Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
episode 17


__ADS_3

Ketiga pemuda itu akhirnya keluar dari dalam Hutan , mereka bertemu dengan Cord dan Swie yang saat ini sedang menunggu kedatangannya ,


" Cord , apakah kalian menemukan sesuatu " Marru seketika bertanya kepada Cord bawahan nya ,


" Tidak , tapi kami sangat kawatir akan kalian , andai Swie tidak mencegahku mungkin aku sudah mencari keberadaan kalian " kata Cord dengan nada sedikit marah ,


" Tenang saja , ada aku selama ini aku juga yang selalu melindungi Pangeran " kata Barru seakan dirinya tidak ingin dikatakan tak berguna oleh Cord ,


" Bukan maksudku begitu , tapi .. bagaimanapun aku disini dan ikut bertanggung jawab terhadap Pangeran " kata Cord ia tahu Barru sedikit trempramental alias selalu marah jika hal itu tidak sesuai dengan komitmennya ,


" Sudahlah , aku baik-baik saja jangan ada perselisihan di antara kita , aku juga berharap agar kalian kompak dan bersatu agar cela yang ada tidak dapat dimanfaatkan oleh musuh " kata Marru yang mengingatkan kepada mereka berdua ,


Keduanya terdiam , namun cord yang telah dapat mendeteksi keberadaan makhluk yang sangat berbahaya datang ,


" Yang Mulia Pangeran , saya telah mendeteksi keberadaan makhluk yang sangat berbahaya , bahkan kekuatan makhluk itu lebih besar dari makhluk yang kita temukan di ruang bawah tanah , kehadiran makhluk tersebut telah membangun wanita yang ikut bersama kita , dia telah terbangun dan pada saat ini ia sedang mencari keberadaan makhluk tersebut " kata Cord menjelaskan kepada Marru ,


Marru yang mendengar informasi dari cord ia pun langsung berkata ,


" Kalau begitu ayo kita kejar dia , dan kamu Harris segera masuk kedalam mobil , saat ini kamu belum bisa ikut , jika nanti Swie dapat menciptakan senjata untukmu , kau boleh ikut kami " kata Marru yang sedang memerintahkan Harris sekaligus memberitahukan kepadanya agar ia jangan ikut dalam pertempuran ,


" Baiklah , aku harap kak Swie dapat segera menciptakan senjata untukku " jawab Harris yang segera berlalu meninggalkan Marru dan para Pahlawan Dunia Lain itu ,


" Dimana Rais " Marru yang belum melihat keberadaan Rais ia pun bertanya kepada anggota satu timnya ,


" Itu dia baru berlari kearah sana " Swie menunjuk arah jalan yang dilalui oleh Rais ,


" Ya sudah ayo kita kejar mereka berdua " kata Marru yang segera meninggalkan tempat tersebut ,


Marru , Swie ,Cord dan Barru berlari kearah jalan yang ditunjukkan oleh Swie ,


Mereka berempat terus mencari keberadaan Rais yang mengejar wanita tersebut ,


Setelah cukup jauh mereka meninggalkan lokasi Mini Bus , terdengar suara orang yang sedang berteriak kencang ,


Marru dan teman-temannya mempercepat pelariannya , mereka harus segera tiba di tempat agar mereka dapat membantu Rais dan wanita tersebut ,


Setelah mereka tiba di lokasi pertarungan , terlihat Rais yang berlompatan menghindari serangan dari satu sosok makhluk yang cukup besar ,


Sepertinya makhluk itu memiliki kekuatan jutsu atau pun seni beladiri ,


Terlihat dari serangan dan pukulan yang ia lancarkan , begitu gesit dan lincah , namun jika ia mendapatkan peluang untuk menyerang dengan segenap hati pukulan yang ia lancarkan begitu dahsyat dan mematikan ,

