Melankolia

Melankolia
Bab 9


__ADS_3

"Kamu mau kemana?" Elliot melihat AJ sudah bersiap-siap ingin keluar. "Aku mau bertemu sama teman-temanku" Elliot hanya menahan sabar melihat anaknya yang keras kepala itu. AJ sering keluar dengan teman-temannya hingga pulang larut malam. AJ juga pernah tidak pulang kerumah kerna dia lebih suka bersama dengan teman-temannya berbanding bersama dengan keluarganya. Bagi AJ keluarga ngak pernah mengambil tahu tentang kehidupannya seolah-olah dia tidak pernah wujud didalam rumah itu. "Oh iya, malam ini mungkin aku ngak akan pulang, jadi ngak usah repot-repot menelefon ku ok, bye" AJ menghidupkan mobilnya dan terus melaju keluar dari mansion.


"Haih, AJ bila kamu mau berubah" ucap Elliot sembari memijit-mijit jidatnya.


"Pa ,tambahkan limit kartu kredit ku, besok aku akan pergi berlibur sama teman-teman" seorang lelaki umurnya dalam lingkungan AJ mendekati Elliot.


"Alex, apa tidak cukup uang yang aku berikan kepada mu setiap bulan?" Elliot hanya menahan sabar dengan kelakuan anak-anaknya.


"Papa, seperti yang aku bicarakan tadi aku mau pergi berlibur sama teman-temanku" Alex menghentakkan kakinya kemudian meninggalkan Elliot sendirian di tangga.


"Hfuuuh, sepertinya mereka terlalu dimanjakan olehku" ucap Elliot sembari menghembuskan nafas berat.


***************************************


"Lay, pagi-pagi kayak gini apa yang kamu lakukan di sini?" Ibu Riri mengejutkan lamunan Layla yang sedang duduk-duduk santai di taman di Panti Asuhan.

__ADS_1


"Aku cuma rindu taman ini, dulu waktu aku kecil aku sering bermain disini bersama ibu." Layla tersenyum mengingat kembali kenanganny bersama ibunya Luna.


Flashback on


"Layla, jangan lari sayang nanyi kamu jatuh" Luna mengejar anaknya yang masih kecil.


"Ibu ngak bisa kejar aku, hahaha" anak kecil itu masih berlari menghindari ibunya siapa lagi kalau bukan Layla yang masih kecil.


"Ouchh, ibu" anak keci itu terjatuh dan menangis memanggil ibunya.


"Sayang udah ibu bilangkan jangan lari-lari," Luna mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih sayang


"Ya sayang, sudah jangan nangis-nangis lagi ngak cantik nanti anak ibu" Luna cuba menghiburkan Layla.


"Kamu janji sama ibu kamu ngak bisa nangis kerna hal sepele seperti ini kamu harus kuat sayang, supaya tidak ada orang yang menindas kamu" Luna memeluk anaknya supaya Layla berhenti menangis.

__ADS_1


"Baiklah ibu, aku tidak akan nangis untuk kerna hal-hal seperti ini, aku akan jadi anak yang kuat di masa akan datang" ucap Layla dengan penuh semangat sembari berdiri dan dagunya mendongak kelangit seperti seorang pahlawan.


"Iyalah sayang, sudah mari kita masuk ibu akan mengobati luka mu itu" Luna manggandeng tangan Layla.


"Ok ibu," Layla hanya menurut kata-kata ibunya itu. Kerna Layla hanya mendapat kasih sayang dari ibunya sahaja.


Flashback off


Layla tersenyum mengingat kenangan itu, tapi iya harus juga merelakan ibunya pergi meninggalkannya untuk selamanya. Ibu Riri yang melihat air mata Layla keluar hanya bisa terdiam.


"Sudahlah, ibu mu pasti sedih kalau anaknya Layla ini menangis kerana dia, Ibu mu pasti ingin melihat kamu bahagia disini, ibu mu pasti ingin yang terbaik buat anaknya" ucap ibu Riri cuba menenangkan Layla. Layla hanya mengiyakan aja kata-kata ibu Riri.


Hai guys terima kasih udah membaca ceritaku🤗


I hope you guys enjoys.

__ADS_1


Don't forget to like, share and vote


Masih memerlukan dukungan..🥺🥺🥰


__ADS_2