
🏥
Seorang wanita berpakaian rumah sakit terlihat berdiam diri diatas bangkarnya rumah sakitnya.
Manik rusanya menatap kosong,wajah cantiknya pucat pasi,senyuman manisnya telah hilang.
Kondisi fisik dan fsikisnya mulai memprihatinkan.
Wanita cantik itu tak lagi menangis,air matanya seakan akan sudah ia tumpahkan dari kemarin malam.
Hatinya hampa,ada sebagian rongga dihatinya yang terasa hilang.
Sambil memeluk perut ratanya hatinya dan pikiranya bermonolog.
'*Aku tidak bisa menjadi ibu yang baik!'
'Aku tidak bisa menjaga bayiku dengan baik'
'Ini semua salahku'
'Bayiku hilang karen aku*'
Begitu banyak tekanan batin yang tengah Kanya rasakan saat ini.
Kecewa karena gagal menjaga bayinya,takut akan sulit hamil lagi,merasa bersalah berkelanjutan,dan banyak lagi perkara yang dapat membuatnya depresi.
Batinya berkecambuk dengan kejamnya fakta yang terjadi.Hatinya remuk dengan beratnya beban dihati.
Rasa sakit itu membuat lubang luka yang lebar,meninggalkan jejak yang butuh waktu lama tuk sekedar menghilangkanya.
6 Bulan kemudian.....
Sudah enam berlalu,enam bulan lamawa wanita cantik itu lalui dengan penuh kehampaan,kehilangan,penyesalan dan ketakutan.
Karena kehilangan itu membuat Kanya-wanita cantik itu sempat mengalami depresi.
Kevin bahkan sempat dilanda khawatir luar biasa,saat melihat sang istri yang begitu terpukul karena kehilangan janinya.
Kini sudah enam bulan berlalu,dalam enam bulan itu banyak suka dan duka yang menyertai.
Seperti kabar kelahiran putri kedua Fano dan Cristina satu bulan lalu,dan siapa sangka saat tuhan merenggut satu nya saat itu,nyawa lainya dihidupkan dalam rahim Ketrin.
Tepat dua hari pasca tragedi keguguran yang dialami Kanya,Ketrin baru mengetahui jika ia tengah hamil 3 bulan.
Selama enam bulan lamanya,banyak perubahan signifikan yang terjadi kepada Kanya.Wanita itu kini lebih pendiam,dan lebih sering menyibukkan dirinya sendiri.
"Sayang!"panggilan lembut itu mengalun ringan ditelinga wanita cantik yang tengah berkutat di meja kerjanya itu.
"Ini sudah malam wife,waktunya istirahat!"suara bariton itu kembali mengalun,masih dengan nada lembutnya.
Kevin,menatap nanar kearah sang istri yang masih berjibaku dengan kerjaanya itu,padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari.
Biasanya Kevin yang bisa sampai larut malam menghabiskan waktunya untuk bekerja,namun kini keadaanya terbalik menjadi sang istri yang lupa waktu jika bekerja.
"Sudah,kita istirahat ya?"pinta kevin sambil menghampiri sang istri.
"Emm..tapi sebentar lagi aku-
"Please baby,kita istirahat sekarang ya!"pintanya lagi.
Wanita itu menghembuskan napasnya lemah"baiklah"
Ada jarak diantara keduanya,ada kecanggungan yang tercipta diantara keduanya.
Kevin tahu istrinya membuat jarak karena rasa penyesalan akibat kehilangan itu,namun dengan segenap jiwa dan raganya,ia akan mengikis jarak itu sedikit demi sedikit hingga tak bersisa.
"Tidur,sudah malam baby!"ucap kevin sambil memeluk tubuh mungil berbalut piama berwarna salem itu.
"Ketrin sudah melahirkan baby laki lakinya!"tutur Kevin,tanpa melepas rengkuhanya.
"Aku berencana untuk mengajak Kamu menengok Ķetrin besok!"lanjutnya.
