
Jam sekolah berakhir begitu saja, harusnya Sefa senang karena hari ini tidak ada yang menganggu nya namun terasa ada yang aneh dalam diri Sefa ketika Alan tidak menggangunya seharian penuh. "Ohh shitt! Kenapa dengan diriku ini?" Gumam Sefa seraya merapikan tas nya dan bergegas keluar kelas.
Sefa berjalan seorang diri karena seperti biasa Rania selalu di jemput oleh kekasihnya. Sesampainya di halte, ia duduk dengan memainkan kakinya sambil menunggu bus datang. Sesekali Sefa membenarkan ikatan rambutnya yang mulai terasa longgar, di lihatnya sekilas mobil yang sangat ia kenal lewat di depannya.
"Tumben gak berhenti." Gumam Sefa yang masih menatap mobil yang melaju dan mulai menghilang.
Sampai akhirnya bus yang bertujuan ke rumah nya pun datang, di saat Sefa hendak masuk kedalam bus tersebut tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan mengurungkan niat nya itu sampai si sopir bus bertanya apakah Sefa jadi naik atau tidak.
Gadis itu kembali mundur beberapa langkah dan melihat seseorang yang menariknya itu. Bukan Alan yang muter balik melainkan Arsen yang datang menyusul untuk mengajak Sefa jalan sesuai dengan yang di ucapkan di kantin sekolah tadi.
Sefa menepuk keningnya karena ia lupa dengan ucapan Arsen pada saat di kantin. Sefa pun memutuskan untuk pergi bersama Arsen dengan menggunakan mobil nya. "Kau mencoba untuk mengingkari janji mu?" Tanya Arsen di sela-sela mengemudinya. Sefa nyengir tanpa menyahuti ucapan Arsen karena memang seperti itu kenyataanya.
Mungkin saat ini pikirannya penuh dengan Alan yang seharian mengabaikannya. "Pagi tadi dia masih menggoda ku tapi kenapa setelah itu dia berubah?" Batin Sefa yang terus terpikirkan akan perubahan Alan yang secepat itu. "Tapi untuk apa aku memikirkannya? Bukankah seperti ini lebih bagus." Sambung Sefa yang masih bicara dalam batin nya.
Kali ini Arsen mengajak Sefa untuk bermain di taman hiburan, ia sengaja mengajak Sefa kesana untuk melukiskan kenangan indah bersama gadis yang di sukai nya itu, jika suatu saat tidak berjodoh setidaknya Arsen punya kenangan indah dalam masa lalunya. Beberapa wahana mereka coba serta hampir semua jajanan Arsen beli bersama dengan Sefa sampai gadis itu rasanya ingin muntah karena terlalu banyak asupan.
"Sudah cukup, aku sudah tidak kuat lagi." Ucap Sefa memberi kode dengan tangannya.
__ADS_1
Arsen tertawa kecil melihat Sefa yang seperti itu. "Kau ingin muntah?" Tanya Arsen yabg melihat Sefa tidak seperti biasanya. Gadis itu menggelengkan kepalanya menyahuti pertanyaan Arsen. Sudah perut kenyang di tambah dengan bermain rollercoaster yang cukup tinggi dan jungkir balik tentu saja membuat Sefa mual.
"Baiklah, kita istirahat sebentar sebelum bermain lagi." Ucap Arsen yang mengajak Sefa duduk di salah satu kursi yang di sediakan disana.
Setelah cukup lama beristirahat, Arsen mengajak Sefa untuk melanjutkan permainan namun gadis itu langsung menolaknya karena sudah tidak sanggup. Akhirnya Arsen mengajak Sefa untuk berfoto bersama, Arsen mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto bersama dengan Sefa dengan jarak keduanya yang begitu dekat. Ia pun sengaja mengunggah ke story nya.
