
"dasar buaya darat!, adek nya si Rizky ya Lo!".
"pantang banget liat yg bening bening dikit langsung dah tuh, tebar pesona!".sinis Kayla langsung. biasa nya yg sering sewot jika dalam keadaan seperti ini adalah amel, tapi karena mood nya belum bagus, jadi dia hanya menonton saja.
"ya jelaslah!, secara gue kan ganteng!. kalaupun gue gak tebar pesona, pesona gue sendiri yg menebar!".ucap Gilang dengan mengangkat kedua tangan nya di samping kedua bahu nya, memperlihatkan pesona nya, dan dagu nya terangkat memasang wajah songong nya.
dan perbuatan nya itu mampu membuat seluruh murid cewek di kelas itu menjerit jerit histeris penuh kekaguman, menggigit bibirnya terpesona melihat ketampanan seorang Gilang, bahkan ada yang sampai hampir pingsan.
sedangkan Dila hanya mengagumi dalam diam, sambil terus menatap Gilang yg lebih tinggi dari nya itu, karena posisi mereka semua saat ini sedang berdiri.
"subhanallah!, dari jauh aja udah ganteng banget, apalagi dari dekat kayak gini!, beuh ganteng nya bertambah berkali, kali, kali, kali, kali, kali nya sampai banyak!, baru dilipat, bungkus, terus bawa pulang!".di luar memang hanya diam, tapi dalam hatinya ngomong tanpa henti udah kaya emak emak nawar sayur di pasar. wkwkwk kaga ada siapnya.
"eh!, apaan sih!, kenapa mikir sampai kesitu coba!, astaghfirullah, maaf kan hamba ya Allah!". batinnya mengingat kan, tepi matanya tetap saja tidak berpaling hingga suara gebrakan meja mengagetkan seisi kelas.
"brak!".
"eh mamak ku lagi masak di rumah!!".
"eh ayam goreng, nasi uduk!".
"eh semut terbang ketabrak mobil!".
"eh ayam mati loncat!".
"ganteng banget Astaghfirullah!,.. eh!". berbeda dengan yg lain, melatah tak jelas, Dila malah langsung memukul keningnya pelan karena keceplosan lagi.
"isss ni mulut kenapa keceplosan terus sih!, nambah masalah aja deh!". batin Dila merutuki mulut nya.
brak
Devan yg sedari tadi sudah memerhatikan Dila, tidak dapat lagi membendung emosi nya dan langsung menggebrak meja lagi, membuat seisi kelas kembali melatah terkaget kaget.
hati Devan memanas karena melihat Dila yg menatap penuh kekaguman pada Gilang, padahal kan dia juga jauh lebih tampan walau pun beda nya tak jauh jauh. tapi dia berusaha menahan emosi nya.
namun melihat Dila yg tak kunjung juga mengalihkan tatapan nya, membuat Devan langsung kehilangan kendali.
setelah menggebrak meja kuat, Devan langsung berjalan keluar kelas dengan wajah seperti orang yang tidak punya salah apa pun.
semua orang hanya menatap nya heran, tetapi Devan tidak pernah memedulikan orang, dia hanya acuh menjadi pusat perhatian.
Gilang Prameswari!.
ya nama cowok yang di kagumi dan di sukai Dila sejak pandangan pertama nya adalah Gilang Prameswari.
salah satu dari most wanted senior di SMA harapan bangsa, cowok tampan yg selalu berhasil membuat semua kaum hawa tergila gila, terutama Dila yg baru pertama kali melihat nya.
