
"ekhm!, MMM ta- Tasya, kamu duluan aja y ke kelas nya, aku mau ke... ke kamar mandi dulu!". ucap Dila pada Tasya, saat berjalan di koridor menuju kelas nya.
sedangkan Tasya hanya menatap Dila dengan satu alis terangkat seolah bertanya untuk apa ke kamar mandi, sedangkan Tasya sudah yakin kalau Dila pasti ke kamar mandi bukan karena mau buang air kecil atau pup.
"ekhm i- itu aku mau buang air kecil dulu, hehe udah GK tahan banget soal nya! daaahhh!!". Dila menjelaskan dengan grogi dan langsung ngacir begitu saja.
tapi tidak jadi karena tangan nya di tahan Tasya.
"mau kencing, apa mau nangis?". pertanyaan singkat namun mampu membuat Dila Langsung menegang dan mata nya semakin berkaca kaca, sedikit lagi mungkin air mata nya sudah menetes.
lalu Tasya langsung menarik tangan Dila ke taman yg sangat sepi di belakang sekolah.
taman ini sangat jarang di kunjungi para murid, karena cukup jauh dari kelas kelas.
"kalau mau nangis, nangis aja!..., GK usah di tahan tahan!".
"nangis aja, Sampek Lo lega!. keluarkan semua unek unek Lo!".
sedangkan Dila yg sedari tadi sudah bersusah payah menahan air mata nya, akhir nya tumpah juga, saat mendengar ucapan Tasya yg sangat cuek dan dingin namun mengandung sangat banyak perhatian.
"mh MH MHm huaaaaa hiks, hiks, hiks,... huaaaaaaaa, aaaaaa!!".
"hiks, hiks,.. ke- kenapa, kenapa mereka selalu bi- bilang aku GK punya punya orang tua huaaaa!, hiks aku gk punya asal usul huuuu huuu!, aku miskin!, a- aku anak haram!!!..., hiks hiks hiks!, huaaaaa!".
Dila menangis histeris, dan sambil sesenggukan ia menjerit jerit frustasi mengeluarkan semua unek unek di hati nya.
Tasya tidak tahan melihat Dila yg biasa nya selalu terlihat bahagia dan ceria kini menangis dan terlihat sangat hancur.
dia langsung memeluk Dila prihatin. bahkan mata nya juga sudah berkaca kaca, tapi dia langsung menatap langit. "seberat berat nya masalah gue, ternyata masih ada ya,yg lebih menyedihkan dari pada hidup gue!". Tasya berusaha menahan tangis nya, agar tidak membuat Dila semakin sedih.
"ke- kenapa?, KENAPA!!!,... a- aku, aku pu... nya orang tua!, aku pu- punya asal usul!!, aku bukan anak haram!!". Dila semakin sesenggukan sambil menekan nekan dada nya yg tiba tiba jadi sangat sesak seperti terhimpit bebatuan.
Tasya semakin memeluk erat Dila sambil mengusap usap punggung dila, untuk menyalurkan kekuatan nya. hanya itu yg bisa dia lakukan, dia ingin sekali menenangkan Dila, tapi tidak tau harus mengatakan apa.
Tasya bukan lah orang yg suka berbasa basi, dia paling tidak bisa menenangkan seseorang karena sifat nya yg sangat cuek dan tertutup.
"kalau bisa memilih, a- aku juga GK akan mau jadi seperti ini! hiks hiks, aku gk akan mau kehilangan kedua orang tua ku!!".
"aku gk akan mau jadi bocah 8 tahun yg Luntang Lantung di jalan, sampai, sa- sampai harus nyuri makan demi ganjal perut!,... AKU GAK MAU!!! huaaaaa aaaaaaaa hiks, hiks".
"kenapa GK ada yg ngerti!!!!, ka- kalau mereka ada di posisi aku.. hiks hiks, pasti mereka juga GK akan mau di perlakukan buruk!! huuuhuh".
"ja- jadi murid suruhan seluruh murid di sekolah!, di hina di Depan semua o.. o.. orang hiks, hiks!, di Jambak!, di siram!, di Tampar!.. huaaa siapa yg mau hidup di perlakukan seperti itu!!!... hiks hiks, huaaaaa, ji- jika binatang bisa bicara mereka pasti ju- juga tidak akan mau di perlakukan seperti ku!, hiks hiks hiks... huaaaa aaaaa, hiks hiks!".
