
"Li!!!".
"Lily, dengerin penjelasan ikiy dulu dong!!".
tiba tiba Rizky masuk ke dalam kelas dengan berlari lari seperti orang panik yg sedang di kejar kejar setan hingga sampai ke meja Prilly, lalu dia langsung berjongkok di samping bangku Prilly.
"Lily cantik nya Iky,.. please!!!.. dengerin penjelasan iky dulu yah!".
"yg kemarin itu gk kayak yg Lily bayangin kok!. kemarin itu maksud iky.. iky cuma gk mau perhatian nya Lily itu terbagi ke orang lain!".
"lagian yg kemarin cuma bercanda kok, iky.. iky.. iky cuman.. cuman.. "
"iky cuman mau di manja doang sama Lily!!". ucap Rizky sambil mendongak dan menatap Lily dengan wajah yang sangat memelas.
dan saat mengatakan hanya ingin di manja oleh Prilly Rizky memelankan intonasi nya dan langsung menunduk sedih.
Prilly yg mendengar semua ucapan tulus dan lembut Rizky serta melihat sekilas wajah memelas Rizky pun akhir nya luluh.
tapi Prilly tetap memasang wajah cuek nya, menatap lurus ke papan tulis dengan tangan bersedekap dada.
dia ingin menguji, seberapa sabar dan tulus nya rasa cinta Rizky ke pada Prilly.
sedangkan Kayla dan Amel sudah duduk di bangku nya masing masing. lalu mereka berdua saling menatap dan langsung memasang wajah julid dan mual mual saat mendengar omongan Rizky yg lebay dan sok manja itu.
"Li!!".
"..."
"Lily sayang!!!".
"...."
"Lily dengerin iky gk sih!!". ucap Rizky sambil kembali mendongak menatap wajah cuek Prilly.
__ADS_1
"apa sih Lo!!, gak usah alay deh!. minggir Lo!!". ucap Prilly dengan ketus, kemudian melihat wajah sedih Rizky sekilas lalu langsung mengeluarkan buku dari tas nya karena sudah melihat pak Abdul hampir sampai di depan pintu kelas.
sama seperti yang mereka lakukan tadi, Amel dan Kayla kompak saling melirik dan kembali memasang wajah julid serta memutar bola mata nya jengah. membicarakan Prilly dengan bahasa isyarat, seolah olah mengatakan "buset tu orang gk ingat apa, seberapa alay lebay bin manja nya kelakuan nya selama ini??".
"helllooo bestieeee!!,.. kalian itu sama kok, kalian kan sejoli jadi sama sama alay kok!!". ceplos Kayla sambil berbalik menghadap Rizky dan Prilly.
"bacot Lo Kayla bangsat!, kawan gk ada akhlak!!". geram Prilly marah.
"RIZKY BAGASKARA!!, ngapain kamu di sini ha??, sudah tau jam pelajaran segera di mulai!, bukan nya duduk belajar malah sibuk berpacaran!!".
"eh??, eh..." Rizky terkejut saat tiba tiba terkena banyak tetesan air lalu mendongak ke arah asal rintikan air itu, dan refleks saja Rizky langsung melepaskan tas yg masih di gendong nya itu untuk menutupi wajah nya dari air hujan buatan ala pak Abdul.
awal nya Rizky hanya mengira, mungkin saja di luar sedang hujan dan genteng kelas sedang bocor, tapi semakin lama tetesan itu sangat menggangu membuat Rizky melihat pak Abdul.
Rizky memang tidak tau kalau pak Abdul sudah masuk.
dia memang mendengar suara pak Abdul yg memanggil nya tadi, tapi dia tidak terlalu menggubris nya, karena Rizky hanya fokus menatap Prilly dengan wajah sedih nya.
lagian sedari tadi memang kelas sangat ribut dan di saat saat seperti ini sangat sering terjadi, di mana Dito selalu mengerjai para murid dengan berpura pura menjadi pak Abdul apalagi suara Dito benar benar mirip dengan suara pak Abdul.
murid yg tidur!, murid yg berpacaran terutama Rizky dan Prilly!, makannya Rizky mengira tadi itu suara Dito yg sedang mengerjai nya seperti biasa.
"kamu lihat itu si Devan!, murid terpintar dan selalu mendapat kan prestasi yg bagus!, kalau dia tidak belajar!, tidak mungkin dia bisa pintar kan!!".
"apa kamu tidak mau seperti dia!, apa kamu tidak mau masa depan mu cerah ha??, atau kau memang tidak punya masa depan ha??".
"loh, ya bapak gk bisa kek gini dong!, se enak nya aja ngebanding bandingin saya dengan Devan!!!!".
"semua orang berbeda pak!!. setiap manusia di ciptakan oleh Allah dengan kekurangan dan kelebihan nya masing masing!, jadi bapak gk bisa se enak nya gini membanding bandingkan saya dengan Devan!".
"hobi saya bernyanyi pak!, dan sangat beruntung nya saya... Allah memberikan kelebihan Kepada saya suara yg bagus, yg akan mendukung cita cita saya pak!!!".
