Maafkan Aku, Anak Ku

Maafkan Aku, Anak Ku
Episode 16


__ADS_3

Hari keberangkatan ku ke Jakarta sudah didepan mata, barang yang kubutuhkan pun sudah kupersiapkan. Kusiapkan mentalku untuk pergi jauh dari keluarga ku, hanya ini yang bisa kulakukan untuk membantu keluarga ku. Dengan bismillah aku melangkah keluar rumah, kucium tangan ibu dan ayahku, mereka memelukku erat dan mengucapkan agar berhati-hati disana lalu kupeluk erat anakku yang entah berapa tahun lagi aku dapat memeluknya, kucium pipinya, dia hanya tersenyum karena dia masih belum mengerti arti perpisahan ini, semua yang melihat hanya bisa meneteskan air mata saja, kupeluk adikku satu persatu. Lalu ku lambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil. Didalam mobil kulihat teman-teman ku yang lain yang akan pergi keluar negeri, kulihat mata mereka pun sembab karena harus berpisah dengan keluarga nya.


Sebelum sampai kejakarta kami pergi untuk membuat paspor, setelah setelah membuat paspor kami pun melanjutkan perjalanan.


Sehari semalam akhirnya kami pun sampai di Jakarta, kami semua dibawa ketempat yang telah dipersiapkan, lalu kami disuruh istirahat. Disana aku melihat banyak teman, akupun mulai berkenalan dengan mereka semua, ya karena kami disini akan menjadi saudara karena jauh dari keluarga. Kami bergantian untuk mandi, shalat dan istirahat karna esok kami harus cek kesehatan, itu adalah salah satu syarat untuk bekerja di luar negeri. Untuk makanan kamipun harus memasak bergiliran.

__ADS_1


Keesokan harinya kami semua pergi ketempat cek up kesehatan, tidak jauh hanya digedung sebelah tempat kami tinggal, kulihat banyak mobil yang sudah diparkir disana membawa calon tki lainnya, ya kami disebut tki disini, tenaga kerja Indonesia.. Cek up kesehatan selesai akupun pulang ke gedung tempatku akan belajar yang akan dibutuhkan nanti di luar negeri.


Malam ini kurasakan sakit didaerah payudara ku, teman ku yang melihat merasa khawatir dan bertanya " ada apa Nit, kamu sakit? "


" Apa kamu pergi kesini masih dalam menyusui anakmu Nit, itu harus dikeluarkan biar gak sakit" ujarnya lagi.

__ADS_1


Akupun mengangguk dan pergi ke kamar mandi, bajuku telah basah, karena air susu telah merembes keluar dengan deras, kutekan lembut agar keluar semua, aku hanya bisa menangis melihat makanan anakku terbuang sia-sia, aku tidak sempat menyapih anakku, anakku hanya bisa minum asi sampai tiga bulan saja, apakah dia mau minum sufor dalam hati ku, ingin kuhubungi keluarga ku tapi tak bisa karena handphone ku diambil petugas disini dan hanya akan dikembalikan saat akhir pekan saja agar tidak mempengaruhi proses belajar kami. Setelah semua keluar aku mandi dan dan merasa lebih baik. Hal itu sampai seminggu aku rasakan.


Sudah sebulan kami belajar disini akupun sudah menandatangani kontrak, ya aku sudah punya bos disana, aku akan menjaga kakek dan dirumah ada 6 orang denganku. Ya semoga mereka nanti baik denganku.


Esok aku akan berangkat ke bandara dengan teman lainnya. Semua telah kami persipkan, akupun sudah menelepon keluargaku untuk meminta doa mereka. Perjalanan ke bandara hanya 3 jam, saat kami sampai petugas yang membantu kami membawa kami keruangan khusus menunggu pesawat, barang-barang kami pun sudah dimasukkan ke bagasi pesawat. Aku sangat gugup sekali, apa kah nanti bosku baik, apakah disana aku akan aman, apakah aku bisa mengerti bahasa mereka, banyak pertanyaan berkecamuk diotakku, dalam hati aku hanya bisa berdoa semoga rezeki ada disana, semoga aku bisa pulang dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2