
Pada saat ini kami akan bersiap-siap akan meninggalkan market ,
Setelah keluar dari pintu market kami terus berjalan menyusuri jalanan beraspal , kami terus melewati trotoan jalan yang biasa digunakan oleh pengguna pejalan kaki , kota yang saat ini kami lalui begitu sepi dan lengang ,
" Rais apakah kamu mengenal jalanan ini " tanya Marru pada Rais yang saat ini berada di belakangnya , sedangkan hellin masih berada di samping Rais ,
" Tentu … " jawab Rais singkat ,
" Jadi apa rencana kita , aku ingin kita menjelajahi kota ini dengan tujuan yang menurutku dapat memungkinkan " kata Marru yang ingin menjelaskan lebih detail pada Rais , namun Rais dapat memahami maksud dari Marru ,
" Iyah , aku tahu maksudmu " jawab Rais yang langsung berjalan mendahului Marru yang saat ini memimpin perjalanan mereka bertiga ,
" Yah sudah , ayo kita kesana " jawab Marru yang mengikuti Rais dari arah belakang , ketiga orang tersebut melalui lorong jalan kereta api bawah tanah , dengan berbekal lampu center , ketiganya terus menyeruak masuk , suasana hening semakin mencekam , seakan-akan mereka sedang menghadapi situasi blue hole raksasa yang akan menarik tubuh mereka ,
Situasi saat ini seperti sudah kiamat besar yang memusnahkan semua umat manusia ,
Tidak ada satu katapun terucap dari mulut ketiga orang tersebut , saat ini yang terdengar hanyalah sebuah derap sepatu yang mereka kenakan ,
Sampailah mereka disebuah pintu penghubung lorong ,
Rais mencoba membuka pintu tersebut namun sedikit kesulitan , Marru datang membantu Rais yang saat ini kesulitan untuk membuka pintu , pintu yang terbuat dari besi itu memang sudah lama tidak ada yang membuka , kemungkinan besar pintunya terkunci dari dalam ,
Sejenak marru memperhatikan pintu yang tidak bisa terbuka itu ,
Dari mata Marru memancar cahaya merah , dengan sekali kedip cahaya itu pelesat kearah engsel pintu , sehingga pintu tersebut terbuka dengan sendirinya , Rais sempat terkejut ia ingin bertanya kepada Marru namun suara marru lebih dahulu mengintruksikan keduanya untuk masuk kedalam ruangan tersebut ,
" Ayo masuk " kata marru yang sudah mendahului keduanya ,
" Baik lah " jawab ku yang menyusul marru yang saat ini lebih dulu dari kami ,
Akhirnya Rais memutuskan untuk mengikuti jejakku yang tidak mencurigai marru , namun setelah kami masuk lebih ke dalam ruangan , akhirnya Rais tidak dapat menahan rasa penasarannya ,
" Tunggu marru , ada hal yang ingin aku tanyakan " kata Rais yang menghentikan langkah kami , kebetulan juga marru ingin berbalik dan menanyakan arah selanjutnya ,
__ADS_1
" Aku juga ingin bertanya kepadamu , jalan yang mana ?... Ada tiga lorong penghubung " katanya yang saat ini sudah berada di hadapan Rais , Rais pun mundur beberapa langkah sambil menunjukkan reaksi waspada,
" Kenapa Rais … ada hal yang mencurigakan " tanya Marru yang kurang faham dengan reaksi Rais tersebut ,
" Marru , tentu aku harus waspada dengan makhluk sepertimu " kata Rais yang saat ini mencurigai marru ,
" Kenapa … apa ada yang salah denganku " tanya Marru yang memang tidak memahaminya ,
" Marru , kamu ini apa sebenarnya " tanya Rais kepada Marru ,
" Maksudmu … " marru semakin bingung,
" Marru , jangan pura-pura bodoh , atau kau telah melakukan sesuatu pada hellin sehingga ia tidak menyadari siapa dirimu " kata Rais yang sudah hampir meninggikan suaranya ,
Marru hanya menaikkan bahunya ,
" Apa … apa maksudmu , kalau berbicara yang jelas " kata marru tak kalah dengan Rais yang merasa dirinya tidak melakukan kesalahan apapun ,
" Oh … soal itu , biar aku jelaskan " kata Marru yang akhirnya bercerita tentang dirinya dan dari mana asal sumber kekuatan tersebut , awalnya Rais tidak mempercayainya , namun marru terus meyakinkan Rais dan mereka berdua sepakat untuk mencari tahu asal muasal sumber kekuatan tersebut , bahkan Marru berjanji akan membantu manusia bumi jika dirinya terbukti makhluk dari dunia lain ,
syukurlah Rais dapat mempercayai ucapan marru dan mereka kembali meneruskan perjalanan , hellin sempat menegang dengan aksi keduanya yang sudah bertarung menggunakan kekuatannya , tentu saja marru lebih unggul sebab saat ini ia memiliki senjata yang dapat mengalahkan makhluk alien atau makhluk dunia lain tersebut ,