"mereka kejam!, me- mereka jahat! huaaaaa aaaaa, hiks hiks!".
****
__ADS_1
setelah sekian lama menangis, dan mengeluarkan semua unek unek nya, akhir nya Dila sudah bisa tenang, walau terkadang masih terdengar sesekali sesenggukan nya.
"ma- maaf ya Tasya, maaf!!,... hiks.. hiks.
khem kalau kamu juga mau benci sama aku setelah mendengar semua keburukan di masa lalu ku,... a- aku GK apa apa kok! hiks. terima kasih udah mau ja- jadi sahabat Dila sejak Dila pindah ke sekolah ini. Tasya!... se- sekali lagi Dila min...".
"Lo ngomong apa sih!, ga usah gilak deh!... GK mungkin lah gue bisa benci sama orang sebaik Lo!!,.... pikiran Lo tuh yg terlalu jauh, sembarangan aja kalo ngomong!!". omel Tasya yg tidak suka dila berbicara seperti tadi, dia pikir Tasya ini orang seperti apa coba sampai bisa membenci orang tanpa sebab.
sedangkan Dila hanya menunduk kan kepala nya saja menatap sepatu nya yg sudah mulai terlihat usang, " ya kan mu- mungkin aja Tasya jadi malu berteman sama Dila, setelah mendengar cerita buruk aku dulu!".
"makan nya, GK usah suudzon mulu Lo jadi orang!!".
"mmm ngo- ngomong ngomong... makasih ya Tasya, tadi udah mau bantuin Dila!".ucap Dila penuh ketulusan dan hanya di Jawab anggukan ringan oleh Tasya seperti sikap nya yg biasa.
"Lo mau tau GK, cara nya biar GK di bully lagi??". ucap Tasya santai dan langsung di jawab anggukan antusias oleh Dila bahkan mata nya sampai berbinar binar dan tersenyum semangat.
"iya,.. gimana cara nya??".
"cari kelemahan mereka!".
"kelemahan??,.. kelemahan nya Indri??". pertanyaan Dila hanya di jawab anggukan oleh Tasya membuat Dila mengerutkan kening nya semakin bingung.
"setelah Lo tau kelemahan mereka,... gunakan kelemahan itu untuk menjatuhkan mental nya. bersikap lah seperti biasa saat di depan nya, jangan tunjukkan ketakutan Lo!!.
kalau bisa jangan pernah tundukkan kepala Lo di depan dia, dan tatap tajam mata nya!. tunjukkan kalau Lo bukan Dila yg dulu lagi!, Lo bukan Dila yg lemah, yg selalu diam saat di tindas, yg selalu nurut saat di perintah!".
"tapi kalau nanti Indri marah terus nampar aku kayak dulu lagi gimana??, lagian aku masih Truman banget setiap ketemu dia!!". wajah Dila yg tadi nya sudah berseri seri, kembali menjadi lesu dan langsung menyenderkan punggung nya pasrah ke senderan kursi taman itu.
"stek"
"ya justru itu!,.. itu kesempatan terbesar Lo buat membalas yg lebih dari yg dia lakuin ke elo!!!".
ucap Tasya serius sambil memetik kan jari nya antusias hingga bunyi.
"maksud nya??".
"Tasya ikshh, ngomong nya jangan setengah setengah dong,... Dila GK ngerti tauk!!". kesal Dila karena Tasya selalu bicara setengah setengah, membuat nya seperti ingin mencakar cakar wajah tembok datar Tasya.
"maksud gue tu gini.....". Tasya sengaja mengerjai Dila lagi dengan menjeda ucapan nya, sedang kan Dila sudah memandangi wajah Tasya dengan serius, menantikan kalimat selanjut nya.
"nungguin yaaa!!".
plak
"aduh, pedes banget sih pukulan Lo, gila ya!, Sampek merah ni kek nya badan gue!".
Dila memukul badan Tasya kuat sangking kesal nya di kerjain, tapi menurut Dila pukulan nya itu sangat lah pelan.
__ADS_1
memang dasar Dila ini, kecil kecil cabe rawit 🤣🤣.
" ya abis nya Tasya becanda Mulu sih!, aku udah serius juga!!". omel Dila yg membuat Tasya langsung tertawa terbahak bahak.
"mbwahahah,... Oky Oky Oky, jadi gini..".
