
"whattt!!, sejak kapan dia bisa merasakan sakit?,aku bahkan masih ingat dengan sangat jelas waktu si bos tauran dan tangannya tersayat belati musuh yg cukup dalam, tapi si bos biasa biasa aja tuh!, dan ini hanya karena jatuh bahkan lukanya pun tidak seberapa,bisa membuat si bos mengerang kesakitan kaya bocah gitu.?"
"what the hell??, apa kiamat sungguh sudah sangat dekat??, huh sungguh sangat menyeramkan!!.
"wah, gila si Kenzo!, kalo dia sadar kelakuannya kaya gini gw yakin tu orang langsung malu banget!".batin kedua cowok itu.
"untung Udah gue vidiokan, bisa lah buat balas dendam, hahaha!". salah satu dari dua cowok itu membatin sangat puas, bahkan dia sampai tersenyum senyum sendiri, membayangkan wajah malu Kenzo saat di tunjukkan Vidio nya tadi, sambil ia terus merekam tingkah konyol Kenzo yg sangat tidak biasa.
seakan tuli Dila tidak memedulikan teriakan teriakan pria itu yg hanya akan membuang buang waktu saja pikir nya.
tapi kalimat berikutnya membuat Dila langsung otomatis berhenti.
"hei!,.. jika kau tidak mau bertanggung jawab,aku akan melaporkan mu pada polisi!!".
"aku sungguh akan melaporkan mu ke polisi dengan kasus tabrak lari!!". jerit Kenzo mengancam Dila.
dia berharap Dila berhenti dan berbalik untuk menolong nya.
"what, what, what, what the hell??, sejak kapan dia percaya dengan polisi??,bahkan jika dia kemalingan pun dia akan mencari malingnya sendiri dari pada menghubungi polisi!".
"oh my God!!, sungguh hari yg sangat menyeramkan!!, ow bulu kuduk ku bahkan sampai berdiri semua".batin kedua cowok yg baru datang tadi.
mereka benar benar di buat terheran heran melihat sikap yg sungguh tak biasa dari teman esnya itu.
pasalnya dari dulu memang Kenzo selalu malas jika melakukan sesuatu yg melibatkan polisi,karena menurutnya polisi itu sangatlah lambat.
padahal tidak semua polisi seperti itu kan?.
melihat Dila yang berhenti,tentu saja membuat Kenzo tersenyum kemenangan.
"1..,2...,3!"
benar saja Dila membalik tepat di hitungan ketiga Kenzo,dan bukan hanya berbalik, bahkan Dila tersenyum, walau pun Hanya senyum keterpaksaan dan penuh misteri sambil menahan rasa dongkol nya.
tapi di mata Kenzo senyuman Dila malah terlihat sangat menggemaskan.
intinya semua yg di lakukan Dila selalu terlihat menggemaskan di mata Kenzo, apapun itu!!.
" Jiakkhh bucin pada pandangan pertama nih Yee!!,uhuyy acekepiwit!!"kata author mah.
"hah, apakah author bisa menjadi Dila di kehidupan nyata π , menjadi perempuan yg sangat menggemaskan itu huu!!".
"yes!! sudah ku tebak dia pasti berbalik dalam hitungan ketiga hahaha!"
"fix no debat jodoh gue ni mah!".batin Kenzo sangat senang.
wah mungkin jiwa es kutub nya sudah benar benar mencair ya??.
"hemmm,fuhhhh!".Dila menarik napas panjang dan menghela nya dengan sangat kasar.
"begini tuan!, dengarkan aku baik baik Oky!!". perintah Dila dengan menekan setiap kata katanya,sambil berjalan mendekat ke arah Kenzo.
hemmmm
"JIKA AKU YANG HARUS MEMBAWA MU KE RUMAH SAKIT, maka..."
"plak"......
Dila memukul kedua telapak tangan nya kuat, hingga membuat ketiga cowok di depannya itu terlonjak kaget, tersadar dari pemikiran nya masing masing.
