Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
lima belas


__ADS_3

Pada saat ini mereka telah menyelesaikan pertarungan diruangan kedua ,


" Ayo kita lanjutkan lagi " Marru segera keluar dari dalam ruangan , cord yang sudah menancapkan senjatanya pada salah satu monster itu segera mencabut senjata yang berupa pedang perak , yang terbuat dari bulu alis matanya ,


Kembali Cord menyimpan senjata itu , ia tidak segera membuang senjata justru ia mengubahnya menjadi gelang ,


Barru yang mengetahui kehebatan dari cord ia terdiam dan langsung keluar menyusul Marru ,


Mereka berlima segera melanjutkan perjalanan menuju pintu ketiga ,


Didalam ruangan pintu ketiga , tempat itu masih sama seperti ruang lainnya , namun yang membuat berbeda pintu tersebut tidak mengeluarkan suara Raungan ,


Cord segera mendahului Marru yang ingin membuka pintu ,


Bunyi derit pintu terdengar lagi , mereka segera memasuki ruangan tersebut , namun ternyata ruangan itu tidak ada satu makhluk pun ,


Namun side effect yang dimiliki oleh Cord sudah sedari tadi merasakan bahwa seluruh ruangan banyak sekali monster berkeliaran ,


Namun setelah pintu dibuka , ternyata ruangan itu tidak ada satu makhluk pun ,


" Pangeran , bagaimana ini ruangannya kosong " Cord yang masih menyelidiki seisi ruangan terus menerobos masuk kedalam , begitu juga dengan yang lainnya , mereka mengikuti Cord dari arah belakangnya ,


Marru pun juga tercengang , ia sendiri sebenarnya memiliki keyakinan bahwa di ruangan ini pasti ada monster yang berbeda , sebab dua ruangan mereka telah tuntaskan , sedangkan ruangan ketiga mereka tidak dapat melihat satu benda ataupun makhluk hidup yang dapat mereka lihat ,


" Sepertinya ruangan ini kosong " Swie juga sedang memeriksa ruangan tersebut ,


" Iyah , tapi … aku merasa ada yang aneh dengan ruangan ini " Marru sedikit curiga dengan ruangan yang saat ini sedang mereka singgahi , ia sedikit pun tidak mengurangi kewaspadaan nya ,


" Tunggu , biar aku coba periksa " kata Barru yang saat ini sudah mengeluarkan energinya , bola mata Barru berubah menjadi biru kehijauan , ada tanda simbol pembuka energi ,


Dari simbol tersebut Barru dapat mendeteksi keberadaan makhluk atau sesuatu yang tersembunyi ,


" Kosong , tapi dibalik dinding sepertinya ada makhluk hidup " kata Barru menunjuk sebuah dinding rata , namun disampingnya terdapat sebuah tombol lampu , namun tombol lampu itu tidak berfungsi alias padam , Swie mencoba mendekati dinding yang dimaksud oleh Barru , ia meraba dinding tersebut dengan kedua belah tangannya ,


Barru mendekati Swie yang saat ini sedang memeriksa dinding tersebut , Barru mendekati tombol lampu yang sudah padam itu ia mencoba meraba dan memeriksanya , namun ternyata tombol itu dapat diputar ke kiri , dinding penutup itu akhirnya terbuka lebar , dari dalam ruangan yang tersembunyi duduk seorang wanita yang sangat cantik , ia hampir mati kelaparan , Barru mendekati wanita tersebut , begitu juga dengan Swie ia menyusul Barru yang saat ini berada di samping wanita tersebut , wanita itu terdiam , rambut putih keemasan itu tergerai menjuntai ke lantai ,


Mata biru yang begitu terang , terkadang mata itu berubah berwarna merah darah ,


Barru yang melihat sangat terkejut , ia bahkan tidak percaya mata wanita itu dapat berubah-ubah , namun ia tidak merespon kehadiran dari Barru dan teman-temannya ,


Ia tetap duduk dan terdiam , Barru mencoba berbicara dengan wanita tersebut ,


" Nona , apa yang sudah terjadi " Barru yang saat ini sedang berusaha menegur dan bertanya kepada gadis itu sedikit ragu-ragu ,