Wanita itu masih tak bergeming.
"Itupun kalau kamu mau?"
"Ok,kita berangkat besok!"jawab Kanya singkat.
Cup
Sebuah kecupan ringan mendarat dipucuk kepala wanitanya."Terimakasih baby!"
Ada rasa bahagia disana,setidaknya ia bisa mengajak sang istri untuk rehat sejenak dari berbagai pekerjaanya.
°Swiss 15.25 am🏡
"Vin,kok kita gak sampai sampai?"bingung Kanya.
Dua jam yang lalu pesawat yang mereka memang telah mendarat dengan selamat diswiss,kini keduanya tengah berada dalam mobil dari jasa peminjaman kendaraan.
Hampir dua jam lamanya,mobil mewah yang mereka naiki hanya menyusuri jalan pedesaan dengan latar hamparan bukit hijau disetiap sisinya.
"Tapi ini jalan yang ditunjukkan oleh google map-nya sayang!"jawab Kevin.
Kanya sendiri mulai merasa bahwa meraka mulai tersesat,terlebih lagi sinyal juga sulit didapatkan ditempat tanpa perumahan ini.
"Vin,sepertinya kita tersesat?"
"No baby,kita tidak tersesat!"
"Kita tersesat!!"ujar Kanya yakin.
__ADS_1
Haripun sudah mulai petang,terlihat dari sang surya yang sudah menghilang kebelahan bumi lainya.
Setelah kesulitan mendapat sinyal,kini keduanya juga dibuat pusing dengan bahan bakar mobilnya yang kehabisan.
"Kenapa?"
"Bahan bakarnya habis baby!!"jawab kevin.
Kini keduanya fix yakin kalau mereka tersesat.Padahal sedari tadi mereka mengikuti araha google map namun tetap saja mereka mengalami yang namanya tersesat.
"Vin,itu....bukanya ada sebuah kedai?"kata Kanya,manik rusanya menatap kearah 200 meter dari tempat mereka berada.
"Mana baby?"tanya kevin.
"Itu vin!!"
Dengan segenap harapan,Kanya dan Kevin pun menuju kedai tersebut dengan harapan mendapatkan bahan bakar bagi mobilnya.
"Sayang sekali,pemilik toko bahan bakar didepan sedang pergi kekota untuk membeli persediaan bahan bakar!"jawab wanita berusia 40-an tahun itu.
"Benarkah,lalu kapan mereka kembali?"tanya Kanya kepada wanita yang ia ketahui bernama Anne itu.
"Kemungkinan besok!"
Anne dan Tom-suaminya- adalah pemilik kedai mini serbaguna itu.Disana memang hanya ada kedai miliknya dan toko bahan bakar didepan kedainya.
"Hm...berapa jarak dari sini kekota terdekat?"
"20 mil"
"20 mil??"kaget Kevin dan Kanya.
Karena merasa kasihan kepada pasangan suami istri muda ini,Anne dan suaminya pun memperbolehkan Kevin dan Kanya untuk tinggal malam ini di salah satu kamar tamu milik mereka.
Sebenarnya kedai mereka cukup besar dengan fasilitas motel dua kamar.Namun cuma satu kamar yang bisa digunakan,karena yang satu lagi tengah mereka perbaiki ubinya.
"Ayo silahkan dinikmati menu makan malamnya!"
Kanya dan Kevin benar benar beruntung,karena selain mendapatkan terpat bermalam mereka juga mendapatkan makan malam yang layak.
Tom-suami Anne ternyata seorang pensiunan master chef sebelum mereka pindah ketempat terpencil ini.Sedangkan Anne sediri lulusan sebuah universitas kuliner,ia sendiri ahli dalam membuat desser dan cake.
Kini diatas meja kayu yang cukup kecil itu sudah tersaji,steak ayam dengan saus barbeque,potato toas cheese,tumis brokoli,dengan beberapa olahan daging dan sayuran dari hasil ternak dan kebun mereka sendiri.
