
"Buah dari perbuatan kita akan terasa pahit jika berasal dari pohon yang salah!"
🍑🍑
Dua hari setelah kunjungan dari swiss selesai,kini Kanya dan Kevin sudah sampai kembali di New york.
Semenjak pulang dari Swiss,kini hubungan keduanya menjadi lebih harmonis kembali.
Dari balik jendela kaca tembus pandang diruanganya,Kanya-wanita cantik bersurai hitam kecoklatan itu terlihat tengah menikmati keindahan kota New york dimalam hari.

Tiba tiba sebuah lengan kokoh memeluk pinggang rampingnya dari belakang.
Tanpa membalikan badanya,ia sudah tahu jika pemilik lengan kokoh dengan aroma mint yang menyeruak dari tubuhnya adalah milik suaminya-kevin Jhomsen William.
"Ada apa?"tanya Kanya lembut.
Kini jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam,namun keduanya masih terjebak dikantor dengan tumpukan berkas berkas penting yang menunggu persetujuan dan bubuhan paraf keduanya.
"Capek?"
"..."
Tak ada jawaban dari pria bermanik biru itu,ia malah asik menghirup aroma lavender,aroma favorit khas istri mungilnya itu.
"Besok kita ke Jerman ya?"ucap Kevin tiba tiba.
"Jerman? Buat apa?"bingung Kanya.
"Aku ada meeting penting selama 2 hari disana,dan...aku ingin kamu ikut!!"tuturnya.
Kanya tahu jika beban pekerjaan,membuat pria-nya ini letih tiada tara.Bukan hanya menjadi CEO yang bertugas menyuruh dan memerintah saja,namun realitanya dalam sehari dia bisa meeting berjam jam lamanya,dengar berbagai orang yang berbeda.
"Kok...suami aku jadi manja ya!"sindir Kanya sambil terkekeh.
"Apa?"dengan sigap Kevin membalikkan tubuh sang istri,menjadi berhadapan.
"Kamu jadi manja ya,biasanya saja meeting diluar negri sama Ray-sekertaris pribadi kamu.Sekarang kenapa harus sama aku?"rajuk kanya.
"Hitung hitung sama honeymoon kita yang tertunda baby!"jawab Kevin sambil mengecup pelipis kanya,sayang.
Honeymoon katanya,pernikahan mereka saja sudah memasuki tahun ketiga.Bukanya terlalu terlambatnya? Batin kanya.
"Modus"tukas kanya sambil cemberut.
Saking gemasnya sang istri,kevin langsung menghujani istri bermanik rusanya itu dengan kecupan kecupan ringan ditiap sudut wajahnya
Cup
Cup
Cup
"Ihh....jangan cium cium,ini masih dikantor vin!"protes kanya kesal,pasalnya saat ini kantor mereka masih ramai dengan para karyawan yang lembur malam.
"Berarti kalau dirumah boleh hm?"goda kevin sambil menggerlingkan matanya genit.
Menimbulkan rona merah yang kentara dipipi mulus sang istri.
"Ihh....omesshhh"ucap kanya dengan bahasa yang mungkin kevin tidak mengerti-bahasa Indonesia.
"Mesum sama istri sendiri boleh loh!"
Jawab kevin enteng.
Kanya terhenyak,saat kevin mengerti apa yang ia ucapkan.
"Aku pasih lima bahasa loh,termasuk Indonesia!"bisik Kevin sambil tersenyum geli melihat keterkejutan sang istri.
"Ish....dasarr"
Kevin merasa bahagia saat istrinya ini sudah mulai kembali terbuka seperti dulu,ceria seperti dulu,dulu sebelum tragedi mengerikan enam bulan lalu itu.
□□□
"Ayo...."panggil wanita cantik bersurai hitam kecoklatan itu.Tubuh mungilnya yang terbalut atas bergaris garis,dipadukan rok berwarna silver.Senyuman manisnya tak henti hentinya tersungging dibibir mungilnya.

Setelah menyelaikan meeting pentinya,Keivin dan kanya yang kebetulan sedang berada di Jerman pun memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang populer disana.
