
Di Panti Asuhan XXX
"Mami!!!"
"Halo Jerry anak mami" Layla membongkok kan badannya dan mengusap kepala anak kecil di hadapannya. "Dimana Ibu Riri?" tanya Layla kepada anak kecil itu. "Ibu Riri ada didalam Mami" ucap anak itu. "Ayo kita masuk kedalam" anak itu melihat plastik-plastik yang dibawa oleh Layla "Mami, sini aku bantu membawa barang-barangnya." ucap anak itu sembari mengulurkan tangan nya menunggu Layla memberi beg plastik kepadanya. "Ngak papa kok, aku bisa membawanya, kamu bantu menuntun Mami berjumpa dengan Ibu Riri aja ya" ucap Layla sembari tersenyum kecil pada anak itu. "Oke, ayo mami" ucapnya bersemangat.
Tok..tok..tok..
"Masuk" ucap seorang wanita paruh baya.
Ceklek..
__ADS_1
"Ibu Riri, apa khabar?" ucap Layla sambil meletakkan barang- barang yang di bawa nya di atas meja. "Owh, Layla aku sihat aja kok, kamu gimana?" ucap wanita itu sembari bangun dan memeluk Layla. Ibu Riri adalah kepala Panti Asuhan XXX. "Aku baik-baik aja kok ibu Riri, ini aku ada bawa sedikit sayur, daging dan banyak lagi tuh, hari ni aku akan membantu Bik Melly memasak makan malamnya ya". ucap Layla panjang lebar. "Aduh, banyak sekali barang - barangnya, bentar ya aku akan memanggil Bik Melly, kamu duduk disini dulu ya" ucap Ibu Riri. "Iya ibu Riri, aku duduk disini aja, ibu pergi aja" Ibu Riri tersenyum dan meninggalkan Layla sendirian. "Udah lama ngak mampir ke sini, sudah banyak yang berubah" gumam Layla sembari tersenyum mengingat kenangan nya ketika berada di dalam ruangan Ibu Riri kerana berantem dan dimarahi oleh ibu Riri. Sungguh kenangan yang tidak bisa dilupakan ketika berada di Panti Asuhan XXX
****************************************
Di Bahagian Forensik Rumah Sakit XXX
"Pembunuhan ini sepertinya sudah dirancang dengan sangat terperinci" ucap salah seorang pegawai polisi yang sedang memeriksa badan mangsa pembunuhan. "Iya, bener tu pak, rakaman CCTV juga sangat tidak memberi kode apa-apa dalam kasus ini, sepertinya mereka sudah merancang dari A to Z". Mereka memeriksa seluruh tubuh Hendrick tanpa meninggalkan setiap lekuk tubuhnya untuk memastikan ada kesan yang ditinggalkan oleh pembunuh.
"Bagaimana dengan kasusnya, udah selesai" Jack bertanya pada orang kepercayaannya siapa lagi kalau bukan Alvin. "Belum bos, pembunuhan itu dilakukan dengan sangat bersih" ucap Alvin kepada bos nya. "Sudah la biarin aja pihak berkuasa yang menguruskannya, ngak usah pusing mikirin kasus ini, kita cuma harus menjawab pertanyaan dari mereka" ucap Jack sembari melihat tajam kearah Lilya yang sedang menangis tanpa henti di dalam kamar soal siasat bersama seorang lelaki. "Apa yang berlaku sebenarnya di balik semua ini?" Jack juga masih tertanya tanya dengan kasus pembunuhan ini. "Jawab yang jujur aja sama mereka" Alvin hanya mengiyakan saja kata-kata bosnya.
****************************************
__ADS_1
Di Mansion Jacob
"Apa dibunuh?" Jacob terkejut mendengar berita dari Jack. "Iya, akan aku jelasin nanti" Jack terus memutuskan panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari Jacob. "Halo, Jack" Jacob melihat hpnya, rupanya Jack telah memutuskan panggilannya. Jacob hanya menatap kosong ruangan dihadapannya. "Ada apa sayang?" Jacob memandang sekilas kearah suara rupanya Violet sang isteri keduanya setelah isteri pertamanya meninggal kemudian menatap kembali ruangan kosong dihadapannya. "Aku baik baik aja, ada apa kamu kemari?" Jacob seperti sudah tahu tujuan Violet datang menemuinya. Jacob sudah memahami tujuan Violet datang menemuinya kalau bukan ingin meminta uang untuk dimasukkan di rekeningnya untuk berbelanja dengan teman-temannya apalagi selain itu. Violet malah menggelayut manja di lengan Jacob "Ngak ada apa-apa kok cuman tadi teman ku dari New York telefon ku bilang dia udah kembali bersama suami dan anaknya, jadinya mereka menjemput kita makan malam di sebuah hotel, apa kamu punya waktu?" Jacob memijit-mijit jidatnya lepas satu masalah yang datang, tambah lagi satu masalah. "Baiklah kamu siapkan pakaianku untuk dipakai di makan malam nanti." Jacob hanya menurut aja permintaan Violet lagian cuma makan malam. "Ok sayang., makasih ya" Violet mengecup sekilas pipi Jacob dan terus meninggalkan Jacob sendirian di ruangan itu.
"Aku merindukanmu Zenaida" ucap Jacob sembari menitiskan air mata kerana teringat dengan mendiang isterinya.
Terima Kasih atas dukungan nya ya.
Jangan lupa like, share and vote๐
Masih memerlukan dukungan kalian para readers.๐ฅบ
__ADS_1