Love Story From SMA Harapan Bangsa

Love Story From SMA Harapan Bangsa
Dimas pingsan


__ADS_3

bush, bush, bush,


algi memompa mompa dada Dimas agar sadar, tapi Dimas tak kunjung sadar.


hingga 15 kali algi terus memompa dada Dimas, tapi tetap saja dia tak kunjung sadar juga.


plak!,plak!.


algi langsung memukul kepala Dimas, bahkan sampai dua kali sangking kesal dan dongkol nya.


plak


Kayla juga langsung memukul kepala algi karena jengkel melihat tingkah nya itu.


"kalau GK ahli itu gak usah berlagak !".


" GK usah mukul mukul kepala anak orang juga Lo !". gertak Kayla langsung.


"lah Lo juga barusan mukul kepala gue!".algi mengusap usap kepalanya yg masih berdenyut akibat topakan turbo dari Kayla.


"loh!! emang Lo anak orang ya??... kok gue baru tau!". Kayla berpura pura terkejut, sambil mengejek algi.


"masssuk kang kredit!!,eh mangap maksud nya mbak Kayla".


"masssuk kang kredit!!, eh mangap maksud nya mbak Kayla".


"ya Allah kuatkan lah hati dan iman hamba dalam menghadapi makhluk teristimewa di Depan hamba ini!". algi mengangkat kedua tangan nya ke atas lalu mengaminkannya.


plak


"gak usah kebanyakan drama Lo!". siapa lagi kalau bukan si kang kredit dadakan kelas IPS 1 yg hobinya mukul kepala anak orang.


"untung cinta!". ucapan algi hanya dibalas dengusan oleh Kayla.


"DUDUK!!". 1 kata, 5 huruf keluar dengan lantang dan tegas dari mulut Devan.


dia yg dari tadi hanya diam membaca buku sudah sangat jengah melihat tingkah para teman sekelas nya itu. sangat mengganggu ketenangan nya.


kecuali satu, hanya Dila lah yg menjadi pusat perhatian nya dari tadi.


dia membaca buku tapi tetap saja matanya, hati nya dan otaknya Hanya terpusat pada Dila yg mengeluarkan sifat aslinya,bak orang sedang tauran.


tapi terlihat sangat menggemaskan di mata Devan.


Devan seperti nya sangat cocok jadi aktor. aktingnya Sangat bagus, terutama saat menutupi rasa suka nya pada Dila dan kembali bersifat tegas seperti biasa.


"Lo berdua!!.. bawa ke UKS!". setelah Devan menunjuk kedua temannya untuk membawa Dimas ke UKS dia pun juga kembali duduk di bangkunya.



bel masuk baru saja berbunyi, hari ini suasana di kelas IPS 1 terlihat sangat dingin, tegang dan mencekam.



dua barisan paling kanan dan barisan nomor dua dari belakang di isi full oleh para murid perempuan dan dua barisan paling kiri pula di isi hampir full oleh para murid laki laki.

__ADS_1



para murid laki laki terlihat duduk dengan sopan, kepala mereka semua kompak menunduk patuh dan penuh takzim, dengan tangan terlipat di atas meja.



sepertinya mereka takut dengan tatapan para cewek yg kompak menatap tajam ke arah mereka.



kecuali Devan.


dia terlihat biasa saja, duduk di bangku biasanya, barisan paling belakang di samping Dila.


melakukan kegiatan seperti biasa nya sebagai seorang kutu buku dan murid paling berprestasi di SMA harapan bangsa, yaitu membaca buku.


perasaan nya seperti tidak terjadi apa pun, malah menurutnya ini sangat menenangkan.


tapi ada satu hal yg selalu membuat jantung nya terus berdetak kencang.


tatapan tajam Dila, walaupun belum tentu Dila sedang menatap nya, tapi dari sudut matanya, dia merasa bahwa Dila sedang menatap nya.



itu sering terjadi, sangat sering terjadi, bahkan misalnya Kita sedang menunduk dan di samping atau Belakang kita ada orang, pasti kita akan merasa bahwa orang itu sedang melihat kita, padahal kan tidak.



apakah readers pernah mengalami nya??,


kalau author mah, sangat sering hehe😅.



hari ini jadwal bu Susan mengajar MTK di kelas IPS 1.


terlihat sesekali mereka bercerita ria dan tertawa sambil berjalan ke arah kelas IPS 1 dan 2.