__ADS_1


Swie yang sudah berada di sampingnya ia mencoba memegang pergelangan wanita tersebut , namun Barru menampiknya agar Swie jangan mengganggu wanita itu ,


" Swie , jangan biarkan saja dia " kata Barru yang sudah menyingkirkan tangan Swie ,


" Aku ingin memeriksa keadaannya , tidak ada maksud untuk mengganggunya " jawab Swie yang ingin memegang pergelangan tangan wanita itu ,


Barru hanya terdiam melihat aksi Swie yang telah memeriksa denyut nadi wanita itu ,


" Dia bukan manusia " kata Swie yang sebenarnya ia sendiri terkejut ,


" Apa " Barru sampai terkejut dengan pernyataan dari Swie bahwa wanita itu bukan manusia ,


Marru , cord dan Rais akhirnya mendekati mereka bertiga ,


" ada apa Swie , apa benar yang kamu katakan itu " Marru bertanya kepada Swie sebab dirinya tidak percaya bahwa wanita cantik itu bukanlah manusia biasa ,


" Lantas dia apa " Cord langsung saja pada pokok pembahasan , ia bertanya siapa gerangan wanita itu ,


" Entahlah , apakah dia termasuk dari sekian makhluk yang terkena dampak Blue Hole ,atau dia terdampar di tempat ini " kata Swie ,


" Aku haus " wanita itu tiba-tiba berbicara yang di dengar oleh semua orang yang berada di ruangan tersebut ,


Swie kebingungan apa yang mesti ia lakukan , sebab dia dan semua anggota tidak membawa perbekalan , cord segera maju kedepan menghampiri wanita itu , ia mengambil air dari botol yang terselip di bajunya , ia buru-buru memberikan minuman tersebut kepada wanita itu ,


Namun dari bibirnya muncul gigi taring yang panjang mirip gigi vampir ,


Ia menoleh kearah Swie dan teman-temannya , cord yang sudah selesai memberikan minuman itu sempat dibuatnya kaget , ia tidak menyangka mata dari wanita itu berubah menjadi Merah Darah ,


" Aku lapar " ia kembali berkata , namun Swie dan yang lainnya tidak memiliki sesuatu yang dapat dimakan ,


" Kami tidak memiliki apapun untuk dimakan " kata Swie sambil tersenyum kearah wanita cantik itu ,


" Lantas , aku harus makan apa " ia kembali berkata , kali ini ia bertanya apa yang mesti ia makan , mungkin saja ia sedang benar -benar lapar ,


" Kalau kamu ingin makan , sebaiknya kamu bersabar , saat ini kita semua dalam misi ingin membinasakan semua monster yang berasal di ruangan ini " kata Swie menjelaskan kepada wanita cantik itu ,


" Baiklah aku ikut kalian " katanya yang sudah berdiri tegap ,


" Yah , sudah ayo kita berangkat " jawab Swie yang juga sudah berdiri ,


Akhirnya mereka berenam segera menuju ruang selajutnya ,


Barru membuka pintu tersebut , kembali suara derit terdengar , terlihat sekali monster dengan wajah yang sangat menyeramkan , mata tajam memburu setiap musuh yang sedang mengusik ketenangannya ,

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi Monster itu segera menyerang tim Marru ,


Wanita cantik yang memiliki mata berwarna merah darah itu serta merta ia melompat cepat , dengan kuku yang sangat tajam ia mencabik tubuh monster itu , dan dengan lahapnya ia memakan monster-monster itu ,


Sedikitpun ia tidak ingin menyisakan monster tersebut , dengan hitungan cepat ia telah menghabisi semua monster dan dengan lahapnya ia juga memakan dagingnya ,


Marru berserta timnya sempat tercengang , setelah menyadari hal itu ternyata pertarungan telah usai , keseluruhan monster telah di makan oleh wanita itu ,


