
Setelah aku memberikan dia air minum , pemuda itu terbangun dari sadarnya ,
" Ka…kamu siapa " kala ia sudah sadar menanyakan tentang diriku,
" Oh .. aku hellin temannya Rais " jawabku sambil tersenyum kearahnya ,
" Oh … Rais , dimana dia " tanyanya lagi , aku pun langsung menunjuk kearah Rais yang saat ini sedang tertidur pulas ,
" Itu dia " kataku sambil menunjuk kearah Rais ,
"Aau .. Rais … Rais , bangunkan Rais ada hal yang ingin aku katakan padanya " katanya sambil berusaha untuk duduk bersandar , akupun membantu dirinya akan dapat bersandar dengan sempurna , setelah itu aku beranjak mendekati Rais yang saat ini sedang tidur ,
" Rais … Rais , temanmu sudah sadar " kataku sambil menguncang pelan bahu Rais agar terbangun dari tidurnya ,
Ia pun menggeliat sambil menguap , setelah itu ia mencoba terduduk dari tidurnya ,
" Ada apa Hellin …" tanyanya setelah ia terbangun dari tidurnya ,
" Itu … temanmu sudah sadar " kataku sambil menunjuk kearah salah satu teman Rais yang sudah sadarkan diri ,
" Oh … iya , baiklah " katanya langsung berdiri mendekati temannya tersebut ,
" Ada apa Sena , apa yang sudah terjadi " tanyaku pada Sena temanku saat ini ,
Akhirnya Sena menceritakan prihal Carlo yang sudah ditangkap oleh blue hole raksasa , ia juga menceritakan prihal , Ranu , Pram , sains dan yang lainnya ,
Semuanya ia cerita , sedangkan mereka bertiga berlari kencang dan dapat bersembunyi di dalam ruangan ini ,
" Yah sudah , saat ini yang paling penting kamu memulihkan kondisi dulu , setelah itu kita akan mencari cara bagaimana dapat membebaskan teman-teman kita " kata Rais memerintahkan Sena agar tidak terlalu memikirkannya , Sena pun menurutinya ,
" Baiklah " katanya singkat , tidak lama kemudian Marru juga terbangun dari tidurnya , selang waktu berapa detik kedua teman Rais juga terbangun ,
" Pandu , langhe .. kalian sudah sadar , baguslah " kata Rais yang saat ini sedang menyodorkan air dan makanan pada ketiga temannya , Marru dan Hellin membantu Rais untuk merawat ke-tiga temannya ,
Setelah beberapa hari kemudian ketiganya mulai membaik , mulailah Rais mengutarakan rencananya , Marru dan yang lainnya mendengar Rais yang saat ini sedang menjelaskan mereka hanya menyimak saja , Marru dan Hellin juga ketiga teman Rais menyetujui rencana Rais ,
Akhirnya kelompok Rais dan Marru bergerak maju melanjutkan perjalanan ,
Rencana kali ini mereka akan mencoba mencari gedung sekolah , mungkin disana masih ada siswa ataupun siswi yang selamat , keenam orang tersebut terus berjalan , kali ini mereka sudah meninggalkan area kereta api bawah tanah , debu yang tertiup angin berhembus lembut menerpa jalanan ,
Sunyi lengang jalanan pada saat ini , tidak ada satu suarapun yang terdengar , bahkan blue hole raksasa itu dapat merasakan ketidak adanya kehidupan seperti dulu lagi , kehidupan yang ramai penuh dengan para makhluk hidup yang begitu bising dan disibukkan oleh aktivitas mereka ,
Namun pada saat ini aktivitas tersebut telah sirna , yang ada hanyalah kesunyian ,
__ADS_1
Rais dan yang lainnya terus berjalan , sampai pada waktu mereka tiba didepan pintu masuk gedung sekolah , tempat itu tak jauh beda dengan gedung-gedung yang lainnya yang sudah tidak berbentuk seperti dulu , sebagain telah hancur dan sebagian tersisa setengahnya ,
Rais dan yang lainnya segera memasuki gedung tersebut ,
