
Swie dan Marru juga yang lainnya sedang membuat Kristal Bintang Aries , Swie berusaha keras melakukan tugas tersebut ,
Tak terasa waktu terus bergulir , pada saat ini Swie sedang melapisi permukaan luar Kristal yang berada di bagian luar ,
Setelah ia selesai dengan lapisan tersebut maka tugas membuat Kristal itu telah selesai ,
" Pangeran Marru sebentar lagi kristal ini akan selesai dibuat , kita akan membantu Damin terlebih dahulu , setelah itu baru kita lakukan tugas yang lainnya " kata Swie yang ternyata sudah menyelesaikan pembuatan kristal bintang Aries itu ,
" Baik lah , terserah kamu saja bagaimana yang terbaik " jawab Marru yang saat ini sudah menyimpan energi miliknya ,
Setelah Kristal Bintang Aries itu telah menjadi mereka semua buru-buru menuju Ruangan Damin , pada saat ini kondisi Damin semakin memburuk , bulu di sekujur tubuhnya sebagian tumbuh memanjang ,
Dengan tergesa-gesa Swie segera merobek dada Damin mengunakan energi pembedahan Alkemis , dari cara kerja Swie tentulah sangat kasar dan terlalu sadis , namun dari dugaan itu ternyata tubuh Damin tidak mengalami apapun , bahkan satu tetes Darah saja tidak mengalir keluar ,
Tubuh Damin Layaknya boneka mainan yang dibuka bagian dada dan langsung dipasangkan Kristal Bintang Aries , kristal itu mengeluarkan energi berbau bahan herbal yang dibuat oleh Swie juga yang lainnya , setelah melihat kristal itu bekerja pada tubuh Damin , Swie kembali menutup tubuh Damin tanpa jahitan , bekas robekkan dari Swie juga tidak terlihat , seperti tidak terjadi hal apapun ,
Beberapa detik telah berlalu semua menunggu respon dari tubuh Damin , apakah Kristal Bintang Aries buatan Swie itu dapat bekerja sesuai perkiraan Swie ,
Sudah hampir 2 jam , tubuh Damin tidak terlihat reaksi apapun , ia tetap tenang tidak seperti beberapa jam yang lalu ,
Semua terdiam , sampai akhirnya sella menyeruak masuk ke dalam ruangan tersebut ,
" Rais , Tania … tubuh Tania mengalami hal yang sama seperti Damin " kata Sella yang terlihat panik ,
" Tenang sell , kita juga sedang berusaha mengobati tubuh Damin , pada saat ini tidak ada reaksi apapun dari tubuh Damin , kita berharap Kristal tersebut dapat membantunya " jawab Rais setengah menenangkan Sella , Sella melihat ke arah tubuh Damin yang pada saat ini sedang terbaring di atas tempat tidurnya ,
" Benar , tubuh Damin sedikit lebih tenang " sella baru menyadari hal itu , kepanikan membuatnya tidak menyadari bahwa tubuh Damin sedikit lebih tenang,
" Maka dari itu , kita harus memastikan apakah Kristal tersebut dapat bekerja sesuai perkiraan Swie " kali ini Barru yang berkata , sella tetap terdiam sambil memperhatikan tubuh Damin , beberapa jam berlalu bulu yang semula tubuh kembali seperti sedia kala , bahkan tubuh Damin sudah layaknya seperti manusia , setelah proses tersebut , tubuh Damin sudah mulai normal , namun dari arah ruangan yang lainnya , terdengar suara teriakan kencang ,
Rais dan yang lainnya mendengar suara lengkingan suara yang sangat keras itu , Marru seketika mengubah dirinya menjadi Pahlawan Dunia Lain, pakaian yang ia kenakan sudah berubah menjadi pakaian tempur Negara Bintang Virgo,
Begitu juga dengan Barru , sepertinya mereka akan bersiap untuk bertempur melawan monster asing alias jelmaan dari teman mereka sendiri ,
