Love Story From SMA Harapan Bangsa

Love Story From SMA Harapan Bangsa
kedatangan seorang misterius?


__ADS_3

sesuai janji nya dengan manajer kafe Waktu itu, hari ini Dila sudah mulai bekerja sedari pulang sekolah (jam 2), hingga jam 9 malam.


sebenarnya Dila pulang sekolah jam 1 siang, tapi karena jarak sekolah dan kafe cukup jauh jadi lah jam 2.


"huff subhanallah capek nyaaaa!!". Dila saat ini sedang duduk di balik meja kasir berjaga jaga bila ada pengunjung baru datang yg akan memesan.


"ya tapi bagus lah kalau kafe nya ramai!, semakin kafe nya ramai kan semakin naik gaji nya!. beuh!!,..cepat cepat lah aku naik gaji!!". baru sehari kerja Dila malah sudah berhalu saja.


bahkan dia sampai senyum senyum sendiri membayangkan kenaikan gaji. mungkin jika ada yg melihatnya dia sudah dikira gila CK,CK,CK.


beberapa saat kemudian, entah mengapa tiba tiba saja perasaan Dila seperti menyuruh nya untuk melihat ke arah pintu masuk kafe.


seketika matanya langsung terbelalak lebar dia menelan ludah dengan susah payah. Dila bahkan sampai mengucek ngucek mata nya berkali kali, memastikan apakah yg dilihat nya itu benar atau halusinasi saja.


"i- Indri?,.. be- Ben... Ar... kah?".tiba tiba wajah Dila langsung memucat Pasih, tatapan nya juga langsung memias.


jantung nya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, dan napas nya langsung sesak dan tak beraturan.


matanya sudah berkaca kaca digenangi air, tangan nya langsung mengepal erat bahkan sampai bergemetar, Gigi saling bergemeletuk berlawanan.


"a- aku GK boleh takut!, aku gk boleh takut!, aku harus tunjukkin kalau aku sudah berubah!, aku bukan Dila yg dulu lagi!, aku bukan Dila yg penakut seperti dulu!!". batin Dila menyuruh nya untuk tidak takut, tapi tidak dengan tubuhnya yang sudah berkeringat dingin.


"ta- tapi aku belum siap!, ini adalah hari pertama aku bekerja!".


"aku yakin jika dia melihat ku di sini, pekerjaan ku akan berakhir hari ini juga!. ya Allah tidak bisa kah hamba hidup dengan tenang dan damai?". wajah Dila semakin pucat, seiring dengan orang yg baru masuk tadi semakin mendekat dengan meja kasir.


"mbak mau kemana?, saya mau mau mesan loh!!". Dila yg sudah siap berlari ke arah dapur langsung berhenti,dia menelan ludah dengan susah, bahkan badan nya sudah bergetar hanya karena mendengar suara seseorang itu.


"ak- akhh!, ma- maaf mbak!, pe- perut saya sakit!, sa- saya akan memanggil kan teman saya untuk me- menggantikan!". Dila memegang perutnya sambil membungkuk.


berdrama seolah olah dia benar benar sakit perut. Dila berbicara tanpa berbalik.


"ouh, Oky!". orang itu hanya menjawab dengan acuh. sedangkan Dila sudah ngacir berlari kencang ke dapur.


"Dila!, kamu mau kemana?"


"astaga!!... kenapa wajahmu pucat sekali Dila??". karyawan yg menegur Dila tadi bahkan sampai terlonjak kaget saat melihat , wajah Dila yg sangat pucat.


"e- enggak apa apa kok kak!, di- Dila cuma sakit perut!, di- Dila boleh minta tolong kan kak?.. tolong jaga kan kasir sebentar ya kak!!". Dila memohon dengan mata yang sudah digenangi air.


membuat Mita, karyawan yang menegur nya itu tak bisa menolak." i- iya,.. udah sana!, sana!. kamu ke kamar mandi Habis itu cari obat sakit perut di.."


"TERIMA KASIH KAK!!". Dila sudah ngacir berlari ke kamar mandi, padahal belum selesai Mita berbicara.


sedangkan Mita hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Dila. Mita senang melihat kepribadian dila yg mudah akrab dengan siapa saja.


di hari pertama kerjanya Dila sudah akrab, bahkan tak jarang juga dia bercanda ria dengan semua karyawan di kafe itu.


Mita langsung ke depan, aula utama kafe. mengganti kan Dila.


"mau pesan apa dik!". tanya Mita ramah pada seorang gadis yg masih setia berdiri di depan meja kasir itu.


"spaghetti sama oranye juicy nya satu. !".


"baik silahkan ditunggu di meja yg tersedia, teman saya akan mengantar langsung kemejanya!".


"ok".


__ADS_1


brak!!.


sedangkan Dila langsung masuk ke kamar mandi dan membanting kuat pintunya. untung kamar mandi khusus karyawan sedang kosong.


Dila langsung mengunci pintu kamar mandi, bahkan dia mengunci pintu kamar mandi dengan tangan yg semakin bergetar kencang.


lalu menyenderkan punggungnya ke pintu.



tok tok tok


"Dila apa kamu baik baik saja??". tanya kak Selly. dia khawatir saat melihat Dila yg berlari dan membanting pintu kamar mandi kuat.


"enggak ada apa apa kok kak!, Dila cuma sakit perut!". suara Dila bahkan sudah berbeda, suaranya bergetar. seperti suara seseorang yang sedang menahan tangisnya.