Setelah mereka berada di dalam gedung , keenamnya terus menyusuri ruangan-ruangan yang masih layak terlihat ,
Keenam orang tersebut belum melihat satu orang pun didalam gedung tersebut , Rais sendiri mencoba mengingat lokasi yang biasanya selalu dijadikan sebagai pertemuan , Rais mengintruksikan pada mereka agar menuju ruang lantai bawah ,
Lantai tersebut berada di bagian paling bawah , seperti lantai bawah tanah , tempat itu untuk organisasi kemahasiswaan , disitu tempat pelatihan dan pengembangan ,
Sampailah mereka di dalam ruangan tersebut , Rais segera menuju pintu masuk yang tertutup rapat , ia segera membuka pintu tersebut , suasana ruangan sangat gelap , Marru mengarahkan lampu center agar dapat menerangi seluruh ruangan tersebut , dari balik rak penyimpanan buku , terdengar suara orang yang sedang menangis ternyata itu adalah Lena yang saat ini sedang menangis , ia dan beberapa temannya juga berada di dalam ruangan tersebut , namun ada beberapa orang tidak dapat terselamatkan ,
" Lena … " serentak Rais dan teman-teman memanggil nama Lena , Lena menoleh ke arah Rais dan yang lainnya , ia segera bangkit berdiri berhambur memeluk Rais yang saat ini berada paling depan dari marru dan yang lainnya,
" Rais … itu … itu yang lainnya ada yang sudah tewas " kata Lena sambil sesenggukan ia menunjuk kearah teman-temannya yang masih hidup dan sebagain sudah meninggal ,
Rais membelai pucuk rambut Lena sambil menenangkan dirinya ,
" Tenanglah Lena , ada aku disini " katanya , seketika Lena menghentikan tangisannya , ia pun menengadah sambil tersenyum kearah Rais ,
" Marru … bagaimana kondisi mereka " tanya Rais kepada Marru yang pada saat ini sedang memeriksa keadaan teman-teman Rais ,
" Rais … kemarilah , lihat ini " Marru menunjukkan seorang anak yang sedikit lebih muda dari mereka semua ,
" Kenapa Marru … " tanya Rais yang kemudian menghampiri dirinya ,
Lena yang juga melihat ia memberitahukan kepada Rais bahwa bocah itu dari sekolah yang lainnya ,
" Itu Barru adik Sam , ia disini sebab ingin mengajak Sam pulang bersamanya , namun sam terbawah oleh blue hole raksasa sedangkan dirinya terlepas dan mengeluarkan cahaya , hal itu mengapa sebagian dari kami selamat " kata Lena menjelaskan panjang lebar , Marru yang mengetahui kondisi tersebut juga menceritakan prihal yang terjadi pada dirinya , sedangkan yang lainnya pada saat ini hanya mendengarkan cerita Marru dan Lena ,
Setelah mereka menjelaskan dan bercerita tentang apa yang sudah terjadi keenam orang tersebut memberikan pertolongan pada teman-teman mereka yang sakit ,
Pada saat ini kecurigaan Rais sudah memudar dengan adanya Barru adik Sam yang memiliki peristiwa yang sama dengan marru , membuat Rais yakin bahwa mereka ditunjuk untuk membantu makhluk bumi dari peristiwa yang melanda pada saat ini ,
Setelah mereka menyelesaikan tugas mereka , ketujuh orang yang sudah membantu proses pemulihan dan pengebumikan teman-teman mereka yang tidak selamat , ketujuh pemuda itu akhirnya memutuskan untuk beristirahat ,
" Kalian , besok jaga mereka sedangkan aku , Marru , Sena juga langhe akan mencari persediaan makanan dan obat-obatan " kata Rais yang saat ini menjadi komandan intruksi bagi mereka semua ,
" Baiklah , bawalah tas ransel ini " kata Hellin yang sudah mengeluarkan semua isi tas yang mereka bawa sebagai perbekalan ,
🔹
