
"Tu..."belum sempat menuntaskan kata katanya yg hendak berpamitan,tapi Dila malah terbengong dengan mulut yg ternganga lebar dan jangan lupakan matanya yg terbelalak lebar hingga tak berkedip.
"subhanallah!, nikmat tuhanmu mana lagi yang engkau dusta kan ini Dila??".
"ya Allah makhluk apakah yang ada di depan hamba ini?".
"pangeran dari kerajaan mana pula yang kesasar hingga kesini?".
"ya Allah, PENGEN NIKAH huuu!!".batin Ardila menjerit jerit histeris, mengagumi sosok makhluk yg ada di depannya itu.
"eh, jaga mata Dila,jaga mata!. Dosa astaghfirullah!". batinnya mengingat kan.
tapi matanya tetap saja memandang cowok tampan di depannya itu tanpa berkedip sedikit pun.
beginilah lah definisi yg paling tepat ketika mata dan hati tidak bisa di sinkron.
"sudah puas memandangi ketampanan ku ini, hmm?". tanya Kenzo menggoda Dila .
Dila yg sedang mengagumi ketampanan cowok di depannya itu pun langsung tersadar, dan
blush
pipi Dila langsung memerah
mendengar pertanyaan dari pria itu membuat Dila merasa tersindir karena memang benar tadi ia mengagumi ketampanan cowok di depannya yg tiada duanya itu.
Dila benar benar merasa malu dan kesal.
"tapi dia memang sangat tampan huuu!!, aisss kenapa wajah ku terasa panas ya?, apa.., apa mungkin wajah ku memerah??, huuu malu nya!".
lantas dila langsung memalingkan wajah nya ke samping untuk menyembunyikan wajah nya yg sudah bersemu merah itu.
salah satu sudut bibir Dila juga langsung terangkat dengan wajah nya yg semakin bersemu memerah.
ini adalah salah satu ciri khas dan kebiasaan dila.
jika dia sedang malu salah satu bibir nya akan langsung terangkat dan tidak bisa di turunkan sampai perasaan salting nya itu hilang.
"is kok dia tau sih aku lagi mengagumi ketampanan nya itu,kan malu!"batinnya sangat kesal dan malu.
"wah, lihat wajahnya yg memerah itu!!, ah dia benar benar semakin menggemaskan!!".
ternyata Kenzo sudah melihat wajah merah Dila sebelum dia memalingkan wajahnya.
"aku tau aku tampan,jadi kau harus berterima kasih kepada ku,karena aku sudah memperbolehkan mu melihat ketampanan ku ini dari dekat girl!.
" dan kau juga harus bersyukur karena menjadi wanita pertama yg ku perbolehkan melihat ketampanan ku ini dari dekat hmm!".goda Kenzo penuh percaya diri sambil mengusap rambut nya ke belakang memancarkan karisma dan ketampanan nya yg sudah sangat di atas rata rata.
wajah yg sangat cool, tenang dan berwibawa, rahang yg tegas, mata yg tajam menambah kewibawaan nya. alis tebal, hidup yg mancung, kulit putih bersih, dan gaya rambut nya yg tidak rapi bak seorang bad boy di film film atau drama, sungguh menambah ketampanan nya.
sungguh seluruh yg terlihat pada diri Kenzo benar benar sangat perfek.
namun kepercayaan diri cowok tersebut membuat dila menarik kembali ucapan nya "percuma ganteng kalau kasar, dan suka memaki!, apalagi tingkat kepercayaan diri nya yg sangat tinggi itu huh!!".
bagi Dila, perkataan Kenzo Barusan sungguh mengesalkan.
namun, bagi orang orang yg mengenal Kenzo, ini adalah sebuah keajaiban besar .
ini adalah pertama kalinya bagi seorang Kenzo berbicara begitu panjang.
bahkan seumur hidupnya, selama hampir genap umurnya 18 tahun, untuk kali ini adalah yg pertama kalinya dia bisa menggombal, menggoda, dan bercanda.
biasanya dia hanya mengatakan HM!, ya!, GK!, dan perkataan yg sungguh sangat singkat, kecuali saat membahas tentang hal yg menurut nya penting dan mencakup bisnis nya saja, baru dia akan benar benar sangat serius dan berbicara tanpa boleh di tentang, namun tetap saja kata katanya singkat padat dan tegas.
"cih!!, narsis sekali anda tuan!".sinis Dila.
ia berpura pura tidak mengakui ketampanan cowok di depannya ini,padahal dalam hatinya BEUH, beribu ribu pujian dia ucapkan setiap kali melihat wajah yg sangat tampan itu.
apalagi saat melihat Kenzo mengusap rambut nya kebelakang tadi, rasa nya Dila ingin sekali meloncat loncat histeris. tapi itu tidak Dilakukan nya, karena dia sedang mempertahankan imejnya.
