Maafkan Aku, Anak Ku

Maafkan Aku, Anak Ku
Episode 7


__ADS_3

Rifqie menjadi kebahagian tersendiri bagi ku. Tidak terasa dia sekarang telah berumur 1 bulan. Tetapi kenapa aku merasakan ada yang berubah dari suamiku, yang biasanya dia perhatian padaku, kini dia sangat cuek dan dingin. Yang biasanya dia selalu pulang tepat waktu sehabis mengajar kini sering pulang terlambat, bahkan dia sangat dingin pada anaknya sendiri. Akupun sering mencium bau parfum asing ditubuh suamiku, tapi aku masih tetap mempercayai nya. Bahkan kadang kala saat dirunah dia sering mengacuhkan ku seakan aku tak ada disana. Aku tidak tahu apa salahku, setiap aku mau membicarakan nya dia hanya diam seribu bahasa.

__ADS_1


Suatu ketika saat aku pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan anakku, aku melihat suamiku dengan wanita lain sedang berbelanja. Aku kaget dan menitikkan airmata. Tidak kusangka dia tega kepadaku. Ingin kudekati dia dan menanyakan ada apa, tapi aku takut kalau nantinya ribut disini. Akhirnya aku bertekad untuk menanyakannya dirumah. Akupun dengan cepat mengambil barang yg kubutuhkan dan dengan cepat kembali kerumah.

__ADS_1


Saat dirumah kulihat anakku sedang diasuh baby sitter, ya aku sengaja mengambil baby sitter karena aku masih ingin bekerja dan suamiku mengizinkannya. Aku langsung pergi kekamarku dan menangis. Kurasakan hati ku sakit melihat suami mengandeng wanita lain, kulihat wajah suamiku yang tersenyum bahagia. Ku menangis sejadinya jadinya didalam kamar. Hingga kudengar suara suamiku mengucap salam. Aku pergi ke kamar mandi untuk mrmbasuh mukaku agar tak terlihat aku habis menangis. Setelah itu kuhampiri suamiku. Kulihat dia telah duduk di ruang tamu. "Kamu sudah pulang mas, mandilah biar segar dan kan kusiapkan makanan untuk mu, " Ucapku sambil mengambi jaketnya yang tergeletak diatas sofa. "Aku dah makan tadi, sudah kenyang" ucapnya kdingin sambil berlalu dari hadapan ku. Kurasakan air mata ku menetes satu persatu, lalu kuhampiri dia yang masuk kedalam kamar. "Sebenarnya apa salahku mas, kenapa kau dingin terhadapku, bahkan anakmu pun tak kau perhatikan? ucap ku lirih sambil menahan air mata. Dia hanya diam sambil menatapku dingin, "Tidak ada apa-apa, aku hanya lelah setelah bekerja seharian, kamu seharusnya mengerti itu, tanggung jawab ku sekarang sudah bertambah karena sudah ada anak diantara kita, aku capek mau tidur lain kali kita bicara" jawabnya sangat dingin dan ketus.

__ADS_1


Pagi menjelang, aku bangu menatap anak ku yang tertidur lelap, sedangkan suamiku tidak ada, dia tidak ada dirumah semalam. Aku masih bingung harus bagaimana. Apa harus kutelepon ibuku untuk mengeluarkan isi hatiku., ya karena hanya dengan ibuku aku bisa terbuka, tapi aku takut sangat takut ini menjadi akhir dari rumah tangga ku. Ku masih saja menangis sampai tidak ada air mata lagi karena sudah habis.

__ADS_1


__ADS_2