Berbanding terbalik dengan sang istri yang tampil dengan pakaian casualnya,Kevin-pria tampan itu masih lengkap dengan balutan setelan formal mahalnya.
Setelah puas berkeliling,keduanya beristirahat sejenak disalah satu taman rang cukup terkenal dan ramai dikunjungi pelancong disana.
"Mr.Kevin?"sapa seorang pria paruh baya dari samping Kevin.
Keduanya pun menoleh kearah sumber suara tersebut,nampak seorang pria paruh baya yang berpakaian formal tengah menatap mereka penuh haru.
"Mr.Belewck??"
"Mr. dan Mrs.Kevin,saya mau bicara dengan kalian berdua disuatu tempat,apakah kalian ada waktu sebentar?"tanyanya.
Nampak gurat gruat kesedihan diwajah pria yang selalu terlihat berwibawa dan berkharisma itu.
Kevin melemparkan tatapan penuh tanya pada sang istri.Seakan tahu apa yang dicemaskan kevin,kanya tersenyum lalu berucap.
__ADS_1
"Baiklah mr.Belewck"
Kanya memang tahu suaminya itu tidak mau berurusan dengan pria satu ini,namun apa salahnya mendengarkan perkataanya untuk saat ini.
"Saya terlebih dahulu meminta maaf sebesar besarnya kepada mr dan mrs.Kevin"ucapnya,dengan tatapan sendunya.
"Maaf untuk apa mr.Belewck?"kevin angkat bicara.Ada nada emosi disana.
Tangan mungil kanya terulur,mengenggam tangan besar kevin hanya sekedar untuk meredakan gejolak emosi sang suami.
Kanya tahu,jika suaminya ini tengah menahan gejolak emosinya terhadap ayah dari otak segala peristiwa buruk yang telah menimpa dirinya dan juga yang telah merenggut calon bayinya.
Ya,tangan kanan Kevin telah memberikan informasi,jika otak dibalik penculikan,percobaan pelecehan seksual,dan percobaan pembunuhan dengan media lampu gantung kristal enam bulan lalu adalah Licyandia Welhear,putri semata wayang dari Belewck Welhear.Pemilik Welhear corp's.
"Maaf untuk semua yang telah putriku lakukan pada kalian!"ujarnya final.
Pria paruh baya yang hampir menginjak usia kepala enam itu mengingat kembali pertemuanya dengan sang putri,setelah dua tahun lamanya terpisah.
♤Flashback♤
Seorang wanita berambut sebahu itu,terlihat tengah menunggu supir pribadi suaminya menjemput.
Tanganya terulur,mengelus penuh cinta perut buncit yang diisi oleh janin mungil berusia tiga bulan didalamnya.
Ia lelah,dibalik senyuman manisnya ia lelah.
Ia lelah dengan segala kebohongan tentangnya.
Semua orang menatapnya iri,iri karena menyandang status sebagai istri dokter tampan dan kayà raya bernama Smith J Franklin,putra tunggal dari keluarga bangsawan Jerman.
Namun dibalik gelar yang tersemat itu,ia tak bahagia sama sekali.
Pria yang telah menjadi suamiya itu tak sebanding dengan ekspetasi diluaran.
Realitanya,Smith kadang meperlakukan dirinya seperti tawanan,pemuas napsu,terkadang pelayanya.
Dimana letak kebahagiaan itu?
Dihari pertama mereka bertemu,Licya tidak pernah menyangka jika dr.bedahnya yang lemah lembut itu kini bisa menjelma menjadi seorang psycho.
Psyhco yang takut kehilangan miliknya,tak rela berbagi miliknya,bahkan cemburu buta jika melihat miliknya diusik.
Selama ini hidupnya bagaikan boneka yang dipaksa bersandiwara,dengar alur cerita yang telah direkayasa.
Bukanya dia tak bahagia dengan pernikahanya ini,namun ia lelah dengan perilaku pria berdarah Jerman itu.
Lelah akan sikap possesiv-nya yang berlebihan,sikap pecemburunya yang tingkat akut.
Namun,setiap kali gagal melarikan diri pria itu selalu menghukumnya dengan hukuman melakukan 'itu' secara brutal.