Gilang adalah putra kedua dari pasangan Surya Prameswari dan Dwita Prameswari, dan dia memiliki seorang kakak yang juga sangat cantik, berumur 22 tahun, bernama Kinara Prameswari.
lahir dari keluarga terpandang yg masuk dalam kategori 15 besar orang terkaya di Indonesia juga memberi nilai plus untuk membuat para wanita semakin menggilai nya.
sikapnya sangat bad boy, sering bolos, kalau pun masuk dia akan nongkrong di rooftop kalau tidak dia akan bermain basket di lapangan.
songong, suka tebar pesona, pede tingkat dewa gak ada lawan, namun selalu ramah, dia tidak akan membuat masalah kecuali orang itu duluan yg membuat masalah dengan nya.
tapi tak jarang juga dia ikut tauran, antar geng motor yang di ikuti nya.
selain karena ketampanan nya yg tidak bisa di anggap main main, menjadi anggota basket tetap di SMA harapan bangsa, menjadikan nya semakin terkenal dan digilai para wanita.
Devan dan Nathan selaku most wanted senior di SMA harapan bangsa juga tak kalah tampan dengan Gilang, bisa di bilang ketampanan mereka tak jauh jauh beda lah, sama sama terlahir dengan wajah yg sangat tampan, menawan,nan rupawan π .
tapi setampan tampan nya mereka masih ada lagi yg lebih tampan Dari mereka.
__ADS_1
ketampanan seseorang yang belum di beri tahu namanya itu sangat lah tidak bisa di anggap main main.
setelah kepergian Devan, Dila juga ikut keluar kelas dengan alasan akan ke kamar mandi.
"astaghfirullah Dila!!, kamu itu di sini buat sekolah, belajar, supaya bisa mengubah masa depan menjadi lebih bagus dan cerah!. fokus dong, fokus!. fokus Dila, fokus!".
"ingat kamu bisa sampai di sekolah mewah ini karena beasiswa, jangan sampai aku buat masalah terus di keluarkan!".
"pokok nya aku harus fokus belajar tanpa membuat masalah sampai lulus!". Dila merutuki diri nya sendiri sambil menatap pantulan diri nya di Depan cermin besar wastafel kamar mandi.
"Dila, coba kamu jawab pertanyaan di papan tulis ini!". perintah buk Desti pada Dila. buk Desti sengaja menyuruh Dila, karena melihat Dila yg selalu melamun dan tidak fokus pada pelajaran nya.
saat ini sedang jam mata pelajaran pertama dan buk Desti mengajar MTK di kelas IPS 1.
"Dila!".
"Ardila!".
"Ardila syifana!". buk Desti berjalan ke meja Dila dan terus memanggil Dila yg sedang melamun menghadap ke arah kiri nya.
bahkan saat ini dia sudah menjadi pusat perhatian, tetapi dia tetap tidak menyadari nya. kalau Dila Sadar, beuh pasti malu banget itu dia nya.
"Ardila syifana!".
"subhanallah ganteng nya!!". gumam Dila tak sadar sambil tersenyum senyum sendiri, dia pikir itu adalah suara batin nya, tetapi malah di ucapkan Langsung oleh mulut nya.
gumaman Dila barusan mampu membuat seluruh kelas terkaget kaget, bahkan buk Desti yg sedang berdiri di depan meja Dila itu membelalakkan mata nya lebar, dan mulut nya menganga tak percaya dengan apa yg barusan di dengar nya itu.
"khem!, siapa yang ganteng Dila??". tanya bu Desti mengerjai nya, mumpung Dila sedang tidak sadar.
"itu pangeran tur..., ". lalu Dila membalikkan kepala nya menghadap depan, dengan keadaan yg belum sadar dari lamunan kekaguman nya itu, karena merasa ada yg sedang berbicara dengan nya.
dan..
"astaghfirullah!, Innalilahi!". seketika Dila langsung berteriak dan terlonjak terkaget kaget karena melihat wajah Bu Desti yg sudah berada tepat di depan wajah nya.
Dila bahkan hampir terjatuh, karena kakinya terjegal kaki kursi nya saat akan keluar dari samping kiri mejanya itu, sangking kaget nya.
"aaaaa!".
"DILA AWAS JATOH!!". heboh satu kelas saat melihat Dila yg sudah akan jatuh ke belakang.
sedangkan Gilang yg posisi duduk nya tepat di samping kiri Dila, sontak langsung berdiri, bersiap menangkap tubuh Dila.
tapi tidak jadi karena Dila berhasil menyeimbangkan badan nya lagi kembali ke depan.
