Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
episode 26


__ADS_3

Rais terdiam , sambil menahan gejolak yang ada dalam hatinya ia terus berusaha menenangkan dirinya agar tidak meluapkan emosinya ,


" Aku tidak ingin Bumi dikuasai makhluk lain selain manusia Bumi" kata Rais sambil menahan amarahnya ,


Marru dan yang lainnya terdiam , ia sendiri dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Rais yang sebenarnya dirinyalah penduduk asli Bumi ,


Rais bukanlah manusia dari Dunia Lain ia adalah penduduk asli Bumi ,


" Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan , tapi sebelum itu kita urus makhluk itu terlebih dahulu " kata Marru ,


Monster yang sudah berovulasi itu terdiam , ia sendiri sadar kehadirannya dapat menggangu kehidupan Bumi ,


" Grauggkk " suara raungan yang sangat keras terdengar membahana ,


Garro yang mengetahui Raungan itu terdiam , namun ia dapat memahami perasaan dari makhluk tersebut ,


" Raugggk " Suara Garro membalas raungan dari makhluk itu ,


Sedetik kemudian pertarungan terjadi , makhluk itu secara brutal menyerang Marru dan teman-temannya ,


" Ayo kita serang dia " kata Cord yang sudah terlebih dahulu maju kedepan ,


Maddu dan Garro dengan berat hati maju selangkah kedepan , namun ia kembali berbalik memperingatkan Marru dan teman-temannya ,


" Tunggu , pangeran ada hal yang ingin aku katakan " kata Maddu yang menghentikan gerakan Cord yang ingin menyerang makhluk tersebut , kebetulan sekali Cord mendengar ucapan dari Maddu , sebab posisi Maddu berada di depannya ,


" Ada apa Maddu " Marru menjawab perkataan dari Maddu ,


" Pangeran sebaiknya kita bicarakan ini baik-baik dengan makhluk itu " sambil menunjuk kearah Monster itu , Maddu mencoba berbicara dengan Marru ,


" Apa itu Maddu " Marru bertanya singkat kepada Maddu ,


" Pangeran , makhluk ini sudah memiliki kesadaran sendiri , tidakkah ia mendapatkan pertimbangan lagi " kata Maddu , sejenak ia terdiam sedangkan monster itu mematung dari tempatnya , sebab Garro menghalangi jalannya sambil membuat pengertian untuknya ,


" Maksudmu Maddu , aku tidak faham bisakah kamu menjelaskan " Marru yang tidak dapat memahami arah bicara Maddu ia pun bertanya ,


" Yang Mulia Pangeran , makhluk itu seperti manusia yang memiliki pemahaman , mungkin disebabkan oleh dulunya mereka juga penduduk Bumi " Maddu akhirnya menjelaskan maksud dari ucapannya , ia juga memberikan pengertian kepada Marru dan teman-temannya , bahkan sang monster pun mau mendengarkan nasihat dari Maddu ,


Setelah cukup lama mereka berdiskusi , monster tersebut mendapatkan segel perjanjian dari Marru , ia akan setia mengikuti Marru sebagai tuannya,


" Syukurlah kita berdamai dengannya " kata Swie yang merasa lega setelah Marru menanamkan segel perjanjian dengan sang monster ,

__ADS_1


" Iyah " Rais tak luput dengan juga dengan komentarnya , sejenak suasana hening , suara Garro memecahkan keheningan ,


" Grauggkk " Raungan Garro terdengar menyadarkan mereka agar segera melanjutkan perjalanannya ,


" Ayolah Pangeran kita lanjutkan perjalanan " Maddu dan Garro segera meninggalkan tempat itu dari arah belakangnya sang monster mengikutinya ,


" Ayo semua kita lanjutkan perjalanan " Marru menyusul Maddu dan Garro yang sudah berjalan terlebih dahulu ,


" Ayo " serentak keempat temannya mengikutinya dari arah belakang ,


Pada saat ini mereka telah tiba diruangan yang selanjutnya ,


" Lihat , itu monster yang tadi pangeran segel " kata Barru yang saat ini melihat monster pengikut Marru sedang bertarung melawan monster yang lainnya ,


" Iyah , sepertinya pertarungan itu sangat sulit , ayo bantu mereka " kata Cord yang seketika menerjang kawanan Monster yang belum berevolusi ,


Pertarungan kembali terjadi , pahlawan dari Dunia Lain itu bertarung melawan monster yang semakin mengganas ,


