datar Allan tambah gugub dengan suasana Arkword saat ini.


"Pertunangan akan di adakan nanti malam di rumah gua barusan Mama Chat gua."


Allan menganguk kaku menatap Eni membuat Eni menekuk alis kanannya tanda bertanya. Allan perlahan mengeluarkan kotak kecil berwarna silver dari saku jaketnya.


Allan berjongkok dan bertumpu pada lutut kirinya di hadapan Eni menatap Eni dalam penuh damba. "Will you marry me?" Tanya Allan dengan suara bass nan dalam membuat semua mata yang ada di toko itu fokus ke arah kedua sejoli ini.


Eni cukup terkejut dan kagum dalam satu pandang terkejut karena awalnya Eni yang mengerjai Allan malah dia yang mendapat kejutan, dan kagum Allan cowok macho dan gentel (pemberani).


"Kalau gua nolak pun ngga bisa pada akhirnya gua juga sama lo!" Ucap Eni dengan senyum nakalnya dan menatap Allan menggoda. Ok. Eni mulai bar-bar!


Seakan tahu tanda bahaya Allan segera memasangkan cincin berlian 20kg ke jadi manis calon istrinya. Lalu duduk menatap Eni horor ayolah Allan tak akan bisa menandingi sifat bar-bar Eni tentu pada akhirnya Allan juga yang akan kalah tergoda.


"G-gua ma-masih perjakan ya a-awas lo ne-nerkam gua." Peringat Allan tapi dengan gugub. Eni hanya menyeringai misterius Eni tuh cewek yang nggak mudah di tebak Eni punya seribu cara buat menjerat lawan dan menjatukan semua harapan lawannya dalam seketika.


Teman-teman Allan bersorak senang sedangkan Rahman hanya tersenyum kecil tapi masih memandang gadis berkacamata yang menyusun Brownis-Brownis yang sudah jadi ke lemari kaca.


Sepertinya Ia akan menyusul Leadernya namun dengan cara Rahman sendiri


keputusannya susah bulat.Smik devil terpancar di wajahnya.


**DUKUNGAN KALIAN SANGAN BERARTI TINGGALKAN JEJAK SAAT MAMPIR KE CERITA YANG TAK BERGUNA INIπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


MAKASIH BUAT YANG UDAH DUKUNG CHIM USAHAIN UBDATE SESERING MUNGKIN 😘😘😘**


__ADS_2