Love Story From SMA Harapan Bangsa

Love Story From SMA Harapan Bangsa
masalah sepele yang menghebohkan


__ADS_3

saat ini sedang jam istirahat.


amel sedang berdiri di dalam ruangan konseling.


di depan Amel sudah ada Bu Desti,pak kepala sekolah dan Bu Sondang guru konseling.


Bu Sondang duduk di meja nya untuk mengintrogasi Amel. sedangkan Bu Desti dan pak kepala sekolah duduk di bangku kayu tanpa meja.


Dimas juga sudah di antar ke rumah nya setelah sadar dan mendapat perawatan di klinik dekat sekolah.


"cobak lah dulu kau jelaskan dengan detail Amel!,apa yg sebenarnya terjadi tadi!". perintah buk Sondang dengan logat Batak nya, dan di anggukan serius oleh Bu Desti juga


"iya Amel, coba tolong kamu jelaskan dulu apa yg sebenarnya terjadi!".


pak kepala sekolah hanya memerhatikan dengan tangan bersedekap di dada.


"MMM begini pak, Bu!...."


"semua ini berawal dari anak cowok yg mengatakan bahwa semua cewek selalu benar dan tidak mau di salah kan!".


brak!


"astaghfirullah!"


"ya Tuhaaan!".


para guru di ruangan itu pun langsung terlonjak kaget termasuk pak kepala sekolah, bahkan ia sampai berdiri dari bangku nya.


sangking kuat nya Amel mengebrak meja, membuat jantung para guru itu seperti mau copot.


para guru itu kemudian kompak menatap tajam Amel dan hanya di jawab cengengesan cengir cengir.


"hehe maaf pak, buk kebawa suasana!".dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"hah, ... kau ini ya Amel! itu kan hanya masalah sepele!,.. tak perlu lah Pulak sampai kau buat pingsan si Dimas itu!!".


"kasihan sekali si Dimas itu bah!".Bu Sondang menatap dengan prihatin.


"ah iya!, ibuk masih ingat ya Amel!,.. kau pun dulu pernah juga menonjok si Dimas itu waktu kelas 2, iya kan Amel??". tatapan Bu Sondang langsung menajam.


"eh!, i- iya buk,..."


brak!!


"TAPI kan itu juga salah nya Dimas buk!, dia Luan yg gangguin saya!". tekan Amel tak mau kalah.


dia bahkan sampai kembali mengebrak meja dengan kedua tangannya dan menatap serius Bu Sondang.


brak!!


"amelllll!!!, apa kau mau membuat ibuk serangan jantung tiba tiba ha!!". teriak buk Sondang menggelar, bahkan dia sampai berdiri dari duduknya dan menggebrak meja juga, melampiaskan kesal nya.


pak Zayn dan Bu Desti hanya bisa mengusap usap dadanya menenangkan.


sudah dua kali gebrakan meja membuat jantung kedua guru itu seperti mau copot.


buk Sondang merasa tidak enak pada pak kepala sekolah dan Bu Desti. "maaf pak, buk kebawa suasana!HAHAHA!!".


Bu Sondang kembali duduk dengan tangan yg masih mengelus elus dada nya, dan menghela nafas lega.


"maaf buk!, saya juga kebawa suasana tadi!". ucap Amel pelan sambil menundukkan kepalanya.


"hemmmm fuhhhh!".


"dulu si Dimas pingsan karena kau tonjok!,.. jangan bilang kali ini dia pun pingsan karena kau tonjok juga Amel!".


"MMM i- i.. ya bu, saya.. nonjok mukanya si Dimas!.."


"TAPI kan buk..."tangan Amel sudah melayang ke atas bersiap menggebrak meja lagi.

__ADS_1


tapi tidak jadi dan langsung di turunkan lagi, karena buk Sondang sudah memelototi Amel dengan kedua alis terangkat dan menunjuk tangan Amel yg sudah di atas itu.


"kali ini itu beneran salah nya si Dimas buk!, suruh siapa dia bawa bawa bapak saya di dalam permasalahan sekolah!".tegas Amel yg masih tidak mau di salah kan, wajahnya pun di buat memelas.


"berarti yg dulu itu salah kau lah!".


"eh, eng.. gak buk, yg Dulu juga salahnya Dimas kok buk!".