__ADS_1


Tanpa membuang waktu lama lagi Marru segera melakukan penyerang , begitu juga dengan Barru , Swie dan cord mereka segera menyusul Marru yang sudah menyerang makhluk itu , Marru telah melihat wanita itu sudah dikalahkan oleh monster tersebut ,


Sepertinya kali ini mereka sedang melawan monster yang sangat tangguh , terbukti walaupun mereka saat ini sudah bergabung menjadi lima orang tetap saja mereka tidak dapat menandingi pukulan telak dari monster itu ,


Kelimanya serentak menyerang makhluk yang sudah memiliki tahap level , kemungkinan besar makhluk itu telah berdegrenasi menjadi jauh lebih kuat , dikarenakan kemungkinan ia telah menjadi kanibal alias memakan sejenisnya ,


Hal itulah membuat tubuh dan kekuatannya menjadi jauh lebih besar dari makhluk yang mereka temukan ,


" Makhluk ini sangat ganas dan luar biasa sekali kekuatan yang di milikinya " kata Rais yang memang sudah menyadari bahwa kekuatan dari makhluk itu setara dengan kekuatan yang di miliki oleh cord pada saat dirinya menjadi sosok monster ,


" Iya aku merasakan kekuatan yang cord miliki disaat kita bertarung dengannya " kata Swie menambahkan ,


" Jadi , apa yang harus kita lakukan " Barru yang juga sudah menyadari bahwa memang energi yang dimiliki monster itu sama seperti monster cord ,


" Waktu cord menjadi monster , Barru menyerangnya pada titik segel yang pernah aku buat , tapi makhluk ini tidak memiliki segel itu " Marru yang mengingat akan kejadian waktu itu ia kembali menyadari kelemahan pada Cord ,


" Biar aku cobanya " kata Swie lagi , setelah itu ia menggunakan kekuatannya untuk mendeteksi keberadaan yang menjadi kelemahan monster tersebut ,


Setelah Swie berkonsentrasi pada kekuatannya , kedua belah mata Swie berubah menjadi biru dengan diangram pada kornea matanya ,


Sebelum Swie selesai dengan apa yang ingin ia lakukan , monster itu kembali menyerang mereka , Marru , Barru , cord dan Rais menghadang makhluk itu agar ia tidak dapat menyerang Swie yang saat ini sedang mencari kelemahan dari makhluk monster itu ,


Pertarungan kembali berlanjut , walaupun monster itu dikeroyok oleh anggota tim Marru , namun sepertinya monster itu tidak memiliki satu kelemahan apapun ,


" Hiaatt " Suara cord dengan kekuatan penuh ia lancarkan kearah monster itu ,


Begitu juga dengan Barru dan Rais , mereka juga tidak mau kalah dengan cord , keduanya menyerang secara bersamaan , Marru yang menyusulkan serangannya , dirinya juga telah mengeluarkan kekuatan penuh ,


Tiga serangkai kekuatan dahsyat bertubi-tubi menghantam tubuh sang Monster , namun monster tersebut hanya meraung keras dan kembali menyerang mereka berempat , dengan kekuatan yang sangat besar sang monster telah membuat keempatnya terpental lumayan jauh ,


Marru mencoba berdiri sambil menahan rasa sakit , begitu juga dengan Rais ia sedikit kesulitan untuk bangun dari tempatnya , lain halnya dengan Cord ia sudah berdiri tegap dan mulai melakukan serangan kembali kepada makhluk tersebut ,


Barru yang melihat atraksi yang dibuat oleh Cord dapat ia sadari bahwa ia memanglah tangguh ,


Barru teringat kembali ke pada monster yang saat ini sedang bertarung dengannya ,


Apakah kekuatan monster itu sama seperti yang ia miliki , hal itu dapat ia perkirakan bahwa cord dan makhluk itu memiliki kekuatan yang setara ,


" Cord , … " teriakan Barru membuat Cord memalingkan wajahnya untuk melihat kearahnya ,


" Barru , ada apa " Cord menjawab panggilan dari Barru , namun dari arah Swie ia sudah dapat mendeteksi kelemahan dari Monster itu ,

