
Swie yang saat ini sedang kawatir , ia dengan perasaan yang tidak tenang menunggu kedatangan Tim Marru dan yang lainnya ,
Disaat ia sedang kebingungan , terdengar suara Hellin sedang menguap ,
" Huaa .. " ternyata Hellin telah bangun dari tidurnya ,
" Tuan Putri " Swie memanggil tuannya , sedangkan Hellin malah balik bertanya ,
" Ada apa Swie , apakah Marru sudah kembali " Hellin yang sudah mulai tersadar ia mencoba bertanya kepada Swie apakah Tim Marru sudah kembali ke penginapan ,
" Belum , Tuan Putri " sejenak Swie terdiam suasana kembali hening ,
Namun dari arah luar penginapan terdengar suara deru mesin mobil , selanjutnya mesin mobil tersebut telah berhenti ,
" Apakah mereka telah kembali " Hellin yang juga mendengar suara mobil segera turun dari tempat ranjang tidurnya ,
" Mungkin saja Tuan Putri " jawab Swie yang sudah mengikuti Hellin dari arah belakang , mereka berdua ingin melihat siapa gerangan yang telah datang ,
Setelah keduanya tiba di luar penginapan , ternyata Marru dan teman-temannya tengah sibuk memindahkan bahan dan barang-barang yang dibutuhkan Swie untuk membuat senjata replika dari negara Binatang Aries ,
" Oh , ternyata kalian sudah kembali , aku senang sekali " kata Hellin sambil tersenyum kearah Marru dan yang lainnya , Swie yang melihat temannya sedang sibuk ia pun segera membantu mereka mengemas semua barang ,
Kelima pemuda itu tengah sibuk membereskan semua barang serta memindahkan bahan dan barang tersebut ke sebuah ruangan dimana Swie akan bereksperimen ,
Tidak berapa lama kemudian , tugas mereka telah selesai ,
" Ah .. aku lapar " kata Cord yang memang sudah menahan rasa laparnya , begitu juga dengan Rais dan Barru ,
Akhirnya mereka berlima memutuskan untuk membuat hidangan ,
Mereka menggunakan Pantry yang ada di dalam penginapan ,
Beberapa jam kemudian , semua hidangan alakadarnya tersedia di atas meja , mereka berenam sangat antusias sekali menyantap makanan buatan dari Rais dan Barru ,
Sepertinya hidangan itu sangat lezat atau mereka saja yang memang sudah sangat lapar ,
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka telah menyelesaikan makan malam buatan dari Rais dan Barru ,
Swie yang memang ingin mengecek semua bahan dan barang ia pun berdiri dari tempatnya menuju barang yang sudah tersusun rapi ,
Swie melihat satu demi satu barang dan bahan yang dibawah oleh Tim Marru ,
" Hem … semua belum cukup , kira-kira apa yang kurang , menurut aku semua sudah aku catat dalam label itu " Swie yang merasa ada yang kurang ia pun mencoba mengingat dan berpikir ,
Dari arah luar ruangan , cord , Marru dan Barru memasuki ruangan tersebut ,
" Ada apa Swie , apakah ada yang kurang " Ternyata Marru sudah berdiri dibelakang Swie ,
" Iyah , sepertinya ada yang kurang " jawab Swie yang masih berpikir dan mengingatnya ,
" Pangeran kami ingin beristirahat , jika ada yang ingin diperlukan kami siap membantu " cord yang sudah sangat lelah ingin sekali ia cepat beristirahat bersama gadis kecil bernama Missel yaitu putrinya saat ini ,
" Tidak cord , kamu boleh beristirahat , ajak yang lainnya juga aku akan membereskan ini dulu setelah itu aku juga akan beristirahat " kata Marru , cord yang mendengar perintah dari Marru segera memberi Hormat setelah itu ia keluar dari dalam ruangan Swie yang saat ini tengah disibukkan dengan berbagai alat dan bahan , Barru juga memberi hormat kepada Marru setelah itu ia menyusul cord yang saat ini menuju ruangannya , Rais juga undur diri setelah memberi salam kepada Swie dan Marru ia segera keluar dari dalam ruangan , tersisa Marru , Swie dan Hellin , ketiga pemuda dan pemudi itu tengah sibuk berdiskusi mengenai bahan dan beberapa barang yang belum mereka dapatkan , sebab Swie belum menerakan nama bahan tersebut ,
Setelah hari sudah mulai benar-benar terang , Marru sudah tidak tahan lagi ia pun bersama Hellin ingin berpamitan untuk beristirahat ,
" Ya sudah , ayo kita beristirahat setelah itu baru kita membuat rancangan baru " kata Swie yang juga keluar dari ruangan tersebut , mereka bertiga menuju ruangan masing-masing , dan ketiganya juga berpapasan dengan Sena , Langhe , Marlina juga yang lainnya ,
Harris ingin mengikuti ketiganya , namun setelah mengetahui bahwa mereka butuh istirahat Harris ingin meninggalkan mereka , yang akhirnya Marru memerintahkan Harris dan yang lainnya untuk membuat hidangan agar mereka dapat menyantapnya ,
" Marru kalian sudah kembali " kata Harris yang saat ini bertemu dengan Marru ,