" Rais , kita akan kemana lagi " tanya Marru yang saat ini sudah berada di antara cabang pintu yang lainnya ,
" Sebelah kiri … " jawab Rais singkat ,
" Rais , seharusnya kita yang mencurigai dirimu , sebab kamu banyak mengetahui semua lokasi ini " kata marru dengan nada datar yang tidak ingin memancing keributan ,
" Oh iya , yang pastinya aku tidak memiliki mata merah yang menyala " kata Rais yang membalas ucapan Marru ,
" Setidaknya kamu menjelaskan kepada kami " kata marru yang tidak mau terima ucapan Rais begitu saja ,
" Oh jadi kalian mencurigaiku , bagaimana bisa …. Aku yang membimbing kalian dan menentukan arah jalan yang mana dan kalian mencurigaiku tanpa alasan yang jelas " kata Rais yang hampir emosi dengan sikap marru yang memberikan pernyataan tersebut ,
__ADS_1
" Bukan begitu , hanya saja bagaimana kamu dapat mengenal jalan setiap lorong " tanya Marru kepada Rais sambil tersenyum kearahnya ,
Membuat Rais ingin sekali menghajar wajah tidak bersalah Marru ,
" Baiklah , aku sering berada di tempat ini bersama teman-teman seangkatan ku , kami memiliki komunitas sebagai siswa penjelajah , sambil belajar juga mencari pengetahuan, faham …." Kata Rais yang menjelaskan kepada Marru ,
" Oh … baiklah kita teman jangan marah , jika kita bersatu maka kita dapat memusnahkan makhluk dunia lain itu , benar begitu ?..... " Kata Marru yang saat ini sedang berjalan didepan Rais sambil menoleh ke arahnya ,
Rais hanya menghela nafas panjang melihat tingkah Marru yang begitu percaya diri itu ,
" Yah sudah , ayo kita melanjutkan perjalanan " Rais berjalan mendahului Marru dan Hellin yang sedari tadi hanya berdiam diri , ia hanya memperhatikan perdebatan keduanya ,
Keduanya akhirnya melanjutkan perjalanan menuju lokasi dimana Rais dan beberapa teman satu komunitas berkumpul , sebenarnya dalam hati Rais masih belum yakin jika teman-temannya berada ditempat tersebut ,
" Rais , apakah nanti kita akan bertemu dengan teman yang kamu maksudkan itu " tanya marru yang memecahkan keheningan ,
" Aku belum yakin mereka akan ada ditempat " jawab Rais singkat , sambil berjalan mereka berbincang-bincang mengenai bagaimana kehidupan Rais sebelum tragedi blue hole raksasa itu terjadi , kejadian tersebut hampir memusnahkan seluruh makhluk hidup dibumi ,
Sampai tibalah mereka diruang yang dimaksud oleh Rais ,
Rais melihat sekeliling area , ia terus memutari tempat tersebut namun ia tidak melihat satu orang pun berada didalam ruangan tersebut , namun ia tidak putus asa ia terus mencoba mencari keberadaan teman-temannya , sampai pada akhirnya ia melihat ruang rahasia yang mereka temukan , ruangan tersebut masih tertutup rapat , Rais mencoba membuka pintu tersebut secara perlahan , ruangan itu terasa sangat gelap sekali , marru yang sedari tadi mengikuti Rais ia menerawangkan lampu center pada ruangan tersebut , Rais terperanjat kaget melihat beberapa teman mereka terkulai lemas , buru-buru Rais menghampiri mereka dan mencoba memberi pertolongan , marru dan hellin mencoba membantu Rais untuk menyelamatkan ketiga temannya tersebut ,
Rais memegang denyut nadi dan memeriksa detak jantung ketiganya , setelah merasa yakin bahwa mereka masih hidup ketiga orang tersebut mencoba memberikan obat dan sebagainya ,
Rais kembali memeriksa denyut nadi dan detak jantungnya , setelah ia rasa ketiga temannya itu normal kembali , Rais baru dapat bernafas lega , ia pun terduduk terkulai di tepi dinding ruangan , begitu juga dengan marru dan hellin , keduanya dapat bernafas lega melihat ketiga orang yang mereka temukan selamat ,
" Syukurlah mereka selamat " kata hellin yang saat ini berbicara , marru duduk disamping hellin , ia tersenyum sambil memeluk bahu kiri hellin , kedua pasangan itu begitu mesra didepan Rais ,
Rais hanya terdiam melihat keduanya yang saat ini sedang bercengkrama ,
Tak terasa ketiga tertidur sangking lelahnya , sampai waktu benar-benar gelap , hellin mendengar suara dari ketiga teman Rais itu bersuara parau ,
" Haauuus ... " Katanya , buru-buru hellin menyodorkan satu botol air mineral kedalam mulut temannya Rais ,
__ADS_1