Maafkan Aku, Anak Ku

Maafkan Aku, Anak Ku
episode 4


__ADS_3

Sudah 1 bulan kami menikah, hari- hari pernikahan kami sangat Indah. dia sangat perhatian sekali. kami menjalani hari dengan bahagia.


Siang ini kami akan pergi berbelanja, ini adalah rutinitas yang selalu kami jalani. saat sampai dipasar, dengan segera kami memilih apa yang ingin kami beli. Tiba-tiba ada yang menarik tangan suamiku, kulihat itu adalah wanita yang pernah memeluk suamiku saat pesta pernikahan dulu. Dengan cepat suamiku melepas pelukannya. " kenapa dengan mu, ini tempat umum dan istriku ada disampingku" ujarnya. " sayang apa kamu sudah melupakanku, aku tidak bisa melupakan mu, aku mencintaimu" ujar wanita itu. aku menatap mereka dengan nanar. " aku sudah menikah dan bahagia dengan hidupku sekarang. kamu yang membuat kita tidak bisa bersama, apa kau ingat itu?" suami ku berkata pada wanita itu. Mega cinta kita adalah masa lalu dan kmu harus terima itu dan sekarang aku mencintai istriku. Aku tersenyum mendengar perkataan suamiku.


"Tidak sayang, aku tidak bisa melupakan mu aku sangat mencintai mu, jangan tinggalkan aku, aku mohon" ucapnya sambil menangis sesenggukan. Semua mata memandang kepada kami, denga. cepat suami ku menarik tanganku dan pergi disana meninggalkan wanita itu yang masih menangis.

__ADS_1


Didalam mobil, dia hanya terdiam dan sibuk dengan pikiran nya sendiri, kucoba mencairkan suasana yang dingin ini. "Mas kamu gak apa-apa kan? dia siapa mas, kok sepertinya dia sangat mengenalmu? "


Dia kaget saat aku menanyakan itu, tetapi dia masih belum berkata apapun. Tidak lama dari itu dia berkata " jangan salah paham ya sayang, dia hanya masalalu ku, dia sudah tidak berarti apapun sekarang. sekarang hanya ada kamu seorang". Aku tersipu malu mendengar ucapannya pipiku terasa merona. "Tapi aku tetap ingin mendengar masalalu mu mas, aku penasaran" ucapku dengan pelan.


Flasback on...

__ADS_1


Aku Wijaya satria, aku adalah anak bungsu dari empat bersaudara, sebelu menikah dengan Nita seseorang yang dijodohkan dengan ku, aku berpacarang dengan Mega, Mega rahayu, dia adalah teman kuliahku dulu. Aku dulu berkuliah disalah satu perguruan tinggi di kota dan Mega adalah adik kelas ku. Kami berpacaran sudah lebih lima tahun dari kuliah sampai saat sudah kerja, dia berkerja di instansi pemerintah. Saat ity umurku sudah 27 tahun sudah cukup umur untu berumah tangga, kulamar dia, kupersiapkan dengan hati- hati karena aku ingin ini menjadi kenangan sekali seumur hidup. Saat hari H aku ingin melamarnya di taman. Kusiapkan bunga Mawar yg Indah dan sepasang cincin. Ku sms dia agar pergi ketaman itu. Jam 3 sore dia datang, saat dia dihadapan ku, kuserahkan bunga itu, dia tersenyum senang. " Ada apa mas, kok sore- sore gini ingin ketemu? ucapnya. " Aku pun berlutut didepannya dan membuka cicin yang telah kupersiapkan. "maukah kamu menikah dengan ku Mega, mari kita menjalani rumah tangga dengan bahagia" ujarku. Dia menatapku dengan sendu dan berkata " maafkan aku mas, aku belum siap, umurku baru 25 tahun, aku masih mau hidup bebas tanpa ikatan, aku sangat mencintaimu tapi aku belum mau menjalani ikatan ini". Aku kaget mendengarnya. Tak kusangka dia menolak ku hanya karena belum siap. " Apa aku kurang baik untukmu, sehingga kamu menolakku?. "Tidak sayang, hanya aku masih takut untuk menikah".


" Aku ingin menikah secepatnya karena ayak ku sedang sakit dan ingin melihat pernikahanku. Kalau kamu tidak mau menikah denganku, kita akhiri saja hubungan ini. "Maafkan aku" ujarnya sambil menangis. Aku pun meninggalkannya dengan hati perih. Dan itu terakhir kali nya aku bertemu dengannya.


Flasback of...

__ADS_1


__ADS_2