"memangnya apa pulak yg di bilang si Dimas itu Amel!, sampai sampai kau tonjok nya lagi muka dia itu,.. bahkan sampai pingsan kau buat dia!".


"MMM... itu buk, Dimas bilang.."


"buk,buk,buk,buk! huffff, Hem huff!,"


"assalamualaikum pak huff buk!, hah hah hah".


"bah!, ngapain pulak kalian masuk ke sini tanpa izin ha!". senggak Bu Sondang galak sambil berdecak pinggang, matanya menatap tajam Prilly, Kayla dan Dila yg baru saja menerobos masuk.


bahkan saat ini mereka masih berusaha menormalkan pernapasan nya tapi sudah mendapat senggakan galak dari Bu Sondang.


"huh!, huh, i.. tu.. buk, huh huh, kami juga terlihat dalam masalah Amel!". ucap Prilly cepat dengan napas yg masih tersengal sengal belum teratur.


"astaghfirullah kenapa kalian bisa sampai terlibat juga!". kaget Bu Desti.


"Dila coba jawab jujur, apa benar kamu juga terlibat?".


"i- iya Bu saya juga di kelas pada saat itu,dan terlibat juga!". Dila sebenarnya sudah sangat grogi dan takut, terlebih lagi dia anak baru, bahkan baru 2 hari bersekolah.


tapi dia juga tidak boleh diam, melihat teman nya di hukum. karena dia juga ikut adu mulut saat itu.


jawaban Dila membuat buk Desti menggeleng gelengkan kepalanya sambil memijat keningnya yang tiba tiba pusing.


"kalian ini sudah pada besar loh!, sudah dewasa!, kenapa harus berkelahi kaya anak kecil!".


"kalian itu sudah kelas 3 sebentar lagi lulus!. berikan lah contoh yang baik sama adik adik kelas kalian!".pak kepala sekolah berbicara dengan tenang dan bijak.


brak


"iya pak buk kami juga terlibat,dan siap di hukum!(2)".tiba tiba Dito ,tegar, algi dan twins R datang dengan menggebrak pintu keras.


membuat para semua orang di ruangan itu langsung terlonjak kaget, dan cengoh mendengar penuturan mereka.


"hais ini kan hanya masalah sepele!, kenapa pulak semua bisa terlibat!".


"saya juga terlibat!". ucap seseorang yg baru masuk dengan tegas.


semua mata langsung tertuju padanya, bahkan para guru sampai menganga kaget,tak percaya.


"wah sepertinya ini kekacauan yg sangat besar!". gumam pak kepala sekolah sambil memijat keningnya.


"apa kesalahan mu dalam masalah kali ini Devan?". tanya pak kepala sekolah yg tidak percaya kalau Devan,yg jelas jelas notabene nya seorang murid paling berprestasi dan tidak pernah terlibat dalam masalah, mengaku ngaku kalau dia juga terlibat.


"salah saya karena karena tidak melerai mereka, sebagai seorang ketua kelas!". Devan berbicara dengan tegas tapi terkesan dingin.


"hemmm fuhhhh!". helaan nafas panjang pak kepala sekolah terdengar seperti orang yang sedang menahan emosi nya.


brak


"BERDIRI Yg BENAR!, BARIS BANJAR!, ANGKAT SATU KAKI KALIAN!, TARIK TELINGA ORANG DI SAMPING KALIAN,DAN TELINGA KALIAN JUGA!". Zayn Al Fajri seorang kepala sekolah yg di kenal selalu tersenyum ramah dan tenang.


hari ini dia terlihat sangat menakutkan seperti sudah mengeluarkan dua tanduk di kepala nya.


pak Zayn berdiri lalu berjalan ke sudut ruangan mengambil rol rotan panjang lalu kembali berjalan ke depan para murid nya yg masih membengong itu.


semua tindakan pak Zayn membuat semua orang di ruangan itu bergidik ngeri. apalagi para murid yg mendapat perintah tapi mereka malah membengong saja bukannya segera melaksanakan perintah orang yang sedang kesetanan itu .


"APA LAGI YANG KALIAN LIHAT HA!! KERJA KAN YANG SAYA PERINTAH KAN TADI!! CEPATTT!!!". senggak pak Zayn sambil menunjuk nunjuk murid nya dengan rol rotan panjang itu.


dia sudah kehilangan karisma dan wibawa nya hari ini, karena masalah se sepele ini.

