Maafkan Aku, Anak Ku

Maafkan Aku, Anak Ku
Episode 6


__ADS_3

Waktu berlalu sangat cepat, tidak terasa kandungan ku sudah memasuki bulan akhir, perhatian suami ku sangat membuat ku terharu. Dia selalu membantu ku karena perutku sudah membesar membuat ku sangat kesusahan. Ibukupun ikut membantu berbagai keperluanku. Ibuku menginap bergantian dengan ibu mertua ku untuk menjagaku.


Hari ini perutku terasa sangat sangat keram, sakit sekali. Suamiku melihat dan sangat khawatir. Dia memanggil ibuku, ibuku dengan tergopoh-gopoh datang kekamar ku. " Bu Nita kesakitan banget ini apa mau melahirkan ya? " ucap suamiku penuh rasa khawatir.

__ADS_1


"Opo sakit banget ndok," ibuku jua khawatir. Aku masih meringis kesakitan, tiba-tiba Wijaya menggendong istrinya ke mobil, ibunya pun segera menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan.


Sampai dirumah sakit, Nita dibawa kekamar bersalin, suaminya pun tetap berada disamping dan mengenggam erat tangan istrinya. Nita masih terlihat kesakitan, dokter pun cepat melihat keadaan nya lewat usg. "Maaf pak, kemungkinan bayi tidak bisa lahir normal karena sumsang artinya kaki berada dijalan lahir dan ketuban sudah keluar sedikit demi sedikit jadi kita tidak bisa menunggu lagi. , takutnya kalau kita menunggu terlalu lama, bayi dan ibunya dalam bahaya, harus cepat dilakukan operasi sesar" dokter menjelaskan secara panjang lebar.

__ADS_1


Wijaya dengan cepat menyetujui perkataan dokter dan perawat menyuruhnya untuk menandatangani surat persetujuan dan mengurus administrasi. Dengan cepat dia mengurus semua, sedangkan istrinya ditemani ibu nya dan ibu mertuanya.


Nita sangat takut, dalam hatinya dia berdoa agar dia dan bayinya selamat. dokter sudah menyuntikkan injeksi ditulang sumsum Nita, perawat menanyakan pada nya apa dia bisa merasakan setengah badan nya kebawah?? dia pun menggeleng. Dokter pun segera memulai proses mengeluarkan bayi. Perawat tetap mengajak Nita bicara agar ia tetap sadar. Tiba-tiba Nita mendengar suara tangisan bayi. " Alhamdulillah, bayiku hiks hiks " Nita mengucap syukur sambil menangis. Perawat pun mendekatkan bayi itu pada ibunya, kemudian membersihkan bayinya dan memotong tali pusarnya. "Alhamdulillah bu bayi anda laki-laki dengan berat badan 2,6 dan tinggi 52 cm, bayi anda sehat, setelah dari sini anda akan dipindahkan kekamar perawatan dan anda akan langsung menyusui bayi anda" ucap dokter dengan tenang. "Terima kasih pak" ucap nita sambil menagis bahagia.

__ADS_1


Semua keluarga didepan juga sudah menunggu, tiba-tiba pintu terbuka dan nita sudah dibawa keluar menuju ke ruang perawatan. Wijaya mendekati Nita dan sambil tersenyum dia mengucapkan terimakasih pada istrinya karena telah memberikan kesempatan menjadi suami dan seorang ayah. Nita tersenyum pada suami dan keluarga yang lain.


Sampai diruangan perawatan, mereka menunggu bayi dibersihkan perawat, tidak lama kemudian perawat datang keruangan dan memberikan bayi itu pada ayahnya. Mata Wijaya berbinar menatap dan menggendong bayinya pertama kali. Dia pun langsung mengazani bayinya dan berdoa agar bayinya menjadi anak sholeh. Keluarga yang lain pun segera mendekati Wijaya untuk melihat Bayi. "Siapa nama anakmu, Wijaya? tanya bapak Wijaya. Semua juga menunggu nama bayinya. Wijaya tersenyum dan mengucapkan bismillah, " namanya Athaya Rifqie Khalfany, yang artinya anugerah dari Allah yang akan menjadi pemimpin yang lembut, insyallah" ucap Wijaya. Mereka yang disana serempak berkata aamiin.

__ADS_1


__ADS_2