
Setelah mengintruksikan keseluruhan teman-temannya , tim Marru segera berangkat menuju lokasi yang ditunjukkan oleh side effect nya ,
Pada saat ini Marru dan para timnya langsung bergegas menuju lokasi tersebut ,
Ternyata Harris mengikuti mereka , dari arah berbeda , kalau bukan Maddu yang mengetahui seseorang telah membuntutinya , kemungkinan Mereka tidak mengetahui kalau Harris telah membuntuti mereka ,
" Harris , mengapa kamu mengindahkan perintahku " Marru yang merasa bahwa Harris tidak mematuhi perintahnya ia pun menegurnya ,
" Maafkan aku Marru , aku ingin sekali merasakan berjuang bersamamu " kata Harris yang ingin dirinya tidak disalahkan ,
" Harris , ini bukannya main perang-perangan , tapi ini pertempuran sebenarnya " kata Marru yang mencoba menasehati Harris agar mengerti akan kondisinya pada saat ini , sebab saat ini kondisinya belum dapat membantu mereka ,
Harris yang tidak memiliki pengalaman bertempur dan bertarung akan sulit menghadapi monster jelmaan yang saat ini akan mereka tangani ,
" Marru ! maafkan aku , aku ingin kamu mengijinkanku mengikuti kalian " kata Harri memelas , ia ingin dirinya ikut berjuang bersama dengan Marru dan timnya , namun Marru tentu saja tidak dapat mengabulkan permintaan Harris , sebab ia belum memiliki kemampuan untuk bertarung melawan para monster ganas itu ,
" Harris , bukan aku tidak ingin mengijinkan mu , tapi ! , kekuatan yang saat ini kamu miliki belum dapat mengalahkan mereka , jadi aku harap kamu dapat memahami hal ini " kata Marru menjelaskan kepada Harris yang berkeinginan mengikuti Marru dan timnya ,
" Jadi , marru apakah aku memang harus kembali " Harris mencoba meyakinkan marru sekali lagi ,
" Maaf Harris kamu harus kembali dan membantu Sena menjaga mini Bus " kata Marru lagi ,
Akhirnya Harris berdamai dengan hatinya , ia pun mengalah dan meninggalkan tempat tersebut ,
Marru yang melihat punggung Harris yang semakin jauh ia pun hanya menghela nafas panjang ,
Dan akhirnya mereka kembali berlari melanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya .
Di sebuah gedung yang didalam masih terkepung oleh kawanan Monster jahat dan ganas ,
Para monster itu adalah perwujudan dari Manusia yang terkena dampak Blue Hole Raksasa ,
Tubuh manusia yang sudah terinfeksi mereka akan bermutasi menjadi Monster berbulu dan memiliki ekor serta tanduk , dengan moncong dan taring yang tajam tentu saja monster itu dapat membunuh lawan atau makhluk yang menjadi musuhnya ,
Kembali kedalam gedung , seorang wanita paruh baya yang sedang menyusui bayinya ia pun tergeletak lemah , tubuhnya yang tidak memiliki daya energi lagi itu sudah seperti baterai yang tidak dialiri arus listrik ,
Sedangkan sang suami , ia hanya tertunduk lesu sambil tubuhnya gemetaran menahan rasa lapar dan takut ,
" Huhu …. Huugrrr " suara rintihannya yang menahan rasa takut dan lapar ,
Suara yang keluar dari mulutnya pun ia tahan agar para monster tidak dapat mendengarkannya ,
Dari arah lain , terdengar suara gedubrak ,
" Gubrak " suara tersebut hampir membuat mereka terkejut dan berteriak , namun kedua tangan mereka seketika menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar oleh para monster ,
Dan ternyata para monster itu sedang berusaha menggapai asap energi yang berwarna hitam tersebut ,
Para monster itu memperebutkan energi yang berwarna hitam , diantara mereka ada yang sampai saling menggigit dan bertarung , namun tidak ada satupun yang terluka walau mereka saling serang , sebab fokus mereka kepada lembaga yang memiliki energi ,
Dari kejauhan beberapa anak manusia mulai terlihat didepan pintu gerbang kota ,