__ADS_1


senggakan pak Zayn tadi langsung membuat semua murid terlonjak kaget dan kocar kacir membetuk dua barisan berbanjar. para cowok di depan dan cewek di belakang.


"Devan jelas kan kejadian nya secara rinci!".pak Zayn sudah bisa mengontrol emosi nya.


Devan juga sebenarnya sangat malas untuk terlibat hal hal yg seperti ini, terlalu tidak berguna dan menghabiskan waktu saja pikir nya.


tapi karena ada Dila, Devan terpaksa untuk melibatkan diri juga.


lalu Devan menjelaskan seluruh kejadian tadi pagi dengan singkat padat dan tegas.


setelah mendapat kan ceramah dadakan dari pak kepala sekolah, Bu Sondang, dan Bu Susan.


mereka di suruh membeli makanan dulu di kantin.


dan dalam waktu 10 menit,baru kembali ke ruang konseling untuk saling meminta maaf dan menulis 5 lembar tulisan permintaan maaf.


jika ada yg kabur dan tidak kembali,maka hukum nya akan di tambah, dan mendapat surat panggilan orang tua. jika sudah berhubungan dengan surat panggilan orang tua, pasti tidak akan ada yg berani.


setelah kembali dari kantin, mereka semua berkumpul di satu meja yg cukup panjang dan lebar.


ada yang serius mengerjakan nya,ada yg tidur,ada yg mengomel tiada habisnya,dan bahkan ada yg hanya memelototi kertas nya saja.


dia pikir dengan memelototinya, kertas itu bisa langsung terisi sendiri apa!.


setelah menyelesaikan 5 lembar kertas permintaan maaf itu.


mereka kembali di perintahkan untuk hormat di Depan tiang bendera hingga jam pelajaran berakhir.


Devan tidak di hukum, tapi dia tetap di sana untuk menjaga Dila. berjaga jaga bila mungkin Dila akan pingsan.


Devan beralasan menjaga mereka, siapa tau ada yang kabur.


"minum!".tiba tiba Devan berkata dengan tegas sambil menyodorkan sebotol air mineral pada Dila.


"eh, eng..gak..usah!". tolak Ardila dengan lembut agar tidak menyinggung perasaan Devan.


"Belum gue minum!,gue cuman ga mau nanti Lo pingsan di sini, .. badan Lo berat GK ada yg mau ngangkat!, jadi nya malah nyusahin!". jelasnya tegas tanpa ekspresi.


"eh, eh,.. siapa bilang, gue mau kok ngangkat Dila kalau misalnya dia pingsan!". kata kata itu dengan lancar nya keluar dari mulut Dito dan berhasil mendapatkan topakan turbo dari Kayla.


"kalo ngomong itu dipikir pikir dulu!, GK punya etika Lo ya?". cibir Kayla pada Dito yg masih mengusap usap kepalanya yg sakit.


"ya mangap, kan bener,..namanya juga kesempatan ,kan gak boleh di sia siain!".


"niminyi jigi kisimpitin kin gik bilih di siyi siyi in!, itu bukan kesempatan goblok!, tapi otak Lo nya aja yg kotor plus liciknya gak ada lawan!". kalian tau lah si Kayla, kalau adu mulut emang GK pernah kalah.


"tinggal ambil terus di minum aja ribet!". cibir Devan memutar bola matanya jengah.


"lah kan si dila nya gak mau, kok Lo yg sewot si!. mending Lo kasih gue aja lah!, dah kering banget ni tenggorokan gue". Amel langsung merampas botol itu dari tangan Devan dan meminumnya hingga tandas tanpa rasa bersalah.


sedangkan yg lain hanya bisa menelan ludah dengan mata berbinar lebar, melihat Amel menengguk air yg terlihat sangat segar itu.


"tadi di kasih GK mau, giliran di minum orang di lihatin!". sindiran Devan membuat Dila menggigit bibir nya menyesal.




babang Devan sudah mulai nunjukin perhatian nya ni yeπŸ˜™πŸ˜…



assalamualaikum semua nya author kembali update.


terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya ini πŸ˜….



jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungannya ya, supaya author nya semakin semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya 😁🌷

__ADS_1


__ADS_2