
"Oh my god, I really tired" Layla merebahkan badannya di kasur kerana kelelahan menghabiskan waktunya di Panti Asuhan xxx. "Hmm sepertinya, aku perlu istirahat yang banyak sementara menunggu sasaran yang seterusnya". Layla menghembus nafas berat. "Apa yang harus aku lakukan ya sekarang, 1 bulan cukup lama untuk menunggu job baru" Layla menantap langit langit di kamar nya. "Hmm coba aja cari kerja part time dulu, besok ajalah sekarang aku harus tidur" Layla menarik selimut untuk menyelimuti dirinya dan perlahan-lahan memejam kan matanya.
Esok harinya....
"Hoaamm.." Layla bangun dari tidurnya. "Hmmm.. kayaknya badan ku udah lama ngak bersenam" Layla bergumam sendirian. Dia bangun dan mengambil handuk terus masuk ke kamar mandi. Layla mengisi air hangat di dalam bathtub dan Layla masuk ke dalam bathtub menenangkan tubuhnya. Kemudian menutupkan matanya terlelap seketika
"Ibu, kenapa ibu berdiri aja disana" Layla berjalan di taman bunga dan melihat sosok tubuh ibunya Luna yang tersenyum sembari merentangkan tangannya menunggu Layla masuk dalam pelukannya. "Ibu, aku kangen sama ibu" Layla berlari dan memeluk ibunya. Luna juga membalas pelukan erat yang diberikan oleh anaknya Layla. "Layla sayang ingat kata-kata ibu kamu harus kuat menjalani kehidupan mu yang akan datang" Layla mendongakkan kepalanya melihat wajah ibunya. Kemudian Luna melepaskan pelukannya dengan perlahan lahan dan menjauh dari Layla. "Ibu jangan pergi ibu" Layla cuba mengejar bayangan ibunya yang semakin menghilang.
"Ibu!!!!!!"
"Ya ampun, kenapa aku bisa ketiduran disini" Layla terbangun dari tidurnya di dalam bathtub. Layla mengambil handuk dan keluar dari kamar mandi untuk bersiap-siap.
Tok, tok, tok!
"Siapa yang datang pagi-pagi ini?" Layla bergumam sembari menyimpul rambutnya. Dia mengambil senjatanya di laci dan menyelitkan dipunggungnya.
"Da?" seru Layla kepada orang diluar.
"It's me, Angelica" sahut orang di luar.
"Tea or coffee?" Layla menanyakan kepada orang diluar.
"Tea" Angelica memberi respon.
__ADS_1
Lalu Angelica memasukkan satu map kedalam rumah Layla melalui bawah pintu lalu meninggalkan tempat itu. Layla yang melihat ada map masuk dari bawah pintu mengambilnya. Layla melihat ke luar jendela untuk memastikan Angelica sudah pergi dari rumahnya dan benar Angelica berjalan menjauh meninggalkan rumahnya menaiki mobil.
"Hmmm..katanya diberi cuti selama sebulan mgak sampai seminggu udah rindu sama aku" gumam Layla. Layla membuka map itu. Terdapat beberapa keping foto berada di dalam map itu.
Drrt..drrt..drtt!
Layla melihat hpnya bergetar diatas meja langsung dia mengambil dan menjawab telefon itu. "Siapa dia?" tanpa babibu Layla terus mengajukan soalan pada yang orang disana.
"Itu orang yang sedang mencari informasi tentang kamu, kamu harus hati-hati aku ngak mau membuang masa mencari informasi tentang orang itu kamu aja yang cari sendiri, ada beberapa informasi tentang kamu yang sudah mereka dapatkan, aku merasa mereka mempunyai hackers yang handal" terus diputuskan panggilannya dengan Layla tenta saja orang itu adalah Sasha yaitu majikannya.
"Hmmm, jangan salahkan aku kerana aku yang harus turun tangan sendiri" Layla bergumam. Layla terus masuk kedalam kamarnya dan mengambil laptop nya. Layla sangat cepat bekerja mencari informasi sasarannya.
**************************************
"Asik ayo minum lagi" AJ bersulang bersama teman-temannya di club.
"Hei, AJ apa benar kamu diterima kerja di JM Group?" ucap salah satu temannya sembari menuangkan wine ke dalam gelasnya.
"Apa aku pernah berbohong sama kalian? ya benar la" AJ jawab dengan santai dan minum wine digelasnya sampai habis.
"Wow hebat juga kamu bisa diterima kerja di sana, bila kamu akan mula kerjanya?" AJ hanya memandang temannya sembari tersenyum sinis.
"Kalau ngak ada apa-apa masalah besok aku akan mulai kerja disana" AJ menuangkan lagi wine digelasnya.
__ADS_1
"Wah semoga hari mu baik-baik aja besok, ayo kita bersulang. Mereka pun bersulang.
"Halo cantik, bisa aku bersulang dengan mu?" AJ mencari arah suara yang sedang berbicara dengannya.
"Halo Darren" AJ bangun dan melingkari tangannya di leher lelaki itu.
"Sayang kenapa kamu ngak bilang sama aku mau pulang?" AJ bermanja - manja dengan Darren.
"Apa kamu rindu sama aku?" Darren meletakkan gelas yang berisikan alkohol di atas meja dan menggendong AJ ala bridal style membawanya keluar dari club itu. AJ sesekali mengecup pipi Darren sekilas.
"Sayang dimana kita akan lakukannya?, aku rindu banget sama kamu" mereka sekarangdi parkiran mobil Darren menurunkan AJ dengan perlahan-lahan.
"Aku kasi kamu 2 pilihan di dalam mobil atau kita check in hotel" Darren mengusap bibir AJ.
"Kita lakukan di hotel aja" AJ memberikan kunci mobil nya kepada Darren. Darren mengambilnya dengan seringai licik.
"Oke let's go baby" Darren dan AJ masuk ke dalam mobil dan mobil itu terus melaju ke tempat tujuan mereka.
Hello guys enjoy it, sorry udah lama ngak update kerna aku sibuk menyelesaikan tugasan kuliah.
Don't forget to like, share and vote
Masih memerlukan dukungan kalian๐ฅบ๐ฅบ๐
__ADS_1