Ternyata tubuh Tania dan beberapa temannya sudah berubah menjadi Monster yang saat ini sudah menyerang Barru dan Rais ,
Keduanya segera keluar dari dalam ruangan , dan ternyata monster itu sudah menyerang seluruh teman-teman mereka yang berada di satu ruangan ,
__ADS_1
Keseluruhannya tewas ditangan mereka , bahkan yang terakhir tanpa tersisa ,
Marru dan Barru sangat kesal , ia pun segera menyerang makhluk tersebut , dengan mengubah energi mereka menjadi senjata , keduanya dapat melukai makhluk tersebut ,
Pertarungan seru pun tak terhindari ,
Sedangkan pada saat ini Swie dan yang lainnya mencoba bersembunyi bersama tubuh Damin yang sudah mereka selamatkan ,
Kembali melihat pertempuran Marru dan Barru , Rais juga ikut membantu keduanya , sesekali Rais membuat pengalihan agar makhluk itu lengah membuat Marru dan Barru dapat menyerang titik vital pada monster tersebut ,
Keduanya pada saat tidak dapat berpikir apapun selain harus memusnahkan mereka , walaupun dari lubuk hati yang paling dalam berharap semua teman-temannya dapat pulih dari enfeksi dampak virus Blue hole Raksasa namun hal ini tidak dapat dihindari ,
" Barru , aku akan melakukan serangan berantai , kamu mengunakan kekuatan mu untuk menebas bayangan iblis " kata Marru mengintruksikan kepada Barru , setelah ia melakukan serangan , maka tugas Barru adalah menyelesaikan tubuh monster itu dengan kekuatannya ,
Rais masih tetap sama dengan posisinya agar dapat sesekali membuat serangan , terkadang Rais juga sengaja memancing makhluk itu mendekati dirinya supaya dapat mengalihkannya
Sampai beberapa jam telah berlalu , monster-monster itu dapat dituntaskan , dengan susah payahnya oleh mereka ,
Peluh dan keringat membasahi sekujur tubuh mereka ,
" Hah … huff semua sudah berakhir " kata Rais yang saat ini dalam keadaan ngos-ngosan ,
Swie keluar dari persembunyiannya ,
" Sungguh menakjubkan , kalian dapat menuntaskan semua , tapi apakah kita harus tetap disini , aku seperti mendapat side effect bahwa wadah ku berada di sekitar sebuah hutan kecil " Swie menjelaskan kepada mereka bahwa ia mendapatkan side effecks dari dirinya yang berbeda didunia ini ,
" Benarkah , kalau begitu aku akan membantu mencarinya " kata Rais yang sangat bersemangat , sebab dirinya sangat senang dapat bersama dengan mereka , pertarungan demi pertarungan membuat Rais menyadari bahwa dirinya sangat membutuhkan orang-orang seperti mereka ,
Terlebih lagi Swie begitu berusaha sekali membantu memulihkan Damin , walaupun pada akhirnya seluruh teman-teman mereka yang terkena dampak Blue Hole raksasa itu tewas , saatnya Rais berjuang bersama mereka untuk memerangi makhluk asing yang sudah merenggut seluruh dunia ini , Dunia dimana mereka memiliki segalanya , kini hanya tersisa keheningan dan kehancuran ,
" Baiklah , kita harus mencari tempat persembunyian yang aman " kata Marru memerintahkan kepada mereka , Hellin dan yang lainnya keluar dari tempat persembunyian , begitu juga dengan Sena yang saat ini sedang membopong tubuh Damin bersama Langhe ,
Mereka segera menuju mobil yang akan mereka kendarai , bersama beberapa perbekalan dan obat-obatan mereka menuju hutan yang dimaksudkan oleh Swie ,
" Swie apakah kamu dapat mendeteksi keberadaan wadah tersebut " Marru bertanya kepada Swie yang saat ini berada didalam pangkuan Hellin ,
