Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
episode 23


__ADS_3

Garro dengan kekuatan penuh ia menendang beberapa monster yang ingin menyerangnya , disaat sang monster menahan rasa sakit akibat tendangan dari Garro , dengan secepat bayangan Maddu menyerang Monster tersebut hingga tewas ,


Kedua mahkluk dari Dunia lain itu begitu menikmati sekali pertarungan nya dengan para monster ,


Di dalam ruang gedung , Marru dan teman-temannya telah memasuki ruangan yang lainnya , cord yang berjalan lebih dulu dari mereka ia melangkah mengendap-endap penuh kewaspadaaan ,


‘’ suutff , aku merasakan keberadaan mahkluk itu ‘’ kata Cord yang segera memberi aba-aba kepada rekannya , seketika Marru dan lainnya menghentikan langkah mereka ,


Mereka mengikuti jejak cord , namun tanpa mereka dapat mengira ternyata ada makhluk lain dari arah samping swei ,


‘’ grauggg’’ suara raungan yang sangat keras terdengar , membuat barru dan swie terperanjat kaget , dengan serta-merta keduanya mengeluarkan kekuatan yang mereka miliki ,


‘’ Braaak ‘’ suara gubrak terdengar tak kala energi Swie dan Barru membentur tubuh makhluk tersebut ,


Dengan adanya suara gaduh itu memancing para monster yang lainnya melihat kearah mereka berlima , Marru pun sempat juga melayangkan serangan terhadap tubuh monster tersebut , sehinggah tubuh monster itu seketika tidak bernyawa lagi ,


Sedangkan para monster yang terpancing oleh suara tersebut dengan seketika menyerang mereka bersamaan , terjadilah pertarungan antara monster dan kelompok Marru ,


Cord yang mengetahui keganasan dari monster tersebuat ia tidak membuang waktu lagi , dengan segala kemampuan dan kekuatannya ia langsung menyerang monster tersebut dengan ganasnya , kekuatan Cord yang di sebut sebagai Panglima dari Bintang Aries itu sangatlah luar biasa , tidak ada satu monster pun yang lolos dari pukulannya .


Sedangkan Barru , Swie dan Marru juga Rais mereka menangani monster yang lainnya , ke lima pemuda itu dengat semangat yang membara mereka menghunuskan senjatanya ke arah para monster tersebut ,


Kita kembali pada pertarungan antara Maddu dan Garro , keduanya sudah cukup banyak membunuh para monster yang sengaja menyerang mereka , tidak tanggung-tanggung mereka menghantam dan membunuh para monster yang sengaja menghalangi jalan mereka ,


Maddu dan Garro sudah berada di dalam ruangan berikut , setelah menyelesaikan Monster yang berada di atap gedung ia segera masuk kedalam gedung tersebut ,


Di saat mereka tiba di dalam gedung berikutnya , keduanya sudah disambut oleh monster dengan tubuh yang jauh lebih besar , memiliki ekor penuh dengan sisik dan duri juga moncong taring yang tajam , monster yang sudah melihat keberadaan mereka berdua seketika menyerang kearah keduanya , serangannya pun berbeda dengan Monster yang berada di atap gedung tersebut ,


Serangan monster itu begitu ganas dan liar , satu pukulan atau terjangan saja dapat dirasakan energi hitam yang sangat besar , sampai-sampai gedung itu berlubang sangat lebar ,


Maddu yang mengetahui hal tersebut yang ia inginkan dirinya dapat memenangkan pertarungan dari monster tersebut , namun dibalik itu semua ia ingin tempat ini tidak terjadi kerusakan , jika hal itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan monster itu akan keluar dari gedung dan berkeliaran entah kemana , hal itu dapat membahayakan bagi para penduduk yang masih hidup ,


" Garro , jangan sampai ia melubangi gedung ini lagi , aku tidak ingin monster yang lainnya lolos dari gedung ini " kata Maddu dengan logat bicaranya ,


" Grauggkk " suara Garro menyahuti ucapan Maddu ,

__ADS_1


Kembali keduanya bertarung menyerang monster tersebut agar dapat segera di binasakan ,


Di lain tempat , Hellin yang masih berusaha membantu para korban segera memberikan obat pemulihan kepada para korban , bahkan bayi itu pun sudah berangsur-angsur membaik kondisinya , sebagain diantara mereka ada yang masih trauma atas kejadian yang menimpa mereka ,


" Bagaimana Hellin , apakah bayi kecil itu dapat diselamatkan " tanya Sena yang pada saat ini sedang menghampiri Hellin yang mengunakan energinya untuk menyelamatkan sang bayi ,


" Kondisinya sudah mulai membaik , namun sang ibu tidak dapat tertolong , ia mati menyelamatkan sang anak " jawab Hellin yang sudah menghentikan energi pemulihannya ,


Hellin melihat kearah Sena dan teman-teman yang lainnya sebagian dari mereka baru selesai melakukan tugas mengobati para korban ,


Disaat ini Missel datang menghampiri bayi kecil yang kondisinya sudah mulai membaik ,


" Hai ' adik kecil ikut main sama kak missel dan kak sandres yah " kata Missel sambil tersenyum ,