"eh, ada apa dengan Dimas nak?". tanya buk Desti dan di balas anggukan serius oleh. Bu Susan, karena pertanyaan Bu Desti mewakili pertanyaan nya.


"mm ini Bu, tadi,... Dimas, Dimas di tonjok Sama Amel kar..".


"astaghfirullah!, kok bisa?"


"ya Tuhan! sudah, sudah bawa lah si Dimas ini ke UKS!,... kasihan dia!". perintah buk Susan yg prihatin melihat bekas darah yg sudah mengering di bawah hidung Dimas dan pipinya yg membiru lebam.


"baik buk, kalau begitu kami permisi dulu". pamit kedua cowok itu sambil membopong Dimas di kedua bahu mereka.


Devan sungguh tega dan tidak perhatian, masa dia hanya menyuruh dua orang untuk membawa Dimas ke UKS.


jelas jelas postur badan Dimas tinggi besar walaupun tak besar besar amat, tapi kan tetap saja namanya membawa orang pingsan pastikan sangat susah dan berat


"astaghfirullah ada masalah apa lagi mereka ini!,Bu Susan apakah saya boleh permisi menggunakan jam mengajar ibu sebentar untuk mendengar langsung penjelasan mereka?". tanya bu Desti sopan.


"akh, tidak, tidak perlu lah sekarang Bu Desti, hari ini juga jadwal ibu untuk mengajar di IPS 2!".

__ADS_1


"itu juga penting Bu Desti!, untuk masalah ini nanti saja saat jam istirahat ibu panggil untuk bertanya langsung!". jelas Bu Susan dengan logat Batak nya.


"iya, ibu benar,.. lebih baik nanti saja saat jam istirahat agar tidak menggangu proses pembelajaran". Bu Susan pun langsung mengangguk mantap pertanda setuju.


"baiklah Bu Susan, saya permisi masuk duluan ya".


"oh, Oky lah!".


"selamat pagi anak anak".sapa Bu Desti ramah mengawali proses mengajarnya di kelas IPS 2, dan di jawab kompak seluruh murid.


"oh ya, ibu mau tanya!,.. apa kalian ada yang tau, apa yg terjadi pada Dimas dan Amel di kelas IPS 1 tadi?". Kevin langsung tunjuk tangan heboh.


"ya Kevin, apa yg terjadi dengan mereka?".


"tadi kan Bu,pas saya and the Genk ke kelas IPS 1 saya lihat Amel lagi nonjok mukanya si Dimas buk Sampek hidup nya berdarah!. terus, terus, abis itu, si Dimas langsung pingsan buk!".


"keren Loh buk pas nengok si Amel nonjok Dimas!, kek gini buk..". Kevin langsung memeragakan seperti sedang menonjok angin dengan sangat kuat Seolah olah dia adalah Amel yg sedang menonjok Dimas tadi.


"gitu Bu!, keren kan buk, parah emang si Amel. kerennya GK ada lawan!". Kevin menjelaskan dengan sangat heboh dan panjang lebar.


dia bahkan juga memuji kehebatan tonjokan Amel tadi.


Bu Desti hanya cengoh mendengar penuturan Kevin, bukan itu yg ingin di tanyakan Bu Desti tadi, tapi..., akh sudah lah pikirnya


"sudah!, sudah!, habis waktu mengajar ibu kalau kamu sudah bicara! Kevin, Kevin!". buk Desti hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya frustasi.


dan hanya di jawab cengengesan cengir kuda oleh Kevin.




sama dengan Bu Desti, Bu Susan juga sedang mengintrogasi seluruh murid IPS 1 terutama Amel.



"AMELIA KASANDRA!, coba maju dulu kamu kedepan sini!". perintah Bu Susan dengan logat Batak kentalnya.



Amel pun maju dengan santai"ada apa ya Bu?".



"coba dulu kau jelaskan masalah kau dan si Dimas itu!, kenapa pulak bisa sampai kau tonjok mukanya itu!,... sampai pingsan pulak lah dia itu!".



"si Dimas duluan yg mulai kok Bu!, dia ngejek ngejek bapak saya Bu!". tegas Amel menuduh nuduh Dimas



"bah kek mana pulak ceritanya itu!.., tapi sudahlah duduk lah kau,... belajar lah dulu kita ini!".


"nanti pas sudah istirahat kau datangi lah Bu Desti di mejanya ya!". perintah buk Susan dengan logat Batak kentalnya.

__ADS_1



"baik buk!, permisi".


__ADS_2