
Mendengar cerita masalalu suamiku aku tidak terkejut sama sekali. Karena kalau dilihat dari perawakan badan suamiku tidak mungkin dia tidak punya kekasih, tubuhnya lumayan tinggi dan tampan. Berbeda jika dibandingkan dengan ku yang berperawakan kecil dan tidak cantik. Mantan kekasihnya pun cocok dengannya tinggi dan sangat cantik.
" Kamu gak marah kan yang sama aku, dengan masa lalu ku". ujarnya. "gak kok mas, aku malah makasih kamu dah mau jujur sama aku" jawab ku tersenyum. " Kalau kamu sendiri gimana, ada mantan pacar juga gak??" tanyanya menyelidik. Akupun hanya tersenyum mendengarnya, "Aku gak pernah pacaran mas". " Yang bener, masak iya zaman sekarang ada yang gak pernah pacaran? " tanyanya. Ya udah kalau gak percaya, jawabku tersenyum kecut. Lagian lo pacaran itu kan hukumnya haram. " iya deh, istriku memang yang paling benar".
__ADS_1
Saat perjalanan pulang kurasakan perutku sangat tidak enak, seingatku aku sudah makan tadi pagi. "Mas kok perutku rasanya kembung ya, apa magh ku kambuh ya" ucapku sambil memegang tangan suamiku. "Apa sakit banget sayang, kita kerumah sakit ya" ujarnya khawatir. Aku menggeleng " gak mas cuma kerasa gak nyaman aja.. kita pulang aja ya, aku ingin istirahat, mungkin kecapean aja". "Oke sayang".
Saat sampai rumah aku segera berlari cepat kekamar mandi karena perutku sangat mual dan aku ingin memuntahkan semua perut ku. Suami ku yng melihat itu segera mengikuti dari belakang dan betapa terkejutnya dia melihat istrinya sudah pingsan dikamar mandi. Dengan sekuat tenaga dia langsung membopong istrinya menuju ke mobil dan langsung pergi ke rumah sakit. Sampai rumah sakit langsung ditangani dokter ugd, mereka memeriksa istriku dengan seksama. " Maaf pak apa anda suaminya" ucap dokter tersebut.". Aku pun mengangguk. " Selamat pak istri anda hamil, agar lebih jelas bisa anda bawa ke dokter kandungan" ucap dokter sambil tangan menunjuk kearah ruangan dokter. " Alhamdulillah" ucapku senang. Aku mendatangi istriku dan mencium keningnya, kuucapkan terima kasih ditelinganya karena mau mengandung anakku.
__ADS_1
Kami pulang dengan saling melemparkan senyum, tidak lupa kami mengabarkan ke keluarga kami tentang kabar bahagia ini. Orang tua ku dan orang tuanya sangat bahagia mendengar bahwa mereka akan menjadi kakek nenek. Bagi orang tuaku ini adalah pertama kalinya mereka akan mempunyai cucu. Mereka sanagt senang.
Sesampai dirumah suamiku memegang tangan ku dan membantu ku berjalan hati-hati . "Hati-hati sayang aku akan bntu kamu ya berjalan ya kalau perlu aku gendong ya" ucapnya sambil tersenyum melihatku". Dari rumah sakit tadi kulihat dia tersenyum senyum sendiri, kulihat kebahagiaan dimatanya. Akupun sangat bersyukur dalam hati ku. " Makasih mas, aku bisa jalan sendiri kok," ucapku malu-malu. "Gak papa sayang, biar aku bantu, kamu gak boleh sampai jatuh". Dia membantu merebahkan tubuhku diranjang dan menyelimuti ku. "Kamu istirahat saja ya, kalau mau apa-apa ngomong biar aku belikan. Akupun tersenyum dan memejamkan mataku kedunia mimpi.
__ADS_1