"eh!, tunggu, tunggu, tunggu!, yg barusan itu... Tasya lagi ketawa??".
"tadi,... ta- tadi tadi.. Tasya ketawa!!". heboh Dila langsung karena melihat tawa lepas Tasya. sedangkan Tasya langsung terdiam dan menormalkan lagi ekspresi nya.
"apa sih!, gak jelas banget!".
"mau gue kasih tau GK tips nya?". Tasya langsung mengalihkan perhatian Dila ke topik utama nya.
Tasya merasa jadi sangat malu karena ketahuan ketawa, padahal kan ketawa bukan kejahatan ya guys 🤦. dia bahkan GK bakalan masuk penjara cuma karena ketawa doang.
tapi bagi Tasya ketawa itu sudah seperti kejahatan terbesar saja, CK CK CK!.
"Oky, Oky, apa tips nya?". Dila kembali serius menatap wajah Tasya menantikan kalimat selanjut nya.
"jadi kalo si intris intris itu..."
"Indri Tasya!, nama dia Indri!. mamaknya udah bagus bagus bikin nama, malah kamu ganti ganti!, aku sliding retak juga itu tulang mu!!". omel Dila memotong omongan Tasya, membuat Tasya memutar bola mata nya malas.
"mau intris kek, Indri kek, indrit kek, y suka suka gue lah mulut mulut gue kok!..... udah GK usah motong motong omongan gue Lo!!". sinis Tasya langsung saat melihat Dila yg hendak protes, membuat Dila langsung diam pasrah saja.
"jadi kalau nanti si Indri main kekerasan fisik ke elo, entah dia nampar atau apa lah, Lo langsung aja Lawan dia habis habisan sampai babak belur!,.. kalau bisa tonjok muka nya Sampek pingsan kayak si amel nonjok Dimas kemarin!".ajar Tasya pada Dila agar Dila tidak selalu diam saja saat di tindas.
"tapi itu kan GK boleh!, kalau nanti dia kesakitan gimana?,... kalau nanti aku di hukum, apalagi di keluarkan dari sekolah!. GK deh, GK ,GK ,GK!". Dila tidak setuju dengan saran Tasya karena takut nanti Indri akan mengadu ke orang tua nya dan berakhir pada Dila yg di keluarkan dari sekolah.
"ya justru itu Dila!...., jangan Sampek Lo duluan yg yg ngehajar dia!".
"gini ya Dila binti marpo'ah, Lo dengerin gue Baek Baek!!. kalau misal nya Lo ketemu sama si intris intris itu, provokasi aja dia. provokasi Sampek dia yg main fisik ke elo Luan!".
"misal nya dia nampar Lo luan, tapi pastikan di tempat ramai ya!. pas dia udah nampar Lo Sampek ada bekas nya kalo bisa, baru Lo gantian hajar Balik dia sesuka Lo!!".
"tapi kalau nanti aku di keluarkan dari sekolah gimana??". cemas Dila setelah mendengar rencana Tasya.
"ya makan nya itu Dila!!!!. Lo harus mastiin kalau si intris yg nampar Lo luan, sampai ada bekas nya!. dengan begitu, guru GK bakalan nyalahin Lo sepenuh nya, karena Lo juga korban!!". geram Tasya karena Dila tak kunjung mengerti maksud nya.
"ya tapi,... tetap aja aku takut!. setiap ngeliat dia aja aku udah trauma!!".
"ya itu terserah Lo sih!. ... kalau Lo mau terus terusan di bully ya udah diam aja terus!!. GK selama nya orang orang bisa melindungi Lo terus, ada saat nya mereka sibuk dengan urusan nya masing masing!. mungkin sekarang gue masih bisa nolongin Lo, tapi gue GK yakin kalau suatu hari nanti bakalan tetap sama!". Tasya sengaja berbicara pedas agar Dila mengerti, kalau GK selama nya dia bisa tetap diam saat di tindas.
sedangkan Dila hanya menyenderkan punggung nya dan menatap langit, mencerna kembali setiap kata kata Tasya tadi.
tanpa di sadari mereka ternyata ada seorang cowok yg sedari tadi memerhatikan mereka, bahkan dia mengikuti mereka saat keluar kantin tadi. bibirnya melengkung membentuk senyuman manis, tapi tidak tau senyuman itu tertuju untuk siapa!. entah Dila atau mungkin pada Tasya.
__ADS_1