"oh Oky lah!, kakak kira kamu kenapa kenapa tadi!".lalu kak Selly pun berlalu pergi dari kamar mandi.



setelah tidak mendengar suara kak Selly lagi, lantas Dila langsung berjalan ke wastafel dan menatap cermin, memandangi dirinya.


tangan nya mencengkeram kuat kuat pembatas wastafel, menyalurkan rasa takutnya yg bercampur aduk.


perlahan lahan air matanya mengalir seiring dengan dia yg teringat akan masa lalunya saat masih bersekolah di kampung nya dulu.


di mana Dila di bully dan dihina habis habisan saat di belakang sekolah,di Depan khalayak ramai. jilbab nya di tarik hingga hampir lepas,kaki nya di tendang, pipinya di tampar. semua ingatan itu terus menghantuinya.



lalu perlahan lahan Dila berjalan mundur menjauhi cermin wastafel, dengan kaki yg terlihat sangat lemas.



Dila bersandar di dinding itu, kepalanya menengadah ke atas. sangat terlihat dari tatapan nya bahwa dia sedang ketakutan.


seketika tubuh nya langsung merosot ke lantai. seluruh tubuh nya tiba tiba saja melemas.


Dila memeluk kedua kaki nya sambil menangis.


"kau jelek!, kau sa.. ngat je... lek!, mis.. kin!, GK punya orang tua!, dan gak tau asal usulnya dari mana!!".


"orang yang GK punya asal usul seperti mu, GK pantas untuk dihargai apalagi bahagia!!. kau mengerti!!".


kata kata itu terus terngiang ngiang di kepala Dila. dia me\*\*mas re\*as kepalanya yg terbalut jilbab sambil terus menangis.


Dila terus menangis histeris tanpa suara, bahkan napas nya sampai tersengal sengal.


dan apakah kalian tahu bagaimana rasanya menangis tanpa suara?.. sakit!!, itu sangat menyakitkan, perih,dan sesak. rasanya membuat kita seperti merasa sangat tersiksa.



semua ingatan itu membuat Dila ingin pergi jauh!, jauh sejauh jauh jauh nya, ketempat yang tidak ada seorang pun yg bisa melihatnya, bahkan Dila sempat berpikir untuk bunuh diri sangking trauma nya dengan semua ingatan itu.



tapi dila Sadar. masa depannya masih panjang, masih banyak cita cita yg harus dia wujud kan, dan masih banyak hal di masa lalu nya yg harus dia tuntas kan.


perlahan lahan tangis nya mulai mereda, dia kembali merasa sedikit tenang, dan berusaha melupakan masa lalu kelamnya itu.

__ADS_1



setelah merasa benar benar tenang dan kembali bertenaga seperti semula Dila bangkit , membuka jilbab nya lalu membasuh wajahnya beberapa kali.


kemudian memakai kembali jilbab segiempat nya itu dan keluar.


tapi dila tidak langsung ke depan aula utama, dia mengintip dari balik pintu kaca pembatas dapur memastikan kalau seseorang yang mengingatkan nya dengan masa lalu kelamnya itu sudah pergi atau belum.



"hemmm fuhhhh!!". Dila masih setia menyandarkan tubuhnya ke pintu.


"eh!,eh!,eh!, addduuuhhh!".


"ya ampun Dila!, kamu ngapain sih di situ??".Mita menolong Dila berdiri. tadi Dila jatuh karena terdorong pintu.


"enggak kok kak!, aku gk apa apa!, cuma masih agak lemas aja hehe!". Mita hanya geleng geleng kepala. dia tidak habis pikir dengan Dila. Dengan wajah nya yg sangat pucat saja dia masih bisa tertawa.


"obatnya udah di minum?".


"udah kok kak, Dila balik ke depan dulu ya kak!,... makasih banget udah mau gantiin Dila kak!".


"iya, Sama sama!, tapi kamu, kalau belum sehat istirahat aja dulu di ruang ganti!".


"MMM , GK usah lah kak!, Dila udah sehat kok!, lihat ni!!". ucap dengan sangat yakin, bahkan dia sampai meloncat loncat untuk meyakinkan Mita.


"iya, iya, iya!, Udah Sono Lo!, Lo kan emang kuat!!.... hah, apalah daya ku yang lemah ini!".


"is apa sih kakak ini!". Dila langsung berdecak pinggang, menatap Mita tak senang.


"iya, iya, becanda gue!, udah Sono Lo!". Mita mendorong dorong Dila hingga ke depan pintu pembatas dapur.



dan seperti biasa Dila kembali duduk di belakang meja kasir. bila ada pengunjung yang baru datang Dila akan menghampiri mejanya, dan mencatat pesanan pengunjung itu.



setelah kepergian seseorang misterius yang di panggil Dila Indri tadi, semua kembali aman.


seluruh pekerjaan nya berakhir dengan sangat baik.



assalamualaikum, apa kabar semuanya??, 😁😁


setelah membaca sampai bab ini, bagaimana pendapat kalian tentang novel saya ini??πŸ˜…


apakah menurut para pembaca cara penulisan nya sudah bagus??


oh ya, jika para pembaca memiliki saran atau komentar yg ingin di sampaikan,saya akan dengan senang hati untuk menerima dan memperbaikinya 😁.


dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak (like, komentar, bunga,dan vote nya)✌️.


author mohon dukungan kalian ya, agar author lebih semangat lagi melanjutkan ceritanya, dan novel nya juga semakin berkembang πŸ™.


sekian dari author SAND, dan terima kasih sudah mampir membaca 😁✨.


🌷🌷.

__ADS_1


__ADS_2