"apa gunanya kedua makhluk berbadan besar di depan mu ini ha!!". cerocos Dila marah, suaranya juga sudah meninggi. sambil menunjuk kedua cowok yg sedang berdiri itu.
"apa mata anda buta, hingga tidak bisa melihat orang di depanmu itu ha!!".omel Dila, karena memang dia benar benar sudah sangat jengkel.
waktu berharga nya habis karena terus di permainan kan cowok yg sedang duduk di depannya itu.
"apa mereka hanya patung sebagai pajangan, sehingga harus aku yg menolong mu, TUAN?".ucap Dila dengan suara yg sudah melembut namun tersirat akan sindiran dan menekan kata tuan dengan senyum indah nya,dan jangan lupakan salah satu alisnya yang naik menantang.
seakan mengatakan berhentilah menggangguku!!.
"jadi ,jika sudah tidak ada apa apa lagi,maka izinkan saya pergi!,karena masih banyak hal lebih PENTING yg harus kulakukan dari pada meladeni orang KURANG KERJAAN seperti ANDA!."
__ADS_1
"permisi".ucap Dila sambil berbalik dan...
blus, hilang sudah senyum indah nya, walaupun senyum kejengkelan dan berganti dengan umpatan umpatan kejengkelan di dalam hatinya.
"menambah dosa ku saja mereka! hemh!"batin Dila yg masih kesal.
sambil berjalan dengan cepat dia berdoa agar tidak akan pernah bertemu lagi dengan pria gila itu.
mendengar semua Omelan Dila membuat ketiga cowok itu saling terbengong.
kedua cowok yg sedang berdiri itu terbengong karena terkagum kagum melihat keberanian Dila melawan sahabatnya yg dingin sedingin es kutub Utara plus nyeremin itu.
beda hal Nya dengan Kenzo yg sedang terbengong karena berfikir keras mencari kata kata apalagi yang bisa menghentikan gadis berhijab yg sedang berjalan menjauh itu.
"ini dia tasku, huff untung saja tidak hilang atau dicuri!'.ucap Dila sangat bersyukur.
lalu dengan cepat cepat dia berjalan ke depan, menuju halte bis di ujung tikungan jalan itu.
hari benar benar sudah sangat sore, hampir gelap,dan dia belum mendapatkan tempat tinggal bahkan dia belum sampai di kota.
melihat Dila yang sudah menghilang di balik tikungan, Kenzo pun tersadar dan langsung menatap tajam kedua pria yg sedang berdiri di depannya itu.
"sialan, karena mereka gadis itu tidak jadi menolongku!. Jika saja tadi kedua orang gila ini tidak tidak datang, sudah pasti gadis manis menggemaskan itu lah yang akan menolong ku, mengobati lukaku,mengelus kulit ku!, akhh sialan memang mereka ini!". batin Kenzo memaki kedua sahabatnya itu.
melihat tatapan Kenzo yg sudah seperti mau menelan mereka bulat bulat, membuat nyali kedua cowok itu menciut.mereka langsung menelan susah ludahnya.
jika Kenzo sudah marah beh kekuatan nya akan bertambah berkali kali lipat, mereka berdua tidak ada apa apanya.
bahkan Kenzo bisa mengalahkan 50 orang yg menyerbu nya sekaligus. dan itu sudah biasa dalam kehidupan nya.
"dasar bodoh!, sialan!,brengsek!, ngapain kalian datang ke sini ha?!".maki Kenzo penuh amarah pada kedua temannya itu.
"y-ya tentu saja kami kesini untuk menolong mu bos,si Dion sialan itu tadi memberi tahu kami kalau bos kecelakaan".ucap Arga sahabat dekat Kenzo.
"iya ken,kami kesini untuk membantu mu,tapi kenapa kau malah marah marah gak jelas gitu?".tanya Dimas heran akan kemarahan kawannya yg tanpa sebab itu.
padahal kan seharusnya dia berterima kasih karena Arga dan Dimas datang menolong.