Missel yang masih kecil itu tidak mengerti akan situasi yang telah terjadi , ia sebagai balita yang sudah lebih besar dari sang bayi menginginkan bayi yang baru diselamatkan itu dapat bermain dengannya ,


" Adik Missel , dia terlalu kecil diajak bermain , lebih baik main dengan kak Sandres saja " kata sandres yang saat ini sedang mendekati Missel , ia pun membujuk Missel agar tidak menggangu bayi kecil tersebut , dengan bujukan dari sandres , missel akhirnya mau mendengarkan kata Sandres ia pun menggandeng tangan sandres menuju kursi di mana biasanya ia dan Sandres bermain , sedangkan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu ia dengan lelapnya tertidur ,


Hellin yang melihat interaksi Missel dan Sandres ia hanya tersenyum , Missel gadis kecil yang sangat baik , mungkin sangat mirip dengan kedua orang tuanya , Cord yang memiliki wajah dan tubuh Ayah dari Missel , terlihat sekali raut wajah tampan dan sikap penyayang yang ia miliki ,


" Ada apa Harris " jawab Hellin yang melihat raut wajah Harris setengah panik ,


" Lihat tubuh salah satu dari mereka " kata Harris lagi , ia begitu panik melihat salah satu korban yang mereka selamatkan ,


Hellin dan Sena buru-buru berlari kearah tempat dimana Harris menunjuk ,


Setelah Hellin mendekati orang tersebut , ia pun tampak terkejut ,


" Tidak , " kata Hellin yang kaget melihat tubuh salah satu korban yang mereka selamatkan ,


Tubuh orang tersebut hampir mirip dengan tubuh Damin , namun yang membedakannya adalah tubuhnya berwarna biru terang , di bagian urat nadi mengeluarkan cahaya emas ,


Damin yang mendengar ucapan Hellin mendekati tubuh orang tersebut , disusul oleh Langhe dan yang lainnya ,


Mereka semua sangat kaget dengan perubahan tubuh orang yang mereka selamatkan ,

__ADS_1


" Aku akan menghubungi Marru " kata Harris yang ingin keluar dari Badan Mini Bus ,


" Tunggu Harris ! sebaiknya jangan , kita akan membawanya keluar dari Bus , setelah itu kita ikat dan sembunyikan Mini Bus ini " kata Hellin yang memberi saran , sebab ia sendiri tahu bahwa mustahil bagi Harris untuk datang ketempat Marru dan yang lainnya bertarung , sebab tempat itu penuh dengan monster yang berkeliaran , bahkan Harris belum tentu dapat mengalahkan salah satu dari monster tersebut ,


" Iya itu ide tidak buruk , bukankah Marru memerintahkanmu agar tidak kesana " Langhe yang setuju dengan pendapat Hellin ia juga memperingatkan Harris agar tidak mengindahkan perintahnya ,


" Yah , baiklah ! Ayo kita lakukan " katanya sambil segera membawa alat tandu dan perlengkapan yang diperlukan ,


Setelah mereka bergotong royong mengerjakan tugasnya , akhirnya mereka telah menyelesaikannya ,


Harris dan teman-temannya yang sudah mengikat tubuh salah satu korban yang tidak diketahui namanya itu segera kembali ke badan mini bus ,


Sena segera mengemudi Mini Bus tersebut ia akan mencari tempat persembunyian yang aman , sambil memantau kondisi orang yang mereka ikat ,


Setelah mendapatkan tempat yang aman , Sena seketika mematikan mesin Mini Bus tersebut ,


" Kemungkinan kita harus mendapatkan kendaraan yang jauh lebih besar , namun itu akan sulit atau sebaiknya kita membagi tempat menjadi dua Mini Bus " kata Sena menyarankan ,


Pada saat ini mereka telah bersembunyi di balik rumput yang memanjang , bahkan keseluruhannya menutupi badan mini bus ,


Sena sesekali melihat ke depan , dimana mereka telah mengikat tubuh salah satu dari korban , Langhe berinisiatif untuk melihat jarak yang lebih dekat ,


Setelah ia berada di depan orang tersebut , Langhe berjongkok untuk melihatnya ,


" Hem , kenapa warna emas ditubuhnya tidak mirip dengan kepunyaan dari Damin " kata Langhe yang masih lekat mengamati sang korban ,


Sena yang merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Langhe ia pun turun untuk melihatnya ,


" Langhe apa yang kamu lakukan " Saat ini Sena sudah berada tepat di belakang Langhe ,


" Aku sedang memeriksa keadaannya " jawab Langhe yang masih fokus melihat orang tersebut ,


" Sepertinya dia sedikit berbeda dengan kondisi Damin dulu " Sena mendekati tubuh orang yang seperti terkena Dampak Blue Hole Raksasa ,


" Iya , menurutku demikian , sebab tubuh Damin tidak mengeluarkan urat yang berwarna keemasan itu " Sena memberikan pendapatnya yang sama dengan penilaian dari Langhe ,

__ADS_1


" Sudahlah , ayo kita kembali " Langhe segera berbalik menuju tempat dimana Mini Bus mereka sembunyikan ,


__ADS_2