
Sudah seminggu ini dia tetap diam, dia sama sekali tidak bicara padaku, bahkan anaknya pun tidak disentuhnya. Aku bingung harus bagaimana. Dengan sedikit keberanian aku menghampirinya, kulihat dia sedang duduk diruang tamu menonton televisi. Aku duduk didepannya dan kutanyakan pada dia apa yang sebenarnya dia mau. "Mas aku mau bicara?" kutatap dia, tapi dia tetap diam. "Sebenarnya apa salah ku mas, kenapa kamu jadi dingin seperti ini, bahkan sama anak mu pun kamu tidak ada perhatian. Dia butuh kasih sayang mu sebagai ayah mas' ucapku sesenggukan. Dia menatapku dingin " Aku sudah tidak bisa hidup dengan mu, aku tidak bisa mencintai mu lagi, maaf mari kita akhiri rumah tangga kita ini, aku sudah menikah siri dengan Mega mantan pacarku, ternyata aku masih mencintainya" ucapnya yang bagaikan petir menyambar hatiku. "Astagfirullah mas, kamu tega disaat anakmu masih berumur satu bulan kmu dengan tega menikah dengan wanita lain tanpa persetujuan ku" aku berkata dengan suara menahan tangis.
__ADS_1
"Aku akan tetap memberikan nafkah pada anak mu dan rumah ini akan tetap menjadi milik mu, jadi mari kita berpisah secara baik-baik, kamu bicara dengan orang tua mu dan akupun bicara pada orang tuaku dan kita akan segera mengurus perceraian kita" ucapnya lantang sambil meninggalku yang masih terpaku menatap punggungnya. Air mata ku masih menetes deras dipelupuk mataku, tdak kusangka rumah tangga ku hanya bertahan seumur jagung, ya hanya bertahan sebentar saja hanya karena wanita lain, kuambil handphone ku dan segera kutelepon ibulu, aku sudah tidak kuat lagi menahan hancurnya hatiku, ingin kusegera memeluk ibuku.
__ADS_1
Setelah lima jam akhirnya sampai juga aku didekat desaku, segera kutelepon adikku agar menjemputku. Tidak lama kulihat adikku Riri sudah datang mengendarai motor maticnya. "Mbak apa kabar, kok keliatan kurus seperti ini" ucapny sambil mencium tangannya. Aku hanya tersenyum melihat, dia mengambil Rifqie dari pelukanku, kulihat anakku sangat senang dengan tantenya, dia tertawa tawa kecil digendong tantenya. "Ayo mbak kita pulang, semua sudah menunggu mu" ucapnya sambil menyerahkan Rifqie dan meletakkan barangku dibagian depan, dan aku pulang bersamanya..
__ADS_1