Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
pertama


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini rasanya aku seperti lelah dalam menghadapi segala hal ,


Mata kosong ku menerawang jauh kedepan tanpa melihat hal yang lainnya, Dari balik rimbunan pohon dan rumput berhembus angin sepoi-sepoi ,


Kini pandangan ku teralihkan oleh sebuah hal yang menurutku sangat menarik perhatian ku , terdiam sejenak aku memandanginya , sambil berpikir jauh aku tetap tenang memandang hal yang menarik itu ,


Setelah aku puas memandangnya kembali mataku beralih kearah lainnya ,


Begitulah terus aku lakukan tanpa aku menyadari bahwa matahari sudah akan tenggelam ,


Aku berdiri tegak dan berjalan mendekati arah yang aku lihat , namun … ternyata dari arah pintu lain seseorang memanggil ku agar aku menghentikan langkah kakiku ,


Kembali aku terdiam dan menghentikan arah langkah kakiku ,


Suara itu kembali memanggil nama ku ,


" Hellin … " kata suara tersebut yang sudah kesekian kalinya memanggil namaku,


Aku menoleh ke arah suara yang datang tersebut,


" Marru .. kau kah itu " kata ku yang sudah menghentikan langkah ku ,


" Iyah … ini aku " katanya lagi , sejenak aku terdiam , tidak ada satu respon yang aku buat , sebab marru yang aku kenal sudah pergi jauh dari dunia ini , mungkinkah marru ini palsu dan mengaku menjadi marru yang aku kenal ,


" Mustahil , marru sudah tidak ada lagi " kataku yang kembali mengayunkan langkah beranjak pergi meninggalkan tempat ku saat ini ,


" Tidak … tunggu Hellin , ini benar aku marru " katanya lagi seolah ingin meyakinkan diriku , namun aku tetap tidak menggubris ucapan orang yang telah mengaku dirinya marru itu ,


" Hellin …. " Teriaknya kencang , seolah ingin memaksa diriku untuk menghentikan langkah kakiku ,


Akhirnya aku memutuskan untuk melihat orang yang mengaku dirinya marru itu ,


Disaat aku menoleh ke arahnya , mataku terbelalak lebar , rasa tak percaya menghinggapi diriku , sebab setahu aku marru telah tertelan oleh blue hole raksasa yang menyedot para penduduk dikota ,


Pada saat ini marru berdiri tegap sambil mengenakan jirrah perak keemasan ,


Sejenak aku tertegun antara percaya atau tidak , aku mencoba meyakinkan hatiku bahwa dia itu bukan marru ,


Namun kenyataannya bahwa dia adalah marru kekasihku yang saat ini aku harapkan hadir di sini ,

__ADS_1


" Kenapa .. kenapa semua ini terjadi, rasanya mustahil , marru yang aku kenal sudah pergi dibawa oleh blue hole raksasa bersama sebagian penduduk kota " kataku yang saat ini berhadapan dengan dirinya ,


" Hellin … maaf , aku telah membuatmu bersedih dan menghawatirkan diriku , hellin… ini benar aku marru kekasihmu " kata marru yang mencoba meyakinkan kekasih hatinya itu ,


" Tapi mengapa … bisakah kamu meyakinkan diriku dan menjelaskannya " kataku lagi ,


" Hellin .. aku memang tertarik oleh blue hole raksasa itu tapi …. Tiba-tiba Jirah ditubuhku ini telah melindungi diriku dan aku mendapatkan kekuatan super untuk melawan kekuatan blue hole raksasa itu " kata marru yang mencoba menjelaskan dan meyakinkan diriku , tubuhku mulai bergerak , satu langkah aku ayunkan untuk mendekati orang yang telah mengaku dirinya marru itu ,


Setelah aku berada di depan marru tanganku mulai meraba wajah marru , rasanya tangan ini telah menyentuh lembut pipi marru , tanpa buang waktu lagi aku segera memeluk tubuh marru dan mulai menangis keras ,