Tak terasa setelah cukup beristirahat seperti yang direncanakan oleh Rais Pagi ini keempat pemuda itu akan menuju market yang mereka singgahi dulu , disana banyak sekali makanan dan berbagai macam bahan yang dibutuhkan ,
__ADS_1
Dengan mengisi perbekalan mereka akan dapat bertahan hidup ,
Rais dan yang lainnya telah keluar dari dalam gedung sekolah , mereka Terus menyusuri jalan beraspal yang sudah lengang tanpa penghuni ,
Setelah menempuh perjalanan lumayan jauh , tiba-tiba berhembus angin yang sedikit kuat , Rais dan yang lainnya hampir saja terbang terbawah arus angin yang sesekali berhembus sangat kencang , dari arah Utara jalan ada sebuah titik hitam gelap yang muncul dari atas langit , titik gelap itu seperti mengeluarkan suara gaungan ,
Rais dan yang lainnya sempat tegang melihatnya ,
Sebab titik tersebut yang telah membawa para penduduk kota ,
Semakin kuat hembusan angin itu semakin membuka titik hitam yang bertambah lebar ,
Rais menghentikan langkahnya , namun tubuh Marru secara spontan mengeluarkan cahaya sendiri , insting dari kekuatan yang dimiliki oleh Marru keluar dengan sendirinya , tubuh marru memakai Jirah hampir sama dengan Barru ,
Namun kekuatan Marru jauh lebih besar dari kekuatan Barru dan energi yang dimiliki oleh Blue hole raksasa ,
Namun blue hole raksasa itu belum menyadari kebenaran Marru yang saat ini sudah berubah menjadi tubuh pahlawan dari Dunia lain ,
Dengan serta merta Marru melesat kearah titik hitam yang baru mulai membesar , sedangkan Rais memerintahkan kedua temannya Sena dan langhe untuk bersembunyi di tempat yang aman ,
Rais terus memperhatikan Marru yang saat ini bertarung menghentikan Blue hole raksasa itu agar tidak semakin besar titik lubangnya ,
Dengan kekuatan baru yang ia miliki ia terus berusaha menyerang energi blue hole tersebut sampai ia dapat menutup ,
Bunyi dentuman berkekuatan besar itu terdengar membahana
" Bammm … "
" Jleegerr … bammm "
Berturut-turut suara itu terdengar sangat keras ,
Rais yang saat ini yang agak jauh dari area pertempuran itu terhempas cukup jauh dari area , Sena dan Langhe segera berlari untuk menangkap tubuh Rais agar tidak semakin jauh terhempas ,
Kekuatan dari blue hole raksasa itu mendeteksi keberadaan Rais dan teman-temannya , membuat blue hole raksasa itu ingin menyerang mereka , namun Marru selalu menggagalkan aksi dari blue hole raksasa yang memiliki tentakel berwarna hitam itu ,
Marru terus berjuang keras mengalahkan blue hole raksasa itu , dari kejauhan seseorang datang dengan memakai baju yang hampir sama dengan Marru bergerak cepat , dengan kekuatan yang sangat besar melesatkan sumber daya energi yang sangat besar ,
" Jleegerr … bammm " kekuatan itu menghantam tentakel yang berwarna hitam gelap , membuat blue hole raksasa itu bergetar hebat mendapatkan pukulan yang begitu kuat dari pihak orang yang baru saja datang ,
" Marru … itu Barru , ia datang membantu kita " kata Rais yang sudah menyadari kedatangan Barru yang pada saat ini langsung menyerang blue hole raksasa itu ,
Blue hole raksasa itu semakin lama mengecil dan mulai menutup , kedua kekuatan itu bergabung mengalahkan blue hole raksasa ,
__ADS_1
" Rais , kamu baik-baik saja " tanya Sena yang saat ini sedang memegang lengan Rais yang tadi hampir menjauh dari mereka ,
" Iya , aku tidak apa-apa , kita menang .. marru dan Barru telah mengalahkan makhluk alien itu " kata Rais dengan seringai senang ,