" Aku sudah kenyang , mau tidur " katanya sambil menunju kearah Marru , tubuh yang penuh dengan darah monster itu mendekati Marru , dengan sigap Marru menangkap tubuh wanita cantik itu , sebab setelah ia didepan tubuh Marru , Marru pikir ia akan memeluknya , namun dugaannya salah ia malah tertidur dan hampir tergeletak di atas lantai ,


" Bagaimana ini " Marru bingung ia harus bagaimana , Swie segera menggendong tubuh wanita itu , dan mereka kembali melanjutkan perjalanannya ,


" Biar aku saja yang membawanya , kalian bersiaga saja " kata Swie yang sudah melihat Cord membuka pintu selanjutnya ,


Sampai pada akhirnya mereka telah memusnahkan seluruh monster yang berada di ruang bawah tanah ,


Kembali Marru dan anggotanya meneruskan perjalanan , mereka akan melanjutkan kekota selanjutnya ,


Dengan membawa wanita yang mereka temukan , Marru dan yang lainnya mencari keberadaan Mobil yang ditumpangi oleh Hellin dan teman-teman yang lainnya ,


Pada saat ini Sena sedang berada di balik rumput yang memanjang , ia sengaja menyembunyikan mobilnya agar tidak terlihat oleh siapapun kecuali Swie dan yang lainnya ,


Sena sengaja melakukannya agar ia dapat bersembunyi jika ada salah satu monster yang lolos dari pengejaran Marru dan anggota timnya ,


" Mereka sangat lama sekali , aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan " kata Harris yang mulai panik , penantian yang cukup lama membuat hatinya sangat gusar , ingin sekali dirinya menyusul Marru dan yang lainnya , namun ia berpikir bahwa dirinya akan menghambat pertarungan antara teman-temannya melawan monster tersebut ,


" Jangan kawatir Harris , mereka akan baik-baik saja , jika ada hal yang terjadi pasti Swie sudah ada disini " kata Langhe yang dapat melihat raut wajah cemas Harris ,


Begitu juga dengan Sena ia juga dapat melihat kecemasan dari Harris ,


" Iyah , mereka akan baik-baik saja " dengan santainya Sena merebahkan tubuhnya pada kursi mobil , ia pun mencoba memejamkan matanya ,


Hellin tetap terdiam , ia dapat merasakan bahwa Marru sangat baik-baik saja ,


Berbeda dengan Merlina yang saat ini sedang bersama Sandres dan missel , kedua bocah itu tampak senang sekali , mereka bertiga seolah-olah tidak merasakan hal yang sangat berbahaya telah terjadi , Damin yang memperhatikan mereka yang saat ini sedang bermain hanya sesekali tersenyum kearah mereka , keceriaan ketiga orang tersebut membuat dirinya tidak memiliki masalah yang berarti , sella terduduk sambil sesekali menenggak air minuman mineral , ia sendiri juga merasakan kecemasan dari Harris , sella mencoba menenangkan dirinya , lain halnya dengan Marco dan Reus mereka masih duduk tenang , sebab dirinya kurang memahami situasi yang telah terjadi ,


Mereka semua masih menunggu anggota timnya Marru dari arah belakang mobil , debu yang tertiup angin berhembus menerbangkannya , dari arah belakang beberapa anak muda sedang berlari sangat kencang , sampai akhirnya Barru berhenti dengan tiba-tiba , mereka yang berada di belakang Barru ikut berhenti ,


" Ada Barru " cord bertanya kepada Barru yang berhenti secara tiba-tiba ,


" Mereka bersembunyi dimana , apa tidak sebaiknya kita mencari mereka , bukan berlari terus " kata Barru mengingatkan ,


" Kamu benar , Swie .... " Marru melihat kearah Swie yang tidak jauh darinya ia pun memanggil Swie agar melakukan pelacakan , Swie yang faham akan maksud Pangeran dari Bintang Virgo itu seketika melakukan tugasnya , dengan serta merta asap keluar dan bergumpal , Swie telah mengeluarkan kekuatannya , cord mengambil alih tubuh wanita yang saat ini berada di gendonggan Swie ,

__ADS_1


Setelah melakukan beberapa trik Swie sudah mengetahui keberadaan Mobil Hellin sang putri dari Bintang Aries ,


__ADS_2