Mereka segera menyeruak masuk , sebab jalanan penuh dengan mobil yang tidak ada pengemudinya ,
__ADS_1
Marru dan teman-temannya segera menuju lokasi tempat dimana Side effect miliknya memberitahukan keberadaan monster yang begitu banyaknya ,
Setelah menempuh perjalanan cukup lumayan , akhirnya mereka tiba di depan pintu gerbang , ternyata pintu tersebut telah tertutup rapat , sehingga para monster tersebut tidak dapat keluar dari gedung itu ,
Marru segera membuka pintu tersebut , namun ia tidak dapat melakukannya , Swie yang memiliki kemampuan yang berbeda , menyarankan kepada Marru agar tidak perlu membuka pintu tersebut ,
" Pangeran , sebaiknya pintu itu jangan dibuka , sebab hal itu dapat memancing monster itu keluar dari gedung ini , biarlah dia menjadi tawanan didalam gedung " kata Swie yang diangguki oleh Cord ,
Marru yang mendengar saran dari Swie ia pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu masuk gedung tersebut ,
" Baiklah , lantas cara apa yang akan kita lakukan " Marru balik bertanya kepada teman-temannya ,
" Pangeran , apakah kamu lupa bahwa Swie memiliki kemampuan membuka pintu teleport " Barru mencoba mengingatkan Marru bahwa Swie memiliki kemampuan untuk membuka pintu teleportasi ,
" Kamu benar , yah sudah ayo kita lakukan " kata Marru yang sudah bersiap-siap , ia ingin segera memasuki gedung tersebut , kemungkinan seseorang sangat butuh pertolongannya ,
Swie segera mengerahkan kekuatannya , seketika portal hitam terbuka , ia segera masuk ke dalam portal tersebut , diikuti oleh Marru , Cord , Barru dan Rais ,
Kelima pemuda itu segera masuk ke dalam portal yang dibuat oleh Swie ,
Ternyata portal itu menuju arah depan pintu masuk dimana orang-orang itu bersembunyi ,
" Cord , ini sepertinya pintu yang ditunjukkan oleh side effect milikku " Marru segera mengenali pintu tersebut , sepertinya sekeliling ruangan sangat sunyi tidak ada satu suara monster itu mendekati pintu tersebut ,
Marru segera mendekati pintu itu , namun gerakannya dihalangi oleh Cord ,
" Pangeran biar aku saja " Cord segera mendekati pintu masuk ruangan tersebut ,
Pintu pun dibuka dari arah luar ruangan ,
Namun hal itu segera membuat mereka bernafas lega ternyata yang datang adalah manusia biasa seperti mereka ,
Dengan segera Swie mendekati mereka , dan tanpa adanya perintah dari Marru , Swie segera memberikan pertolongan kepada mereka yang saat ini berada di dalam ruangan tersebut ,
Setelah memeriksa kondisi mereka , ternyata Swie sudah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh mereka , Swie yang cerdas dapat memprediksi kondisi mereka yang saat ini ,
Seperti kejadian pada Barru teman Rais yang ditemukan di dalam gedung sekolahan ,
Rais dan yang lainnya segera membantu Swie memberikan pertolongan ,
" Untunglah kita tiba tepat waktu , jika tidak mungkin kita tidak dapat menolong mereka " kata Marru yang pada saat ini sedang memberikan obat serta makanan ,
Beberapa orang dapat mereka selamatkan ,
" Lantas bagaimana dengan para monster itu " Cord yang sedang membantu memberikan obat dan makanan ia pun memberikan pertanyaan kepada Marru dan teman-temannya ,
" Kita akan evakuasi korban terlebih dahulu , setelah itu baru kita akan menyusun rencana lagi " jawab Marru yang saat ini berada di depan korban berikutnya ,
Sejenak suasana hening , namun salah satu dari mereka berbicara ,
" Terimakasih telah menolong kita " katanya dengan kondisi yang masih lemah ,
Sedangkan Maddu dan Garro ternyata ia sedang menunggu kabar dari Marru , sebab Maddu dan Garro mengikuti rencana yang dibuat oleh Swie dan Marru ,
__ADS_1
Sedangkan didalam ruangan Marru dan teman-temannya mereka segera mengevakuasi para korban yang selamat ,