"tujuan hidup setiap orang berbeda beda pak!, kelebihan setiap orang juga berbeda beda!, jadi bapak gk bisa sesuka dan semau bapak membanding bandingkan orang lain dengan saya!!".
__ADS_1
"coba bapak bandingkan suara saya dengan si Devan!, coba bapak suruh Devan bernyanyi!!".
"selama ini Devan memang sangat pintar dan selalu mendapat kan prestasi di bidang pendidikan!, tapi tetap saja dia akan kurang jika dalam bidang seni bernyanyi!".
"dan sama seperti saya!, saya lebih mendalami ilmu seni bernyanyi dibandingkan dengan pelajaran lain nya, karena tujuan hidup saya memang menjadi seniman musik!, seorang penyanyi pak!!".
"sekali lagi saya beritahukan kepada bapak untuk jangan pernah membanding bandingkan saya dengan yg lain!, saya punya tujuan hidup saya sendiri!!, saya punya prinsip hidup saya sendiri!!, dan saya punya bakat dan kelebihan saya sendiri!!. dan lebih tepat nya lagi kelebihan saya adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada saya, yg tidak bisa di ubah dan sangat!, sangat saya syukuri!!". emosi Rizky sudah benar benar berada di puncak nya. bahkan satu kelas, terutama pak Abdul terdiam seribu bahasa mendengar semua ucapan Rizky itu. seluruh murid di kelas itu terdiam karena baru pertama kali ini melihat sisi lain dari seorang Rizky yg sangat jauh dari sikap nya yg biasa. Rizky yg biasa nya adalah seorang cowok yang alay!, lebay terutama jika sudah bersama Prilly!, play boy!, dan selalu menunjukkan sikap kekanak Kanakan nya.
tapi tidak dengan hari ini. hari ini Rizky menunjukkan kepada semua orang betapa lebih dewasa nya dia dari pada yg lain. Prilly sangat terharu dan bangga melihat sikap Rizky hari ini.
sedangkan pak Abdul terdiam karena semua yg di katakan oleh Rizky memang benar, bahkan sangat benar.
setiap orang memang tidak bisa di paksakan untuk sempurna dalam setiap hal. tidak ada manusia yang sempurna, dan tidak ada satu makhluk pun di muka bumi ini yg sempurna.
Allah menciptakan setiap makhluk nya dengan Kelebihan dan kekurangan nya masing masing. Allah sudah menetapkan apa kelebihan mereka dan apa kekurangan mereka, dan semua itu tidak akan pernah bisa di rubah oleh seorang pun.
"maaf jika omongan saya barusan melewati batas!, tapi saya mengatakan semua ini karena saya masih menghargai bapak sebagai guru di sekolah ini!. saya mengatakan ini agar bapak tau, orang dengan watak seperti apa saya ini, dan bapak tidak melewati batasan bapak sebagai seorang guru!".
"permisi!, saya izin tidak mengikuti kelas bapak hari ini, assalamualaikum!". Rizky langsung pergi keluar kelas dengan menggendong kembali tas nya di pundak kiri nya. rasa nya hari ini perasaan Rizky sedang benar benar hancur dan campur aduk. Belum persoalan dia dengan Prilly, dan sekarang dia melewati batas omongan nya sebagai seorang murid terhadap guru yg jauh lebih tua dari nya.
Rizky memang bukan seorang cowok yg baik, tapi seburuk apa pun sikap nya, sesering apa pun dia menggombali para cewek, tapi dia tidak pernah sama sekali melakukan yg nama nya berkata kuat dan melebihi batas nya kepada orang yg lebih tua dari nya.
karena kedua orang tua nya terutama ibu nya selalu berpesan dan menasehati nya agar selalu menjaga sopan santun nya kepada orang yg lebih tua.
Rizky benar benar merasa bersalah bersalah karena sudah melanggar pesan dan nasehat ibu nya itu. tapi mau bagaimana lagi, sikap pak Abdul yg selalu semena mena memang tidak bisa terus terusan di diamkan.
pak Abdul memang harus di tegur agar dia tau apa kesalahan nya itu. Rizky sudah benar benar jengah mendengar setiap ucapan pak Abdul saat masuk kedalam kelas IPS 1 yg selalu membanding bandingkan semua murid yg di pandang nya salah dengan Devan.
mungkin jika yg di banding bandingkan pak Abdul itu adalah sikap nya mungkin semua murid maklum, karena itu adalah pengajaran ilmu etika, yg memang harus di ketahui oleh semua orang.
tapi tidak dengan pak Abdul ini. dia selalu saja membanding bandingkan semua prestasi murid murid nya, sedangkan setiap manusia itu memang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan nya masing masing.
bahkan mungkin jika sikap dan etika Devan kepada orang yg lebih tua di banding bandingkan dengan Rizky, maka nilai etika dan moral Devan sangat jauh di bawah Rizky.
__ADS_1
bayangkan saja semua perlakuan Devan terhadap orang yg lebih tua dari nya, mulai dari sikap angkuh dan ketus nya kepada pak satpam, dan guru lain nya di sekolah.
sedangkan Rizky.., dia selalu menghargai dan menghormati semua orang yang lebih tua dari nya.