Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
sembilan belas


__ADS_3

Swie yang saat ini sedang kawatir , ia dengan perasaan yang tidak tenang menunggu kedatangan Tim Marru dan yang lainnya ,


Disaat ia sedang kebingungan , terdengar suara Hellin sedang menguap ,


" Huaa .. " ternyata Hellin telah bangun dari tidurnya ,


" Tuan Putri " Swie memanggil tuannya , sedangkan Hellin malah balik bertanya ,


" Ada apa Swie , apakah Marru sudah kembali " Hellin yang sudah mulai tersadar ia mencoba bertanya kepada Swie apakah Tim Marru sudah kembali ke penginapan ,


" Belum , Tuan Putri " sejenak Swie terdiam suasana kembali hening ,


Namun dari arah luar penginapan terdengar suara deru mesin mobil , selanjutnya mesin mobil tersebut telah berhenti ,


" Apakah mereka telah kembali " Hellin yang juga mendengar suara mobil segera turun dari tempat ranjang tidurnya ,


" Mungkin saja Tuan Putri " jawab Swie yang sudah mengikuti Hellin dari arah belakang , mereka berdua ingin melihat siapa gerangan yang telah datang ,


Setelah keduanya tiba di luar penginapan , ternyata Marru dan teman-temannya tengah sibuk memindahkan bahan dan barang-barang yang dibutuhkan Swie untuk membuat senjata replika dari negara Binatang Aries ,


" Oh , ternyata kalian sudah kembali , aku senang sekali " kata Hellin sambil tersenyum kearah Marru dan yang lainnya , Swie yang melihat temannya sedang sibuk ia pun segera membantu mereka mengemas semua barang ,


Kelima pemuda itu tengah sibuk membereskan semua barang serta memindahkan bahan dan barang tersebut ke sebuah ruangan dimana Swie akan bereksperimen ,


Tidak berapa lama kemudian , tugas mereka telah selesai ,


" Ah .. aku lapar " kata Cord yang memang sudah menahan rasa laparnya , begitu juga dengan Rais dan Barru ,


Akhirnya mereka berlima memutuskan untuk membuat hidangan ,


Mereka menggunakan Pantry yang ada di dalam penginapan ,


Beberapa jam kemudian , semua hidangan alakadarnya tersedia di atas meja , mereka berenam sangat antusias sekali menyantap makanan buatan dari Rais dan Barru ,


Sepertinya hidangan itu sangat lezat atau mereka saja yang memang sudah sangat lapar ,

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka telah menyelesaikan makan malam buatan dari Rais dan Barru ,


Swie yang memang ingin mengecek semua bahan dan barang ia pun berdiri dari tempatnya menuju barang yang sudah tersusun rapi ,


Swie melihat satu demi satu barang dan bahan yang dibawah oleh Tim Marru ,


" Hem … semua belum cukup , kira-kira apa yang kurang , menurut aku semua sudah aku catat dalam label itu " Swie yang merasa ada yang kurang ia pun mencoba mengingat dan berpikir ,


Dari arah luar ruangan , cord , Marru dan Barru memasuki ruangan tersebut ,


" Ada apa Swie , apakah ada yang kurang " Ternyata Marru sudah berdiri dibelakang Swie ,


" Iyah , sepertinya ada yang kurang " jawab Swie yang masih berpikir dan mengingatnya ,


" Pangeran kami ingin beristirahat , jika ada yang ingin diperlukan kami siap membantu " cord yang sudah sangat lelah ingin sekali ia cepat beristirahat bersama gadis kecil bernama Missel yaitu putrinya saat ini ,


" Tidak cord , kamu boleh beristirahat , ajak yang lainnya juga aku akan membereskan ini dulu setelah itu aku juga akan beristirahat " kata Marru , cord yang mendengar perintah dari Marru segera memberi Hormat setelah itu ia keluar dari dalam ruangan Swie yang saat ini tengah disibukkan dengan berbagai alat dan bahan , Barru juga memberi hormat kepada Marru setelah itu ia menyusul cord yang saat ini menuju ruangannya , Rais juga undur diri setelah memberi salam kepada Swie dan Marru ia segera keluar dari dalam ruangan , tersisa Marru , Swie dan Hellin , ketiga pemuda dan pemudi itu tengah sibuk berdiskusi mengenai bahan dan beberapa barang yang belum mereka dapatkan , sebab Swie belum menerakan nama bahan tersebut ,


Setelah hari sudah mulai benar-benar terang , Marru sudah tidak tahan lagi ia pun bersama Hellin ingin berpamitan untuk beristirahat ,


" Ya sudah , ayo kita beristirahat setelah itu baru kita membuat rancangan baru " kata Swie yang juga keluar dari ruangan tersebut , mereka bertiga menuju ruangan masing-masing , dan ketiganya juga berpapasan dengan Sena , Langhe , Marlina juga yang lainnya ,


Harris ingin mengikuti ketiganya , namun setelah mengetahui bahwa mereka butuh istirahat Harris ingin meninggalkan mereka , yang akhirnya Marru memerintahkan Harris dan yang lainnya untuk membuat hidangan agar mereka dapat menyantapnya ,