" Hiaatt " suara Cord yang sudah maju menyerang monster yang saat ini hampir mengenai Marru , begitu juga dengan Barru yang tidak segan menghantam monster itu berulang kali ,


Terlihat mereka sangat bersemangat bertarung melawan para monster tersebut,


Selang waktu beberapa jam kemudian , mereka telah membinasakan para monster tersebut ,


Kini mereka tiba di dalam ruangan berikutnya ,


Waktu terus berjalan tak terasa mereka sudah banyak membunuh para monster yang sebenarnya adalah penduduk asli Bumi ,


Penduduk Bumi yang bermutasi mereka akan menjadi makhluk yang sangat ganas dan mengerikan ,


" Sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu , hari ini cukup sampai di sini , besok kita akan melanjutkan penjelajahan tempat ini " perintah Marru yang saat ini sudah berada di hadapan mereka semua ,


" Iya , kemungkinan para monster itu sudah tidak begitu banyak lagi " kali ini Rais menyahuti perkataan dari Marru ,


Mereka akhirnya mengikuti perintah dari Marru ,


Mereka semua mencari tempat yang layak untuk beristirahat , sebab tempat tersebut bisa jadi mendatangkan para monster ,


Cord seketika berdiri , ia kemudian berjalan menuju arah dimana ia biasanya mencari makanan untuk mereka santap ,


" Aku akan pergi mencari makan " katanya yang langsung pergi secepat kilat meninggal tempat tersebut ,

__ADS_1


Kembali suasana hening , sebagain dari mereka telah tertidur , termasuk Garro dan monster yang sudah berevolusi itu ,


Seperti kedua makhluk itu sangat kelelahan diakibatkan bertarung melawan monster yang sangat kuat ,


Sampai tidak berapa lama kemudian , Cord tiba membawa banyak sekali bahan makanan ,


Maddu yang masih berjaga ia segera mengambil beberapa makanan kesukaannya , tak lupa ia juga mengambilkan bagian untuk Garro dan monster yang berevolusi itu ,


Pada saat ini mereka sedang asik menikmati makanan yang dibawakan oleh Cord ,


Sambil berjaga-jaga , mereka santai menyantap makanan untuk menambah energi ,


Kita kembali kepada Hellin yang saat ini tengah di sibukkan oleh seseorang yang terluka disebabkan oleh tempat para monster itu ,


Termasuk salah satu korban yang dicurigai akan menjadi monster ,


" Bagaimana keadaannya " saat ini Hellin bertanya kepada Sena yang masih merawat sang korban ,


" Masih sama , belum ada tanda-tanda bahwa ia akan menjadi monster " jawab Sena yang masih terus mencoba merawat Korban tersebut ,


" Aku harap dia tidak menjadi salah satu dari monster itu " Langhe berucap sambil melihat kearah korban yang saat ini sedang mengerang menahan rasa sakit ,


" Benar , seperti ia mengalami masa yang sangat sulit " sella menambahkan ucapan dari Langhe ,


Damin masih lekat memandangi tubuh yang mengeluarkan garis terang itu , suara erangannya membuat Damin membayangkan bagaimana pada saat dirinya akan menjadi monster ,


Andai saja pada saat itu Swie tidak berupaya untuk menyelamatkannya kemungkinan Damin akan menjadi monster yang sangat ganas dan menyeramkan ,


Sejenak ia menarik nafas dalam-dalam ,


" Hufff syukurlah masa itu telah berlalu , " kata Damin sambil menarik napas panjang


" Hem bagaimana keadaan Marru dan teman-teman ya " kembali Damin berbicara ,


Hellin melihat ke Damin yang saat ini kondisinya sudah kembali normal ,


" Damin , sepertinya keadaanmu sudah membaik " Hellin tersenyum sambil berkata kepada Damin ,


" Iya , putri Hellin ! Terimakasih sudah mau membantu dan merawat saya , semoga saja kita bisa menjalankan semua rencana yang kita buat bersama " kata Damin sambil membalas senyuman dari Hellin ,


" Iya , Damin " kembali mereka berdua menatap tubuh salah satu korban yang sudah sedikit membaik ,

__ADS_1


Keduanya menghela nafas panjang , sambil membuang beban yang terasa berat di dadanya ,


maaf kurang ada motivasi , jadi gak punya ide cerita baru


__ADS_2