" Pangeran , kita secepatnya harus membawa mereka ketempat sang putri " kata Swie yang sudah dapat melihat kemajuan fisik para korban ,
" Ya , sebaiknya begitu " jawab Marru singkat ,
Segera Swie membuka energi portal miliknya , dengan secepat mungkin ia dan teman-temannya segera membawa keluar para korban ,
Swie yang memang mengetahui keberadaan sang Putri bersembunyi ia pun segera menuju tempat tersebut ,
Ternyata kehadiran mereka telah ditunggu oleh Hellin dan yang lainnya ,
" Syukurlah kalian cepat kembali " kata Hellin , Sena yang melihat para korban yang dibawa oleh tim Marru ia segera membantunya agar mereka langsung dibawa masuk kedalam badan mini Bus ,
Langhe , Damin juga yang lainnya segera membantu para korban ,
Hellin segera memberikan perawatan kepada mereka dengan dibantu oleh Sena , Langhe , Damin juga teman-teman Harris , mereka dapat melakukan dengan secepat mungkin ,
Marru dan para timnya segera kembali ke dalam gedung , ia memberi instruksi langsung kepada Maddu dan Garro , sedangkan dirinya segera menyeruak masuk ke dalam gedung tersebut ,
Mereka akan mencari para monster ,
Begitu juga dengan Maddu dan Garro , dengan satu kali lompat dirinya dapat melewati beberapa tingkat gedung , Maddu ingin berada di atas Roodtoof gedung ,
Terlihat dari kejauhan Maddu dan Garro melompati setingkat demi setingkat gedung tersebut ,
Sedangkan Marru dan teman-temannya segera mencari sumber energi dan suara yang mereka dengar ,
Dengan adanya Side Effect dari Cord dan Swie juga Barru mereka dengan cepatnya dapat menemukan keberadaan sang monster ,
Pada saat ini mereka sudah menemukan salah satu monster yang begitu lamban sekali dalam bergerak , sepertinya monster tersebut kehilangan energi dan daya ,
Cord tidak ingin membuang waktu , ia tidak ingin memberikan kesempatan kepada Monster itu menyadari bahwa saat ini ia sudah dikepung dan akan diserang oleh mereka ,
Dengan kecepatan kilat , Cord segera menghujamkan senjata ke tubuh Monster tersebut ,
" Hiaatt, jrebb " senjata itu menancap telak ditubuh Monster yang tidak begitu kuat , sepertinya memang monster itu kehilangan energi dan daya yang ia miliki ,
Apakah mungkin disebabkan karena ia tidak mendapatkan asap hitam yang memiliki energi itu , sehingga monster itu seakan tidak memiliki kekuatan ,
" Aku berhasil memusnahkan salah satu monster " kata Cord dengan nada gembira ,
" Bagus , tapi jangan lengah , masih ada monster yang lainnya " kata Marru mengingatkan Cord ,
Cord yang dapat menyadari ia pun kembali pada situasinya , kembali Cord berjalan kearah depan , dengan perlahan-lahan penuh kewaspadaan ia terus bergerak , di ikut dari arah belakangnya Barru Marru dan Swie ,
Dari atas gedung terdengar suara gaduh yang sangat riuh ,
Mereka menduga bahwa kegaduhan tersebut pasti dilakukan oleh Maddu dan Garro ,
Kita akan kembali melihat keadaan Maddu dan Garro ,
Ternyata memang mereka berdua , pada saat ini sedang bertarung melawan para monster yang sangat ganas , sebab monster-monster itu telah mendapatkan energi asap hitam yang ditinggalkan oleh Blue Hole Raksasa ,
__ADS_1
Walaupun sedikit kuwalahan , namun Maddu dan Garro tidak sedikit gentar melawan para monster yang sangat berbahaya itu ,
Keduanya bertarung dengan gesit dan lincahnya , walaupun tubuh Garro sangat besar namun ia sangat lincah , bahkan energi yang dimiliki Garro begitu besar , satu kali terjangan saja membuat beberapa monster terpelanting jauh dan sukar untuk bangun , dengan demikian Maddu segera mendekati monster tersebut dan melancarkan serangan yang sangat mematikan sampai akhirnya monster itu tewas ,