"Makananya sangat lezat tom!"puji Kanya,yang dibalasi senyuman ramah oleh pria berusia 48 tahun itu.
"Dessertnya juga enak sekali Anne!"puji Kanya.
"Terimakasih atas pujianya!"
Dalam romansa makan malam sederhana namun berkesan hangat itu,larut dengan cerita cerita kecil dari pasutri yang sudah 13 tahun menetap disini itu.
Kini keduanya sudah berada didalam ruagan berukuran kurang lebih 4×5 meter dengan satu tempat tidur kecil,lamari kayu dan kamar mandi mini didalamnya.
"Vin,kamar mandinya mana ya?"
Tanya Kanya,kini keduanya tengah bersiap untuk tidur.
"Sepertinya itu-"tunjuk kevin kesudut lain ruangan itu,tepatnya kearah sebuah ruangan berpintu kayu eak itu.
"Vin,aku takut....antar aku!!"vinta kanya.
Pria itu tersenyum sejenak,lalu ia ingat bahwa istri kecilnya ini takut rangan sempit dan gelap.Phobia dan trauma lebih tepatnya!
"Jangan ngintip!!"pinta Kanya.
Kini kevin tengah menemani sang istri untuk membasuh mukanya dikamar mandi bernuansa gelap itu.Karena dilarang melihat,kevin pun beralih memunggungi sang istri yang tengah membersihkan wajahnya.
Ahhhkkk
Tiba tiba suara pekikan terdengar dari arah belakanya,membuat pria manik biru itu buru buru mengalihkan pandanganya dan
Brukk
Keduanya terjatuh,dengan posisi Kevin memeluk Kanya yang jatuh menimpa tubuhnya.
"Are you okay baby?"cemas kevin.
"Yes,kamu-ada yang sakit enggak?"tanya kanya gugup.
Pasalnya ia sudah lupa kapan terakhir kali ia berada dalam posisi seintim ini pasca tragedi berdarah enam bulan silam.
"Aku baik baby,kenapa teriak hm?"
Kanya menelan salivanya susah payah,ia sadar bahwa hampir enam bulan lamanya hubungan keduanya mulai meranggang,tidak seharmonis dulu lagi.
"Tadi ada kecoa!"jawab kanya lirih.
Pria itu tersenyum kecil manik birunya masih setia menatap manik coklat dihadapanya.Menyalurkan rasa rindu yang menyeruak enam bulan lamanya ini.
Entah siapa yang memulai,namun kini kedua bibir itu saling bertautan.Menyalurkan rasa rindu yanga amat mendalam.Sepasang lengan kokoh itu tengah melingkar sempurna dipinggang ramping sang istri.
Ketika akan memperdalan ciumanya,tiba tiba"vin...cu...cukupp.."cicit Kanya pelan.
Ada nada keterkejutan mendengar penolakan itu.
Pria bermanik biru laut itupun menghentikan ciumanya,dan langsung mendudukkan tubuhnya,sebelum meninggalkan sang istri tanpa kata.
Ada rasa penyesalan yang menyeruak dihati kecilnya,saat tanpa sengaja ia telah melukai hati suami tercintanya.
__ADS_1
"Vinn..."panggilnya lirih.
Manik rusanya dapat menangkap,pria itu sudah berbaring diatas tempat tidur dengan posisi tidur menyamping memunggungiñya.
Dari punggung kokoh itu kanya bisa melihat beberapa bagian terlihat kemerahan dan memar akibat tergores lantai kamar mandi.
Karena insiden jatuh tadi.
Tapa babibu lagi,kanya langsung membaringkan tubuh mungilnya disamping sang suami.Lengan mungilnya terulur melingkari pinggang pria yang tengah bertenjang dada itu.
Itu memang sudah kebiasaan seorang Kevin untuk tidur dengan bertelanjang dada,gerah katanya.