"Kau milikku Licyandia Welhear,jadi jangan berani berani untuk mencoba lari dariku,karena kemanapun kau pergi aku pasti akan menemukanmu."ucapan ancaman itu yang selalu keluar dari bibir tipis seorang Dr.Smith J Franklin.
Menurut An-panggilan untuk kepala pelayan dimansion Dr.Smith-pria berusia 33 tahun itu baru kali ini,menginginkan seorang wanita sampai seperti itu.
Selama 20 tahun bekerja dimansion Smith,An tidak pernah melihat tuannya itu memperlakukan wanita seistimewa itu kecuali kepada Licya.
An pikir Smith pasti sudah jatuh cinta pada nona mudanya ini.Terlebih lagi,ia tahu jika tuanya ini menyukai sesuatu pasti ia akan mendapatkan dengan cara apapun itu.
An tahu dengan pasti seluk beluk keras kepalanya seorang Dr.Smith J Franklin,pria itu telah dianggapnya sebagai putra sendiri sejak pria tersebut berusia 10 tahun.
Namun wanita tengahan abad ini tahu jika tuanya itu cinta mati kepada nona muda yang dibawanya,namun cara untuk memperlihatkan cintanya itu yang salah.
An mengetahui bagaimana perilaku buruk yang timbul karena rasa cemburu yang melanda seorang Dr.Smith.
An hanya bisa berharap,jika suatu saan nanti tuanya itu akan sadar akan cara yang ia gunakan itu salah,sebelum sebuah penyesalan menjemputnya.
Untung saja,sang nona muda masih mau bertahan dengan tuanya saat malaikat kecil itu mengisi rahimnya.
"Kamu baik baik disana ya baby,jangan hiraukan semua perkataan dokter gila itu,bagaimanapun juga dia adalah daddy-mu"sebutir air mata berhasil lolos dari manik shafire-nya.
Ia jadi rindu akan sosok ayahnya.Pria tangguh yang berjasa dalam 26 tahun hidupnya.Sudah dua tahun lamanya,ia tidak berjumpa dengan sang ayah.
Dalam hati ia mengutuk segala perbuatan bodohnya,sehingga tuhan memberikan hukuman seberat ini kepadanya.
"Nyonya muda,silahkan masuk!"perintah seorang supir pribadi Dr.Smith,sebuah mobil SUV hitam mewah telah terparkir rapih dihadapanya entah sejak kapan.
"Ah-iya"jawabnya.
Dengan gontai,wanita berambut sebahu itu berjalan menuju jemputanya,sebelum sebuah suara yang ia rindukan selama ini menghentikan langkahnya.
"Licya"
"Daddy"
Air mata yang tadinya tertahan,kini mengalir dengan derasnya tanpa bisa ditahan.
"Daddy"lirihnya,sambil menghambur memeluk sosok yang telah ia rindukan selama dua tahun ini.
"Iya sayang....ini daddy"
"Hiks....hiks....aku rindu daddy"lirihnya pilu.
Sungguh hati pria parih baya itu kembali lega saat bisa kembali memeluk putri semata wayangnya,harta paling berharga dalam hidupnya.
__ADS_1
Cup
"Daddy juga rindu putri daddy!"ucapnya sayang sambil mengecup pucuk kepala sang putri.Hidupnya telah kembali,saat iris shafir nya menangkap keadaan sang putri baik baik saja.
26 tahun lamanya ia membesarkan putri samata wayangnya ini tanpa peranan seorang ibu.Kini hatinya kembali berdenyut nyeri,saat mengetahui fakta dibalik senyuman palasu sang putri.
"Kita pergi dari sini sayang,kita pergi kenagara yang paling jauh sehingga pria itu tidak bisa menemukan kita!"usul Belewck.
Pria itu tetap berusha tegar setelah mengetahui betapa sulitnya hari hari yang telah dilalui putrinya.Ia akan selalu menjadi tameng yang melindungi buah hatinya dari marabahaya apapun di luaran sana.
"Kita pergi sekarang,kamu dan cucu daddy pantas untuk hidup bahagia!"ucapnya kembali menyemangati sang putri.
