
**VOTE, COMEN DAN FOLLOW 💖**
Sudah dua minggu keluarga Allan pindah ke kompleks baru. Nyaman sangat nyaman apa lagi jika setiap malam Allan selalu mengendap-endap melompati pagar pembatas kamarnya. Melihat wajah pulas sanv pujaan hati membuat debaran jantung meningkat seketika.
Bilang Allan pengecut ya ia akui itu tapi masa bodoh dengan pandangan orang yang Allan inginkan hanya melihat calon pacarnya apa salah?!
Ah, betapa anggunnya sang pujaan hati jika sedang tidur dengan posisi terbalik imut.Bucin ma bebas yak!
Sering kali Allan terlelap di kursi balkon kamarnya.
SMA BINTANG salah satu SMA bergengsi di Jakarta. Tentu saja kasta menjadi salah satu jalur masuk ke SMA tersebut. Kelas, gedung, fasilitas juga di bedakan tergantung Kasta.
"Woi ngapain bos bengong mulu?" Ucap Kenzo.
"Iya, diem mulu ntar kesambet lohh bos." Timpal Keano kembaran V BTS versi lokal.
"Lagi galau dia." Rahman yang sendari tadi membaca buku Fisika menimpali.
"Eh, bisa bicara juga lo?" Kaget Kenzo dramatis Rahman hanya berdecak lalu fokus ke bukunya lagi.
"Bos mana bisa galau kan bos sukanya ama si dedek." Celetuk Ucup yang sendari tadi sibuk dengan dunianya sendiri.
Allan tak menanggapi ocehan bawahannya yang tak berguna. Kenzo tampak berfikir dengan otak imutnya benar juga bos mereka kan gay bahkan tidak tegak saat di goda j*lang di Club.
Berdecak dan menatap bawahannya sinis Allan memilih pergi menuju warung pok Ami. Tempat tongkrongan anak anak bolos.
"Eh mau kemana lo?" Teriak Kenzo mengejar Allan. Begitu juga dengan ke empat budak nya tak lupa Rahman menggandeng tangan si maknae agar tidak hilang.
Justi yang sendari tadi makan jajannya hanya menurut di gandeng abangnya.
Rahman memang yang paling dekat dengan Justin sudah seperti abang sendiri. Rahman selalu memanjakan Justin.
Sampai di warung pok Ami Allan beserta antek-anteknya duduk di kursi pojok.
"Pok mie sama es teh biasa ya." Teriak Ucup memesan lalu melahap gorengan dengan rakus sudah kepalang laper.
"Buset kek orang ngga makan seminggu lo malu-malu in gua aja." Kenzo melempar kulit kacang ke Ucup.
Sedangkan Rahman mengelus rambut Justin yang tidur di pahanya tapi matanya fokus ke buku.
"Abang." Panggil Justin sedikit keras.
Sontak Keano,Kenzo, Ucup, Rahman dan Allan menoleh seketika ke arahnya.
Kenzo berdecak pinggang. " Lo panggil siapa dodol."
Plak!
__ADS_1
Allan menempeleng kepala Kenzo lalu menatap nya tajam. "Omongan lo."
Kenzo cengengesan tak jelas. "Sorry sorry mangil siapa sayang nya abang?" Sambil mengedipkan sebelah mata.Keano berlagak mau muntah.
"Kemarin gegarah ngga sengaja lihat bang Roy Justin ngga bisa tidur tau ish.."
Curhat Justin mengembungkan pipinya, Keano berdecak kesal.
"Ngapain lo lihat."
"Ya-ya kan Justin ngga sengaja lihat." Justin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Bego."
"Ngga papa Justin kan udah besar nanti juga Justin bakalan ngelakuin kayak bang Roy anggap aja itu Justin lagi les." Ucap ngawur Ucup dengan tampang tak berdosanya.
Kini Kenzo yang menempeleng Ucup kalo ngomong suka bener.
"Otak-otak B*k*p ya gini gila."
"Itu wajar Ken namanya gua cowok normal masih suka cewek." Balas Ucup mengusap-usap kepala belakang nya.
Tak lama pok Ami membawa pesanan mereka. Mereka fokus ke makanan masing-masing begitu pula Rahman yang sedang hikmat menyuapi bayi besarnya.
"Abang udah minum." Kata Justin.
Rahman mengambil Es teh Justin dan memberikan nya.
"Abang Rahman Ucup juga mau di suapin." Goda Ucup dengan wajah tololnya. Rahman memang yang tertua di antara ke lima temannya tak menanggapi hanya memutak bola mata malas lalu memakan makanannya.