"Maaf"kata kata itu terlontar dari bibir kanya begitu saja.
Masih dengan memeluk sang suami,kanya kembali berucap"maaf kalau aku enggak bisa jalanin kewajiban aku selama beberapa bulan ini"
Pria itu membalikkan badannya"Sudahlah baby,aku sudah memaafkanmu.Sekarang kita tidur ya!"ucapnya lembut.
Cup
"Terimakasih"ucap kanya setelah mengecup bibir sexy suaminya kilat,sampai sampai siempunya dibuat melongo olehnya.
"Aku tidak akan menolak permintaanmu lagi!"ucap kanya sambil mengelus rahang kokoh sang suami.
Bagaikan mendaptkan oase ditengah gurun pasir,kevin merasa bahagia menangkap makna dari ucapan sang istri.
"Jadi....aku boleh minta-"ucapnya ragu ragu.
"Tentu"sela kanya terlebih dahulu.
"Terimakasih"senang kevin sambil memberikan kecupan bertubi tubi diwajar sang istri.Sedangkan yang menerima serangan tiba tiba itu hanya tersenyum kecil.
□□□
Sinar mentari pagi yang mulai masuk dari celah celah jendela mulai mengusik tidur sepasan insan dibalik selimut itu.
Lenguhan tertahan menandakan siempunya suara akan segera terbangun.Benar saja,tak lama kemudian manik rusa itu keluar dari persembunyianya.
Mengerjap ngerjap beberap kali,lalu tatapanya beralih kepada pria yang tengah terlelap sambil memeluknya possesiv.
Mengingat semalam membuat kulit wajahnya terserang rona merah.
Dengan sedikit ragu lengan mungilnya mulai mengoncangkan tubuh sang suami supaya bangun.
Jarum jam yang tergantung di dingding sudah menunjukkan pukul 07.25 pagi.
"Pagi my wife!!"sapanya khas suara serak orang bangun tidur.
Cup
Kecupan ringan mendarat dipelipis kanya,membuat rona merah itu makin kentara.
"Terimakasih karena masih setia denganku tiap aku terbangun dipagi hari."ucapnya lembut.
"Apapun yang terjadi aku harap kamu tetap bersedia berada disisiku Kanya Karrielina"tambahnya.
Kanya-wanita itu mengangguk tanda menerima.
Bagaimnapun juga keduanya sudah terikat oleh benang merah takdir,untuk bersatu dalan suka maupun duka,sakit maupun senang,hingga ajal menjemput nantinya.
👶
"Uhh...tampanya keponakan bibi ini!"puji kanya gemas,sambil mencolek colek pipi gembul bayi yang baru berusia 2 hari itu.
"Exel ternya betah digendong sama kamu ya baby!"kevin ikut angkat bicara melihat celotehan sang istri.
1,5 jam yang lalu keduanya telah sampai dikediaman Ketrin dan Erick-suaminya.
"Iya,kayaknya exel suka digendong sama kanya!!"tambah ketrin,wanita itu kini tengah berbaring sambil meminum susu khusus ibu menyusui sepertinya.
"Semoga kalian cepat cepat diberi momongan lagi!"celetuk Ketrin.
Kevin menangkap sejenak perubahan raut muka sang istri,hingga terganti dengan senyuman manis dibibir mungilnya.
"Semoga saja begitu"jawabnya.
Hati kevin menghangat,setidaknya sang istri sudah meng-ikhlaskan kepergian bayi mereka.Kini keduanya cuma berharap agar tuhan kembali mempercàyai keduanya dengan titipan seorang momongan.
.
.
.
.
.
Kehampaan
Huaahh....UP UP UP👆👆
Terimakasih buat para readers yang masih setia,jangan lupa tinggalkan jejak kalian dinovel aku ya.
Like dan comen😊😊
Sampai jumpa dipart berikutnya ya🖑🖑
Sukabumi 18/10/19
__ADS_1
09.04 am
@Nengkarisma02@gmail.com😎