"Nyonya muda....anda harus pulang sekarang.Tuan audah menunggu dirumah!!"intrupsi seorang pria berseragam serba hitam itu.
"S-sebentar!!"ucap Licya gemetar,setelah menumpahkan luapan air matanya.
"Dad,pergilah! Aku tak ingin daddy dalam bahaya karena aku,kumohon pergilah dad,demi aku!"ucapnya berat hati.
Sungguh berat rasanya harus berpisah kembali dengan sang ayah.Namun bagaimanapun juga ini adalah cara agar ayahnya terhindar dari marabahaya.
"No sweetie,daddy tidak akan meninggalkan putri daddy dan calon cucu daddy lagi!"ujar pria itu mantap.
"Dad,kumohon.Aku sayang daddy,aku pasti bisa menjaga diriku dengan baik dad!"ujar Licya kembali berderai air mata.
"Nyonya!"perintah pria berprofesi sebagai bodyguard itu.
"Sayang!"
"Dan kumohon,aku sayang daddy!"ucap Licya sambil tersenyum,mengurai pelukanya dengan sang ayah.
"Dadd,jika daddy bertemu dengan Kevin dan istrinya tolong sampaikan permintaan maafku,maaf karena telah membuat hidup mereka berantakan!"
Dengan seulas senyuman menyayat hati,wanita bermanik shafir itu berjalan berbalik meninggalkan sang ayah.
"Sayang.....jangan tinggalkan daddy!"panggil Mr.Belewck,sambil mencoba mèngejar sang putri,namun dua bodyguard berbadan tegap dengan sigap menghalaunya.
"Licya.....jangan tinggalkan daddy....."teriakan itu kembali menggema ditelinga Licya.
"Maafkan aku daddy,Licya sayang daddy!"lirihnya sambil berlalu tanpa berbalik sedikitpun.
FLASHBACK END
"Aku mohon maafkan semua perbuatan buruk putriku dimasalalu,bagaimanapun juga tuhan telah menghukumnya."tutur Mr.Belewck,setelah menceritakan apa yang dialami Licya selama ini.
"Maaf saja tidak dapat mengubah segalanya mr.Belewck.
Apakah dengan kata maaf,anakku bisa kembali hidup mr? Tidak bukan?"tanya Kevin,mengutarakan segala uneg unegnya secara emosional.
"...."
"Vinn..."lirih Kanya.
Jari jari mungilnya bertautan dengan milik Kevin,memberi penekanan untuk pria yang tengah dirundung emosi itu.
"Bagaimanapun juga semua ini adalah takdir.Licya pantas mendapatkan hukum yang setimpal menurut tuhan,kami pun sudah memaafkan kesalahan putri anda ms.Belewck"
Kanya mengumbar senyumanya.
Ia tahu jika dibalik sikap emosional kevin,pria itu juga memiliki hati yang besar.
"Terimakasih Mr. dan Mrs.Kevin karena telah memaafkan kesalahan putriku.Semoga tuhan selalu memberkati keluaga kecil kalian dengan kebahagiaan"tidak dapat dipungkiri raut bahagia tergambar jelas di wajah pria paruh baya itu.
Kanya benar benar merasa bahagia memiliki suami bijak sana seperti Kevin.
Memang benar maaf saja tidak bisa mengubah segalanya,namun setidaknya dengan maaf kita bisa menerima tragedi tersebut dengan lapang dada.
Jika bukan kita yang memberi balasan untuk manusia yang mebuat kesalahan,masih ada tuhan yang siap menghukum mahluknya sesuai perbuatanya,bahkan tak segan segan untuk lebih berat.
□□□
-Penyesalan-
Huahhh....update lagi😄😄
PENGUMUMAN
Untuk para readers....novel ini aku tulis ulang dengan judul yang sama,disana ada beberapa part yg sudah direvisi,dan juga ada cast untuk para pemeran 'Love one Moon'
Jangan lupa lihat,baca dan vote ❤ yaa😄😄
Mohon bantuanya readers......
Jangan lupa KOMENTAR........
Byee....jumpa lagi nanti🖑🖑
Sukabumi 22/10/19
Hari santri🙏
14.02
__ADS_1