" Marru kalian sudah kembali " kata Harris yang saat ini bertemu dengan Marru ,


" Iyah , kami lelah Harris , rasa ingin sekali segera beristirahat , oh iya Harris kamu ku tugaskan untuk membuat hidangan , jadi masalah konsumsi kamu yang atur ya " saat ini Marru memberi perintah kepada Harris teman yang mereka selamatkan yang berasal dari kota H ,


" Tentu , serahkan pada kami , aku dan Marlina sangat handal dalam bidang ini " Harris berkata sambil tersenyum kearah Marru dan Hellin , ketiganya ikut membalas senyuman Harris ,


" Baiklah Harris , terimakasih karena mau mendengar perintahku ini " setelah berkata demikian Marru dan Hellin memasuki ruangannya , disana sudah tidak ada siapapun , hanya tersisa dirinya dan Hellin yang ingin membersihkan diri ,


Sedangkan Swie ia menuju ruangan sendiri , setelah tubuhnya dapat mencium aroma wangi dari bantal dan kain Sprei , mata Swie langsung terpejam ia pun tertidur pulas ,


Pada saat ini Harris dan Marlina juga beberapa temannya segera mengemas semua barang yang ada di Pantry , sebab Swie dan Barru telah mengacak-acak Pantry tersebut , tidak berapa lama kemudian ruangan Pantry sudah bersih ,

__ADS_1


Kali ini mereka akan membuat hidangan , sedangkan Marco dan Reus mereka saat ini sedang menuju minimarket terdekat , kemungkinan mereka juga membutuhkan bahan untuk diolah atau dimasak ,


Kedua pemuda itu telah sampai didalam minimarket , tidak buang waktu lagi mereka mengambil semua bahan yang dibutuhkan , setelah menaruh di dalam kantong plastik hitam besar , kembali mereka menuju penginapan ,


Keduanya segera menuju ruangan Pantry ,


Harris dan Marlina tengah sibuk memotong sayuran dan onion , Marco dan Reus datang membawa beberapa kantong plastik besar yang didalamnya banyak sekali bahan makanan ,


Harris segera mengeluarkan isi dari kantong yang mereka bawah ,


" Ayo kita bekerja " Harris begitu bersemangat sekali ,


Sedangkan Marlina menyahuti kata-kata Harris dengan semangat ia juga berteriak lantang ,


" Ayo … " keempat pemuda itu langsung tertawa bersama , dan akhirnya mereka mengerjakan tugasnya ,


Hari semakin siang , hidangan yang sudah disiapkan oleh Harris dan teman-temannya sebagian sudah dimakan oleh mereka yang sudah bangun dan beraktivitas , sedangkan Marru dan anggotanya masih belum bangun , tampaknya mereka sangat lelah sekali ,


Menjelang waktu mencapai pukul 14: 35 secara bersamaan mereka telah terbangun , Barru dan Cord sudah selesai mandi dan berganti pakaian , begitu juga dengan Rais , sedangkan Swie dan Marru juga Hellin mereka baru sadar dari tidurnya , segera mereka menuju ruang kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah itu secara bersamaan ketiganya keluar dari dalam ruangan masing-masing ,


Ketiganya berpapasan dengan Barru dan Cord yang saat ini bersama Rais , akhirnya keenam pemuda itu menuju ruang Pantry ,


Disana mereka telah melihat hidangan yang sudah disiapkan oleh Harris dan teman-temannya ,


Swie yang saat ini sedang menuangkan beberapa sayur dan lauk ia telah membuat rencana , bahkan ia juga meminta tolong kepada Marru agar bahan yang belum masuk dalam label itu segera mereka Carikan ,


" Yang Mulia , aku butuh kristal tiruan , terbuat dari apapun tidak masalah , sebab tidak ada satu monster yang kita bunuh mengeluarkan kristal bintang " kata Swie yang menjelaskan disela-sela mereka sedang menyantap makanan ,


" Iya , aku akan pergi bersama Cord , Rais dan Barru " Marru langsung mengiyakan keinginan dari Swie , sebab bahan itu memanglah sangat dibutuhkan ,


Hellin hanya terdiam setelah kedatangan para Pahlawan Dunia Lain Hellin tidak pernah merasakan risau berlebihan , ia merasa sedikit tenang dengan keberadaan mereka ,


Tidak seperti pada waktu ia bertemu dengan Marru , hidupnya telah tidak ada artinya lagi , ia seperti kehilangan daya kehidupan ,


Namun setelah bertemu dengan Marru dan Rais , warna hidupnya telah berubah , ditambah lagi adanya Swie , Cord panglima kerajaan Virgo yang tidak ada lawan tandingnya , juga Barru yang begitu setia terhadap Marru sang Pangeran , membuat Hellin tidak pernah merasakan ketakutan hidup sendirian , saat ini saja sudah banyak sekali anggota yang baru mereka jumpai , termasuk Harris dan teman-temannya , bahkan wanita cantik yang mereka tolong juga begitu akrab dengan mereka , walaupun wanita itu bukanlah manusia biasa , melainkan makhluk yang terkena dampak Blue Hole Raksasa , yang herannya makhluk itu tidak seperti Makhluk pada umumnya yang ingin menyerang manusia ataupun makhluk yang lainnya terkecuali dirinya sedang lapar dan ingin memangsanya ,

__ADS_1


__ADS_2