Maafkan Aku, Anak Ku

Maafkan Aku, Anak Ku
Episode 12


__ADS_3

Tepat umur anakku Rifqie 3 bulan aku bercerai dengan mas Wijaya, disaat dia bertemu dengan ku terakhir kalinya, dia sama sekali tidak ada simpati, bahkan anaknya pun tak dilihatnya, sungguh sakit hatiku. Dalam hati aku berjanji akan membesarkan anakku sendiri dengan penuh kasih sayang, biar saja dia tidak menganggap anakku, anakku adalah anakku sendiri, pelita hidupku. Mantan mertua ku yang masih baik padaku, merekalah yang membantu kami menjual rumah yang kutempati saat aku menikah dengannya mas Wijaya dulu, mereka jua yang membantuku membeli rumah ku sekarang,. Mereka memenuhi semua kebutuhan ku dan anakku. Aku sangat berterima kasih pada mereka berdua karena sangat baik. Mereka berkata padaku biarlah hubungan suami istri berakhir tetapi hubungan orangtua dan anak tidak akan berakhir walaupun tidak ada ikatan darah tapi mereka menganggap ku sebagai anak kandungnya, aku sangat terharu mendengar nya hingga menitikkan airmata dan kupeluk orang tua mas Wijaya dengan erat.

__ADS_1


Kini aku sudah menjalani hidup menjanda 2 bulan, aku bingung, karena mantan suami ku tidak memberikan nafkah sama sekali untuk anak nya, aku juga tidak ingin merepotkan orang tua nya dan orang tuaku lagi. Aku ingin kembali mengajar disekolah lagi, tapi itu tidak akan cukup untuk membeli kebutuhan anakku. Aku pun melihat orang tua ku sedang kesulitan karena ada hutang yang belum dibayar, dari adikku ku dengar ada orang yang menagih ke rumah ku. Aku sangat iba pada orang tua ku, ayahku pun sekarang sudah tidak sekuat dulu dan mulai sakit -sakitan, ya diabetes mungkin karena ayah ku bekerja duduk setiap hari, ayahku adalah seorang penjahit. Aku sangat bingung memikirkan nya, apalagi adikku masih banyak yang bersekolah.

__ADS_1


Siang itu aku pulang ke rumah orang tua ku untul merundingkan sesuatu. Aku sudah memutuskan ini dengan matang, aku ingin meminta persetujuan orang tua ku.

__ADS_1


Aku senang mendengar ayahku menyetujui keputusanku.

__ADS_1


Sore itu aku menelpon kawan ku yang menganjurkan aku agar aku pergi ke Taiwan. Dia adalah Nova teman ku dari kecil. Kami tidak pernah terpisahkan dari sekolah dasar sampai kuliah kami selalu bersama. Karena dia jugalah aku dulu ingin kuliah. Kini diapun telah menikah dan punya 2 anak, tapi hidupnya lebih beruntung karena suaminya sangat mencintai mya dan tak pernah menyelingkuhi nya. Dia bekerja sebagi guru di SMA di desaku. "assalammualaikum, Say kamu kenal sponsor yang sering membawa orang ke taiwan tidak? aku sudah bicara dengan orang tua ku dan mereka menyetujui nya" ucapku ditelepon. dari seberang telepon dia menjawab " oh iya waalaikum salam, kamu jadi y mau kesana, ini aku ada kenal dia tetangganya suamiku namanya pak Sukri, dia sering membawa orang-orang untuk bekerja ke Taiwan, kalau mau nanti sore kamu aku antar kesana?. " iya aku mau, nanti sore kamu tak jemput ya say, dan terima Kasih ya karena mau bantuin aku" ucapku. " iya sama-sama say. ya udah ya aku mau ngasih anakku makan dulu ni, assalamualaikum "ucapnya. "oke deh waalaikum salam " aku pun menjawab salamnya..

__ADS_1


__ADS_2