" Iyah , kami lelah Harris , rasa ingin sekali segera beristirahat , oh iya Harris kamu ku tugaskan untuk membuat hidangan , jadi masalah konsumsi kamu yang atur ya " saat ini Marru memberi perintah kepada Harris teman yang mereka selamatkan yang berasal dari kota H ,
" Tentu , serahkan pada kami , aku dan Marlina sangat handal dalam bidang ini " Harris berkata sambil tersenyum kearah Marru dan Hellin , ketiganya ikut membalas senyuman Harris ,
" Baiklah Harris , terimakasih karena mau mendengar perintahku ini " setelah berkata demikian Marru dan Hellin memasuki ruangannya , disana sudah tidak ada siapapun , hanya tersisa dirinya dan Hellin yang ingin membersihkan diri ,
Sedangkan Swie ia menuju ruangan sendiri , setelah tubuhnya dapat mencium aroma wangi dari bantal dan kain Sprei , mata Swie langsung terpejam ia pun tertidur pulas ,
Pada saat ini Harris dan Marlina juga beberapa temannya segera mengemas semua barang yang ada di Pantry , sebab Swie dan Barru telah mengacak-acak Pantry tersebut , tidak berapa lama kemudian ruangan Pantry sudah bersih ,
__ADS_1
Kali ini mereka akan membuat hidangan , sedangkan Marco dan Reus mereka saat ini sedang menuju minimarket terdekat , kemungkinan mereka juga membutuhkan bahan untuk diolah atau dimasak ,
Kedua pemuda itu telah sampai didalam minimarket , tidak buang waktu lagi mereka mengambil semua bahan yang dibutuhkan , setelah menaruh di dalam kantong plastik hitam besar , kembali mereka menuju penginapan ,
Keduanya segera menuju ruangan Pantry ,
Harris dan Marlina tengah sibuk memotong sayuran dan onion , Marco dan Reus datang membawa beberapa kantong plastik besar yang didalamnya banyak sekali bahan makanan ,
Harris segera mengeluarkan isi dari kantong yang mereka bawah ,
" Ayo kita bekerja " Harris begitu bersemangat sekali ,
Sedangkan Marlina menyahuti kata-kata Harris dengan semangat ia juga berteriak lantang ,
" Ayo … " keempat pemuda itu langsung tertawa bersama , dan akhirnya mereka mengerjakan tugasnya ,
Hari semakin siang , hidangan yang sudah disiapkan oleh Harris dan teman-temannya sebagian sudah dimakan oleh mereka yang sudah bangun dan beraktivitas , sedangkan Marru dan anggotanya masih belum bangun , tampaknya mereka sangat lelah sekali ,
Menjelang waktu mencapai pukul 14: 35 secara bersamaan mereka telah terbangun , Barru dan Cord sudah selesai mandi dan berganti pakaian , begitu juga dengan Rais , sedangkan Swie dan Marru juga Hellin mereka baru sadar dari tidurnya , segera mereka menuju ruang kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah itu secara bersamaan ketiganya keluar dari dalam ruangan masing-masing ,
Ketiganya berpapasan dengan Barru dan Cord yang saat ini bersama Rais , akhirnya keenam pemuda itu menuju ruang Pantry ,
Disana mereka telah melihat hidangan yang sudah disiapkan oleh Harris dan teman-temannya ,
Swie yang saat ini sedang menuangkan beberapa sayur dan lauk ia telah membuat rencana , bahkan ia juga meminta tolong kepada Marru agar bahan yang belum masuk dalam label itu segera mereka Carikan ,
" Yang Mulia , aku butuh kristal tiruan , terbuat dari apapun tidak masalah , sebab tidak ada satu monster yang kita bunuh mengeluarkan kristal bintang " kata Swie yang menjelaskan disela-sela mereka sedang menyantap makanan ,
" Iya , aku akan pergi bersama Cord , Rais dan Barru " Marru langsung mengiyakan keinginan dari Swie , sebab bahan itu memanglah sangat dibutuhkan ,
Hellin hanya terdiam setelah kedatangan para Pahlawan Dunia Lain Hellin tidak pernah merasakan risau berlebihan , ia merasa sedikit tenang dengan keberadaan mereka ,
Tidak seperti pada waktu ia bertemu dengan Marru , hidupnya telah tidak ada artinya lagi , ia seperti kehilangan daya kehidupan ,
Namun setelah bertemu dengan Marru dan Rais , warna hidupnya telah berubah , ditambah lagi adanya Swie , Cord panglima kerajaan Virgo yang tidak ada lawan tandingnya , juga Barru yang begitu setia terhadap Marru sang Pangeran , membuat Hellin tidak pernah merasakan ketakutan hidup sendirian , saat ini saja sudah banyak sekali anggota yang baru mereka jumpai , termasuk Harris dan teman-temannya , bahkan wanita cantik yang mereka tolong juga begitu akrab dengan mereka , walaupun wanita itu bukanlah manusia biasa , melainkan makhluk yang terkena dampak Blue Hole Raksasa , yang herannya makhluk itu tidak seperti Makhluk pada umumnya yang ingin menyerang manusia ataupun makhluk yang lainnya terkecuali dirinya sedang lapar dan ingin memangsanya ,
__ADS_1