__ADS_1
setelah lama berdiam, Dila pun berdiri.
"tuan tau hewan yg bergelantungan di pohon?". tanya Ardila sambil mengangkat motor yg masih menindih sebagian tubuh pria itu,lalu memindahkannya ke pinggir trotoar jalan.
"hm tau, emang kenapa?". tanya Kenzo dengan wajah polos yg membuat Dila sungguh ingin sekali mencakar cakar wajah tampan itu sangkin gemas nya.
"hmh dasar gila, tampan tampan bego juga ternyata!".batin Dila menertawai kepolosan pria di depannya.
dia tidak tau saja jika cowok di depannya itu aslinya orang yg sangat menyeramkan, dingin sedingin es di kutub, tatapan nya tajam setajam belati, bahkan menyayat hingga ke jantung.
tapi entah kenapa Kenzo langsung berubah saat pertama kali melihat Dila.
lalu Dila mendekat dan menatap wajah Kenzo dengan serius, membuat Kenzo menjadi sangat penasaran dan salah tingkah.
"tuan sangat mirip dengannya!".ucap Dila dengan muka yg di buat seserius mungkin lalu...
"puff mmbwahahahaha!".tawa Dila sangat keras.
Kenzo yg melihat Dila menertawai nya bukannya marah,malah dia terbengong, terpesona dengan tawa Dila yg membuat pesona seorang Ardila syifana semakin terlihat cantik dan menggemaskan.
"mhm mbwahahah!". mendengar ucapan Dila, sontak kedua cowok yg entah sejak kapan datangnya dan dari mana asalnya itu langsung tertawa terbahak-bahak.
tetapi ketika mendapat tatapan tajam dari orang yg sedang mereka tertawai itu, sontak kedua cowok itu langsung diam dan mengunci rapat rapat mulutnya.
kedua cowok tersebut langsung berpura pura meresleting mulut nya, lalu kompak menunduk, seolah olah menjadi bawahan yang sangat patuh pada bos nya.
"hei!!".
"...."
"yak! mau kemana kau pergi ha??".
"....."
"hey kau harus ganti rugi!, karena mu motor kesayangan ku ini hancur!".ucap Kenzo hendak menahan Dila yg sudah akan beranjak pergi.
dan benar saja Dila langsung berhenti dan berbalik.
"saya,ganti rugi?".ucap Dila mendelik tak suka sambil menunjuk dirinya sendiri.
"iya,kau harus bertanggung jawab!, karena mu motor kesayangan ku ini hancur!".ucap Kenzo dengan senyum smirk khas nya.
"puff, hahaha, apa tuan sedang bercanda?"
"apa?..., salah ku?"tunjuk Dila pada dirinya sendiri lagi.
"ah, anda benar benar lucu tuan! seharusnya saya lah yang minta pertanggung jawaban kepada Anda wahai tuan yg terhormat!!!".Dila bahkan berkata sambil menunjuk nunjuk muka Kenzo.
jika yg melakukan itu bukan Dila sudah di pastikan orang itu sudah masuk ke dalam lobang kuburnya besok.
"lagian jelas jelas disini anda lah yang salah!,sudah tau lampu merah bukannya berhenti malah di terobos,mana ugal ugalan lagi, huh dasar!!!". marah Dila dengan mata melotot dan jangan lupakan kedua tangannya yg berdecak pinggang berusaha mengintimidasi dan membuat Kenzo takut padanya.
saat ini gaya Dila sudah seperti emak emak yang sedang mengomeli anak nya.
tetapi bukannya takut Kenzo malah menjadi sangat gemas melihat gaya dila merepet itu.
Dila pikir gaya marah nya itu sudah seperti singa yg menyeramkan, tapi justru malah di mata Kenzo, Dila itu seperti kucing yang sangat menggemaskan.
"hei!, lagian kenapa saya yang harus ganti rugi ha?,apa anda tidak melihat!.., sayalah Korban disini!".
"karena anda jantung saya bahkan mau hampir copot tadi!".
"bagaimana jika tadi saya terkena serangan jantung mendadak,lalu masuk rumah sakit ha?!".cerocos Dila tanpa berhenti, bak sedang ngerap
mendengar Omelan Dila yg panjang lebar itu, entah mengapa bisa membuat Kenzo si bad boy kutub menjadi Sangat senang, seperti melihat sebuah pertunjukan yg sangat menghibur saja pikir nya.
padahal dari dulu Kenzo adalah orang yg sangat dingin,irit kata,dan sangat jarang bisa merasa senang dan puas akan suatu hal.
bahkan hati nya sudah seperti mati rasa, yg ia rasakan selama ini hanyalah kehidupan yg hampa, namun penuh dendam yg terus berkobar.