" Huaaaaa…. Marru , aku merindukan dirimu " kataku sambil menangis , marru yang melihat reaksi ku hanya tersenyum dan membalas pelukan ku ,


Kamipun akhirnya berpelukan ,


Didalam dunia yang sudah hancur oleh sebuah kekuatan yang tidak diketahui oleh satu makhluk yang berada di bumi ini , membuat dunia ini seperti Padang tandus yang tidak memiliki penghuni ,


Sebagian manusia dan mahluk yang lainnya telah tertelan oleh sebuah kekuatan blue hole raksasa , tidak ada satu makhluk pun yang dapat menyelamatkan dirinya ,


Kekuatan hitam itu seperti tentakel besar yang sangat lapar dan memakan penduduk kota ,


Saat ini blue hole raksasa itu tidak terbuka , kami berdua sedikit lebih tenang dengan keadaan ini ,


" Hellin , sebaiknya kita mencari tempat persembunyian yang aman , atau mungkin kita akan mencari para penduduk yang selamat dan mencoba menyusun rencana " kata marru yang saat ini sudah melepaskan pelukannya , begitu juga dengan diriku yang saat ini hanya mengangguk saja setelah mendengar saran dari marru ,


Sampailah kami pada sebuah puing yang sebagian belum hancur , kami pun menyelinap masuk kedalam sebuah gedung yang hampir setengahnya itu , setelah kami mendapatkan tempat yang menurut kami aman , kamipun mencari tempat duduk untuk beristirahat ,


" Hellin , aku rasa tempat ini cukup nyaman " kata marru yang saat ini sudah berada di dalam sebuah ruangan yang terdapat ranjang tidur yang besar dan terlihat masih rapi walaupun sedikit debu yang berada di atas lantai ,


" Iyah , sebaiknya kita beristirahat di sini " kataku yang masih merasa tegang dengan situasi yang saat ini sudah terjadi ,


" Hellin … maaf aku tidak memiliki kekuatan besar untuk melindungi dirimu dan penduduk kota " kata marru lirih menyimpan penyesalan , namun hal itu aku bantah ,


" Marru , itu tidak benar … kamu bukan pasukan penyelamat dunia , kita ini hanya warga yang sudah menjadi korban dari kekuatan jahat " kataku sambil menggelengkan kepala ,


Marru bernafas lega setelah aku meyakinkan dirinya , ia kembali tersenyum kearah ku , membuat hatiku merasa senang , akhirnya Kami berdua tertawa pelan ,


Setelah cukup lama berbincang-bincang akhirnya marru memerintahkan aku untuk beristirahat terlebih dahulu , sedangkan dirinya akan berjaga-jaga


Aku pun mengikuti anjuran dari marru sebab kita berdua harus bergantian berjaga ,

__ADS_1


" Marru , selamat malam " kataku yang saat ini sudah tidak tahan oleh rasa kantukku , akhirnya aku terlelap tidur ,


Malam terus merayap jauh , gelap mulai menyelimuti seluruh dunia , hanya bintang-bintang saja yang saat ini sedang mengedipkan sinarnya yang kecil ,


Tak terasa pagi mulai datang , aku menggeliat dari tempatku tertidur , mataku mulai menyapu seluruh isi ruangan , tapi aku tidak melihat keberadaan marru yang semalam sudah berjaga menemaniku ,


" Marru … marru " teriakku memanggil namanya , namun sudah kesekian kalinya aku tidak mendapatkan jawaban dari marru ,


akhirnya aku berdiri dari tempatku , aku mencoba mencari marru ke sekeliling area dan ruangan , namun aku belum juga bertemu dengan marru , lelah mulai mendera tubuhku sebab sudah beberapa hari ini belum ada satu asupan pun yang masuk di tenggorokanku , aku terus melangkah meninggalkan ruangan yang baru saja aku singgahi , sampai detik ini aku belum juga bertemu kekasihku marru , langkahku terus menelusuri setiap ruangan , semakin dalam aku berjalan sampailah aku di sebuah lobi ruang tengah pada gedung , didalam ruangan tersebut masih ada temaram lampu yang sesekali berkedip seakan-akan sudah mulai kehilangan energi listrik , aku terus menyeruak masuk kedalam ruangan tersebut , akhirnya aku tidak tahan lagi tubuhku seakan tak berdaya dan akhirnya aku terduduk diatas lantai berdebu ,