Sudah cukup lelah, Sefa mengajak Arsen untuk pulang rasanya ia ingin cepat sampai ke rumah dan merebahkan diri. Sesampainya di rumah Sefa di kejutkan dengan beberapa kantong buah dan kue yang terletak di meja ruang tamu, gadis itu mengerutkan dahi nya dan perlahan menghampiri kedua orangtuanya yang berada disana.
Cukup aneh bagi Sefa melihat itu, karena tidak biasanya merry atau Aidan belanja sebanyak itu. Disaat Merry dan Aidan melihat putri nya telah pulang mereka menyuruh Sefa untuk duduk bersamanya dan menceritakan apa yang terjadi beberapa menit ke belakang.
Sefa tercengang ketika mengetahui siapa pelaku yang mengirim banyak makanan ke rumah nya. Yap, dia adalah Alan pria yang tidak sengaja bertemu dengan Sefa dan tiba-tiba menjadi guru musik nya. Gadis itu menghela nafas panjang nya lalu beranjak dan masuk kedalam kamarnya.
Sefa menggelengkan kepalanya untuk menepis segala pikirannya tentang Alan, ia beralih ke sebuah aplikasi dimana ia bisa berinteraksi dengan banyak orang melalui id yang di bagikan nya. Terlihat postingan dari pemilik nama @arsena_p23 yang memperlihatkan fotonya bersama dengan Sefa.
"Dasar orang gabut." Gumam Sefa yang lanjut scroll.
Ibu jarinya tiba-tiba terhenti ketika ia melihat satu nama yang menyukai postingan Arsen, Sefa kenali menggerakkan jarinya kembali ke postingan Arsen dan mengklik nama orang yang di curigai nya itu.
__ADS_1
@k_ghiffari, saat itu juga Sefa langsung cosplay menjadi stalker untuk melihat pemilik akun tersebut. Hanya ada beberapa foto disana dan itupun bukan foto pemilik akun itu melainkan hanya tulisan yang memiliki sebuah makna serta beberapa foto studio musik. Disitu Sefa melihat follower nya yang sudah mencapai puluhan ribu dan kebanyakan dari itu adalah wanita.
Tanpa sengaja dan ia sadari, Sefa ikut memfollow akun tersebut dan keluar dari aplikasi. Gadis itu menaruh ponsel di sampingnya hingga akhirnya ia tertidur.
Malam pun tiba, Merry memanggil putrinya untuk ikut makan malam bersama, ia telah menyajikan beberapa makanan kesukaan Sefa. Gadis itu pun keluar dari kamarnya dengan rambut yang sedikit berantakan dan terlihat lesu.
Sefa duduk di depan Merry dan juga Aidan, ia mengambil sedikit nasi yang lengkap dengan lauknya. Sementara dengan kedua orangtuanya hanya memperhatikan putrinya yang terlihat sedikit berbeda.
"Sefa, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Merry.
Sefa hanya mengangguk dan kembali menyuapkan makanan nya. Meski sudah mendapatkan jawaban dari putrinya namun Merry tidak yakin dengan jawaban putrinya itu. Ia beranjak dan hendak menempelkan punggung tangannya di dahi Sefa namun gadis itu langsung menghindar. "Aku baik-baik aja ma." Ucap Sefa yang telah menghabiskan makannya dan di susul oleh segelas air putih.
Selesai dengan itu, Sefa kembali masuk ke kamar dengan meninggalkan beberapa pertanyaan di kepala orangtuanya.
"Apa dia sakit? Tidak seperti nya dia seperti itu." Ucap Aidan yang bertanya pada istrinya.
"Ku ras ini ada hubungannya dengan Alan." Sahut Merry yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Darimana kau tau? Bagaimana jika benar putri mu sakit?" Aidan yang sangat peduli dan sayang dengan putrinya terlihat cemas melihat kondisi Sefa seperti itu.
"Mungkin ucapan mu benar, tapi aku yakin seperti apapun kondisinya saat ini pasti ada hubungannya dengan dia." Sahut Merry dengan kata *dia* yang di maksud adalah Alan.