" Iya , tentu " jawabnya singkat , mobil terus melaju , keheningan tanpa satu suarapun hanya terdengar deru suara mobil yang bergerak ,
__ADS_1
Debu-debu berterbangan dijalan bersama angin ia berhembus , Barru yang sedari tadi terdiam ia mencoba bertanya lokasi keberadaan wadah dari Swie ,
" Swie , beri kami gambar " tanya Barru kepada Swie ,
" Ya , baiklah " ia pun mengeluarkan energi yang ia miliki , energi tersebut seperti sebuah kaca cermin , dari kaca cermin tersebut ia menunjukkan letak keberadaan wadah milik Swie ,
" Oh , baiklah kita segera kesana " Rais yang mengetahui letak tempat tersebut segera ia melajukan mobilnya kearah tempat itu ,
Sampai akhirnya mereka tiba di pinggiran hutan , mobil berjalan perlahan mencari arah yang dimaksud oleh petunjuk cermin tersebut , sampai pada akhirnya mobil melaju kembali mencari lokasi wadah tersebut ,
Haripun semakin gelap , Marru dan yang lainnya menghentikan pencarian mereka ,
" Hari sudah gelap , sebaiknya kita mencari tempat aman untuk beristirahat " kata Marru yang memerintahkan Rais menghentikan mobilnya ,
" Iya sudah , kita berhenti di sini saja " Rais terdiam , suasana menjadi lebih hening setelah kendaraan mobil itu tidak bersuara ,
Malam yang sudah mengeluarkan binatang-binatang itu terasa indah dinikmati jika dalam suasana yang tidak seperti ini , bahkan suara serangga hutan mulai terdengar bersahutan , suasana semakin gelap dari dalam hutan bagian Utara terlihat cahaya redup ,
Pada saat ini Swie merasa lebih tenang , namun dirinya merasakan keberadaan wadah tersebut yang begitu dekat dengan dirinya ,
" Tuan putri , aku melihat cahaya yang tidak begitu terang disana " kata Swie mengarahkan tubuhnya kecahaya tersebut ,
" Mana Swie " Hellin bertanya kepada Swie , bahkan Marru dan yang lainnya juga melihat gerakan Swie ,
" Benar itu ada cahaya redup " Sena menunjuk kearah cahaya itu ,
" Iyah , tapi ini sudah malam sebaiknya kita berjalan kaki saja , agar lebih aman " Rais yang kali ini memberi saran ,
" Iya itu , benar sebaiknya kita berjalan kaki saja " Barru menyetujui saran dari Rais ,
" Baiklah , sebaiknya Barru , Rais , dan Swie juga aku saja yang mendekati cahaya itu , sedangkan sisanya berjaga disini , Sena kamu pegang kemudi , disaat genting kamu dapat segera mengatasi segala kemungkinan " kata Marru mengintruksikan kepada anggotanya ,
" Baiklah , serahkan yang disini kepada kami , kalian segera cari wadah buat Swie agar kita semakin bertambah kuat dengan adanya dirinya " jawab Sena , setelah menganggukkan kepalanya Marru dan yang lainnya segera keluar dari dalam mobil menuju cahaya tersebut ,
Kali ini mereka melakukan perjalanan dengan berjalan kaki , Rais berada di bagian paling depan , sedangkan Marru berada di bagian belakang , menyusul Barru yang saat ini berada disisi Swie mereka berjalan berurutan menyusuri hutan tersebut ,
Ternyata cahaya itu cukup jauh dari jangkauan mereka , walaupun terlihat sangat dekat namun letaknya berada dibagian dalam hutan ,
__ADS_1
Mereka terus berjalan sambil sesekali melihat arah langkah mereka , sebab pada saat ini mereka tidak melalui jalan setapak , melainkan menerobos semak belukar yang tinggi , belum lagi anak pohon dan akar tanaman , membuat mereka sedikit kesulitan untuk berjalan ,