‘’ marru …. kau dimana ‘’ suaraku pelan terdengar , hampir saja aku menangis dalam keputusasaan ,


Namun sebuah cahaya lampu center menerpa wajahku , aku mencoba melihat sosok yang berada didepanku , namun aku belum dapat melihat sosok tersebut , ternyata dia seorang pemuda yang cukup tampan , sesaat ia berada tepat dihadapanku , wajahnya itu membuat aku berteriak sangat kencang ,


‘’ marru … aku sudah lama mencarimu ‘’ kataku lega , aku merasa sangat senang bertemu dengannya pada saat ini , tapi ada yang berbeda dengan marru ,


satu suara keluar dari orang yang saat ini berada dihadapanku ,


‘’ marru…. siapa marru ‘’ katanya yang membuatku kaget , spontan saja aku menjawab perkataanya ,


‘’ bukankah kamu marru , marru aku hellin … apa kamu lupa padaku ‘’ tanyaku yang masih tidak percaya kalau marru tidak mengenali dirinya dan aku ,


namun ia pun menjawab … ‘’ aku bukan marru … aku Reis ,Reis aldof ‘’ katanya lagi menyebut namanya , aku pun terperanjat kaget sebab ia telah menyebut namanya bahwa dirinya bukan marru , tanpa sadar aku menitihkan airmata ,


‘’ tidak mungkin , semalam kamu bersamaku marru ,aku tidak akan salah mengenali wajahmu " kataku lagi meyakinkan orang yang saat ini berada di hadapanku ,


" Tidak , aku bukan marru aku Rais , Rais aldof " katanya yang mengulangi ucapannya ,


Aku yang merasa putus asa itu kembali menangis ,


" hik … hik … marru kamu dimana , aku lelah mencari mu , mengapa kamu meninggalkan aku " kataku sambil menangis ,


" Hem .. apa kamu kehilangan dirinya " ia mencoba bertanya kepada ku , aku pun menjawabnya dengan anggukan kepala ,


" Iyah " jawabku singkat ,


" Baiklah , aku bisa membantumu untuk mencari dirinya " katanya lagi yang saat ini sedang menawarkan bantuan kepadaku , akupun kembali menganggukkan kepala ,


" Baiklah ayo kita mencari keberadaannya , dimana ia saat terakhir bertemu dengan mu " katanya yang saat ini mengulurkan tangannya , akupun mencoba berdiri tegak meraih uluran tangannya ,

__ADS_1


Kami berdua akhirnya berjalan beriringan mencoba mencari keberadaan marru kekasihku itu , namun sampai hari menjadi gelap , marru tak kunjung ku temukan , aku dan Rais memiliki nasib yang sama kami kehilangan orang yang sangat berharga , bukan hanya keluarga bahkan orang terdekat , dan kebetulan juga Rais sedang mencari keberadaan mereka , Rais mengarahkan aku kesebuah tempat yang ternyata tempat tersebut adalah supermarket yang sudah tidak ada penghuninya ,


Ia mengetahui bahwa aku belum makan apapun , Rais mencoba mencari roti dan air , setelah kami berdua mengisi perut Rais juga menyarankan agar aku beristirahat terlebih dahulu , sebab hari sudah semakin gelap , aku yang saat ini masih merasa takut sendirian tidak dapat memejamkan mata , kehilangan marru adalah hal yang membuat aku sangat putus asa , terlebih lagi Rais yang begitu mirip sekali dengan marru , walaupun Rais memaksa aku untuk tidur aku tetap beralasan tidak mengantuk padahal mataku sangat berat ,


__ADS_2