"dasar BODOH!!!,gara gara kalian datang gadis itu tidak jadi menolongku!. Kalau saja tadi kalian gak datang,sudah pasti dia yang akan menolongku SIALAN!!".emosi Kenzo langsung berada di puncak nya ketika mengingat ke kegagalannya untuk berkenalan dengan Dila.
__ADS_1
mendengar kemarahan Kenzo yg hanya karena masalah sepele,Arga dan Dimas langsung terbengong.
"what?, apa aku tidak salah dengar?.aku tau dia memang perfeksionis,dan selalu mempermasalahkan masalah sepele. tapi,baru kali ini aku melihatnya marah karena gagal di tolong wanita".
"berhati hatilah engkau nona, seumur hidup baru ini aku melihat si Kenzo marah karena gagal dekat dengan wanita. jika benar dia suka dengan wanita itu, kasihan sekali nasib gadis itu. sungguh akan betapa menderitanya wanita itu nanti! CK CK CK !".batin kedua sahabat Kenzo itu.
"Kenapa kalian diam saja sialan!,antar aku pulang!". perintah Kenzo yg mood nya sudah benar benar hancur melihat keleletan dua orang di depannya itu.
hari ini adalah hari pertama Dila masuk ke sekolah baru nya.
Dila sudah menemukan tempat tinggal, kemarin dia mendapatkan bus sekitar jam 07.00.
di jam yg sudah memasuki waktu malam itu,di tambah Dila hanya sendirian duduk di halte yg letaknya di area hutan, tentu saja membuat nya benar benar ketakutan.
bahkan kemarin dia merutuki perbuatannya."kenapa dia tidak meminta bantuan pada cowok yg hampir menabrak nya itu dan malah pergi tanpa meminta pertanggung jawaban,".kesal Dila waktu itu
dan Dila sampai di kota jam 08.40 Malam, lalu mendapatkan kontrakan termurah di perkampungan yg lumayan jauh dari pusat kota sekitar jam 11.15 malam.
sedikit menceritakan indentitas Ardila.
"Ardila syifana, seorang gadis muslimah berhijab yg cantik, ramah, pintar, rajin, kadang polos kadang bar bar, humoris, baik hati , menggemaskan, penyayang, kalem jika belum kenal,tapi jika sudah dekat BEUH keluar semua ke bar barannya dan selalu periang.
Ardila berasal dari perkampungan di provinsi Riau, sepertinya tidak perlu lah terlalu detail menyebutkan daerahnya hihi.
semenjak umur 8 tahun Ardila tinggal di panti asuhan, karena kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan di umur 8 tahun nya.
keluarga lain dari ayah dan ibu? Dila tidak tau apakah dia punya keluarga lain dari ayah dan ibunya,karena setahu Dila ayah ibunya hanya sebatang kara. bahkan nenek kakek dari ayah ibunya pun dia tidak tahu hingga sekarang.
Ardila melanjutkan kelas 3 sekolahnya di ibukota Jakarta melalui beasiswa jalur prestasi.
memang benar benar sangat tanggung, jika pindah padahal beberapa bulan lagi lulus, tapi Dila tidak ingin menyia nyiakan kesempatan itu, yg ia pikirkan mungkin dengan beberapa bulan itu akan mengubah seluruh hidupnya.
Ardila gadis yang sangat rajin, pintar,dan selalu berusaha jika dia menginginkan sesuatu.
Dila bahkan kerja part time di toko yg tidak jauh dari kampungnya sedari kelas 2 SMP .
hampir seluruh pakaian, HP, uang jajan semua dari uang pribadinya.
dia tidak enak jika harus meminta kepada pengurus panti padahal dia sudah besar.
dan apakah yang akan terjadi selanjutnya....
untuk kelanjutan nya mohon di baca di bab selanjutnya ya readers π.
maaf kalau ceritanya masih kurang menarik soalnya ini cerita pertama author,masih pemula hihi.
__ADS_1
jangan lupa like,dan kasih saran di kolom komentar ya guys ππ.
terima kasih sudah membaca ππ.