__ADS_1
"astaghfirullah, jangan sampai, jangan sampai!!. Jika itu benar benar terjadi tadi,akh aku akan benar benar menghabisi mu tuan!!".omel Dila dengan tangan yg memeragakan seperti sedang memotong leher nya.
"akh yg benar saja,keberanian dari mana yg aku dapatkan ini, Jangan kan menghabisi nyawa orang, melihat ayam dipotong saja aku sudah menangis,bahkan aku tidak akan tega memakannya!,oh sungguh hatiku yang sangat lembut!".batin Dila memutar balikkan ucapan nya tadi
"oh ya?.., lalu kenapa tidak kau lakukan sekarang saja?".tanya Kenzo menantang, dan jangan lupakan ekspresi Devil face nya yg sangat berdemage itu.
"karena aku sedang tidak punya waktu untuk meladeni orang seperti mu!".ucap Dila menekan setiap kata kata nya dan jangan lupakan tatapannya yg di buat setajam dan sedingin mungkin, berusaha mengintimidasi Kenzo.
padahal sungguh apa yang di katakan Kenzo itu memang benar wajah Dila yg sedang merepet itu sangat menggemaskan . apalagi matanya jika sedang terbelalak.
"akh matanya,mulutnya,pipinya, sungguh membuat ku benar benar ingin mencium nya, dan mencubit pipi bakpao nya itu!, akhh sungguh menggemaskan!".batin Kenzo sangat gemas.
"Tasku!!, astaghfirullah tasku di mana?". batin Dila yg sudah membalik badan nya, hendak pergi sambil kepalanya celingukan ke kanan dan kiri mencari tas nya itu.
lalu Dila menoleh kebelakang lagi dan menatap tajam Kenzo sambil menggertak kan gigi giginya, pertanda bahwa dia benar benar kesal dan marah.
"ini semua karena nya!!,awas saja kalau sampai aku melihatnya lagi!". batin Dila menggeram sangat kesal karena kehilangan tasnya.
melihat tatapan tajam dari Dila, membuat Kenzo jadi salah tingkah dan grogi.
"he-hei!!,ke-kenapa kau menatapku begitu ha?". ucap Kenzo berusaha menghilangkan rasa gugupnya.
dia sampai menelan susah ludahnya.
"seumur hidupku baru kali ini ada wanita yg berani menatapku setajam itu,akhh kenapa aku jadi grogi begini?,dimana ke aroganan ku itu pergi?, akhh sialan!!, bisa jatuh harga diriku!". batin Kenzo merutuki dirinya.
"ah ya aku tau,aku memang tampan,tapi tidak perlu melihat ku sampai segitunya,hahah!".tawa garing Kenzo, berusaha mengembalikan ke aroganan nya itu.
"huh dasar narsis!!".mendengar kenarsisan pria yg sudah di tolongnya itu membuat Dila langsung mendengus kesal dan kembali berjalan untuk mencari kedua tasnya yg sudah dilemparnya entah ke mana tadi.
"hei!!kau mau kemana?kau harus bertanggung jawab!".
"hei!, setidaknya antar dulu aku ke rumah sakit!!".
"AKHh KAKI KU!". jerit Kenzo berpura pura kesakitan.
"hei,kau harus membawa ku ke rumah sakit!!"
"yak!!,aduh, ke- kenapa kaki ku tidak bisa di gerakkan, awwws!".
"akhh bagaimana ini?, kaki ku benar benar tidak bisa di gerakkan!!".
"hei bagaimana jika aku sampai lumpuh ha??, kau harus ganti rugi!!".
Kenzo terus saja berteriak untuk mencari perhatian Dila dengan berpura pura sakit, hmm bukan pura pura sih, kan memang benar bahwa dia baru saja mengalami kecelakaan, bagaimana mungkin orang yg baru kecelakaan tidak merasakan sakit?.
dia terus saja meneriaki Dila, berharap Dila akan berbalik dan menolong nya.
sedangkan kedua cowok yg sedang berdiri itu hanya bisa menonton sambil terheran heran.
bahkan mulut nya sampai terbuka dengan mata membola. mereka benar benar sangat terkejut melihat tingkah konyol teman nya itu.
"what???, sejak kapan dia bisa merasakan sakit?,aku bahkan masih ingat dengan sangat jelas waktu si bos tauran dan tangannya tersayat belati musuh yg cukup dalam, tapi si bos biasa biasa aja tuh!, dan ini, hanya karena jatuh bahkan lukanya pun tidak seberapa,bisa membuat si bos mengerang kesakitan kaya bocah gitu.?"
"what the hell??, apa kiamat sungguh sudah sangat dekat??, huh sungguh sangat menyeramkan!!.
kira kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya??
jangan lupa nanti kan bab selanjutnya ya guys π.
terima kasih sudah membaca ππ.
__ADS_1
oh iya ngomong ngomong kalian yg sudah membaca asal kota mana nih??π.