"ya ampun ukhti!, kenapa kok gak jadi jatuh sih??, AA' udah siap siap nangkap loh tadi!".omel Gilang lembut pada Dila.
"ma- maaf!, maaf khem!".Dila semakin salah tingkah karena baru menyadari bahwa dia saat ini sedang menjadi pusat perhatian. dan hanya bisa menunduk dan me\*\*mas r\*mas jari jari tangan nya.
"ye!, dasar kang modus Lo!, buaya darat!".ketus Kayla menatap Gilang sinis.
"ya elah!, nyari kesempatan dalam kesempitan itu namanya buk!".
"ya elah!, nyari kesempatan dalam kesempitan itu namanya buk!". kalian pasti juga sudah tahu lah siapa yg selalu berbicara dengan kompak ini π .
__ADS_1
coba tebak deh siapa??, author jadi pengen tau, Udah sedalam apa sih kalian mengenal novel buatan author Klara Sand ini hehe!π πβΊοΈβοΈ.
"wah!, wah!, GK bisa di biarin itu buk!. pokok nya contoh contoh buaya darat kayak dia harus di basmi!, titik!!".omel Amel dengan berdecak pinggang menatap tajam dan menunjuk nunjuk Gilang. wah seperti nya akan ada perdebatan besar lagi ini mahπ.
"titik nya pakai koma GK Mel??". tanya Dito mengerjai Amel, dan yg mengejutkan nya ternyata malah di anggap serius oleh Amel.
"pokok nya harus di basmi titik gak pakek koma!!".ketus Amel yg masih setia berdecak pinggang itu
"pokoknya, pokok apa Mel?,pokok rambutan apa pokok mangga pak Udin?". gini nih ciri ciri dikasih hati minta jantung lagi. mentang mentang misi mengerjai amel yg pertama sudah berhasil, malah semakin di buat buat lagi!. kalau singa jadi jadian nya udah ngamuk baru dah tu! "MODAR dia nya!", kenak tonjokan khas Amel, yg akan memberi efek samping, keluar darah dari hidung, melihat burung dan bintang terbang di atas kepala, dan pingsan dadakan ππ.
"Lo mau cari masalah sama gue ha!!".
"eh, enggak, enggak!, enggak kok Mel!". baru di sentak Amel aja jantung Dito sudah jedag jedug
party dadakan. mental tempe kok nyari masalah bang CK!, CK!, CK!, hadehπ€¦π.
"maju Lo sini kalo berani!".
"sudah!, sudah, sudah!!. Amel duduk kembali ke bangku kamu!, jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi!. dan yg lain juga, kerjakan soal yg sudah ibu berikan!!".
"Dila kamu ada masalah di sini?, kenapa ibu perhatian dari tadi kamu melamun terus?".
"eh, e- enggak kok buk,GK ada masalah apa apa!".
" yaudah kalau begitu kamu fokus ya belajar nya!".
"i- iya buk, maaf atas perbuatan saya tadi buk!".
"iya GK apa apa!, sekarang kerjakan soal yg sudah ibu tulis di papan tulis ya!".
"baik buk!".
"hufffff!". Dila menghela nafas lega setelah Bu Desti kembali ke depan, dan mengusap usap dadanya.
sedangkan Devan hanya memerhatikan Dila saja, lalu beranjak keluar dengan alasan akan ke koperasi sekolah untuk membeli pulpen baru.
assalamualaikum, apa kabar semuanya??
maaf ya kalau ceritanya kurang seru π .
terima kasih sudah mampir membaca ππ.
jangan lupa nanti kan bab selanjutnya ya πβΊοΈ
dan jangan lupa juga tinggal kan jejak, like, komentar, bunga, dan, vote nya. supaya author semakin semangat lagi melanjutkan ceritanya dan novel nya juga semakin berkembang ππβΊοΈπ·π.
__ADS_1