__ADS_1


" Cord di bahu sebelah kiri ada semacam segel mirip dengan yang kamu miliki " kata Swie , Cord yang mendapatkan petunjuk dari Swie ia segera mencari tanda yang mirip seperti segel miliknya , Barru juga tidak ingin kalah dari Cord , ia segera menyerang monster tersebut , keduanya segera mencari tanda itu , cord dapat melihat tanda tersebut ,


" Barru aku melihatnya , kamu bisa mengalihkan nya " kata Cord kepada Barru ,


Barru pun menjawabnya sambil mengangguk kepalanya ,


" Baik , aku bisa " jawab Barru dengan demikian ia kembali menambahkan kekuatannya , serangkai serangan yang Barru lancar kepada monster tersebut , sedangkan cord sudah berhasil menyempurnakan kekuatannya , setelah Monster itu dapat dialihkan maka Cord akan menyerang dibagian tanda milik sang monster ,


Peluang telah terbuka dengan kekuatan penuh Cord menyerang monster tersebut ,


" Hiaatt "


" Baamm " suara benturan kekuatan terdengar , sejenak tubuh monster itu terpental ke arah samping begitu jauh , asap mengepul dari pecahan tanda dibahu sang Monster ,


Sejenak mereka semua terdiam sampai tubuh wanita itu terbangun , ia kembali mengerjapkan kedua bola matanya agar dapat menyesuaikan dengan sekelilingnya ,


Mata wanita itu tertuju pada Monster yang saat ini sedang berjuang untuk pulih kembali , dengan serta merta ia melompat ke arah sang Monster ,


Raungan sang Monster terdengar membahana ,


" Grauggkk " suara raungan dari sang Monster menahan rasa sakit yang sangat dahsyat ,


Ternyata wanita itu selain juga mengigit sang Monster ia juga menyedot energi yang dimiliki oleh monster itu ,


" Hai , apa yang kamu lakukan " Cord ingin menghentikan aksi wanita itu , namun gerakan dari wanita itu terlalu cepat , sehingga Cord tidak dapat menghentikan apa yang ingin dilakukan oleh wanita itu ,


Dengan senang ia melakukan aksinya ,


Semua terdiam seakan ingin membiarkan apapun yang dilakukan oleh wanita itu , walaupun mereka ingin melihat perubahan dari makhluk itu , namun belum selesai wanita itu dengan aksinya , tubuh sang Monster berubah menjadi seekor binatang buas , ternyata ia adalah peliharaan dari salah satu warga Kota H ,


" Aku pikir dia manusia seperti Cord , ternyata dia hanya seekor kadal " kata Swie yang baru menyadari tubuh dari monster itu ,


" Dia bukan kadal , tapi komodo " kata Cord memberitahukan kepada Swie nama dari makhluk itu ,


" Tapi kenapa seekor komodo berada didalam Hutan seperti ini , mustahil seorang memeliharanya " Barru merasa heran mengapa ada seekor komodo besar berkeliaran di Hutan seperti ini ,


" Mungkin dia keluar dari penangkaran , sebab tempat ini tidak jauh dari zoo Park " Rais yang mengetahui letak kondisi wilayah sekitarnya dari Harris memberitahukan kepada teman-temannya ,


" Mungkin saja , pantas jika ia berkeliaran di hutan seperti ini " kata Marru ,


Wanita itu masih dengan lahapnya menyantap tubuh monster tersebut , semua orang yang melihatnya sedikit bergidik , hanya saja wanita itu tidak sebahaya monster itu , andai iya mereka tidak akan tinggal diam untuk menyerang wanita tersebut ,

__ADS_1


Mereka membiarkan wanita itu melahap tubuh sang Monster , ia begitu menikmati sekali , terlebih lagi cahaya energi yang dimiliki monster itu keseluruhan telah masuk kedalam tubuh wanita itu .


__ADS_2