Sedangkan Allan sedang berkelana dengan pikirannya. Kemarin saat ia bermain basket di taman belakang sekolah Allan tak sengajah bertemu dengan Eni pujaan hatinya. Gugup Allan gugup saat itu dan langsung pergi dengan wajah merah padam, ah memikirkannya kuping Allan menjadi merah merekah.
Tak menyangka Eni yang sekarang telah menjadi cewek bar-bar bukan malu-malu kucing seperti dulu bahkan saat pertama masuk Eni sudah menjadi Trending topik Akun gosip SMA BINTANG.
Keano yang menyadari ketuanya sedang malu pun berceletuk." Bos lagi bucin cuy." Suara Keano sengajah di naikkan beberapa oktaf agar semua anggota tahu lalu bersembunyi di balik Rahman sebagai tameng.
Rahman mengernyit dahinya lalu menatap Allan yang menatap Keano tajam ingin menguliti. Melihat telinga adiknya memerah pertanda malu itu pus tersenyum penuh arti. Adiknya satu ini sudah dewasa.
Kenzo yang sendari tadi mengimpor-ngompori tak henti-henti dasar setan.
Ucup yang bertepuk tangan dengan wajah bodoh nya.
Anggota juga bertepuk tangan bersyukur ketua mereka ternyata bukan gay . Allan menetralkan wajahnya tak memperdulikan para bawahannya yang iri dengannya. Mengeluarkan seputung rokok menyesap lalu mengeluarkan asapnya secara perlahan.
Ah, mengingat wajah bahagia sang gadis Allan jadi makin Kelepek-kelepek lagi. Memegang dadanya tuh kan Jangtung nya berdetak kencang. Berdiri dari duduknya lalu keluar warung lebih baik memantau calon pacar nya.
-
__ADS_1
Eni tak henti-hentinya memikirkan cogan yang kemarin ia lihat duh bahkan Eni tak bisa tidur tadi malam. Karina menaikkan alisnya bingung melihat makhluk di depannya ini.
"Kenapa lo kesambet?" Tanya Eni.
Eni menatap Horror Karina. "Sembarangan." Semprotnya.
Karina tak peduli ia memakan seblak pedasnya tak peduli. Eni baru ingat kenapa tak tanya ke Karina saja.
"Kar."
Tak ada sahutan
"Karina!"
Karina masa bodoh.
"KARINA!"
"apaan sih." Ucap Karina sambil mengusap-usap telinganya yang berdengung.
"Ck, alay lo sih gua panggil-panggil ngga nyahut.
"Apaan?"
"Kemarin gua ketemu jodoh gua." Karina mengangkat alisnya.
"Ish.. serius cogannya ganteng BANGET perutnya kotak-kotak ada delapan cuy." Untung tuh iler kagak Keluar.
"Ciri-cirinya? "Karina sedikit tertarik. Eni mengusap-usap dagu tanda berpikir.
"Tinggi, tatapan tajam, hudung mancung, wajah tegas, kulit kecoklatan nambah makin.... Seksi." Eni dah senyum-Senyum kek orang gila.
Karina tampak berpikir keras masalah nya ciri-ciri itu seperti anak kelas spesial.
"Dia anak kelas spesial." Ucap Karina enteng lalu melanjutkan makannya.
"Anjirr... Ganteng-ganteng banget gua juga mau kali masuk ke kelas tuh."
"Ngimpi."
"Sialan." Desis Eni sinis sedangkan Karina teetawa terbahak-bahak.
Tak sengajah tatapan Eni bertemu dengan tatapan cowok di atas pohon. Bukan mau GR ya tapi Eni positif thinking aja mungkin ada yang di untit olehnya.
Sedangkan Si cowok itu-Allan- yang sendari tadi menguntit Eni dari atas pohon menahan napas saat matanya tak sengajah bertubrukan dengan sang tercinta. Pipi nya sudah memerah padam inikah pengaruh bucin.
Sedangkan di bawah sana para setan sengah tertawa terbahak-bahak melihat Ketua geng mereka yang sudah seperti bapaknya monyet. Tak biasanya Ketuanya yang dingin dan ketus itu Keluar kelas apa lagi memanjat pohon. Mereka mengarahkan tatapan mereka ke arah kedua cewek di kantin yang di tatap bos mereka.
__ADS_1
Rahman tak memperdulikan teman-temannya sekarang Justin tengah tewel karena lapar Justin sendari tadi mencubiti Rahman sebagai objek pelampiasan.
"Ayo kekantin." Ajak Rahman kepada Justin jika tidak adiknya ini akan mengamuk dan melampiaskan ke pada semua teman-temannya akan menjadi samsaknya.