Maafkan Aku, Anak Ku

Maafkan Aku, Anak Ku
Episode 13


__ADS_3

Sore itu aku pergi menjemput temanku Nova untuk pergi ke rumah pak Sukri sponsor yang akan membawaku ke Taiwan. Saat sampai didepan rumahnya kuucapkan salam dn terdengar balasan salam dari dalam, tian rumah mempersilakan kami untuk masuk dan duduk di ruang tamu. "Ini pak kami kesini ingin bertanya apa bapak masih mengurusi orang-orang yang ingin pergi ke luar negeri" tanya Nova dengan sopan. " O iya nak masih, apa sampean mau berangkat ya, mau ke mana? " jawab pak Sukri. Kulihat istri pak Sukri menyuguhkan teh untuk kami, "di minum dulu dek" lirihnya, kami pun mengangguk dan tersenyum dan iapun pergi kebelakang.


" Bukan saya pak tapi ini teman saya yang mau pergi" ucap Nova. " Iya pak saya mau pergi. mungkin ke singapura pak, di sana saya dengar warganya memakai bahasa Indonesia atau inggris kebetulan saya mengerti sedikit kalau bahasa inggris, dan persyaratan nya apa ya pak? ucapku panjang lebar. Pak Sukri tersenyum dan menjawab " Singapura memang termasuk gampang untuk berkomunikasi mbak, tapi gaji di sana tidak terlalu banyak seperti malaysia, kalau saya sarankan ke Taiwan saja, gaji di sana besar sekitar delapan juta bahkan bisa lebih, untuk bahasa pun nomor dua yang penting bisa bekerja dengan baik, disana bisa bekerja sebagai perawat orang tua berbeda dengan Singapura yang hanya bisa bekerja sebagai pembantu rumah tangga. kalau sampean mau nanti bapak tinggal urus saja, berapa hari lagi kita akan ke Jakarta, ke PT untuk medikal, dan membuat paspor juga, kebetulan juga ada teman-teman mu yang lain mau berangkat dari desa lain, tinggal kamu urus saja persyaratan nya, akta kelahiran, fotocopy kartu keluarga, dan ktp nanti semua bapak yang urus".

__ADS_1


" O begitu ya pak, kalau begitu saya ingin ke Taiwan saja pak, dan ini prosedur nya bagaimana pak, kita membayar didepan atau potongan gaji" tanya ku lagi. " Ini sistemnya potongan gaji selama 9 bulan mbak, nanti semua sudah disiapkan di PT " jawabnya lagi.


" Terima Kasih pak, kalau begitu kami pulang dulu, besok akan saya antar persyaratan nya" ucapku yakin. " Iya nak, bapak tunggu"

__ADS_1


Aku menghela nafas " mau gimana lagi say, aku bingung, aku kasihan dengan orang tua ku, seperti nya mereka menanggung hutang yang banyak dan kesulitan sedangkan kamu tahu aku tidak bekerja dan tidak bisa membantu, belum lagi kebutuhan Rifqie, sekarang memang tidak banyak, tapi nanti bagaimana, sedangkan ayahnya saja tidak memberikan nafkah untuknya, dan adik-adik ku masih banyak yang sekolah, aku tidak tega melihat orang tua ku seperti ini, biarlah Rifqie dirawat orang tua ku dan aku yang mencari rezeki keluar sana. Mendengar itu iapun terdiam dan kami pun sudah sampai depan rumahnya.


" Kalau itu sudah keputusan mu semoga kamu disana bisa dapat yang terbaik ya say, hati-hati dijalan, assalamualaikum"., " waalaikum salam " ucapku. Dia memelukku dan segera masuk kedalam, kulihat suami nya menunggu diluar rumah sambil menggendong anaknya, anaknya hanya berbeda 7 bulan dari anakku, aku menitikkan air mata membayangkan suamiku jika seperti itu, dan aku melaju pulang kerumah.

__ADS_1


__ADS_2